NovelToon NovelToon
Zizi

Zizi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cinta Beda Dunia / Pusaka Ajaib / Fantasi Wanita / Mata Batin / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Zizi adalah seorang gadis yang memiliki kekuatan supranatural karena darah para leluhurnya.

Bukan hanya menjadi pewaris pusaka sang leluhur, namun nyatanya takdir cinta Zizi juga mengikuti jejak para leluhurnya yang harus bertemu dengan mahluk yang berbeda.

Akankah Zizi bisa menjadi pewaris yang baik dari leluhurnya?

Dan akankah Zizi bisa benar-benar bersama sosok yang ia cintai meski mereka berbeda?

yuk ndongeng...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Misteri Nina Dalam Lukisan

Zizi jatuh berguling di atas hamparan pasir yang dingin, sangat dingin.

Aneh memang, di siang hari yang terik malah rasanya sangat dingin, bahkan saat angin bertiup, rasanya seperti saat pintu kulkas dibuka.

Zizi menatap lautan luas di sana yang tampak tenang tanpa ombak.

Zizi baru akan bangun dari tempatnya terjatuh saat sesuatu menjatuhinya, sesuatu seperti bantal guling.

Plakkk!!

Zizi langsung menabok kepala Mbak Pocong begitu tahu dia yang jatuh di atasnya.

Haiish...

Mbak Pocong mendesis karena kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan Zizi.

Zizi menggelundungkan mbak Pocong begitu saja ke arah laut.

Aaaaa... Aaaa... basah... basah... basah...

Mbak Pocong takut setengah mati.

Zizi nyengir jahat.

"Salahnya jatuhin Zizi."

Kata Zizi.

Maria melayang ke arah Zizi.

"Ngapain dia guling-guling ke laut?"

Tanya Maria pada Zizi melihat mbak pocong yang berguling-guling menuju laut.

"Ngga tau, bosen jadi pocong pengin jadi cumi-cumi kali."

Sahut Zizi.

"Ah iya, ikan buntal dia cocok."

Kata Maria.

Zizi mantuk-mantuk setuju.

Keduanya kini menatap rumah yang berdiri di kejauhan.

Rumah peristirahatan yang bangunannya tujuh puluh persen terbuat dari kayu.

Zizi sejenak berpandangan dengan Maria.

"Pasti ada sesuatu di rumah itu Aunty."

Kata Zizi yang kemudian kembali menatap tajam bangunan itu.

Semilir angin yang dingin kembali terasa.

Zizi menatap matahari yang bersinar cerah dengan heran.

"Semua ini tidak nyata Zizi, para hantu menyerupakan tempat tinggal mereka seperti manusia, tapi tak akan pernah bisa menyamai."

Zizi mengangguk mengerti.

"Baiklah, kita urus masalah ini dan kita cepat pulang, aku ngga mau masuk angin kalau di sini terlalu lama."

Ujar Zizi yang kemudian terlihat mulai mengayunkan langkahnya.

Rumah peristirahatan dari kayu itu terlihat sepi, ayunan di depannya berayun sendiri tanpa ada yang duduk di sana.

Angin yang sangat dingin kembali bertiup, Zizi mengabaikan itu karena fokusnya kini adalah masuk ke dalam rumah peristirahatan.

Zizi menaiki anak tangga kayu di bagian teras depan rumah tersebut, ia kemudian langsung menuju pintu yang terbuat dari kaca.

Zizi menarik handlenya namun terkunci.

"Sialan!!"

Zizi yang tak sabaran mencari apapun untuk mendobrak rumah.

Zizi meskipun anak Zia dan Zion tapi karakternya berbeda jauh dengan kedua orang tuanya.

Zizi lebih mirip kedua kakek moyangnya, Aji Manggala dan Balasanggeni. Ia tak sabaran, terutama jika harus menyelesaikan satu urusan dengan para hantu.

Zizi kemudian menemukan kursi kayu di teras.

Zizi menyeringai, ia kemudian menuju kursi kayu lalu mengangkatnya tinggi.

"Zi, kamu mau apa?"

Tanya Aunty Maria.

"Menghancurkan rumah demit yang berani bikin ulah."

Kata Zizi yang kemudian menghajar kaca pintu rumah peristirahatan itu hingga hancur.

Zizi nyengir ke arah Maria.

"Jika di dunia manusia kamu bisa kena pasal."

Kata Maria.

