CERITA INI SAMBUNGAN DARI NOVEL SEBELUMNYA YANG BERJUDUL SAMA ,TAPI DI SINI KITA AKAN BERFOKUS PADA CERITA IVAN DAN ANGGI
Anggi yang awalnya hanya gadis biasa dan hidup pas²an tapi semuanya berubah setelah kepergian sang ayah untuk selama nya di mana dokter yang menangani ayah nya berjanji pada ayah nya sebelum meninggal
Hingga hubungan keduanya menjadi saudara tak kalah orang tua dokter mengangkatnya jadi anak Namun ada yang membuat Anggi tidak tenang saat perasan nya mulai tumbuh pada sang dokter.
nanti kita akan selingi dengan Brian dan Alex ya 😘😘😁
bagaimana kisah keduanya ?? apa kah mereka akan bahagia atau mereka akan memiliki jalan yang berbeda ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berubah status
Ivan menepati janjinya sebelum makan siang dia kembali ke rumah tapi kenapa dia tidak melihat Anggi ,apa dia sekolah membantah ucapan nya .
Dengan langkah besar Ivan memasuki kamarnya karena dia meninggal kan wanita itu di kamarnya setelah menggempur nya pagi tadi saat membantunya bersiap .
Ceklek
Ivan menghela napasnya panjang saat melihat Anggi tertidur di dengan pulas ,dia mendekati tempat tidur lalu duduk di ujung tempat tidur nya , dia mengibas selimut sedikit ternyata Anggi sudah memakai bajunya .
" Dek ...Anggi ...."
" Anggi " Anggi menggeliat membalikan badannya membelakangi Ivan .
" Bangun ayo " bisik Ivan sambil memeluk tubu Anggi dan memberikan ciuman di pipi nya .
" Kaka " Rengek Anggi .
" Bangun ayo, aku harus memberikan obat baru kita makan dan pergi " Anggi membuka keduanya matanya menatap ke arah Ivan
CUP
" Ehs belum sikat gigi " Protesnya sambil menutup mulutnya .
" tidak masalah,cuci muka dulu biar Kaka berikan obat nya " Anggi mengaguk lalu bangun menurun kakinya .
Beberapa menit Anggi sudah ke luar dengan wajah yang lebih segar lagi lalu duduk di samping Ivan yang sudah siap dengan suntik nya .
" Jangan sakit ya kak " Ivan hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Apa tidak bisa yang pil saja ,tadi Anggi ..."
" Kalau kamu lupa ,kamu bisa hamil Baby " Potong Ivan Cepat .
" Baik lah ....Tapi tunggu " Ivan menghela napasnya panjang menatap Anggi " Jika kamu mengurung waktu terus kita akan terlambat dan tidak akan menikah " Anggi menarik napasnya panjang lalu di hembuskan dengan pelan " Kaka boleh melakukan nya " Anggi memejamkan matanya dengan kuat .
Ivan membersihkan lengan atas Anggi dengan kapas steril lalu membuka penutup suntikan itu secara perlahan ujung suntikan mengenai kulit Anggi hingga membuat Anggi memejamkan matanya dengan kuat .
" Sudah " Anggi membuka kedua matanya menatap lengannya yang di tutupi plaster kecil berwarna putih .
" Kata kakak tidak sakit " Gerutu Anggi kesal .
" Kamu bukan akan kecil " Jawab Ivan ketus berdiri ke arah tempat sampah membuang bekas suntik tapi tidak dengan jarum nya dia membuangnya ke kamar mandi karena bahaya jika mengenai orang lain .
🪵
🪵
Kini keduanya sudah berada di meja makan untuk makan siang sebelum nantinya pergi .
" apa yang kamu inginkan untuk maharnya " Tanya Ivan pelan
" Terserah kakak saja " Jawab Anggi .
" Tidak bisa terserah ku Dek, itu harus dari permintaan mu " Jawab Ivan serius.
" aku juga bingung kak " Jawab Anggi jujur .
" Aku hanya membeli cincin selebihnya kamu pikirkan sendiri "
" Kakak sudah beli cincin " Ivan mengangguk tersenyum .
" Aku mau lihat " Tanya Anggi .
" Ada di mobil, maka cepat lah makan " Anggi mengaguk lalu makan .
Dia sudah tidak sabar ingin melihat cincin nya, tapi lebih tepat nya bukan itu sih tapi siapa yang memberikannya .
Setelah selesai keduanya langsung ke luar dari rumah itu .
" Mana " Ivan tertawa kecil lalu mengambil kotak kecil yang ada di jasnya memberikan pada wanita itu .
Anggi langsung membuka kotak kecil itu saat sudah berada di tangannya .
" Cantik sekali " Gumam Anggi dengan mata berbinar .
