Entah suatu kemalangan atau permainan takdir untuk Faranisha Gayatri, menjelang hitungan jam pelaksanaan akad nikah dengan sang kekasih yang telah menjalin kasih selama 3 tahun dengannya, pihak mempelai pria malah membatalkan pernikahan tanpa alasan. Sebagai gantinya, hadirlah sesosok pria yang bersedia menjadi pengganti mempelai pria.
Ialah Naufal Kenan, sosok pria yang sangat sensasional. Seorang dokter spesialis bedah dan penyakit dalam dengan segudang prestasi dan pencapaian. Berparas tampan, kaya raya nan dermawan. Dan ternyata, ialah sosok pria yang menjadi cinta pertama Fara. Cinta yang dulu hanya bisa dipendamnya dalam diam tanpa dapat tersampaikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegemparan
3 hari kemudian...
Kini Kenan sudah duduk anteng di dalam jet pribadinya yang akan lepas landas beberapa saat lagi mengantar kepulangannya ke Indonesia, tanah air tercinta. Ternyata estimasi waktu yang telah ia perhitungkan untuk menyelesaikan segala keperluannya di Kanada melenceng satu hari lebih lama.
Penyebabnya, siapa lagi kalau bukan Gabela. Saat mengetahui Kenan akan pindah tugas secara permanen, terlebih dengan alasan kepindahannya yang tidak lain karena telah menikah, membuat gadis itu benar-benar shock dan memberontak tidak terima.
Berbagai upaya Kenan dan Berhan lakukan untuk menenangkan Gabela serta memberinya pengertian agar bisa menerima keadaan. Gabela yang mengerti tidak dapat merubah apapun, akhirnya dengan berat hati mau menerima keadaan. Entah ikhlas atau tidaknya, hanya Gabela yang tahu. Namun ia tidak serta merta menerimanya. Sebagai gantinya ia mengajukan sebuah syarat yang mengharuskan dirinya dan Kenan menghabiskan waktu berdua seharian penuh. Perlu digaris bawahi, seharian penuh yang dimaksud disini bukan dalam arti sesungguhnya, selama 24 jam penuh. Melainkan saat waktu-waktu santai pada umumnya seperti makan siang, makan malam, dan jalan bersama. Alhasil, jadilah kemarin yang seharusnya menjadi waktu kepulangannya, Kenan habiskan untuk menemani Gabela sebagai pemenuhan syarat yang diajukan gadis itu. Kemarin Gabela juga sempat menyatakan perasaan yang telah lama dipendamnya pada Kenan, namun tentu saja dangan tegas Kenan menolak. Dan ya, bagi kalian yang pernah mengalami, pasti tahulah seberapa hancurnya hati Gabela.
"Kita akan segera lepas landas Sir." lapor seorang pramugara sekaligus membuyarkan lamunan Kenan yang sedikit menaruh iba terhdap Gabela.
Pria tampan nan rupawan itu hanya mengangguk isyarat telah siap menanggapi laporan sang pramugara. Beberapa saat kemudian, jet pun lepas landas.
###
Sementara di Indonesia, kini Fara sudah kembali menjalani rutinitasnya bekerja di rumah sakit setelah cuti pernikahan selama 3 hari. Seperti yang diharapkan, sejak memasuki rumah sakit tempatnya bekerja ini, setiap orang yang berpapasan dengannya, menatapnya dengan beragam tatapan berbeda-beda. Ada yang menatap iba, ada yang menatap rumit, bahkan ada yang menatapnya dengan tatapan mengejek. Beruntungnya, dengan adanya aturan tegas yang melarang keras perlakuan diskriminasi di rumah sakit ini, Fara terhindar dari perlakuan tidak pantas. Itu adalah tatib attitude yang diterapkan langsung oleh Kenan, sang pemilik rumah sakit yang sangat menjunjung tinggi nilai kesetaraan. Jadi, siapa yang berani menentangnya? Namun tetap saja ada orang-orang yang menggunjingnya di balik layar. Begitulah sifat alami manusia yang terkadang memandang adanya aturan untuk dilanggar. Sungguh ironis.
Selain itu, Fara disangkut pautkan dengan skandal yang yang dialami pewaris utama keluarga Sanjaya, siapa lagi kalau bukan Bagus Sanjaya. Kemarin pagi, publik kembali digemparkan dengan beredarnya foto-foto vulgar Bagus dan Sherina di seluruh jejaring telekomunikasi lokal. Dalam foto-foto yang beredar menampilkan gambar Bagus dan Sherina dalam sebuah kamar yang hanya berbalut selimut tanpa sehelai benangpun di tubuh kedua insan tak berakhlak itu.
Sebagian tanggapan netizen, ada yang mengklaim foto-foto itu diedarkan oleh pihak Fara sebagai bentuk pembalasan atas kehormatannya yang telah diinjak-injak oleh keluarga Sanjaya. Dan memang itu tidak sepenuhnya salah. Tanpa Fara ketahui, semua itu dilakukan oleh orang-orang suruhan Kenan, sang suami.
Tentu saja semua foto-foto itu asli adanya. Dengan koneksinya yang sangat besar, tidak sulit bagi Kenan untuk menguak semua aib yang dimiliki keluarga sekaliber keluarga Sanjaya sekalipun. Dan sebagai timbal balik dari beredarnya skandal itu, imbasnya tidak tanggung-tanggung hingga membuat PT Sanjaya hampir gulung tikar. Lebih dari 50% sahamnya koplas. Yang tersisa yang masih mau bekerjasama dengan perusahaan itu hanyalah rekan-rekan bisnis yang mempunyai hubungan erat dengan Bagas Sanjaya. Itupun sebagian besarnya masih termasuk kerabat. Sungguh keluarga Sanjaya benar-benar menerima pukulan telak kali ini.
