NovelToon NovelToon
When My Love Bloom

When My Love Bloom

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:149.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kirana Pramudya

Tidak ada yang bisa memaksa bunga-bunga untuk tidak bermekaran, demikian pula tidak ada yang bisa menghentikan tumbuh dan mekarnya perasaan kita kepada seseorang. Sekalipun menahannya, akan ada satu momen di mana kita akan merasa bahwa kita perlu mengutarakan perasaan kita. When My Love Bloom, I never failed to loving you.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacar Pura-Pura

Hari ini adalah hari di mana reuni SMA Raffael akan digelar di auditorium SMA nya. Hari ini, Clara izin pulang lebih cepat dari jam biasanya karena ia harus bersiap-siap. Raffael sudah berjanji akan menjemput Clara di apartemennya pada jam 6 petang.

Clara pulang jam 4 dari kantor, dengan terburu-buru ia bergegas menuju apartemennya dengan taxi online. Sebenarnya Raffael menawarkan untuk mengantarnya, tapi Clara menolaknya karena ia tidak mau merepotkan atasannya yang harus bolak-balik menjemputnya nanti. Baginya itu sangat tidak efektif dan membuang banyak waktu.

Sesampainya di apartemen, Clara segera mandi, memoleskan make up dengan kesan flawless di wajahnya, dan meng-curly rambutnya. Sekalipun dia hanyalah pacar pura-pura, tapi nama besar Raffael Saputra tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ia hanya ingin tampil dengan pantas, dan tidak mempermalukan atasannya. Walaupun make up dan hair do ia lakukan sendiri tanpa harus repot-repot ke salon, tapi Clara tau bahwa ia bisa membawa dirinya dengan baik.

Waktu sudah menunjukkan angka setengah 6 lebih. Clara telah siap dengan dress barunya yang dibelikan Raffael pada beberapa hari yang lalu, ankle strap shoes berwarna putih tulang, dan sebuah clutch berwarna perpaduan putih dan emas. Clara menatap penampilannya di cermin, ia memoleskan sedikit lagi lipstik berwarna pink, dan merapikan rambutnya yang dicurly nampak indah di bahunya.

“Untuk apa aku berdandan heboh seperti ini, padahal aku hanyalah pacar pura-pura. Bagiku ini sudah pas, lagipula acaranya tidak formal. Penampilanku sudah cukup.” Gumam Clara menatap dirinya di cermin.

Dreeettt.... Drettttt..... Sebuah pesan masuk ke handphone Clara.

[Raffael: Clara, apa kamu sudah siap? Aku sudah di parkiran apartemenmu.]

Clara mengambil handphone di meja riasnya dan membukanya, rupanya Boss nya sudah menunggunya di luar. Clara menyemprotkan parfum beraroma Pomelo Paradise ke lehernya dan pergelangan tangannya. Lalu, ia keluar dari apartemennya sambil mengirim pesan untuk Bossnya.

[Clara: Saya segera turun Pak.]

Kali ini Raffael keluar dari mobil Mercedes-Benz A Class nya, bersandar di mobil itu, dengan menyilangkan kakinya, sementara pandangannya nampak memperhatikan siapa saja yang keluar dari apartemen di depannya.

 

Raffael tertegun saat kedua bola matanya menangkap sosok gadis mengenakan dress putih hitam selutut dengan memegang cluth di tangannya.

“Itu Clara? Dia cantik. Tidak, dia benar-benar cantik!” Kata Raffael dalam hatinya. Dari jauh Clara sudah tersenyum dan menganggukkan sedikit kepalanya kepada Raffael.

“Malam Pak, maaf kalau menunggu lama.” Sapa Clara dengan berdiri di depan Boss nya yang masih bersandar di mobilnya itu.

Tanpa berkata-kata, Raffael membukakan pintu co-driver kepada Clara. “Silakan masuk Clara....”

Boss nya yang dingin itu membukakan pintu untuk Clara dan mempersilakan Clara untuk duduk. Lalu, Raffael memutari mobilnya dan segera duduk di kursi driver. Lagi-lagi Raffael membawa mobil sendiri tanpa ada supir pribadinya.

