Sekar tidak menyangka jika dirinya harus mendatangani surat kontrak pranikah.Kesalahannya yang berawal tidak sengaja menabrak mobil mewah seseorang.Mengakibatkan dirinya harus rela menjadi istri kontrak seorang duda kaya.
Abizhar Malik, laki-laki tampan berumur 30tahun yang menawarkan kesepakatan pernikahan kepada gadis yang baru ditemuinya karena ingin membuktikan jika isu tentang dirinya adalah laki-laki lemah gemulai atau impoten tidaklah benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Cywill", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelainan.
" Bukan cuma udik ternyata juga kau itu memang aneh!" Setelah mengatakan itu Risa bersiap-siap untuk pergi. Dia cukup kesal kedatangannya ke rumah Abi untuk membuat penawaran malah di suguhkan dengan kenyataan jika mantan Suaminya sudah mempunyai perempuan lain.
" Nona tunggu! kau meninggalkan sesuatu." Sekar menghentikan Risa yang hendak keluar dari ruang makan, dia mengacungkan cincin yang sempat Risa berikan padanya.
" Kau berikan saja pada laki-laki lembek itu !" seru Risa, dia menatap jengah pada Sekar.
Eh tapi tunggu! sebaiknya aku berikan saja sendiri, sekalian aku ingin tau alasan dia menikahi perempuan udik sepertinya, karena aku sama sekali tidak percaya dengan omongan perempuan udik itu.
Risa berubah pikiran, dia berbalik dan langsung mengambil cincin itu dengan kasar dan dia langsung keluar begitu saja.
"Eh,,,loh! tadi dia sendiri yang menyuruh ku memberikan itu tapi sekarang diambil lagi, cantik-cantik kok aneh." Ucap Sekar terheran.
Sekar kembali duduk ingin melanjutkan sarapannya yang tertunda karena lamunannya sendiri dan kedatangan Risa, bibi pelayan menghampiri.
"Nona tidak apa-apa?" tanya bibi sedikit cemas. Dia takut jika Risa melakukan sesuatu yang membuat Sekar pergi meninggalkan rumah, mengingat pesan tuannya.
Jangan biarkan dia pergi dari rumah ini, jika dia butuh sesuatu bantulah dia dan lakukan untuknya.
" Aku tidak apa-apa mba." sambil menguyah gigitan roti selai kacang di mulutnya.
Bibi pelayan nampak lega mendengar ucapan Sekar.
" Maaf nona, setelah sarapan sebaiknya Nona bersiap karena sebentar lagi ada seseorang yang akan menjemput nona."
"Jemput? kemana?" mengambil selembar roti lagi tidak lupa membubuhinya dengan selai kacang, dia belum merasa kenyang. Karena biasanya Sekarang sarapan dengan nasi jika dirumahnya.
" Saya tidak tau nona, karena Tuan hanya berpesan seperti itu saja."
Sekar hanya membulatkan mulutnya mengerti, lalu setelah dirasa cukup kenyang dia membereskan piring sendiri. Karena Bibi pelayan sudah pamit pergi untuk melakukan tugasnya yang lain.
Setelah di rasa cukup beres Sekar langsung bergegas untuk naik kamarnya melakukan apa yang di ucapkan pelayan tadi.
Di kamar Sekar tidak langsung bersiap, melainkan duduk diam ditepi ranjang. Dia malah memikirkan fakta yang barusan membuatnya kaget.
huh,orang kaya benar-benar aneh,tidak menyangka kalau laki-laki tampan sepertinya ternyata pria lembek, penyuka sesama jenis. Benar-benar menjijikkan! gumam-gumam kesal sendiri.
Sekar sendiri juga tidak sadar kenapa dia merasa kesal, tapi detik-detik berikut nya dia seperti mendapat pikirannya kembali.
" Bukankah ini malah bagus, itu artinya dia tidak akan menyentuhku kan? karena dia lebih suka dengan orang yang mempunyai pedang juga." Sekar tergelak setelah berbicara sendiri.