"Zizi ngga masalah, nanti Papa pasti akan suruh Tuan Yandik mengurus."

Ujar Zizi.

Ah yeah tentu saja, uang menjadi kekuatan di dunia manusia.

Zizi menendang sisa kaca di dekat handle pintu, setelah itu ia masuk dengan paksa ke dalam rumah yang rasanya jauh lebih dingin daripada di luar.

Zizi menggigil begitu masuk ke dalam ruangan itu, sejenak ia celingak-celinguk, mencari sesuatu yang mungkin mencurigakan.

Hingga...

Zizi sayup mendengar suara perempuan merintih, bukan satu orang, namun sepertinya ada tiga orang atau bahkan lima orang.

Ah entahlah, Zizi tak yakin, tapi yang jelas suaranya lebih dari satu orang.

"Aunty bisa dengar?"

Tanya Zizi pada hantu bule yang selalu setia menemaninya dalam suka dan duka sejak Zizi masih balita.

"Aku yang akan cari sumber suara itu."

Kata Maria.

Zizi mengangguk.

Maria kemudian melayang meninggalkan Zizi yang mulai mengayunkan langkahnya lagi menyusuri ruangan depan rumah peristirahatan itu, manakala ia melihat sekelebat bayangan anak-anak berlari masuk ke sebuah ruangan seperti kamar.

Zizi tersenyum.

"Jadi benar di sini kau bersembunyi bedebah."

Kata Zizi kesal.

Zizi berlari mengejar menuju kamar di mana tadi bayangan anak kecil masuk, Zizi baru akan membuka pintu kamar tersebut saat tiba-tiba dari belakangnya seseorang menjambak rambut Zizi.

Zizi menoleh dan dengan gerakan memutar ia menendang sosok yang menjambaknya.

Cengkraman tangan di rambut Zizi pun terlepas, sosok itu terpental ke belakang karena terkena tendangan Zizi.

Sosok perempuan cantik namun sorot matanya sangat jahat.

"Siapa kau hah!!"

Bentak Zizi pada perempuan itu.

Perempuan itu menyeringai.

"Dasar tak tahu adab, harusnya aku yang bertanya padamu seenaknya masuk rumah orang."

Kata perempuan itu pada Zizi.

"Kau bukan orang, kau hantu."

Zizi tak mau kalah dan tak mau salah.

"Aku manusia, aku manusia!!!"

Perempuan itu menjerit, suaranya melengking membuat telinga Zizi sakit.

"Kau hantu bodoh!! Kau pasti belum sadar jika kau bukan manusia."

Zizi akan bicara lagi, saat tiba-tiba tangan kecil mendorong Zizi dari belakang.

"Nina..."

Perempuan itu seolah memanggil nama si anak kecil.

Hantu anak kecil yang rambutnya keriwil itu melompati Zizi yang masih terjerembab di lantai.

Tapi Zizi jelas tak mau membiarkan begitu saja kesempatan terlewat, ditariknya hantu kecil itu hingga jatuh ke lantai, Zizi dalam gerakan cepat memaksa tangan di hantu kecil diletakkan di belakang punggung lalu ditariknya untuk sama-sama berdiri.

Perempuan yang sepertinya Ibu dari hantu kecil itu terlihat murka.

Ia mendelik pada Zizi, dan seketika di luar sana yang semula matahari terlihat bersinar cerah berubah jadi tertutup gumpalan-gumpalan awan hitam yang memenuhi langit.

Yang tak lama kemudian hujan deras disertai petir terlihat di sana..

"Lepaskan anakku!!"

Kata perempuan itu marah, ia bersiap menyerang Zizi, namun Zizi bukannya takut malah semakin mencekik leher anak hantu perempuan itu.

"Katakan padaku siapa kau sebenarnya!! Atau aku musnahkan anakmu ini!!!"

Teriak Zizi tak kalah marah.

Perempuan itu tak mau dengar, ia melayang ke arah Zizi untuk menyerang, Zizi segera menendangnya lagi.

Zizi dengan menarik hantu kecil yang menjadi tawanannya itupun malah balik menyerang hantu perempuan yang keras kepala itu.

Zizi ganti menjambak rambut perempuan itu dan membenturkannya di dinding rumah peristirahatan. Zizi kemudian merasakan tangannya seolah bergerak sendiri ke arah atas dan tampak sesuatu berkilat-kilat melesat ke arahnya.

Sesuatu itu seperti pedang yang menyala kemerahan karena api yang membakar.

