NovelToon NovelToon
TIARA

TIARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:280.6k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Tiara nama panggilan yang cantik, secantik orang yang menyandangnya
Namun siapa sangkah ada terselip kisah kelam dibalik nama cantiknya.Kehilangan orang tua, suami dan adik nya membuatnya menjadi wanita tangguh demi sang anak dan keluarga barunya

Bram ayodya seorang pembisnis kenamaan yang menyamar jadi seorang pengajar disebuah sanggar seni.
Karna hoby nya melukis Dia bisa menghabiskan waktunya berlama-lama didepan kanvas

Dion mantan suami Tiara.
pemuda baik yang hanya menjadi korban kelicikan orang-orang terdekatnya. Kehilangan cinta sejatinya hanya karna sebuah kebohongan.

Willi dokter tampan nan rupawan. Dokter ternama yang tidak pernah sepi pasien.

Elisya seorang publick figure yang sedang naik daun.
Bertemu tanpa sengaja dan menjalin persahabatan dengan Tiara, namun siapa sangkah ada kisah dibalik ketenaran Elisya

Penasaran dengan kisah mereka?

Ikuti kisah mereka dalam kisah Tiara yang Serra buat, selamat menikmati dan semoga terhibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADA APA???

Pagi ini Bram terbagun dengan kepala berat, bagaimana tidak. Semalam dia pulang dari galery lukisannya sekitar jam 24.00, ketika sampai dirumah dikejutkan dengan keadaan Tiara. Bram terjaga hingga subuh menjelang, dia tertidur di sofa yang ada dikamar Tiara.

" Makasih Nara" Adalah ucapan pertamanya di pagi ini, setelah Nara membangunkannya.

Bram beranjak melihat Tiara yang masih tertidur pulas setelah drama menangis dan tidak mau ditinggal.

Bram memijat keningnya, pening membuatnya ingin memejamkan mata lagi. Akhirnya Bram melangkah keluar kembali ke kamar pribadinya.

" Suta, tolong lukisan yang ada di pojok ruangan dikirim. Sepertinya saya agak siang baru keluar."

" Anda sakit tuan muda?"

Bukannya mengiyakan perintah, Suta mala menanyakan keadaan Bram. Dari suara serak Suta menduga Bram sakit karna tidak biasanya Bram begitu.

" Aku baik-baik saja Suta, hanya kurang istirahat saja."

" Baiklah tuan muda, sebaiknya anda beristirahat supaya lekas pulih. Saya akan urus semuanya."

" Makasih banyak Suta, oh ya bagaimana dengan dua anak buahmu itu? sudah kamu urus mereka?"

" Sudah tuan muda, mungkin siang nanti keluarga mereka akan sampai."

" Baiklah, sekali lagi terimakasih Suta"

" Sudah tugas saya tuan muda"

Bram menutup gawainya, kepalanya benar-benar pening. Dia butuh tidur sekarang.

Sementara itu didapur sudah heboh pagi ini, setelah terbangun tadi Tiara meminta gado-gado. Alhasil membuat Sita, Lena dan bi Ina bahu membahu membuatjannya.

Untung saja dikomplek belakang ada pedagang sayur, jadi bi Ina bisa mendapatkan bahan dengan cepat. Sementara Sita dan Lena menyiapkan segala ***** bengek bahan yang sudah ada.

" Aku mau telor rebus itu Lena" tunjuk Tiara pada kupasan telor yang baru selesai dikerjakan

Tiara bersorak kegirangan setelah mendapat 3 butir telor rebus dari Lena.

" Sit, apa semua wanita hamil begitu ya?"

" Maksudnya begitu gimana Len?"

" Lucu, kalau kepengen apa-apa terkadang sampai nangis-nangis tidak jelas. Nah pas dapat juga kagak bersorak seperti dapat menang lotre."

" Hust ..kamu ini, orang bilang sih semua tergantung bawaan orok Sit. Jadi tidak akan sama tiap orangnya."

" Nanti apa kita juga begitu ya Sita?"

" Heleh, cari calon suami dulu terus nikah. Baru deh mikirin hamil."