“Aku baru saja sampe kok Clara, tidak lama.” Ucap Raffael sembari mengenakan seatbelt nya dan mulai menjalankan mobilnya perlahan.

“Oh, saya kira lama. Saya kan gak enak, bagaimana pun Bapak kan atasan saya.” Clara bersuara sambil memutar-mutar clutch di tangannya.

“Cobalah gunakan bahasa non formal Clara. Supaya di sana nanti kamu tidak kaku.”

“Hmm, iya Pak.” Clara masih menjawab dengan bahasa formal.

Raffael melakukan mobilnya menuju SMA Bintang Jaya, tempatnya bersekolah dulu. Sudah sekian waktu berlalu, tapi Raffael masih mengingat semua tentang sekolah, di mana kelasnya, bagaimana dia selama duduk di SMA. Sebenarnya Raffael tidak dekat dengan siapa pun sewaktu sekolah, tapi ikut menghadiri reuni rasanya tidak masalah. Dia hanya ingin sedikit bernostalgia dengan sekolahnya dulu. Setelah mengemudi lebih dari setengah jam, Mobil Raffael telah sampai di SMA Bintang Jaya.

“Oh, ini sekolahnya ya Pak? Bagus ya Pak bangunannya.” Clara terkagum melihat bangunan sekolah yang nampak kokoh dan indah itu.

“Hemm, iya.” Jawab Raffael singkat.

Kemudian Raffael memarkir mobilnya. Dia lalu, bergegas keluar hendak membukakan pintu untuk Clara.

“Ayo, Clara.” Raffa nampak mengangkat lengannya, memberi kode kepada Clara untuk melingarkan tangan ke lengannya.

Clara hanya membelalakkan matanya, terkejut dengan kode yang diberikan Raffael. Karena Clara hanya terdiam, maka Raffael sendiri yang menaruh tangan Clara melingkar di tangannya.

 

“Begini Clara. Ayo masuk.” Ucap Raffael membawa pacar pura-pura nya itu menuju auditorium.

Kening Clara pun sedikit berkeringat, selama 5 tahun ia bekerja, baru kali ini ia sedekat itu dengan Boss nya. Wajar bagi Clara apabila ia sangat gugup, hingga keningnya berkeringat. Lagipula, ini juga pengalaman pertama kalinya bagi Clara berjalan sedekat ini dengan seorang pria.

Clara berjalan bersama dengan Raffael memasuki auditorium, di sana ada teman-temannya Raffael yang bertugas sebagai penerima tamu.

“Hai Bro, loe Raffael kan?” Sapa seorang cowok di dekat pintu masuk.

“Oh iya, gue Raffael. Kalau gak salah kamu Anton, kan?” Balas Raffael.

“Iya, gue Anton. Masuk Bro, antri ambil photobooth dulu ya.... Langsung aja.” Anton mempersilakan Raffael untuk masuk ke dalam auditorium.

Auditorium yang didominasi warna putih itu tampak bagus dengan desain lampu-lampu dan bunga-bunga. Lalu, Raffael dan Clara berfoto bersama masih dengan tangan Clara yang melingkar di lengan Raffael.

 

Photobooth dengan hasil jepretan sekali jadi itu, langsung diberikan kepada alumni yang mengikuti reuni. Sebelum, meninggalkan photobooth, Raffael memberikan handphone kepada seseorang yang memotret di sana. “Tolong fotokan dengan handphoneku dong.”

Dengan segera mereka sekali lagi dipotret dengan handphone Raffael. “Makasih ya....” Ucap Raffael menerima handphonenya yang memperlihatkan hasil jepretan tukang potret barusan.

“Fotonya yang udah jadi, kamu bawa aja Clara.”

“Hemm, iya.” Clara menjawab dengan sedikit tersenyum. Ia melihat foto itu hasilnya bagus, wajah mereka berdua juga tidak nampak terpaksa. Lalu, Clara memasukkan foto itu ke dalam clutch nya.

