Semenjak kematian kedua orang tuanya. Sri yang memiliki nama lengkap Sri Wahyuni harus rmengorbankan untuk tidak bersekolah dan berjualan jamu untuk membiayai kehidupan sehari harinya bersama Cipto adik kandungnya.
Kehidupanya yang terbilang miskin dan kekurangan. Membuat tekadnya semakin kuat untuk meneruskan perjuangan almarhum ibunya berjualan jamu keliling.
David adalah seorang lelaki yang terlahir dari sebuah keluarga kaya raya. Namun kekayaaan yang melimpah tak seindah ekspektasinya.
David harus menelan pahitnya kehidupan ketika kedua orang tuanya resmi bercerai dan meninggalkanya bersama Sang Kakek yang selau menyayangi dan merawatnya hingga dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JAUH DARIMU
Cipto masih terlihat bersedih, tangan kecilnya mengepal kuat seakan di merutuki sekaligus menyesali dengan sakit yang sudah di deritanya.
Di tengah kesedihanya. Masuklah seorang gadis cantik yang menggunakan pakaian casual di padu celane jean dengan rambutnya yang lurus sebahu berwarna hitam.
"Cipto ..." panggil Sri yang baru saja masuk dan meletakan bubur ayam yang baru saja di belinya sebelum memasuki rumah sakit.
Sejenak Cipto terdiam heran. Dirinya menggosok gosok mata dengan punggung tanganya.
"Mba Sri?" tanya Cipto yang masih kaget dengan penampilan Kakaknya.
Sri duduk di kursi samping bad hospital dan mengusap ngusap kepala adiknya.
"Iya, ini mbakmu, Dek." ucap Sri.
Senyum kebahagian kini terpancar di wajah Cipto. Dirinya kini tidak lagi bersedih setelah kedatangan Sri.
"O ya, mbok Darmi mana, Dek?" tanya Sri yang tidak mendapati mbok Darmi di ruangan Cipto.
Cipto menoleh ke arah pintu toilet ruangan VIP nya.
"Mbok Darmi sedang berada disana." Cipto menunjuk ke arah pintu toilet dengan tangan tanganya.
Sri mengangguk mengerti dan mulai menyiapkan bubur untuk sarapan adiknya.
"Sarapan dulu ya, Dek. Kamu belum sarapan, kan?" tebak Sri.
Cipto mengangguk dan mulai membuka mulutnya menerima suapan bubur yang di sendokan Sri pada mulutnya.
"Mba ... hari ini mba Sri cantik banget." puji Cipto yang merasa senang memiliki Kakak baik dan cantik.
Sri tertawa terkekeh mendengar gombalan receh dari adik yang sangat di sayanginya.
"Kamu masih kecil sudah pintar merayu, Dek" ujar Sri yang setia dengan tangan menyuapi Adiknya.
"Mba Sri, kemarin kemana? kenapa seharian Mba tidak datang kesini?" tanya Cipto dengan gaya yang dibuat sedih.
Sri menaruh buburnya di atas nakas. Dan memegang punggung tangan Cipto.
"Maafkan mba ya, Dek. Kemarin mba benar benar sibuk." ucap Sri yang merasa menyesal tidak bisa menemani Cipto ketika ia di operasi kemaren.
Cipto bercerita kepada Sri. bahwa kemarin sangat takut sekali. Karena tiba tiba saja beberapa orang berbadan kekar menggunakan jas hitam, datang dan memindahkan dirinya ketika ia selesai dengan operasinya.
Mungkin mereka adalah orang orang yang di perintahkan Tuan David.
"Mba ... kenapa mba Sri melamun?" tanya Cipto.
"Gak apa apa, Dek. Itu adalah orang orang yang di perintahkan Tuan David." jelas Sri.
"Tuan David, siapa mba? pacar mba Sri, kah?" selidik Cipto.
Sri terkekeh mendengar adiknya yang kini terlihat kepo sekali dengam masalah pribadinya.
"Bukan Dek, beliau adalah orang yang sangat baik kepada kita, kalau bukan karena jasa beliau. Entahlah ..." Sri menunduk sedih mengingat kejadian malam dimana ia hampir saja menjual kehormatanya.
I phone Pro max 512 gb milik Sri bergetar di dalam tasnya. Memberitahu pada si pemilik bahwa ada video call masuk pada Handphonenya.
Sri bergegas mengambil handphone dari dalam tas dan segera mengangkat Vicall masuknya yang ternyata David yang menghubunginya.
"Tuan," sapa Sri.
"Iya, ini aku. Maafkan aku gadis manis, hari ini aku tak bisa datang untuk menjenguk adikmu di rumah sakit. Ada keperluan mendadak yang mengharuskan aku kembali ke negaraku di inggris." jelas David.
"Iya, Tuan. Tidak apa apa. Saya mengerti." Sri menjawab.
"Baiklah, jaga dirimu baik baik. Dan jangan lupa sampaikan salamku untuk Cipto Adikmu." ucap David seraya mengakhiri panggilan video callnya.
"Mba, siapa lelaki yang menghubungi mba barusan?" tanya Cipto yang sedikit kepo.
"Tuan David, Dek. ya beliau itu orang yang sudah menolong kita saat ini." jelas Sri.
Cipto mengangguk paham dengan apa yang di jelaskan Sri padanya.