Sita menggelengkan kepalanya, melihat Lena yang hanya cengengesan disebelahnya.

...*******🌹🌹🌹🌹*******...

Sementara itu disebuah villa kecil ditepi pantai, nampak seorang pria sedang berdiri memandang laut lepas dihadapannya. Tatapan kosongnya mengisyaratkan sebuah kejadian lebih tepatnya disebut kenangan.

Pria tampan dengan perawakan tinggi besar, wajah blasteran yang kentara menambah daya ketampanannya terpancar keluar.

Nampak bekas luka didahinya, namun tidak mengurangi ketampanannya sedikitpun.

" Ada info terbaru yang kamu dapat?"

Ucap lelaki itu pada seseorang di sebrang gawainya.

" hemm..lalu?"

"????"

" Kamu sudah menyakinkannya?"

" ???"

" Bagus, kirim semua informasinya segera. Dan lanjutkan tugas kamu."

Tersenyum tipis dia menutup gawai tersebut, terlihat sorot matanya tajam penuh kebencian.

" Tunggu aku kembali" Ucapnya seraya melempar pandangan jauh kedepan.

Kembali dia mengingat kenangan beberapa waktu silam, saat dimana dia mengejar seorang wanita. Mencintainya sepenuh hati dan tanpa ada curiga sedikitpun. Namun pada kenyataannya wanita itu menghianatinya.

...****🌹🌹🌹***...

" Tiara boleh aku bertanya sedikit?"

" Tanya apa Nara, silakan saja."

" Semalam kamu mimpi apa? sampai menangis begitu?"

" Ehmm" Tiara terdiam

" Ya sudah kalau tidak mau cerita juga tidak apa-apa, aku cuma penasaran saja sih. Hal apa yang sampai bisa membuat kamu menangis begitu?" Ucap Nara agar tak membuat Tiara kembali bersedih

" Mereka jahat Nara, mereka mau dorong aku ke jurang. Padahal aku sudah memohon dan meminta maaf kalau aku ada salah, tapi mereka mala menamparku."

" Mereka?" Tanya Nara

" Hemm, mereka ada tiga orang. Jahat sekali, aku sudah kasih tau kalau aku lagi hamil. Tapi mereka mala mau menginjak perutku, makanya aku lari tapi naas ada jurang didepanku"

" Nanti kalau mau tidur baca doa jangan lupa, biar tidak mimpi aneh-aneh lagi. Oh ya nanti malam aku temani tidur boleh?"

" Nara mau tidur dikamarku?"

" Iya, biar kamu ada yang nemenin, kalau seperti semalam gitu kan kasihan semua panik. Masih tengah malam tapi siaga satu semua berjaga"

" Maaf" Tiara menunduk, kedua tangannya sibuk memutar-mutar telor dimangkok yang ada dipangkuannya

Ngomong-ngomong telor, itu telor rebus yang Tiara minta tadi pagi sebelum makan gado-gado. Tidak Tiara makan akan tetapi hanya diputar-putar saja dalam mangkok sambil dipangku. Emang dasar kelakuan.

Nara tersenyum, andai dia punya saudara. Hanya itu yang Nara pikirkan. Dibesarkan oleh orang tua asuh membuatnya tidak mengetahui keluarga aslinya. Nara hanya mengenal mereka orang tua yang merawatnya dari kecil. Mereka pulalah yang bertaruh nyawa demi Nara walau pada akhirnya mereka harus meninggal dan Nara menjadi korban penculikan, pemerkosaan.

Nara memejamkan mata, mengingat semua kejadian itu membuat sakit hatinya kembali timbul. Tak jauh beda dengan kisahnya dan juga Tiara. Lena dan Sita pun mempunyai kisah tidak jauh berbeda. Mungkin memang begitulah nasib orang-orang miskin. Hanya itu yang ada dibenak Nara selama ini.

Kehidupan serba kekurangan membuatnya tegar, sosok yang suka bekerja keras itu membawa dirinya bekerja disebuah rumah makan. Tidak besar tapi juga bukan rumah makan biasa, karna rumah makan itu selalu ramai pengunjung.

