¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.12 Dunia malam
Malam ini kiran tampak cantik sekali, pakaiannya serba mewah. Riasannya natural tapi sangat wah. Rambutnya dia biarkan terurai. Dia bebas pergi malam ini, menghabiskan malam panjang untuk bersenang-senang. Karena papa mamanya keluar kota.
"Bi" Kiran memanggil bi inah dengan nada keras.
"Ya non!" Bi inah muncul dari dapur.
"Aku akan pergi bersenang-senang dengan teman-temanku. Mungkin sampai larut malam." Ucap Kiran tenang.
"Ya non!" bi inah tidak berani menjawab terlalu panjang
"Eh non mau kemana?" Andrian muncul dihadapan Kiran.
Kiran tidak memperdulikan lalu pergi dari hadapan Andrian.
Andrian mengikuti Kiran dibelakang. Kiran menyadari jika sedang diikuti.
"Eh sopir jaga batasanmu!" Kiran menunjuk muka Andrian.
Andrian berhenti dan menatap Kiran.
"Kenapa sih satu hari saja kamu tidak mengikutiku hah!"
"Andrian tersenyum kepada kiran. Non saya di sini bekerja sebagai sopir non, jadi dimana non pergi pasti saya ada non." Jawab Andrian lembut.
"Iihhhhhhhhh!" Kiranpun berlalu dan beranjak ke mobil.
"Mana kuncinya sopir?" Mata Kiran menatap tajam.
Andrian tidak memperdulikan Kiran, lalu menarik dengan lembut tangan Kiran.
"Non silahkan pindah kursi. Jika non tidak mau, non tidak jadi pergi." Andrian tersenyum ke arah Kiran.
"Huhhh, mau kamu apa sih?" Kiran menutup dengan keras pintu mobil.
Di dalam mobil mereka tampak membisu. Kiran tampak emosi dengan kelakuan Andrian yang selalu mengikutinya.
"Non, kita mau kemana?" Akhirnya Andrian memulai pembicaraan.
"Kemana saja!" Jawab Kiran seenaknya.
"Jadi non, mau pergi jalan-jalan sama aku ya?" Andrian berusaha menggoda bosnya itu.
"Iihhhhhhhh enak saja aku jalan sama kamu, ngaca dong." Kiran memalingkan muka.
Andrian hanya tersenyum melihat tingkah Kiran, dia tampak menikmati jika Kiran sedang marah. Andrian merasa tingkah Kiran lucu.
"Di club."
"Apa...?" Andrian terkejut dan berhenti mendadak.
"Hey sopir bisa mati aku, jantungan karena ulahmu." Kiran menatap tajam Andrian.
"Non, untuk apa ke club di sana banyak maksiat. Apalagi pakaian non seperti ini saya tidak mau non kenapa-napa."
"Hey gak usah sok ceramah. Nasehati gue gue sudah besar." Ucap Kiran sebal.
"Non, bukan mau ceramah. Tapi bagaimana jika terjadi apa-apa sama non. Andrian berusaha memberi pengertian.
"Sudalah, itu clubnya berhenti di depan situ"
"Tidak non, kita pergi kemall saja." Andrian meneruskan mobilnya.
"Berhenti atau saya loncat." Kiran berusaha mengancam dan ingin membuka pintu.
"Iya iya non!" Andrian pun mengalah dan membukakan pintu.
"Kamu tunggu disini, tidak boleh masuk. Oke!" Kiran menunjuk muka Andrian.
Andrian hanya terdiam, dia masih didalam mobil. Ada perasaan khawatir, dan merasa bersalah karena orang tua Kiran berpesan padanya untuk menjaganya.
Di dalam club sudah ada Leo dan teman-temannya.
"Hey beb, Leo meraih tangan Kiran dan duduk disampingnya.
Mereka berdua tampak mesra, tanpa memperdulikan sekelilingnya. Di meja ada berbagai macam makanan ringan dan minuman berakohol.
"Beb, minumlah!" Leo menawarkan segelas minuman pada Kiran.
Kiran menolak untuk meminum, Kiran memang tidak pernah meminum alkohol. Kalau ke club dia hanya bersenang-senang melepas rasa letihnya.
"Ayolah minum!" Leo terus memaksa.
Andrian di dalam mobil tampak gelisah, sudah satu jam Kiran di dalam. Andrian takut terjadi apa-apa.
Benar saja Andrian melihat pemandangan yang mengharuskan dia bertindak.
"Hey jangan paksa dia untuk minum." Andrian menarik gelas pada Leo, gelas itu jatuh dan pecah.
"Hey sopir mau kamu apa?" Wajah Leo berhadapan dengan wajah Andrian.
Kiran terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Kamu laki-laki seharusnya bisa menjaga pacar kamu, bukan mengajak maksiat." Ujar Andrian sambil mendorong Leo.
"Hey jangan sok alim kamu." Leo bangkit dan mendorong Andrian.
"Sudah berhenti, ehhh sopir mau kamu apa. Kamu mau mempermalukanku?" Kiran menampar Andrian lalu keluar dari club.
Andrian mengikuti Kiran dan masuk kedalam mobil. Kiran tampak kesal dan diam penuh kemarahan.
"Non, maaf dia laki-laki tidak baik."
"Hah apa maksud kamu, dia laki-laki tdak baik. Trus sapa yang baik, kamu?" Kiran tampak memaki-maki Andrian.
"Bukan maksud saya begitu non."
"Diam kamu!" Kiran memotong pembicaraan Andrian.
Sesampai di rumah, Kiran tampak emosi dan membanting tas nya di kursi. Bi Inah yang melihat tampak bingung dan heran.
"Huuuuuuhhhhh, apa sih mau sopir itu? Leo kekasihku. Wajar jika dia berbuat seperti itu. Toh aku kan menolak"
Kiran merebahkan badannya di ranjang, dia pun tertidur. Sedangkan Andrian duduk di kolam renang dan termenung. Bi Inah mendekati Andrian.
"Nak, sabar ya hadapi non Kiran." Bi Inah memegang pundak Andrian.
Andrian menoleh dan tersenyum pada bi Inah.
Bi inahpun pergi membiarkan Andrian duduk seorang diri di pinggir kolam renang. Andrian ingin sekali merubah perilaku Kiran. Yang sudah tersesat dan jauh dari perintah Allah. Semoga bisa, itulah tujuan Andrian sekarang. Jadi tantangan seberat apapun akan dia lewati dengan sabar.
~Jangan lupa like, vote dan komennya ya. Terimakasih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...