Hantu perempuan itu memekik begitu melihat sebuah pedang dengan pegangan berbentuk Naga itu kini dicengkeram Zizi dan bersiap diayunkan ke arahnya.

"Nona Zizi, kumohon ampuni kami, ampuni kami, baiklah aku... aku menyerah."

Hantu perempuan itu kemudian berubah menjadi bentuk yang sangat jelek, berkebalikan dengan penampakan yang sebelumnya.

Matanya lebar merah melotot keluar, bentuk wajahnya lebih mirip kera, rambutnya panjang berantakan mengembang, tubuhnya pendek dan lidahnya sedikit menjulur keluar.

"Kau bukan Mama..."

Tiba-tiba hantu balita di dekat Zizi terpekik.

Zizi mengacungkan pedangnya ke arah mahluk yang bentuknya berubah itu.

Mahluk itu menyeringai ke arah hantu balita dan juga pada Zizi.

"Aku ingin cantik, aku butuh menyerap energi perempuan muda yang lemah."

Kata hantu itu.

"Dasar gila."

Zizi kesal bukan main, ia mengacungkan pedangnya lagi, bersiap meluluh lantakkan mahluk itu, namun mahluk itu melompat seperti katak.

Ia nongkrong di atas sandaran sofa menatap Zizi.

"Jangan bunuh saya, janji saya akan pergi baik-baik Nona."

Kata si hantu jelek itu.

"Kau mau aku percaya? Katakan padaku, bagaimana kamu ada di lukisan ini dan berada di hotel Papa untuk membuat keonaran!!"

Hantu itu menatap Zizi.

"Cepat!!"

bentak Zizi lagi.

Ah dari ekspresi hantu itu, jelas sekali dia menyesali harus berurusan dengan Zizi.

**------------**

1
therez
sukasukasuka
Lisa Yacoub
ceritanya bener² bagus, thor...nggak bosen bacanya,
aku sdh berapa kali ngulang baca, dari "Zia" sampe " putri vampir terkhir"...
kapan lanjutannya, thor?.
sehat selalu yaa..
Cila Mici: hehehe maturnuwun... belum tau mau dilanjut kapan, tapi inshaAllah nnti kalo ada banyak waktu aku lanjut ya...
total 1 replies
Satri Eka Yandri
Luar biasa
Satri Eka Yandri
Lumayan
Jeissi
lah...zizi malah protes 🤣
Suharnani
Itu lah kenapa aku tidak pernah pajang lukisan atau foto f
di dinding. buat tempat para jin
Foto aku simpen album saja
momi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣dasar zizi
momi
Luar biasa
Wini Hilal
gesrek nih cerita gak ada serem seremnya wlw penuh tokoh makhluk halus
Niswah
toooooop
🥀princes_novel❤️🥀
saya mantan anggota jaranan kepang tapi saya hanya menari tidak ada minat untuk menjadi sintren sprti ibu saya pda jaman a😊😊suami saya juga anggota jaranan kami penari jaranan... kami masih menjalankan budaya dan mmprkenalkn budaya pda anak2 dan slalu mncintai budaya kita...
Mearly Early Mey
keren ceritanya
Bobi Kampus
Mantap sekali thor cerita ini, sdh lama sekali aku baca novel bisa tertawa sendiri. Aku suka sekali dgn karya2mu thor. Alur cerita menarik dan penuh humor. Sukses selalu dgn karya2 lainnya.
Cila Mici: aamiin... maturnuwun maturnuwun hehe
total 1 replies
panji_anom
seharusnya bisa diperluas deskripsinya karena nenek Retnoasih masih didalam dunia peri penyrlamatkan Zizi dari energi negatif tapi tiba tiba sudah menemui Zia, padahal itu bisa menjadi adegan atau dialog yg lebih panjang menambah alur cerita
Cila Mici: iya aku jg merasa harusnya begitu, sori kurang memuaskan jadinya 🙏
total 1 replies
ic
ada yg merah gak.. wkwkwkwkw
Cila Mici: wkwkkwkw
total 1 replies
ic
shamponya pake apa..? shampoo mobil..? 😀😃😄😁😆😅😅😂
Cila Mici: wkwkwkk... sampo kucing
total 1 replies
ic
lah pengawal apa gitu aja lngsng pingsan
ic
santui..
ic
gas trus.. rem blong.. ttp okehh..
ic
sama aja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!