Reyhan yang awalnya benci kepada raisa kini mulai mencintainya, tapi semua sudah terlambat, raisa sudah pergi meninggalkannya, tapi setelah beberapa tahun kemudian mereka pun bertemu kembali, apakah raisa akan memaafkan Reyhan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eva zain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
emosi
Reyhan pun hanya diam menahan emosi nya, ia pun berjalan menuju garasi dan diikuti oleh raisa.
"Kak berenti dulu di supermarket ya, aku mau beli sesuatu," ucap raisa sambil menunjuk ke arah supermarket.
Reyhan hanya diam dan berhenti di parkiran supermarket.
"Tunggu ya," ujar raisa sambil turun dari mobil.
"Kalo bukan karna keluarganya udah baik sama keluarga gue, gak bakal gue mau di nikahin sama ni anak," gerutu Reyhan sambil memalingkan wajahnya.
Setelah beberapa menit akhirnya raisa kembali ke mobil, ia menenteng tiga plastik besar entah apa yang ia beli itu.
"Belanja apaan sih banyak amat," Ucap reyhan ketus.
"Nanti juga tau kalo udah sampe rumah Abah," Jelas raisa sambil mengelap wajahnya yang berkeringat.
"Ya udah yu jalan" timpal raisa lagi.
Setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di kediaman pak Ramlan.
"Assalamualaikum," ucap raisa memberi salam kepada mertuanya yang sedang duduk di teras rumah.
"Waalaikum'sallam, eh Nak raisa udah datang ayo masuk masuk, Rey apa kabar nak," ujar Umi Fatimah sambil menyapa reyhan yang sedari tadi hanya diam tanpa mengucap salam.
"Baik mi, aku sama raisa ke kamar dulu ya," ucap Reyhan sambil meraih tangan raisa.
"Eh tapi kak aku mau ngobrol dulu sama umi," timpal raisa sambil berusaha melepaskan tangan reyhan.
"Udah ga papa nak, ke kamar aja dulu sama reyhan, mungkin reyhan lelah" ujar umi Fatimah sambil tersenyum
"Iya umi, kalo gitu raisa pamit dulu ya mi, assalamu'alaikum ," ucap raisa sambil berjalan mengikuti reyhan.
Setiba nya mereka di kamar, reyhan pun langsung mengunci pintu kamarnya.
"Mana ponsel gue,"
"Aku kira mau ngapain ngajak buru buru ke kamar, ternyata cuma mau minta ponsel nya," gumam raisa dalam hati.
"Ko diem, mana ponsel nya!!" sentak reyhan dengan nada lantang, kamar reyhan kedap suara maka dari itu dia berani bersuara keras tanpa takut orang tuanya mendengar.
"Iya sabar, nanti aku kasih, gak usah ngebentak juga kali," lirih raisa sambil membuka tas yang iya bawa.
Reyhan tidak menghiraukan raisa ia hanya fokus memikirkan kekasih nya Bela.
"Nih ponsel nya" Ketus raisa sambil memberikan ponselnya kepada Reyhan.
"Gitu dong dari tadi," ujar reyhan sambil membuka aplikasi hijau nya.
Saat reyhan membuka aplikasi hijaunya, ia terkejut karna melihat beberapa panggilan masuk dari bela, dan ia pun membuka pesan .
"Kenapa gak angkat telfonnya?"
" Kamu udah gak cinta aku lagi ya,"
"kamu lagi senang senang sama istri kamu, aku disini sendirian tau,"
"Sayang angkat dong telfonnya,"
Begitu lah isi chat dari bela, reyhan yang sibuk dengan ponselnya sehingga tidak menyadari kalau raisa sudah keluar dari kamar.
"Raisa sini nak," panggil pak Ramlan yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Ada apa bah? ," ujar raisa.
"Bagai mana hubungan kalian?Apa Reyhan sudah ada perubahan?" Tanya pak Ramlan penasaran.
"Hubungan kami baik baik aja ko bah, Cuma sikap kak reyhan masih agak dingin sama raisa, tapi raisa yakin bah kalau kak reyhan bakal cinta ko sama raisa," ucap raisa yakin, ia tak mau mertuanya mengkhawatirkan hubungan mereka yang tidak didasari dengan cinta.
Sebenarnya Raisa sudah mencintai reyhan, maka dari itu ia masih sabar menghadapi sikap reyhan yang plin plan.
"Kamu anak baik, suatu saat reyhan bakal menyesal dengan perbuatannya ini," timpal pak Ramlan.