" Suka " Anggi hanya mengaguk tersenyum matanya terus menatap isi kotak kecil itu di mana ada sepasang cincin .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sepertinya kamu sudah bosan hidup " Ivan menatap kedua pria yang ada di depan nya .
Saat ke luar dari kantor KUA beberapa pria yang berbaju hitam mendekati nya ,Ivan membawa Anggi kembali ke rumah dan dia keperusahan di mana kedua sahabatnya sudah menunggu nya dan menatap nya dengan intens .
" Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan " Jawab Ivan.
" Aku kira Tante Widya tidak akan keberatan dengan keputusan mu menikahi nya ,kenapa harus sembunyi " Ujar Alex .
" Kenapa kamu menahan diri ,kamu bisa mengakhiri nya " Ujar Brian .
" Sampai kapan pun dia tidak akan mengakhiri hubungan kalian Van " Ivan menghela napasnya panjang " Berikan Fotonya " Ujar Ivan.
" tidak perlu kamu lakukan itu ,cukup kamu meminta seseorang yang mengirimkan foto itu pada orang tuanya ,dirinya dan Tante winda "Jawab Alex .
" Bermain cantik lah " Ivan hanya mengulum senyumnya tipis .
" Apa ada alasan yang lain " Tanya Brian .
" aku sudah melakukan nya " Kedua pria itu menatap nya dengan mata membola .
" Apa kamu tidak bisa menahan diri " Ujar Alex ketus .
" Lalu bagaimana dengan mu ? Apa kamu menahan diri bahkan adikku hamil sebelum pernikahan kalian " Skakmat
Untuk pertama kalinya Alex mendapat kan hal seperti ini ,hingga membuat Brian tertawa melihat wajah kesal Alex .
" Aku akan kirimkan hadiah " Ucap Brian tersenyum .
" Thanks " Jawab Ivan
" Kamu tidak ingin memberikan hadiah " Tanya Ivan menatap Alex .
" Dalam mimpi mu " Jawabnya ketus , seperti nya Alex masih kesal .
" Selesaikan dengan cepat Van ,jangan sampai itu menjadi bumerang untuk mu " Ivan mengaguk .
🪵
🪵
🪵
Setelah menghabiskan beberapa jam di perusahaan Ivan kembali ke rumahnya di mana seorang wanita sudah menunggu nya sekalipun begitu keduanya berpisah kamar .
Ceklek
" Baby " Anggi menatap ke arah pintu tersenyum .
"Sudah " Ivan mengaguk menghampiri istri nya lalu memeluk nya dengan erat .
' Maaf aku tidak memakai nya ,untuk sementara kita harus menyembunyikan sampai semua urusan ku selesai " Ucap Ivan saat melihat jari manis Anggi yang kini sudah menjadi istri nya ,Anggi mengaguk tersenyum sambil mengelus Ivan yang berada di perut nya .
" Ah iya ,Alex mengajak kita ke rumah nya ,kau mau " Tanya Ivan .
" Di rumah kakak indah " Ivan mengaguk " boleh " Jawab Anggi .
" Baiklah ,aku beri tahu dulu " Ivan melepaskan pelukannya lalu mengambil ponselnya dalam saku celananya mengirim kan pesan pada Alex .
" Ayah sama ibu masih lama " Tanya Anggi .
" Mereka baru pergi 2 hari Anggi " Jawab Ivan sambil mengacak rambut Anggi .
" Aku merindukan ibu " Jawab Anggi sendu .
" Kenapa tidak menghubungi nya " Tanya Ivan .
" Nanti ganggu,kan ibu temani Ayah kerja " Jawab Anggi .
Ivan pun menelpon ibunya hingga dering ke empat Panggilannya tersambung dan memperlihatkan wajah ibunya .
" Hallo "
" Ibu " Rengek Anggi dengan manja
" Lo di mana koh sama kakak nya " Tanya Widya lembut.
" Di rumah ,kakak baru pulang " Jawab Anggi .
" Kapan ayah sama ibu pulang ,Anggi kangen " Tawa di sebrang membuat Ivan ikut tertawa
" Ayah anak gadismu kangen " Aduh Widya pada suami nya .
" Paling uang jajannya habis " Jawab ayah nya
" Ayah " Rengek Anggi manja ,membuat Ivan gemas hingga menggigit bahu Anggi Syukur ibunya tidak melihat nya karena tertawa menatap suaminya .
" Kakak " Tegur Anggi kesal .
" Kamu lucu Dek " Jawab Ivan .
" Gimana sekolah " Tanya sang Ayah .
" Hari ini Anggi libur ayah, belakang Anggi sakit " Ivan yang awalnya sudah melotot kan matanya seketika kembali tenang setelah mendengar alasan Anggi .
Sekalipun mungkin membang benar belakang wanita itu sakit , Ivan tersenyum tipis .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Duku g terus Anggi menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
lanjut dong kak 🙏