Area 21+ banyak konflik berat
Yua adalah gadis yatim piatu yang diasuh oleh paman dan bibinya, mereka tidak memperlakukan Yua dengan baik, mereka juga mencoba untuk mencelakai Yua dengan membayar seseorang untuk menabrak Yua dengan mobil agar mereka mendapat uang asuransi.
Namun, Yua masih selamat, hanya saja kecelakaan itu menyebabkan wajah cantiknya memiliki luka yang besar. Karena luka itu semua orang menghinanya dan mengatainya seperti monster.
Di sekolah dia dirundung oleh pangeran sekolah yang tampan dan kaya raya, meski semua orang menyukainya, Yua sangat membenci dia.
Hingga suatu saat, Yua sedang menangis sebuah layar sistem muncul dan mengatakan dapat merubah hidupnya. Apalagi, seorang anak baru yang berasal dari keluarga konglomerat datang masuk di kelas Yua, memberikan perhatian pada Yua.
Yua tidak tau, jika dia sedang berada diantara dua lelaki yang keduanya adalah musuh satu sama lain, dan mereka berdua adalah putra dari kelompok mafia yang sedang berseteru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee hwang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terjebak dalam perangkap
.
.
Chris, Darren dan Stevan berada di kelas Darren yang tidak begitu jauh dari tempat mereka membawa Yua, karena Darren dan Yua sama-sama kelas dua, jadi kelasnya juga berdekatan.
Chris memilih untuk duduk dan menenangkan diri.
“Lupakan gadis itu, dia tidak akan balik menyukaimu, lagipula dia sudah berpihak pada Rivez” kata Darren.
“Tidak, Yua tidak mungkin berpihak padanya!” bantah Chris.
Stevan berdecak malas, Chris sangat keras kepala. Stevan juga tidak ingin Yua berpihak pada Felix. Selama ini Stevan membiarkan Chris mengganggu Yua karena dengan begitu Yua suatu saat akan berpaling dan menyukainya. Tapi sepertinya Stevan kurang perhitungan, mana dia tau jika Felix akan datang mengacaukan rencananya.
Chris dan Stevan bisa dibilang menyukai Yua seiring berjalannya waktu. Dulu Chris tertarik pada Yua karena dia adalah gadis manis yang pandai, namun sayang sekali wajahnya memiliki luka dan itu membuatnya dibully oleh banyak orang. Jadi Chris dengan bodohnya ikut mengganggu Yua, dia pikir dengan begitu Yua tidak akan diganggu oleh orang lain.
Tapi Chris agak psikopat, semakin lama dia malah malah menikmati mengganggu Yua setiap hari, dan semakin hari itu, dia malah semakin menyukai Yua.
Bodoh sekali.
Lalu Stevan, selama ini hanya tidak tega saja dengan Yua, jadi dia sering menolong Yua yang sedang dikerjai oleh Chris dan sepupunya. Namun setelah banyak mengobrol, ternyata Yua gadis yang pandai dan nyambung berbicara dengannya. Mungkin karena itu Stevan mulai menyukai Yua.
“Ini semua salahmu, Chris” ucap Stevan.
Chris mendongak menatap Stevan yang masih berdiri “Aku? Benar! Salahkan saja aku! Seolah kau tidak bersalah saja”
“Kalian semua salah!” sahut Darren “Lagipula kenapa sih kalian menyukai gadis jelek itu?” lanjutnya.
Buru-buru Chris berdiri dan meraih kerah Darren “Tutup mulutmu! Hanya aku yang boleh menyebutnya seperti itu!”
Darren menyingkirkan tangan Chris dari kerah seragamnya “kau sudah gila Chris!”
Chris kembali duduk di kursi yang entah milik siapa, lalu mengangguk setuju “iya, aku sudah gila, aku bodoh, hujat saja aku sesuka kalian, aku tidak peduli, yang pasti aku harus mengambil Yua dari tangan Rivez, aku tidak ingin Yua kenapa-napa”
Darren kembali berdecak malas “Kau tidak peduli pada keluargamu yang sedang diincar Rivez, tapi malah peduli pada dia?” tanya Darren tidak percaya, Chris menatapnya malas “Benar, mau protes? Kakakku
bisa melindungi dirinya sendiri, aku tidak peduli dengannya, mama-papa juga tidak peduli padaku, kenapa aku harus mempedulikan mereka juga? Tapi – semoga Rivez tidak tau tentang Zia.”
