JANGAN BOOM LIKE! Kasih jeda 2 atau 3 menit.
Kehidupan keluarga kecil Puspa sangatlah damai tanpa adanya pertengkaran walaupun mereka orang sederhana, Puspa punya keinginan besar untuk merubah nasib keluarganya. Namun, tak ada yang tau mengenai takdir manusia termasuk Puspa sendiri.
Sosok pahlawan yang tak lain adalah Bapak Puspa menjadi perantara dimulainya kehidupannya yang tak lagi damai, ia menghancurkan keluarga kecil Puspa, ia terpikat pada seorang janda bahkan Ibu dan Adik Puspa meninggal.
Puspa bertemu dengan sosok laki-laki cuek dan dingin bernama Arga, namun lagi-lagi kisah hidupnya tidak sehalus dan semulus kertas HVS. Akankah Puspa mampu mencapai kebahagiaannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil
Flash Back Off
"Oh pantas saja kamu pulang pagi, Pak. Ternyata... Hiksss" Puspa langsung mendekap Ibunya yang menangis
"Bapak sungguh minta maaf Bu, Puspa. Maaf.. Hiksss"
"Mau apa dia kesini, Pak?" Tanya Puspa ketus menahan tangis
"Dia... Dia telat Haid, Harusnya minggu lalu ia haid." Jawb Bapak Puspa
"Ha-hamil?" Tanya Ibu Puspa bergetar
Bapak Puspa mengangguk.
Hancur sudah hati Puspa dan Ibunya.
"Aku tidak sudi kalau sampai dia jadi maduku. Wanita murahan seprtinya tidak pantas dekat denganku. Aku.... Aku kecewa berat" Ibu Puspa berlalu menuju kamarnya meninggalkan Suami dan Anaknya yang masih terisak
"Cih." Puspa mendecih lalu meninggalkan Bapaknya.
"Maafkan aku" Lirih Bapak Puspa
***
'Kreekkk'
Puspa membuka pintu kamar Ortunya dan mendapati Ibunya tengah duduk di pinggir ranjang dengan kondisi menangis sesenggukan.
"Ibu.." Panggil Puspa
"Ibu tau.. Hikks.. Ibu sudah tua. Ibu tidak cantik. Ibu.. Sudah longgar keriput pula. Hikss. Lihat Puspa, wajah Ibu ini sudah sangat menggelembir."
Puspa memeluk Ibunya
"Ibu... Ibu tidak jelek. Ibu wanita tercantikku. Ibu surgaku. Hiksss jangan berkata begitu. Hiksss"
"Maafkan Ibu, Nak." Ibu Puspa mengelus kepala puterinya itu
"Di tinggal pergi anak, suami selingkuh, di hari yang sama ku dapatkan 2 luka. Ya Allahhh Pahitnya hidupku" Bathin Ibu Puspa
"Kenapa tidak kau cabut saja nyawaku. Hikssss" Imbuhnya
Ia menuntun Puspa untuk duduk di sampingnya.
Ia mengelus lembut kepala Puspa berulang-ulang. Sambil melantunkan kalimah istighfar karena telah membentak suaminya.
Ia memejamkan matanya sambil mecium pucuk kepala Puspa berulang-ulang. Puspa semakin mengeratkan pelukannya karena ia punya firasat aneh.
"Ibu?" Panggil Puspa
Ibu Puspa menoleh ke wajah Puspa
"Ada apa Nak?" Tanya Ibu Puspa.
"Aku sayang Ibu. Tetaplah kuat untuk Puspa, Bu"
Ibu Puspa tersenyum lalu mengelus pipi halus Puspa
"Jika nanti Ibu pergi, Titip Bapak ya" Ucap Ibu Puspa dengan mata berkaca-kaca
"Huuuussttt Ibu.. Apa yang kau bicarakan. Ibu harus tetap berjalan di sampingku. Bapak jahat"
"Jangan benci Bapakmu, Nak. Ibu tidak mau menanamkan kebencian di hatimu. Hikss.. Walau Ibu sangat kecewa, dia tetap Bapakmu." Ia mengelus rambut Puspa lalu mencium keningnya.
"Ibu... Terbuat dari apa hatimu..."
Tanpa mereka sadari dari luar kamar Bapak Puspa mendengar percakapan itu.
"Hikss.. Bodohnya aku" Lirih. Ia memukul kepalanya sendiri menyesal karena ulahnya ia tega menyakiti kedua bidadarinya itu.
Ibu Puspa kembali merangkul Puspa.
"Jaga harga dirimu, Nak. Jadi wanita jangan murah. Harta sekalipun jangan sampai membeli harga dirimu. Pilihlah suami yang bisa menuntunmu di jalan kebaikan."
Puspa mengangguk sambil sesenggukan.
Malam ini terasa sangaaaaaaaaattt panjang.
"Ibu juga pesan, Kelak, tetaplah disisi suamimu apapun kondisinya... Jangan mudah terpengaruh,"
"Jika suamiku seperti Bapak?" Tanya Puspa
"Nak, saat Ibu sangat kecewa dan terluka, Ibu lupa jika Bapakmu juga manusia yang tempatnya salah dan Lupa"
"Kalau aku, mending ku tinggal Bu,"
"Kalau Cinta yang berkata?"
"Buuu.... Tidur saja yuk. Ibu jangan nangis lagi. Bengkak loh mata Ibu."
Seementara itu di luar kamar, Bapak Puspa masih menangis tanpa suara agar tidak di ketahui Istri dan anaknya.
****
Disisi Lain
Rina menyetir mobil dengan perasaan yang bahagia
"Sudah ku bilang. Tidak ada laki-laki yang bisa lolos dari R-I-N-A"
Sesekali ia mengelus perutnya yang masih datar. Dimana di dalamnya tertanam benih dari Bapak Puspa
"Jangan bilang aku mau jadi yang kedua, Mas. Ku pastikan kau bercerai dengan istri mu itu. Haha"
____
#Terima kasih para pembaca yang setia mengikuti kisah Puspa ya.
Maaf kalau alurnya membosankan.😂
Jangan lupa Like, Coment juga boleh, Rate bintang 5, Vote apalagi sangat boleh, Bisa di Share juga di grup chat kalian ya..
Terima kasih....
kau tega menyakiti kami pengagum sosok Arga,,,,😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
tega menyakiti perasaan sahabatnya sendiri,,,
...............hati Bapak Puspa sering beregup
Thor, itu ☝️☝️
Seperti ABG yang sedang..................
...............hati Bapak Puspa sering berdegup
bukan beregup