1
Ninda seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku akhir sekolah menengah. Namun dia terpaksa
menikah. Karena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Husnel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bucin
Istri Kecil Tuan Muda
Ninda naik ke mobil, suaminya membawa mobil dengan wajah di tekuk.
"Mas tadinya nggak jadi ke kantor?. " Tanya Ninda mencairkan suasana canggung antara mereka.
" Oh. Jadi harapan kamu seperti itu?. Agar kamu mudah pegang-pegangan dengan tuh cowok!." Ledek Faris ketus.
Ninda tersenyum melihat wajah suaminya yang cemburuan. " Mas!.. Aku ini di beri gelar sama teman-teman aku gadis udik. Jadi nggak ada yang sama aku, masnya aja yang nggak ngaca. Masa cemburuan dengan gadis seperti aku, 😀😀😀. " Ninda tertawa lepas sambil memegang perutnya.
Faris menghentikan mobilnya, dan tiba-tiba mencium bibir istrinya. " Ini balasan mu. Istri ku yang cerewet. " Setelah dia menciumnya.
Ninda terkejut, mendapat perlakuan suaminya yang dadakan. "Dasar mesum! " Ucapnya sambil menutup mulutnya.
Faris menoleh istrinya itu, " Kenapa mulutnya di tutup. Apa aku bau? " Tanyanya heran melihat istrinya yang menutup mulutnya.
Ninda menggeleng kan kepalanya. Dengan mulut nasih di tutup. " Kalau nggak kenapa ditutup. Aku kan mau lagi, 😀😀". Sekarang Faris yang tertawa.
Ninda membuang mukanya ke luar. Dia malu sekali. Dan juga takut.! Jika suaminya nanti tambah macam-macam. Sepanjang jalan. Ninda diam membisu. Melihat keluar.
" Marah ya?" Tanya suaminya. Setelah mobil berjalan. Faris mengambil tangannya. " Jangan marah! Aku kesepian. Jika tidak dengar ocehan mu!. " Goda Faris pada istrinya.
Tak lama mereka pun sampai, Ninda turun duluan. Dia ingin melarikan diri dari suaminya. Yang nggak tau tempat. Jika menciumnya.
" Eh.. Tunggu aku dong sayang!. " Faris menarik tangan istrinya. Dan merangkul pinggangnya. Ninda berusaha melepaskan tangan suaminya.
Mama Viona keluar rumah. Mendengar ada suara mobil datang." Aduh anak mama datang." Mama Viona memeluk Ninda yang masih di gandeng Faris. Dia merampas Ninda dari Faris.
" Ma...! Mau di bawa kemana istriku. Ucap Faris menyanggah. Dia kesal sekali sama mamanya, yang tiba-tiba merebut istrinya.
Mamanya acuh saja. Dia bawa Ninda ke kamarnya. Di sana sudah terlihat bermacam-macam baju, tas dan sepatu.
" Sayang.. Ini untukmu. Kamu suka kan, lihat nih. Cantik dan pas buat kamu." Mama Viona memberikan gaun yang bagus sekali.
Ninda tidak bisa menolaknya, dia merasa segan. karena mertuanya begitu perhatian padanya, yang sibuk memilihkan untuk menantunya itu.
"Ma! Apa ini tidak berlebihan, aku kan sudah ada baju ma?. " Sarkas Ninda merasa sungkan.
Viona mencubit pipi mantunya gemes, " Kamu tuh ya bikin mama gemes saja. Pantas saja Faris nggak mau pisah sama kamu!. Tapi syukur deh, Faris suka bucin ngga sama kamu?Tanya Viona pada mantunya.
" Iya ma. " Jawab Ninda Malu-malu ternyata mertuanya itu berjiwa muda, nggak terlalu ribet orangnya. Dan suka apa adanya.
.
" Sekarang kamu mandi di kamarmu, bawa beberapa baju ini, untuk ganti. karena kita mau makan bersama dengan adik mama, yang sering kamu temui di sekolah!. " Mertuanya mengingatkan.