“Sembunyikan adikmu dengan baik kalau begitu” sahut Darren, Chris hanya mengangguk pelan “Tentu saja.”
BRAK
“Chris ....”
Mereka terdiam melihat siapa yang datang, seorang gadis dengan seragam agak basah, rambutnya juga sebagian basah.
Dia adalah Yua, menatap lurus pada Chris yang masih duduk di kursi paling depan. Mereka menatap Yua tidak mengerti, terutama Stevan dan Darren. Baru saja beberapa saat lalu Yua dengan tegas menolak untuk mempercayai mereka, sekarang tiba-tiba Yua datang dengan suka rela, dengan penampilan berantakan pula, basah pula.
Meski Stevan menyukai Yua, tapi dia tau ada yang salah. Sedangkan Darren tidak terlalu peduli, yang dia pedulikan hanya Chris terlihat senang kali ini.
Yua berjalan mendekati Chris, berdiri di depannya kemudian berlutut.
Ini sangat aneh.
“Jangan percaya apapun yang dia katakan Chris” ucap Stevan. Yua menoleh pada Stevan, kemudian kembali lagi pada Chris.
Yua agak khawatir, karena dia tau Stevan tidak akan mudah tertipu, Darren juga sebenarnya sangat cerdik. Jadi Yua harus melakukannya dengan baik, satu-satunya harapannya hanyalah Chris. Jika dia berhasil meyakinkan Chris, semuanya akan mudah.
Tapi bagaimana cara meyakinkan Chris?
[Mau ku beri saran?]
‘Tentu, apapun’
[Goda saja dia, jangan lupa memohon dengan mata lemah minta dikasihani]
Saran yang bagus. Normalnya Yua tidak akan sudi melakukannya, tapi Yua benar-benar ingin berhasil kali ini. Bukan hanya ini adalah misi berbahaya pertamanya, namun Yua juga ingin menyelamatkan Angela sesegera mungkin.
Yua ada perasaan buruk jika dia tidak segera menyelamatkan Angela. Baiklah, ini demi Angela.
“Aku minta maaf, aku percaya padamu, ternyata Felix bukan orang yang baik” kata Yua, dengan nada suara memelas, hampir saja dia menangis jika saja Chris tidak mengangkat dagu Yua dengan jari telunjuknya.
Yua melihat Chris menyeringai senang “Kau tidak berbohong?”
Yua menggeleng “Tidak, aku sudah tau jika Felix bukan orang baik, dia adalah ketua mafia di Sidney sana! Aku hiks –”
Chris menarik tubuh Yua agar berdiri, kemudian ditariknya pinggang Yua agar duduk di pangkuannya.
Yua hanya diam setelah berada di pangkuan Chris, dia bingung harus bagaimana, akhirnya dia kembali akting
menangis saja. sementara itu Chris merapikan rambut Yua yang sebagian basah entah terkena apa, Chris juga melihat riasan Yua yang tadinya mulus-mulus saja, kini sebagian telah luntur, jadi lukanya yang tadi tertutupi terlihat kembali.
Tapi Chris memperhatikan jika luka itu sudah lebih baik dari sebelumnya.
“Apa ada yang mengganggumu lagi? Tanpa sepengetahuanku?” tanya Chris, Yua mengangguk pelan.
“Nia dan Laura, mereka menyiramku dengan air, dan menertawakanku” ucap Yua, refleks saja sebnarnya, tapi setelah mengatakan itu Yua sendiri terkejut karena kenapa juga dia mengatakan itu pada Chris. Dia bukan anak kecil yang sedang mengadu jika dia diganggu.
“Berani sekali ... hanya aku yang boleh melakukan hal itu padamu, iya kan?” kata Chris.
Yua diam saja, bingung harus menggoda Chris seperti apa.
[Kamu berhasil mengumpulkan 30 koin]
Yua makin bingung dibuatnya, kenapa dia tiba-tiba mendapat 30 koin? Tidak mungkin ada yang sedang mengaguminya kan? dengan wajah dan penampilan seperti ini?
Tidak mungkin!
Darren tidak mungkin kagum padanya, Stevan?
Setelah Yua mencari, Stevan sudah pergi, mungkin dia sedang kesal saat ini. Melihat Chris yang sedang asyik
sendiri, Darren juga mulai bosan, jadi dia memilih untuk memainkan ponselnya untuk menghalau rasa bosan.
