Naima dan Nayara adalah kaka beradik yatim piatu dua bulan yang lalu ayahnya yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di susul ibunya pergi meninggalkan kedua putri cantiknya yang masik kecil harus berjuang sendiri dalam kehidupan getir di dunia ini.
Bi Ira yang merupakan adik kandung ayah Naima dan Nayara dengan tega menjual kedua keponakannya pada mucikari. Mereka yang tidak tahu sudah di jual oleh bibi Ira tanpa rasa curiga ikut dengan Mucikari.
Tanpa mereka sadari jika mereka sedang di giring masuk dalam penderitaan yang akan mencabik jiwa dan raga.
Naima adalah kakak dari Nayara. Naima berusia 14 tahun sedangkan Nayara berusia 7 tahun saat di jual oleh Ira.
Naima di paksa menjadi pelacur, demi melindungi Nayara ia rela mengorbankan dirinya.
Naima menyuruh Nayara untuk melarikan diri dari tempat jahanam itu.
Nayara berhasil pergi namun Ia tidak tahu harus kemana?
Hingga di pertemukan dengan seorang CEO tampan dan baik hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku pembunuh
Nayara menguatkan dirinya untuk bisa menghindar dari tatapan memangsa Hendrik meski tubuhnya terasa lemas.
" Jangan mendekat ... Pergi!" Nayara bangkit dari ranjang dengan susah payah menjauh dari Hendrik.
" Ayolah Naya, jika kau bersamaku aku akan memanjakanmu seperti kakakmu!" Hendrik mengikuti langkah Nayara.
Nayara melempar barang-barang didekatnya pada Hendrik Ia terus berjalan ke arah pintu kamar, tapi pintu tersebut terkunci, Nayara memukul pintu itu dengan kencang berharap ada seseorang yang akan membukakannya.
" Tolong, buka pintunya buka!" Nayara berteriak
" Percuma saja kau berteriak di sini hanya ada kita berdua saja, ayolah nikmati saja kebersamaan kita sayang." Hendrik memeluk Nayara dari belakang.
" Lepas aku tidak sudi... Lepaskan!" Nayara berontak Ia berusaha keras melepaskan Pelukan Hendrik. Naya memukul perut Hendrik dengan sikutnya membuat Hendrik melepaskan tanggannya dari tubuh Naya.
Mendapat pukulan Nayara, membuat Hendrik semakin tertantang untuk segera mendapatkan seutuhnya Nayara. Dengan lihai hendrik menggendong Nayara dan di bawanya kembali ke atas kasur. Nayara berusaha sekuat tenaga melawan, namun tidak bisa kekuatan Hendrik yang sudah penuh Nafsu begitu kuat mengungkung Nayara di bawahnya.
" Aku mohon lepaskan aku, jangan lakukan hal keji ini!" Nayara menangis , ia benar-benar takut. Sedangkan Hendrik semakin menjadi, Ia merobek baju Nayara sehingga terlihat bagian dada Naya yang putih bersih.
Kakak Tolong Naya, Ibu, Bapak Naya takut.
Air mata berjatuhan membasahi pipi putihnya Nayara tidak bisa bergerak lagi, namun tiba- tiba Ia teringat perkataan kakaknya.
Nayara kau adalah perempuan yang terjaga, apapun akan kakak lakukan untuk menjagamu.
Mengingat perkataan Kakaknya memberikan kekuatan untuk Naya, ia tidak akan membiarkan Hendrik menyentuh tubuhnya. Nayara mengangakat kakinya lalu dengan kekuatan pinuh Ia tendang bagian Vital Hendrik.
Bughhhh....
" Awww, Kurang ajar Kau P*******r." Hendrik memegang alat Vitalnya sambil meringis kesakitan.
Hal itu Nayara jadikan kesempatan untuk melarikan diri, ia melihat kunci pintu ada di meja dekat lemari baju , Saat Ia akan melangkah Hendrik berhasil menahan Nayara hingga Ia terjatuh kembali.
" Kau tidak bisa lari dariku." Hendrik menindih Naya kembali.
" Dan aku tidak akan membiarkanmu Mendapatkanku! " Ucap Nayara sambil tangannya menggapai sesuatu yang bisa di jadikan senjata untuk melawan Hendrik.
Nayara berhasil mengambil Pulpen yang terjatuh tadi saat Ia mencoba menghindar.
Nayara berusaha melepaskan dirinya dari Hendrik, beberapa kali Mendapatkan pukulan dari Hendrik di bagian wajah dan perutnya, meski sakit Nayara tetap berusaha melepaskan diri.
Saat Hendrik akan membuka celananya, Nayara mengayunkan pulpen dengam mengarahkannya pada mata sebelah Kiri Hendrik tanpa ragu.
" Awww, mataku ahhhhhhh! " Hendrik berteriak, Ia berdiri mencoba mencari ponselnya untuk memanggil anak buahnya.
Darah merah terlihat mengucur dari mata Hendrik, Melihat hal itu Nayara langsung membawa kunci pintu, Ia dengan tertatih-tatih membuka pintu.
