NovelToon NovelToon
Glory After Rebirth

Glory After Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Xianxia / Fantasi Timur
Popularitas:242.5k
Nilai: 5
Nama Author: catur Wahyudi

Wang Xiang adalah seorang Kultivator yang berada di ranah Kaisar Dunia. Tinggal selangkah lagi dia akan menjadi Kaisar Langit yang kabarnya memiliki kekuatan layaknya dewa.

Untuk mencapai ranah itu, dia mencari berbagai tanaman sumber daya yang langka serta mencari keberadaan sebuah pusaka kuno yang kabarnya bisa membuat seseorang menerobos tingkatan.

Akan tetapi setelah semua bahan yang dia butuhkan terkumpul, kekasih dan sahabatnya menikamnya dari belakang dan merampas semua yang dia miliki.

Wang Xiang akhirnya terbunuh. Akan tapi takdir berkata lain. Ia mendapatkan kesempatan kehidupan kedua serta pusaka yang ingin direbut oleh kekasih dan sahabatnya terlahir kembali bersama dirinya.

Dengan ingatan masa lalunya, akankah Wang Xiang bisa mendaki puncak kekuatan untuk sekali lagi? Apakah kesempatan kedua yang dia dapatkan digunakan untuk membalas dendam atau memulai kehidupan baru.

Ikuti ceritanya hanya di Glory After Rebirth.

Pengingat Tingkat Kultivasi.
Prajurit tingkat 1-9
Prajurit Langit tingkat 1-9
Jenderal tingkat 1-9
Jenderal Langit tingkat 1-9
Raja tingkat 1-9
Raja Suci tingkat 1-9
Kaisar tingkat 1-9
Kaisar Dunia tingkat 1-9
Kaisar Langit tingkat 1-9
Dikatakan ada tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kaisar Langit tapi kabarnya, tingkatan itu adalah mitos.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catur Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12. Keluarga Pu Melawan Binatang Spiritual Kucing

Apa yang dipikirkan orang orang mengenai seekor kucing? Pasti mereka akan berpikir binatang berbulu yang lucu dan menggemaskan, akan tetapi bagaimana mereka saat ini berpikir jika di hadapan mereka terdapat seekor kucing yang memiliki tinggi enam meter dan memancarkan kekuatan petir dari seluruh tubuhnya.

Mungkin di dalam pikiran semua orang yang melihat kucing raksasa itu saat itu, sudah tidak ada yang namanya kucing lucu dan menggemaskan melainkan kucing yang sangat mengerikan.

Saat ini di tengah kota Wuhan terdapat kucing raksasa dengan bulu putih yang berdiri dengan tegap yang dialiri oleh kilatan kilatan petir yang menyambar ke segala arah. Sekilas kucing itu tidak berbahaya karena  dari tingkah lakunya memang terlibat seperti kucing kucing pada umumnya yang suka bermain main dengan hal hal baru. Tapi karena ukurannya yang besar dan karena obyek yang dijadikan mainan adalah para penduduk yang tidak berdaya, tentu binatang seperti itu sangat menakutkan.

Beberapa saat kemudian beberapa orang datang untuk menghadapi kucing itu, mereka semua adalah kultivator dari keluarga kuno yang tersembunyi yang mana niat awal mereka adalah mencari sumber daya latihan. Yah memang tujuan awal mereka adalah mencari sumber daya tapi siapa sangka mereka dihadapkan dengan kucing spiritual yang tiba tiba muncul di tengah kota.

"Meskipun kita berlima bekerja sama, sepertinya mengalahkan kucing itu masih sangat sulit, setidaknya kucing itu memiliki pelatihan Prajurit Langit sementara kita hanya berada di tingkat Prajurit"

"Jangan mengeluh, jika kita tidak menahan kucing spiritual ini maka dia bisa membuat kerusakan dimana mana dan akan lebih banyak korban yang berjatuhan"

"Benar, jika kita membiarkan kucing ini bebas maka wilayah ini tidak akan membaik, kalian tahu sendiri bahwa binatang spiritual meskipun berada di ranah yang sama tapi memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan manusia"

"Tidak perlu kau ingatkan mengenai itu, jadi apa rencananya?"

"Rencana? Aku tidak sempat membuat rencana saat ini jadi mau tidak mau kita hanya bisa menyerangnya" 

"Bertindak tanpa rencana, aku pikir kau bodoh, tidak aku sangka pikiranku tenyata benar" 

Orang yang dipanggil bodoh oleh orang barusan kemudian menolehkan kepalanya ke arah orang yang memanggilnya, kepalan tangannya ditunjukkan pada orang itu yang mana jelas jelas di dalam kepalan tangan pria itu tersimpan kemarahan yang begitu besar.

Bayangkan jika kau dikatai bodoh di depan orang orang, pasti emosi yang dimiliki akan meledak, oleh karena itu kedua orang itu saling bertatapan satu sama lain.

"Apakah keluarga Pu mengajarimu bagaimana menghormati orang tua, bagaimanapun senior Pu Yang Zen adalah seniormu jadi kau harus hormat padanya, yah meskipun dia sedikit bodoh kau tetap harus memakluminya"

Pu Yang Zen baru saja menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang dikatakan oleh orang itu tapi dengan kekuatan penuh, orang itu mengembalikan serangan yang begitu besar pada pria berusia setengah baya itu.

Meong…tepat ketika semua sedang sibuk mengejek Pu Yang Zen, kucing yang ingin mereka hadapi sudah tiba di depan mereka.