Kembali Chris meraih dagu Yua dengan telunjuknya, agar menghadap pada wajahnya. Chris tersenyum tampan, entah mengapa wajah yang dulu bagi Yua sangat menyebalkan, mengerikan dan ingin dia pukuli itu ... kini sekarang berubah sangat manis dan penuh dengan tatapan memuja.
Tidak mungkin 30 poin itu Yua dapat hanya dari Chris seorang kan?
Tidak Yua, jangan luluh! Dia telah membuat hidupmu menderita selama ini, jangan luluh begitu saja!
“Chris, aku – aku dengar kau memiliki villa yang indah di puncak” kata Yua dengan hati-hati.
Chris tersenyum lalu mengangguk “Benar, itu adalah villa keluarga kami, satu-satnya villa termewah disana, biasanya dipakai kakakku, kenapa? Kau mau kesana?”
“Chris!” sela Darren.
Chris tidak mempedulikan teriakan Darren, jelas Darren ingin menghentikan Chris, karena tidak mungkin orang asing masuk ke villa yang menjadi markas Redwolf begitu saja.
“Se – sepertinya tidak boleh ya?” tanya Yua, dengan nada agak ketakutan.
“Tidak tidak, tentu saja boleh, tapi ada syaratnya” bisik Chris tepat di depan telinga Yua, membuat Yua berdebar-debar aneh. Tangan Chris yang masih berada di pinggang Yua bergerak turun ke bawah hingga kemudian berhenti di pahanya.
Jantung Yua seakan mau copot karena perlakukan Chris, entahlah, ada desiran aneh yang tidak bisa dia jelaskan.
“Kau harus menciumku”
Debaran jantung Yua makin menjadi mendengar bisikan terakhir dari Chris.
“Ak – aku ... itu”
“Kau tidak mau? Ya sudah, kau bisa pergi”
Yua mengepalkan tangannya, dia sangat gugup, tapi dia tau dia tidak bisa melepaskan kesempatan ini begitu saja. dia harus bisa pergi ke villa itu dengan bantuan Chris, karena tidak ada cara lain.
Perlahan Yua mendekatkan wajahnya pada Chris, dia gemetar entah karena apa. Tapi, Yua tidak pernah mencium siapapun, ini akan jadi yang pertama, dia takut dan gugup sekali.
Chris yang tidak sabaran meraih tengkuk Yua lalu menyatukan bibir mereka. Yua merasa ada sengatan aneh saat bibir mereka bertemu, dia tidak berani bergerak, dia hanya membiarkan Chris melakukan apapun.
[Kamu berhasil mendapatkan 20 koin]
[Kamu berhasil mendapatkan 10 koin]
Kenapa koin itu terus bertambah? Apa yang terjadi?
Koin itu terus saja bertambah seiring dengan ciuman mereka yang semakin intens, mereka bahkan tidak sadar saat Darren sudah pergi dan sempat membanting pintu kelasnya sendiri. Yua tidak sadar jika dirinya terhanyut dalam ciuman itu.
Ini ciuman pertamanya.
Dia tidak pernah tau jika ciuman pertamanya adalah pembullynya sendiri, Christopher Geordo. Debaran jantung Yua tidak mau melambat, malah semakin menjadi, apalagi saat tangan Chris yang lain menarik pinggangnya untuk mendekat.
“Jika kau seperti ini dari awal, kau tidak perlu berurusan dengan Rivez” bisik Chris setelah ciuman mereka terputus, kemudian Chris mengecup pipi Yua.
“Aku akan membawamu ke villa besok, bukankah besok hari libur? Ku dengar kau pindah ke apartemen, akan ku jemput” tambah Chris. Yua hanya mengangguk pelan, dia masih belum tersadar dari kejadian yang baru saja dia alami.
Chris menangkup kedua sisi wajahnya, Yua mengedip-ngedipkan matanya melihat seringai Chris yang entah mengapa terlihat sangat tampan.
Jangan jatuh padanya Yua, dia sudah jahat padamu selama ini, ingat?
Jangan jatuh padanya, sedikitpun.
Chris kembali menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman.
Yua terjebak disini.
Padahal harusnya dia yang menjebak Chris.
Mungkin Yua memang penipu yang amatir, buktinya, dia malah yang terkena jerat Chris, bukan sebaliknya.
[Kamu berhasil mendapatkan 40 koin]
‘BERHENTI!!!’
.
.