Ceklek.....
Pintu terbuka Nayara sangat Bahagia, Namun tiba- tiba Hendrik menariknya dengan menjambak rambutnya dengan kencang. Nayara kesakitan Ia berusaha lepas Namun tidak bisa.
Dengan wajah bersimbah darah Hendrik menyeret nayara ke luar kamar , ia lalu memukul Nayara tanpa ampun meluapkan kemarahannya karena Nayara sudah berani melukai Matanya.
" ****** kau! aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja, mata di bayar mata, berani sekali kau menusuk mataku! "
Hendrik berteriak Pada Nayara yang sudah lemah, pukulan Hendrik membuat Nayara susah untuk bergerak.
Ketika Hendrik hendak mengambil pisau di meja makan Nayara, berusaha bangkit, darah mengalir dari hidung dan pelipisnya tidak membuat Nayara menyerah, apapun yang terjadi Ia akan tetap berusaha menjaga kehormatannya meski harus mati sekalipun.
Hendrik kembali memukul Nayara dengan Kakinya , lalu membawanya berdiri dan mendorongnya ke arah meja makan.
" Akan ku buat dua matamu itu buta." Hendrik mengarahkan pisau yang ia bawa ke mata Nayara.
Nayara yang sudah lemah berhasil membawa sebilah pisau yang ia dapatkan dari piring di meja makan.
Sebelum Hendrik menusuk mata Nayara, nayara lebih cepat menusukan pisau tepat di perut hendrik
" Kau.... ******! " Hendrik yang sudah mulai lemah mencoba kembali menusuk Naya namun lagi-lagi kalah cepat nayara kembali menusukan kembali pisau di perut Hendrik, hingga membuat hendrik terjatuh di atasnya.
Darah merah mengalir dari tubuh Hendrik, Nayara memdorong tubuh Hendrik dari tubuhnya, Ia berusaha berdiri dan segera pergi dari Villa Hendrik.
Hendrik terlihat tidak sadarkan diri mendapatkan dua tusukan di perut dari Nayara.
Nayara bergegas pergi dari Villa Hendrik, biasanya Hendrik selalu di kelilingi pengawal untuk menjaganya tapi kali ini, Tidak ada penjaga di Villa tersebut.
**
Di tempat Lain Naima di buat bingung oleh Rama yang hanya berputar-putar tidak jelas.
" Sebenarnya kita mau kemana Bang. Dimana Bos Hendrik mengapa belum datang juga." Tanya Naima kesal.
" Sepertinya Bos tidak bisa datang, karena ada urusan mendadak. Jadi aku menggantikannya." Jawab Rama.
ting
Terdengar bunyi notifikasi pesan masuk, Naima lalu membuka pesannya
Sherly...
Naima kau dimana, Nayara tidak ada di rumah, hendrik merencanakan akan membawa Nayara pergi ke Amerika hari ini.
" Ya Tuhan, Naya!" wajah naima memucat setelah membaca pesan dari Sherly. Ia baru menyadari mengapa Hendrik tidak datang dan Rama membawanya ke tempat yang tidak jelas, ternyata akan membawa naya pergi jauh.
" Rama hentikan mobilnya." Naima memegang setir Rama membuat mobil menjadi bergerak tidak menentu.
" Hei apa yang kau lakukan , kita bisa celaka." Rama langaung menepikan kendaraannya.
" Katakan padaku kau mengetahui rencana Hendrik."
" Apa maksudmu aku tidak mengerti?" Rama mencoba menghindar.
" Kau tau Hendrik akan membawa Naya!"
Rama terdiam sejenak, namun melihat wajah sedih naima membuatnya tidak tega, dengan susah payah ia menganggukan kepalanya.
" Cepat bawa aku kembali, aku harus mencegah Hendrik membawa adikku."
" Kau tidak lihat di belakang , Boy menyuruh bayu dan kawannya mengawasi kita.
" Aku mohon bang, tolong aku, kau pasti bisa menghindari mereka." Naya melipat kedua tangannya memohon pada Rama.
" Baiklah."
Rama tidak tega melihat Naima menangis, akhirnya ia mulai merencanakan untuk bisa membawa Naima kembali tanpa di ketahui anak buah Boy.
Sherly begitu cemas ia berjalan mondar-mandir menunggu Naima kembali.
Terlihat mobil merah masuk halaman depan rumah Naima, Sherly langsung berlari ke arah Naima yang sudah turun dari mobilnya.
" Kak Sherly kemana Hendrik membawa Nayaku."
" Ia membawa ke Villanya, ayo kita harus segera kesana, aku yakin mereka masih di sana karena Boy ada di EXO sedang menemui tamu dari Jepang menggantikan Hendrik.
Tanpa menunggu waktu lama mereka pergi menuju Villa Hendrik.
Disana terlihat sepi tidak ada pengawal, karena tadi Hendrik meminta pada Boya untuk membawa semua anak buahnya. Hendrik hanya ingin berdua saja dengan Nayara.