Dan bukan hanya keluarga Sanjaya yang terkena imbasnya, bahkan Mahmud Hendrawan terancam lengser dari jabatannya akibat skandal yang menjerat sang putri. Siapa yang mau dipimpin oleh seseorang yang bahkan tidak dapat mendisiplinkan anaknya sendiri? Jawabannya sangat jelas nol, alias tidak ada.
Sedangkan Bagus dan Sherina sebagai pelaku skandal itu sendiri, jangan ditanya bagaimana naasnya nasib mereka. Mereka mendapatkan penghakiman dari segala penjuru. Mulai dari publik, hingga anggota keluarga mereka sendiri. Bagus dicabut hak warisnya sebagai pewaris utama keluarga Sanjaya sekaligus jabatannya sebagai presdir PT. Sanjaya. Sedangkan Sherina, semua fasilitasnya ditarik oleh sang ayah.
Jika ada nominasi rumah tangga paling sengsara di muka bumi ini, mungkin rumah tangga Bagus dan Sherina lah yang menjadi pemenang nominasinya. Lebih parahnya lagi, dalam keadaan yang sangat memprihatinkan seperti ini, keduanya bukannya saling menguatkan, mereka malah saling menyalahkan dam menghardik. Ibarat sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Sungguh naas.
Sementara Fara yang tidak tahu menahu tentang itu, menjalani rutinitasnya dengan santai nan tenang seolah tidak ada maslah apapun yang menimpa dirinya. Lain halnya dengan Nabila, justru gadis itu yang uring-uringan frustasi memikirkan nasib sahabatnya.
"Nab, udah deh. Lo bisa tenang gak? Gue pusing liat lo mondar mandir mulu dari tadi." keluh Fara jengah. Kini keduanya tengah berada di dalam ruang kerja mereka yang memang berada di dalam satu ruangan yang sama. Dan sejak tadi, Nabila benar-benar seperti cacing kepanasan yang terus mondar-mandir menjelajahi hampir setiap sudut ruangan itu.
"Tenang, tenang? Lo nyadar gak sih dengan apa yang lagi lo alamin. Gua aja yang ngebayangin dag dig dug ser gini, eh lo nya malah nyantai gitu." tanggap Nabila sewot. Entahlah, ia juga merasa heran dengan dirinya sendiri. Tapi lebih heran lagi dengan ketenangan Fara. Ia benar-benar tak habis pikir.
"Eh? Napa jadi lo yang sewot? Gue aja yang ngalamin nyantai-nyantai aja. Lo aja yang berlebihan." balas Fara malah ikut sewot.
Menyadari kekocakan mereka, entah siapa yang memulai, tiba-tiba tawa keduanya pecah hampir pada waktu bersamaan. Dasar sepasang sahabat gaje, alias gak jelas.
"Hadededeh... Kita apa-apaan sih? Gak jelas banget." ucap Nabila diakhir tawanya disusul Fara yang juga berhenti tertawa.
"Enak aja, kita? Lo aja kali, gue gak." sanggah Fara tidak terima dengan sepenggal meme jadul, alias jaman dulu.
"Ya elah Far, tega banget sih lo. Lo kan tau, gue kek gini juga karena khawatirin lo." mewek Nabila.
Fara sedikit merasa bersalah pada sahabatnya itu "Iya, iya deh, kita, gue juga."
"Hehe... Nah gitu dong baru namanya sohib gue." Nabila cengengesan.
"Serah lo deh." Fara mengibas-ibaskan tangannya "Sekarang mending lo duduk anteng di bangku lo gih. Tenang aja, gak usah khawatirin gue."
Ini sudah yang kesekian kalinya Fara mengingatkan Nabila agar tidak mengkhawatirkan dirinya. Namun tiap kali Nabila menanyakan alasannya untuk tidak khawatir, Fara selalu menjawab dengan jawaban yang sama.
'Nanti lo juga bakalan tau.' itulah kalimat yang selalu diucapkan Fara. Fara tidak tahu saja kalau jawaban itu sangat menyiksa batin Nabila yang dibuat setengah mati penasaran olehnya. Dan Nabila juga tidak bisa melakukan apapun tentang itu. Sekeras apapun usahanya membujuk, Fara tetap kukuh merahasiakan alasan detailnya dari Nabila. Jadi, bagaimana mungkin Nabila bisa ditenangkan begitu saja?
Namun tak urung Nabila melakukan susuai apa yang disarankan Fara, beranjak duduk di bangku kerjanya. "Ayolah Far! Lo belom mau juga ngasih tau gue alasan yang membuat lo nyantai gitu?" dan untuk kesekian kalinya pula Nabila merengek, meminta jawaban atas rasa penasarannya.
Fara menggeleng tegas "No!"
"Hufh..." Nabila menghembuskan nafas jengah "Tega banget sih lo, Far, nyiksa gue kek gini."
"Alah basi, gak usah mewek lo, gak mempan. Mau lo nangis kejer juga, gue gak peduli." ejek Fara yang juga jengah dengan kegigihan sang sahabat.
"Humps..." Nabila hanya mendengus kesal, lagi-lagi tidak bisa membujuk Fara.
"Udah gak usah ngambek, mending lo kerja yang bener, jangan makan gaji buta." hardik Fara tanpa perasaan.
Bukannya tersinggung, Nabila malah tiba-tiba berbinar "Eh Far, lo udah dengar berita belom? Katanya besok, big bos pulang ke tanah air loh. Dan yang lebih fantastis lagi, beliau juga akan mulai bertugas secara permanen di rumah sakit ini."
ini kog ketus...
batal
pernikahan barat
why
apa sdh selesai ceritanya 😊