" Iya ma. Aku tadi sudah kenalan! " Jawab Ninda sungkan. Dia pun pergi ke kamar suaminya masa bujangan yang di antar mertuanya sampai pintu kamar.
Ninda mengetuk pintu kamar. Karena dia takut nanti suaminya ada di dalam, lagi apa gitu. Nggak enak main nyelonong saja. Faris membuka pintu dari dalam. Dia melihat istrinya yang membawa beberapa pakaian.
" Masuk lah, Ini dari mama?, maaf ya aku lupa.! Harusnya tadi kita mampir dulu di butik. Untung mama menyediakan! ". Faris menarik tangan istrinya lembut.
" Iya mas. Mama membelikan banyak sekali, katanya ini untuk di pakai sekarang, mana yang bagus mas.? Aku bingung! "Ucap Ninda.
" Hm! Kalau aku nggak satu pun yang suka! " Jawabnya dingin.
"Kenapa?, Trus aku mau pakai yang mana? Aku kan nggak bawa baju mas?. " Sanggahnya lagi.
Faris mendekati istrinya. Dan membelai rambut istrinya lembut.," Aku lebih suka kamu tidak pakai baju! " Ucapnya ke telinga Ninda. Yang membuat tubuhnya merinding.
Tangan Faris berselancar masuk baju Ninda memainkan gunung kembar istrinya. Yang membuat Ninda terkejut dan menjerit.
Sebelum keluar suara istrinya. Faris langsung membungkam mulutnya dengan bibirnya.
Tubuhnya meradang. Dia berusaha menolaknya. Namun di tahan Faris. Ninda hanya diam membisu. Matanya terpejam.
Faris yang tidak ada penolakan dari istrinya. Dia mengangkat tubuh istrinya ke kasur.
Pergumulan panjang pun terjadi disiang itu. Ninda merasa lelah. Ada suara ketukan dari luar. " Aden. Non! Nyonya panggil,mereka di ruang keluarga." Ucap seorang pembantu.
" Ya bik, sebentar lagi kami nyusul" Jawab Faris suara lantangnya. Ninda terkejut mendengar suara keras suaminya.
Dengan spontan. Faris mengangkat tubuh Istrinya. Ninda kembali terkejut ulah suaminya." Mas. Aku malu. Aku mandi sendiri saja.! " Ucapnya malu-malu.
Faris malah menggoda istrinya, " Sayang.. Aku kan masih mau lagi! Lagi pula kan sudah aku lihat semua. Dan aku nikmati semuanya. Untuk apa malu! " Faris mendekati dan memeluk istrinya yang membelakanginya.
" Mas. Kita sudah di tungguin. Nggak enak lo mas sama mereka! "Tolak Ninda.... Menghindar.
Faris tidak memperdulikan omongan istrinya, dia menghujani istrinya dengan ciuman. Ninda tersudut. Suaminya. Benar-benar nggak tau waktu dan tempat.
Setengah jam. Pergulatan itupun selesai. Mereka turun ke bawah. Setelah semua selesai.
Sampai di bawah mamanya malah meledek.
" Hm! Pengantin baru, nggak ingat orang yaang lagi nungguin!" Ledek mamanya.
Ninda tertunduk malu. Karena ada kepala sekolahnya juga. Yang merupakan adik mama mertuanya. Sementara Faris cuek saja. Dia bahagia.! Dia lagi candunya bermain dengan istrinya. Seolah nggak mau pisah sedikitpun.
" Kamu kayak nggak pernah muda! Biar kan sajalah. Nanti biar cepat dapat cucu. Ya kan Han?" Tanya papa Bram ke ke pada Pak Handoko. Adik iparnya.
.
Makan siang berjalan dengan diiringi tawa. Tidak ada aturan, dilarang berbicara waktu makan. Karena waktu maka itu kumpul keluarga. Jadi mereka gunakan waktu itu. Untuk berbicara dan bercanda.