"Hihihi,,,pedang ? kenapa aku terus berpikiran mesum seperti itu sih?" memukul kepalanya, merasa geli dengan ucapannya sendiri.
"Ah sudahlah, sebaiknya aku mandi air hangat lagi. Biar otak mesum ku hilang menguap." Sekar beranjak dari duduknya dan menuju kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Sekar masih berbicara sendiri, dari dia yang masih penasaran dengan kebenaran berita tentang Abi dan penasaran juga dengan orang yang akan menjemputnya pergi.
Kira-kira kejutan apalagi ya?
*
*
Beberapa jam kemudian, setelah menghadiri pertemuan penting yang sempat tertunda dengan Mr. K pengusaha yang akan bekerjasama dengan perusahaannya.
Sore itu Abi tampak merenung duduk di kursi kebesarannya. Dia memikirkan apa yang barusan dilaporkan pelayan dirumahnya.
Awalnya Abi kaget mendengar laporan pelayan itu, jika mantan istrinya datang ke rumahnya, yang beberapa bulan lalu belum pernah ditemuinya semenjak meledaknya berita yang merendahkannya.
Namun yang membuatnya kaget sekarang bukan tentang Mantan istrinya lagi, melainkan perempuan yang kini menjadi istrinya.
Dia tidak menyangka jika Sekar akan membuat Risa kesal dan pergi begitu saja. Dan yang lebih mencengangkan dia mendengar jika respon Sekar setelah melihat berita itu hanya bersikap biasa saja malah cenderung seperti tidak kaget sama sekali.
Apa dia juga memiliki kelainan? gumam Abi merasa aneh.
Abi malah salah paham dengan reaksi biasa yang ditunjukkan Sekar, tidak seperti wanita lain yang sempat dekat dengannya malah pergi begitu saja setelah melihat berita itu.
Lamunan Abi selesai saat mendengar nada dering ponselnya berbunyi. Sekretaris Johan meneleponnya.
"Ada apa?" jawab langsung Abi setelah mengangkat telefon nya.
Johan melaporkan jika dia sudah membawa nona mudanya ke mall, dia juga sudah menyuruh pelayan butik dan orang salon untuk merubah semua penampilan Sekar, dari ujung kaki sampai ujung rambutnya.
Selama Tiga jam, tubuh Sekar seperti boneka yang tengah di mainkan. Sebenarnya Sekar ingin menolak setiap pelayan memakaikannya baju yang terlihat sedikit terbuka menurutnya, namun tatapan dingin sekretaris Johan membungkam mulut Sekar sehingga dirinya menarik kembali setiap ingin protes.
Alhasil Sekar hanya bisa menurut, walau dalam hatinya mungkin mengutuk sekretaris dingin seperti Johan, terlebih mungkin Tuannya.
Kembali pada Abi yang baru saja memutuskan panggilan dari sekretarisnya, Kini dia tengah berdiri didekat jendela kaca besar yang terdapat di ruangannya.
Menatap dunia yang masih sibuk meskipun sinar senja mulai menampakkan keindahannya.
Dunia yang sedikit membuatnya muak, hanya karena berita omong kosong. Mereka yang terlalu percaya dengan mudahnya menilai seseorang tanpa tau kebenarannya.
Cih...
Abi mencebik kesal, merasa kecewa dengan perempuan yang dulu menjadi istrinya meskipun hanya hitungan jam saja.
Meskipun pernikahan mereka awalnya karena sebuah perjodohan, tapi Abi mulai menerima dan berusaha untuk memupuk perasaan yang mulai tumbuh terhadap perempuan cantik itu.
Namun sekarang perasaan yang tersisa dihatinya hanya rasa kebencian saja. Apalagi saat perbuatan perempuan itu yang mulai berani, memfitnahnya memiliki kelainan, yang menyebabkan kesehatan ibunya menjadi terganggu.
Menjadikan awal api kebencian Abi menjadi lebih berkobar. Dia bertekad akan membalasnya dengan menikahi perempuan lain. Sebagai jawaban jika apa yang di beritakan tentangnya tidaklah benar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dgn kekayaan dan kuasa dia menjatuhkan harga diri wanita...