Raffael membawa Clara ke stand bertuliskan kelas-kelas zaman dulu. XII IPA 1. Di tulisan itulah Raffael berhenti.

“Dulu kelas IPA ya Pak? Pinter dong berarti.” Bisik Clara perlahan kepada Raffael.

Sementara Raffael hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Clara. Tiba-tiba berdatangan teman-teman satu kelas Raffael dulu.

“Hai, Raffael ya?” Sapa 4 orang cewek yang nampak ayu dan centil.

“Iya.” Jawab Raffael singkat.

“Kamu gak berubah dari zaman SMA ya Raff, masih saja dingin. Padahal udah lama banget. Sama pacar atau istri, Raff?”

“Oh, iya ini pacar aku. Kenalin namanya Clara.”

Keempat cewek yang berdiri di depan Raffael itu pun menjabat tangan Clara. Setelah itu Anton yang semula menerima tamu, telah bergabung dalam stand kelas Raffa.

“Hai Raff, udah lama banget ya.” Sapa Anton.

“Iya.”

“Loe sama siapa Bro, kok enggak dikenalin.”

“Dia Clara, pacar gue.”

Tangan Raffael memegang erat tangan Clara, terasa dingin tangannya yang menggenggamnya erat itu.

 

Clara pun tersenyum sedikit dan menjabat tangan Anton.

“Hai, aku Clara.” Clara mengenalkan dirinya dengan singkat.

Kembali keempat cewek itu menanyai Raffael dan Clara yang masih berpegangan tangan di sana.

“Sudah berapa pacaran Clara?”

“Hmm, sudah 5 tahun.”

“Wah sudah lama juga dong, kapan nikahnya enggak bosen lama-lama pacaran.”

“Kapan enaknya kita menikah ya Kak? Kalau aku kan nunggu Kak Raffa aja.”

Kali ini giliran Clara yang mengeratkan genggamannya di tangan Raffael. Tangan itu terasa dingin dan berkeringat. Seolah-olah memberikan sinyal kepada Raffael, bahwa ia sedang gugup dan panik.

“Kamu manggilnya Kakak? Kok lucu sih sama pacar sendiri manggil Kakak.” Keempat cewek itu kompak tertawa bersama.

“Hehehe, karena aku dari awal memang manggilnya Kakak, kadang manggil Oppa juga.” Clara membalas ucapan temen-temen Raffael itu.

“Iya mau apa pun gak masalah Sayang, panggilan apa pun gak masalah yang penting saling sayang.” Raffael mengelus lembut pucuk kepala Clara, yang sontak menjadi perhatian teman-temannya.

1
anypuji
akhh seneng
anypuji
kita semua mendukung mu rafa
anypuji
Pepet trusss 😂😂😂😂
anypuji
Rafa terjebak🤭🤭🤭
anypuji
Rafael jatuh cinta claram
anypuji
aaaa Rada
anypuji
pura² jadi pacar entar² jadi suami istri
anypuji
pura² jadi pacar entar² jadi suami istri
anypuji
Rafael Clara ortunya Andrea bukan ya kak
Reni Setia
makasih thor utk karya novelnya
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Mei Rani Wijayaka
gak ada bonus extra part nya thor yang banyak
Sherliana Zuadesi
npa blm up jg thor
Kirana Pramudya: Sementara tidak up dulu Kak..
Fokus ke karya lainnya🙏🏻
total 1 replies
Kirana Pramudya
Ditunggu ya Kak. 🙏🏻
Fauzah Haddad
knp ga up trs yaa...udh bermggu2 loh
Azka Aisyah Kosmetik
mampir thor
Kirana Pramudya: Makasih Kak sudah mau mampir🥰
total 1 replies
ChaManda
Setelah sekian purnama. Akhirnya saya Sampe sini juga❤️😅
Yati Parmin
semoga lancar dan mendapat restu dari kedua orang tua raffa...amin
Yati Parmin
pecat aja tuh si nina biang gosip...
Yati Parmin
come on raff udah dpt lampu ijo dri mama papamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!