NovelToon NovelToon
Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Fantasi petualangan-Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:411.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aris pujiono

Dewa perdamaian yang membuat kesalahan karena mencintai sang anak kaisar langit di hukum bereinkarnasi ke bumi menjadi manusia. Dia harus melewati berbagi macam penderitaan yang ada di dunia. Dengan tanda dewa yang ada di keningnya memudahkan para dewa dan bangsa asyura untuk mencarinya. Dewa bumi yang mempunyai sikap welas asih menutupi tanda itu dengan kekuatannya. Sang dewa perdamaian pun bisa terlahir dengan selamat di alam manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris pujiono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Sengaja bertemu.

"Coba kau ceritakan tentang kaum Asyura kepadaku," ucap Astara.

Bailin kembali duduk di dekat api pembakaran. "Bangsa Asyura adalah kaum yang bengis dan suka menyerap energi manusia untuk makanannya. Tapi, setelah adanya dewa Narendra para Asyura tidak berani keluar dari alam mereka."

"Alam Asyura?" Astara menaikan satu alisnya.

"Dulu dewa perdamaian menjaga tiga dunia. Alam surgawi, alam Asyylura dan alam manusia. Mereka saling hidup berdampingan, kaum asyura menghormati dewa Narendra hingga Soma dengan akal liciknya bekerja sama dengan raja asyura."

"Siapa itu soma?" tanya Astara.

Bailin berdiri, dengan berapi-api. "Soma adalah dewa perang yang menjebak dewa Narendra. Dia juga membunuhku sehingga aku bereinkarnasi menjadi siluman tikus! Suatu saat nanti aku akan mengajar dewa perang licik itu!"

"Mengapa dewa perang melakukan hal licik kepada dewa Narendra?" Astara terlihat penasaran.

"Karena dewa Soma ingin memiliki dewi kesuburan. Dewa Narendra punya perasaan yang mendalam dengan dewi Jingga. Mereka sering bersama menghabiskan waktu di taman persik. Tapi, karena kelicikan Soma dewa Narendra dituduh mencuri buah persik."

Astara terlihat mendengarkan dengan kidmat cerita dari Bailin. "Jadi ini penyebab kaum asyura kembali muncul ke alam manusia?"

Bailin mengangguk.

Pagi harinya, Astara meninggalkan Bailin yang masih tertidur. Dia hendak berjalan-jalan di pasar melihat keramaian. Pasar di kota Lin'an memang menjadi pemandangan yang menarik bagi Astara.

Manik mata Astara tidak sengaja melihat Jiarong sedang jalan-jalan di pasar. Jiarong terlihat cantik dengan pakaian hanfu berwarna putih dilengkapi motif bunga berwarna ungu.

Astara menghampiri Jiarong. "Nona Jiarong."

"Pendekar Negeri Sabit, tidak disangka kita bisa bertemu di sini," ucap Jiarong ramah.

Astara tiba-tiba salah tingkah. "A-aku hanya ingin jalan-jalan sebentar. Bolehkah aku membawa tas keranjang belanjamu."

Jiarong tersenyum, lalu memberikan tas keranjang itu. Mereka berjalan beriringan sambil melihat-lihat keramaian pasar.

"Apa tujuan pendekar datang ke Negeri Bambu ini?" tanya Jiarong.

"Tidak ada tujuan, hanya seorang pengelana yang singgah dari kota satu ke kota yang lain," jawab Astara.

"Aku lihat ilmu bela diri pendekar sangat hebat, belajar dari mana?" tanya Jiarong.

"Aku sebenarnya murid di sekte bunga teratai. Aku mempelajari berbagai macam jurus dan Ilmu kultivasi di sana," jawab Astara.

Jiarong menghentikan langkahnya, lalu memberi hormat. Astara terlihat heran dengan sikap Jiarong.

"Leluhur kami dari sekte bunga teratai," ucap Jiarong.

"Benarkah." Astara terlihat sumringah

"Aku belum tau siapa namamu?"

"Namaku Astara Lodya."

"Aku dengar sekte bunga teratai sudah ribuan tahun berdiri di lereng gunung tidar," ucap Jiarong.

"Betul. kapan-kapan mampirlah kesana?"

Jiarong hanya tersenyum. Mereka berdua berpisah di pertigaan jalan.

"Kalau ada waktu mampirlah ke tempatku. ayah pasti senang mendengar ada tamu dari sekte bunga teratai," ucap Jiarong.

Astara tersenyum tanda menerima undangan dari Jiarong.

Di dalam gua, Bailin terlihat menatap sinis Astara.

"Kau kemana saja, perutku sangat lapar. Dari tadi belum makan."

Astara melempar dua buah bakpao ke arah Bailin, lalu duduk di batang kayu panjang dengan wajah yang ceria. Sambil makan dengan lahap Bailin melihat rona wajah Astara.

"Kelihatannya kau sedang senang ya. Jangan-jangan kau tadi bertemu dengan Jiarong?" tebak Bailin.

Astara langsung mengelak ucapan Bailin. "Aku tadi hanya jalan-jalan ke pasar, lalu membeli bakpao untukmu."

1
Raditya Vicky
Luar biasa
Nyamin Tolayuk
cerita gak masuk akal masa kaisar langit bisa di tipu oleh dewa dan itu Masi bawahannya... apa Thor gak tau kalau kaisar langit bisa melihat segalanya hahaha Thor goblok dewa bumi aja bisa melihat Dewa perang memiliki niat jahat kok Kaisar langit tidak hu bikin cerita yg bagus dikit dong Kaisar langit di kalahkan sama keroco apa Thor sering berkelahi sama anak SD waktu sudah SMA dan Thor kalah itu perbedaannya Thor Dewa perang Sama Kaisar Langit tapi Thor gak pake otak asal nulis aja hahahahaha
Iman Resmana
Luar biasa
Lusia
cerita yang bagus
MAWI
mantaaaaap thoooooooooooor
bakmi
semoga aja novel ini bisa tergantikan daripada novel xiao Chen,er
Karya Sujana
boooom
dua kristal
booom
Karya Sujana
baru satu keristal
booooom
Karya Sujana
menarik booooom
Karya Sujana
menarikkkk
booooom
Karya Sujana
booooooom
Karya Sujana
mampusss
boooom
Karya Sujana
hadir
booooom
Kamzay
Karya yang sungguh baik dan penuh fantasi dan imajinasi alam dewa...
Kamzay
Kak fantasi sex nya juga kadang diselipin dong biar gak jenuh
Joss
mantaap...
Tyara Lantobelo Simal
Selanjutnya
semangat
Mori Hanzell
tikus? haha
Lutfi Tanaba
cerita kok jadi ngawur begini....malas bacanya..
Lutfi Tanaba
ceritanya jadi aneh Thor,alam dewa tidak dapat dimasuki oleh yutang karena kultivasinya masih rendah malah tubuhnya tidak mampu menahan beban qi hingga meledak,hadeeeh gimana kok ceritanya jadi ngawur gini Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!