"Sri ..." panggil mbok Darmi yang baru saja keluar dari kamar toiletnya.
"Mbok ..." Sri bangun dan mencium punggung tanganya mbok Darmi.
"Sudah dari tadi? maaf si mbok tadi agak mules, soalnya kemarin si mbok kaget makan makanan yang di kirim sama orang yang badanya gede, yang mbok juga tidak mengenalnya." mbok Darmi sedikit bercerita.
"Oh itu orang orang suruhan Tuan David, mbok." ucap Sri memberitahu.
"Tuan David siapa lagi sih, nduk?" tanya mbok Darmi penasaran.
"Orangnya tampan, mbok mirip mirip kaya orang bule gitu." jawab Cipto.
"Kamu tahu darimana Loh, Cipto?" tanya lagi mbok Darmi.
"Tadi beliau nelpon yang ada gambarnya mbok sama mba Sri, Iya kan, mba?" ujar Cipto yang tadi sekilas melihat wajah David di handphone Sri ketika melakukan Vicallnya.
Sri tertawa lepas mendengar perkataan lucu dari Adiknya.
"Itu namanya Video call, Dek. Hampir sama dengan panggilan telepon biasa, cuma bedanya Video call itu kita bisa melihat secara visual lawan bicara kita." jelas Sri.
"Sri .. si mbok sudah hampir 3 hari gak pulang pulang, mbo mau pulang dulu, gak apa apa kan?" ucap mbok Darmi.
"Iya, mbok. Terima kasih banyak. Saya malah jadi merasa tidak enak, sudah merepotkan si mbok." jawab Sri sambil memeluk mbok Darmi.
Sedikit pengertian Dari Sri. Dia membuka tas yang bermerk Guccinya dan mengeluarkan beberapa lembar uang merah seratus ribuan yang bertotal satu juta dan kemudian menggenggamkanya pada telapak tangan mbok Darmi.
"Ini opo toh, Sri?(ini apa sih Sri?)?" mbok Darmi kaget sekaligus heran.
"Terima saja, mbok. Ini dari Tuan David buat si mbok." ucap Sri.
"Haduh gusti, malah jadi tidak enak ini." ucap si mbok dengan wajah yang kini sumringah.
Beberapa hari berlalu pasca operasi sumsung tulang belakang Cipto. Kini Pihak rumah sakit dan Dokter yang menangani Cipto kini telah memperbolehkan Cipto untuk pulang ke rumah.
Di inggris. David terlihat masih sibuk dengan beberapa tender yang di tanganinya. Di bantu Oscar sekretaris pribadinya, David kini berhasil dan sukses merebut tender tender besar dari pesaing bisnisnya.
"Sudah hampir dua minggu lamanya. Tapi Sri sama sekali tidak pernah menghubungiku." gumam David sambil berkutat dengan handphonenya.
Di tengah kegalauanya. Sang Kakek kini masuk ke dalam ruangan David tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.
"David ..." panggil Kakek Adolf.
David terhenyak dari lamunanya memandang Wallpaper wajah Sri.
"Kakek, sejak kapan kau berada disini?" tanya David yang kaget.
Sang kakek tertawa terkekeh melihat Cucunya yang tak biasanya melamun ketika jam kerja.
"Kakek sudah berdiri sedari tadi melihatmu dan memperhatikanmu melamun seperti sapi ompong." Kakek Adolf kembali tertawa.
David bangun dari duduk dan segera membantu menuntun Kakeknya yang terlihat berjalan menggunakan tongkatnya.
"Duduklah, Kek." David menduduk Kakeknya Di sofa.
"Kenapa Kakek tidak menghubungiku kalau Kakek akan kesini." ucap David.
Dengan santai Kakek Adolf menjewer telinga cucunya yang masih berstatus jomblo hingga mengaduh.
"Kau ini! jika Kakek memberitahumu dulu, Kau pasti akan berkilah dan kabur untuk menghindariku." ucap Adolf dengan nada yang kini agak di tinggikan.
Kakek tua ini memang hebat. Dia sudah mengetahui akal bulusku.
"David, Kakek tidak mau tahu. Di sisa umurku, Kakek tidak mau tahu! Kakek ingin melihatmu menikah." titah Kakek Adolf yang tidak mau di bantah apalagi menerima alasan gak jelas.
Hobahhhh kawin lagi gak ada permintaan lain lagi apa?"
"Kakek tenang saja, David berjanji 2 bulan lagi David akan melihatku membawa seorang wanita cantik yang akan menjadi istriku." ucap David.
Kakek Adolf kembali menjewer telinga cucunya yang selalu saja membohonginya dan membuatnya jengkel.
"Buktikan! no tipu tipu, no hoax. Kakek sudah bosan dengan bualan dan omong kosongmu." Kakek Adolf marah dan meninggalkan David yang kini masih mengusap ngusap telinganya.
yaelah Thor kok nanggung sehhh....
up dunk.
Rahwana
rohani
Dan terakhir Dorna(sampe salah baca aku Thor bacanya dorra, karena begadang Ampe jam 1 mlm bacanya, mo dlanjutin besok kok sayang😁😁)
motor mionk...🤣🤣🤣🤣
aimakjang, bacanya aja dah bikin pipiku sakit gak bisa brnti ketawa..🤣🤣🤣
penggal aja bg David si rohhalus tu...