Dan disanalah awal kenaasan yang dialami Nara, andai saja dia tidak menerima tawaran kerja itu? andai saja dia tidak mengenal laki-laki itu. Mungkin semua tidak akan seperti ini kejadiannya.

Tapi jalan kisah hidup manusia, semua telah ada yang mengatur. Dan Nara pun sadar akan semua itu.

" Nara, Nara kamu kenapa?"

Nara tersentak, kembali ke masa lalunya membuat jiwanya kosong. Mengeleng perlahan lalu menampilkan senyum manis berlesung pipit miliknya. Tinggal dikediaman Bram Nara banyak belajar artinya kebersamaan, kesetaraan dan kekeluargaan.

Walaupun termasuk orang kaya, Bram tidak pernah membedakan semua orang disekelilingnya.

Sementara itu dari balik jendela ruang kerjanya didalam rumah mewah tersebut, Bram menyunggingkan senyum melihat keakraban Tiara dan Nara. Ada kemiripan diantara mereka berdua, baik Nara maupun Tiara memiliki senyum yang menawan, dengan dua lesung pipit mereka.

Akan tetapi ada perbedaan pula yang sangat kentara, Nara lebih ke blasteran karna matanya yang sedikit kebiruan dengan rambut sedikit coklat. Sedangkan Tiara dengan rambut hitam legam panjangnya, beserta gigi gingsul yang menambah nilai plus pada kecantikannya.

Puas berdiri menyaksikan mereka bercengkrama, Bram beranjak ke meja kerjanya. Hari ini dia tidak pergi kemanapun, sungguh pening dipagi hari tadi membuatnya malas untuk sekedar berangkat ke galery lukisnya.

Bram meraih gawai pintar miliknya, memencet beberapa tombol disana untuk menghubungi seseorang.

" Hallo, aku tunggu dirumah nanti sore"

" ???"

" Bukannya hari ini jadwal kamu kosong? terus kamu sibuk apa?"

"???"

" Aku tidak mau tau, sore ini aku tunggu"

Bram menutup telfhonenya sepihak, memijit pelipisnya yang masih berat. Akhirnya Bram menyesap jus mangga favoritnya demi mengurangi pening kepalanya.

TO BE CONTINUE

1
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
tiaranya hamidun bram
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
nara anak kandung pak andrew yg di cari
Abcdefghiloveyou⏤
Semangat KK😍😍
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
duh ...galpok Karo fotene, guanteng😍😍😍
ㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤ🍒⃞⃟🦅
udah part 2 aja semangat ante ry
Chika£Hiats
Bahagianya kakek Andrew mempunyai cucu kembar😚
Ehh semua bahagia pokoknya 😚😁

Mark siap2 puasa nih kata Abang, tak apa ya Mark puasa juga demi istri tercinta dan si twins buah hati kalian 😁😚
Chika£Hiats
Qeenan lucu n pinter banget 😚😘
Nah, papah Bram jangan bicara sembarangan didepan Qee dia pasti keppo apa yang papahnya ucapkan😁
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
jois Jody.....jodoh gak yo
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
so sweetttt ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
AndreaLeOny
Cerita yang bagus dan menarik. Semangat berkarya Thor sukses selalu 💪😚
Ony6
Cerita yang bagus dan menarik, enak untuk dibaca. Suka sama tokoh Bram yang begitu tulus mencinta Tiara😚
Semangat berkarya dan sukses selalu Thor 💪😚
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
sabar ya Mark, lope lope deh buat mu❤️❤️❤️❤️
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
moga sll sehat Nara, bocil ...gemesin😍😍😍
𝔄𝔰 ⁸
like
𝓢𝓸𝔂 𝓱𝓮𝓻𝓶𝓸𝓼𝓪
lagi kak
𝓢𝓪𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓴𝓪𝓶𝓾
next
ℱera 𝓢 ℰ
lanjut
ℱioℰ²
good 👍
ℱiaℰ¹
🤗
𝐒𝐡𝐚𝐡𝐢𝐫𝐚
like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!