Naima , Sherly dan Rama masuk ke dalam Villa, ia melihat pintu depan terbuka terlihat ada noda darah di depan pintu.
" Nayara!"
Naima segera masuk mencari adiknya ia takut terjadi hal buruk pada Nayara.
Saat masuk di ruang tengah mereka terkejut melihat Hendrik yang terbaring lemah dengan bersimbah darah.
" Bos Hendrik!"
Rama segera berjalan menuju Hendrik dan membalikan tubuh Hendrik, terlihat banyak luka di bagian perut dan mata kirinya.
" Dimana Nayara? Ya Tuhan apa yang sudah Dia lakukan!" Naima cemas.
Terdengar suara mobil masuk , sepertinya Boy dan anak buahnya sudah kembali.
" Oh tidak Boy datang apa yang harus kita lakukan." Sherly mengintip di balik gordeng.
" Sherly kau bawa Naima dari sini, dan cari Nayara, aku yakin Naya sudah pergi dari sini pergi lewat belakang jangan sampai mereka melihat kalian... Cepat pergi." Ucap Rama.
Sherly dan Naima mengikuti apa yang di ucapkan Rama, mereka pergi dari pintu belakang tanpa dikerahui oleh boy dan anak buahnya.
" Bos Hendrik. Apa yang terjadi Rama, mengapa kau bisa ada di sini?" "
Boy baru masuk dikejutkan dengan keadaan bosnya yang bersimbah darah ia juga merasa heran kenapa Rama bisa ada sini.
" Bang, kita harus segera membawa ke rumah sakit nanti aku jelaskan semuanya."
Rama mengalihkan pembicaraan , ia mengulur waktu agar bisa mencari jawaban.
Boy menghubungi ambulance dan segera membawa Hendrik saat ambulance tiba.
**
Naima dan Sherly mencari - cari Nayara yang tidak bisa di temukan, Naima sudah beberapa kali datang kerumahnya namun adiknya tidak ada di sana, Sherly mencari di EXO juga tidak ada. Mereka berpikir kemana Nayara pergi.
" Aku tahu, ia pasti ada di gubuk mbo Inah penjual nasi uduk itu."
Naima dan Sherly segera pergi ke gubuk Mbo Inah, yang tidak jauh lokasinya dari rumah Naima.
Benar saja Nayara ada di sana Ia terduduk dengan sangat memprihatinkan wajah yang biru-biru darah di pakaiannya, di tangannya masih memegang pisau berlumur darah yang dia gunakan untuk menusuk Hendrik.
"Naya.... Apa yang terjadi... Katakan sesuatu pada kakak?" Naima memeluk adiknya yang terlihat shock.
" Aku pembunuh, aku membunuhnya." Tubuh nayara bergetar ia benar -benar takut.
Naima memeluk adiknya, ia membawa adiknya ke kamar mandi lalu membersihkan adiknya agar noda darah bisa hilang di tubuhnya, Ia di bantu Sherly membawa naya ke kamar mandi, Untung saja Mbo Inah tidak ada di sana.
Sherly mencari pakaian ganti di dalam kotak milik mbo inah , setelah mencari pakaian ganti Ia pergi lagi untuk menemui pa Aji.
untuk di
Naima memasangkan baju dari Sherly , rok selutut berwarna hitam dan kemeja usang berwarna cream pada adiknya, ia lalu mengusap lembut punggung Nayara memberikan ketenangan untuk Nayara.
" Katakan pada kakak mengapa Hendrik bisa terluka, dan apakah dia sudah...?" Naima tidak melanjutkan ucapannya.
" Kenapa Dia terluka karena aku berusaha untuk menjaga kehormatanku, dan aku membunuhnya kak Ima, aku pembunuh!"
Nayara menangis dalam pelukan kakaknya bahunya bergetar menandakan ia benar-benar ketakutan.
" Kau tenanglah, sekarang dengarkan Kakak , Kau harus pergi menjauh dari sini, Kak Sherly sudah menghubungi Pak Aji untuk mempercepat keberangkatanmu sekarang, kita tidak bisa menunggu malam, karena Boy pasti akan mencarimu."
" Kita pergi bersama?" Nayara melepas pelukan kakaknya
" Tidak bisa, karena tempatnya hanya untuk satu orang." Naima memegang wajah Nayara.
" Tidak , aku tidak mau kak, aku tidak mau jauh dari kakak!"
" Naya, kakak mohon menurutlah , kau pergilah duluan, kakak akan pergi dengan kak sherly menggunakan kapal yang akan berangkat malam."
" Aku tidak Mau kak." Nayara memeluk erat naimanya ia tidak mau pergi sendiri.
" Kau Harus pergi Nayara, boy mengerahkan polisi, dan anak buahnya untuk mencarimu!"
Sherly masuk dengan nafas terengah-engah setelah tadi keluar menemui pa Aji.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamualaikum.
Minal Aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa thr nya beri
Like
Komen
Vote❤️🙂
Terima kasih
yang banyak up nya