Kilatan petir yang menyambar dari bulu kucing itu sudah menjelas kan bahwa petir petir itu adalah kekuatan untuk melindungi dirinya.

Akan sangat sulit mendaratkan sebuah serangan ke tubuh kucing itu selama petir petir masih menyambar dari bulunya, bahkan untuk mendekatinya saja kemungkinan berhasil sangat kecil karena jika mereka mendekat dan menyentuh bulu kucing itu secara tidak sengaja, maka tubuh mereka akan disengat oleh listrik bertegangan tinggi.

Mereka bisa melihat orang orang yang digunakan sebagai mainan oleh kucing itu sudah tergeletak tak bernyawa dengan seluruh tubuh yang gosong dan bukan hanya itu, kulit mereka seolah terbakar karena besarnya tegangan listrik yang mereka terima.

"Jangan bergerak!" ujar Pu Yang Zen mencoba menenangkan semua orang yang ada di sana, dia sadar jika mereka bergerak sedikit saja maka mereka akan berada dalam masalah yang besar karena kebanyakan kucing selalu mempermainkan sesuatu yang bergerak.

Kucing itu mendekatkan wajahnya ke salah satu dari mereka dan mengendusnya. seolah kucing itu mendapatkan sesuatu untuk dimainkan.

Didekati oleh binatang spiritual berukuran besar dengan jarak sedekat itu tentu saja membuat jantung orang yang didekati terasa akan lepas. Bahkan seluruh bulu yang ada di tubuhnya berdiri dengan tegak.

Bukan karena perasaan takut atau apa yang membuat bulu kuduknya memegang melainkan kekuatan listrik yang mengalir dari tubuh binatang spiritual itu sangat kuat, dia yakin jika dirinya menyentuh sedikit saja bulu kucing itu maka sengatan listrik yang sangat kuat akan menyerang mereka.

Kucing itu mendengus beberapa kali hingga setelahnya kejadian yang tidak diinginkan dan selalu menjadi perhatian semua orang terjadi.

Kucing itu menjulurkan lidahnya dan menjilat orang yang ada di depannya. Hanya didekati oleh lidah kucing itu sudah membuat orang yang ada di depannya merasa putus asa, bahkan dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan karena jika melakukan pergerakan yang tidak perlu dia akan bernasib sama.

Jadi dia memutuskan untuk diam dan menutup matanya, dia benar benar pasrah dan bersiap menerima kematiannya membuat semua orang yang ada di sana panik.

"Apa yang kau lakukan, cepat pergi dari sana atau kau akan mati!" Teriak Pu Yang Zen tapi tidak dipedulikan oleh orang itu.

Baginya, masa hidup yang diberikan oleh Tuhan padanya sudah akan habis dan di detik detik terakhir yang dia miliki, dirinya hanya bisa mengenang masa lalu yang dan semua orang yang benar benar baik padanya.

"Kau ternyata lebih bodoh dari apa yang aku pikirkan!" Pu Yang Zen melompat menuju ke arah orang itu dan dengan cepat dia mencabut pedang yang tersemat di pinggangnya lantas menusuk lidah kucing itu dengan sangat keras.

Ketika lidahnya ditusuk oleh pedang, kucing itu dengan cepat mundur beberapa langkah dan terlihat kemarahan di wajahnya, kilatan kilatan petir yang sebelumnya tenang di bulu bulunya yang tebal secara tidak terduga menjadi ganas dan menyambar ke segala arah.

Hal ini menambah kerusakan pada kota yang mana memang kerusakan sebelumnya sudah cukup parah tapi ditambah Sambaran petir yang keluar dari tubuh kucing itu, kerusakan semakin parah dan meluas.

"Mundur!" ujar Pu Yang Zen, dia sadar bahwa meskipun mereka bekerja sama, mereka tidak akan sanggup menghadapi binatang spiritual itu. setidaknya untuk saat ini.

Sebuah tindakan bodoh jika memaksakan diri menghadapi sesuatu yang tidak bisa dihadapi, itulah yang dia pikirkan.

Akan lebih baik menyerahkan kucing spiritual itu pada orang lain yang benar benar mampu menghadapinya dibandingkan dengan memberikan nyawa mereka secara cuma cuma.

Begitu mendengar komando dari Pu Yang Zen, semua orang segera berlari tapi kucing itu lebih pintar dari apa yang mereka pikirkan, satu kilatan petir menghantam tubuh salah satu dari mereka membuatnya hangus terbakar dan jatuh tidak bernyawa.

1
Ibad Moulay
Uraaa 🐎🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa 🐎🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥🔥
Eka Awa
seperti drama i'a no body
mengumpulkan kultivar orang di era modern
Eka Awa
banyak thypo nya
Eka Awa
reinkarnasi berjamaah
Eka Awa
di Wuhan ada corona
arfan
ayo semañgat up terus bos
poetrae raentaeo
gak ada kelanjutan lagi kah
poetrae raentaeo
hade
Elozz Eins
mungkin sedikit saran aja thor, kalo kata sambung kayak "Berbeda beda" atau "Orang orang" pakai garis hubung "-" gitu thor biar yang baca tau kalo itu satu kata, jadi pas baca gak kepotong.

"Berbeda-beda" // "Orang-orang"
poetrae raentaeo
up up
poetrae raentaeo
up
Lodya Wila
lamanya update
azka aldric Pratama
Hadi Thor 👋👋👋🤭🤭🤭🤭
Cella
sambungannya
poetrae raentaeo
kapan up lgi thor
Faizal MohdNor
smbungan?
poetrae raentaeo
thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!