"Iya nak, kamu harus banyakin sabar ya nak menghadapi reyhan, dia berbeda dengan kakaknya, reyhan sangat sulit di atur," Keluh Umi Fatimah.
"Iya mi, insyaallah raisa bakal sabar ko," ujar raisa sambil menggenggam tangan umi Fatimah.
"Oh iya gimana kabar orang tua mu? Apa kalian selama tinggal di rumah sendiri pernah berkunjung kesana?" tanya pak Ramlan.
"Kabar mamah papah baik ko bah, cuma karna kita sibuk di kampus masing masing, jadi belum sempet ke rumah papah" jelas raisa sambil memainkan jari Umi Fatimah
"Oh iya ya sebentar lagi kan kalian wisuda'an ya," tanya pak Ramlan lagi, ia tak mau kehabisan topik mengobrol dengan menantu perempuannya.
"Iya bah, kalo raisa dua minggu lagi, tapi kalo kak reyhan raisa belum tau," jelas raisa.
"Setelah lulus, kamu mau kerja atau menjadi ibu rumah tangga saja nak" ujar pak Ramlan.
"Raisa belum tau bah, pengennya sih kerja, tapi raisa belum ngebahas soal ini sama kak reyhan" lirih raisa.mengingat reyhan raisa masih kecewa dengan sikap nya tadi yang membentak nya hanya karna ponsel.
"Iya nak, pelan pelan saja, nanti di bicarakan dengan reyhan," timpal umi Fatimah. sambil mengusap bahu raisa.
"Sudah adzan, Abah ke masjid dulu ya," Ucap pak Ramlan berpamitan.
"Iya bah, kita juga setelah sholat, mau masak untuk makan malam nanti," ujar Umi Fatimah sambil mengantar suami nya hingga pintu utama.
Raisa yang melihat pemandangan itu langsung berkhayal jika ia akan seperti itu bersama reyhan nanti.
"Umi aku ke kamar dulu ya, mau sholat juga,"
"Oh iya nak, umi juga mau solat," ujar umi Fatimah sambil mengunci pintu utama nya.
"Ya udah sayang besok aku bakal temenin kamu seharian, sekarang aku mau istirahat dulu ya bye sayang," Ucap reyhan dengan nada lembutnya yang sedang mengobrol lewat telfon lalu memutuskan panggilannya.
Raisa hanya menggelengkan kepala nya mendengar reyhan yang sedang mesra dengan bela lewat telfon.
"Udah ashar, jangan telfonan mulu, mending sana ke masjid," ujar raisa sambil memasuki kamar mandi.
Reyhan yang sedang di mabuk cinta, menghiraukan perkataan raisa barusan, ia pun tetap asik dengan ponselnya sampai raisa selesai berwudhu.
"Astaghfirullah, masih aja asik sama ponselnya," batin raisa sambil menggelengkan kepala nya, ia tak menyangka bahwa reyhan akan seperti itu.
Praaak!!!
Raisa yang kelewat kesal terhadap reyhan, langsung membanting ponsel reyhan.
"Lo apa apaan sih sa, gue gak ganggu lo kan, kenapa tiba tiba lo banting hp gue hah, "bentak reyhan sambil mencengkeram tangan raisa dengan kuat.
"Allah juga marak kak, kalau umatnya menghiraukan panggilan nya, adzan udah berkumandang, tapi kakak malah asik sama ponsel, itu baru hp yang aku banting kak, kenapa kamu mau marah, silahkan marah," ujar raisa sambil melototi reyhan.
"Dasar istri durhaka, gak bisa liat suami nya senang," Ketus reyhan sambil melepaskan cengkeraman nya.
"istri yang gak durhaka menurut kamu yang kayak gimana hah, aku cuma kasih tau kamu yang benar, selama ini aku menahan sabar menghadapi kamu, tapi apa balasan yang kamu kasih ke aku, kalo aja orang tua kamu dan orang tuaku tau kamu berselingkuh, apa reaksi mereka, seharus nya kamu sadar diri reyhan, kurang apa lagi saya ini" pekik raisa sambil berlinang air mata.
"Jika bela lebih baik dari aku, kenapa kamu gak nikahin dia aja, kenapa harus nerima perjodohan dari orang tua kita," timpal nya lagi.
yg raisa nurut ap kta bpak ny gk usah kmbli ma reyhan, pdahal yg mau berumah tangga klian, yg mnjalani klian, pernikahan gk ada pendirian gk ada pondasi sndri yg gini hancur
bukan tampang korea...