PART DUA Novel KETIKA KEHORMATAN KU DI PERTANYAKAN.
"BISMILLAH CINTA" seru Khadijah sebelum ia bersujud di sepertiga malam nya. Setelah pagi tadi ia merasakan gugup dan jantung nya berdetak kencang untuk pertama kali nya saat dekat dengan seorang laki-laki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Mata mereka saling memandang, sungguh setan telah merasuki kedua nya. Pandangan mata Rafa sudah berubah, kabut gairah ada di sana. Ingin sekali Rafa memeluk Khadijah, mencium pipi dan bibir nya...
"Assalamu'alaikum"
Khadijah dan Rafa langsung terjingka kaget, Rafa langsung berdiri dan berjalan ke luar.
"Rafa? di mana Umi Hanum dan Khadijah?"
"Ada di dalam, bi. sebentar Rafa panggilkan"
Rafa pun kembali masuk kedalam, memanggil Hanum dan juga Khadijah. Karena Asyifa tidur di pangkuan Khadijah, ia pun pertama-tama meletakan Asyifa dengan sangat pelan.
"Asyifa tidur, tante" seru Khadijah
"hah, tidur?" Nenek Asyifa kaget
Khadijah mengangguk.
"Apa tadi Rewel, nak?" Kakek Asyifa yang tak lain adalah pak. Handoko tersebut memastikan nya, karena ia merasa tak percaya cucu nya itu tidur sangat cepat.
"Tumben ya, pa. padahal Asyifa kalau tidur selalu banyak Drama"
"Iya loh, Selalu nunggu papa nya pulang. terkadang sampai tengah malam dia rewel"
"Tadi alhamdulillah langsung tidur setelah sholat isya sambil nemenin dijadikan ngaji"
"Maaf ya, ngerepotin nak dijah"
Khadijah tersenyum "tidak apa-apa"
"Oh iya, pak Kyai.. ada yang mau saya bicarakan."
"oh, Silahkan"
"Ini mengenai pembukaan lapangan kerja, kebetulan saya mau buka sebuah bisnis. Nah, Bisnis ini semua karyawan nya saya ambil dari pesantren ini."
"Ohh, boleh sekali. Ngomong-ngomong bisnis nya di bidang apa ya?"
"Jualan bahan pokok, seperti swalayan gitu"
"Biar Bagus saja yang jelasin besok, pa"
"Siapa Bagus, pak?"
"Bagus, anak saya" Jawab kakek Asyifa
"Ohh, papa nya Asyifa?"
Setelah cukup lama berbincang dengan Usman, Kakek Asyifa pun masuk kedalam untuk mengambil cucu nya, setelah itu mereka baru pulang.
Drrrttt...
Khadijah yang hendak tidur pun terpaksa harus bangun kembali, ia mengecek pesan yang baru saja masuk di handphone nya. Jika di abaikan, Khadijah khawatir jika pesan tersebut penting.
...----------------...
+621233456***
Hai
...----------------...
Sebuah pesan dari nomor yang tidak di kenal, Khadijah mengabaikan nya. Itu pasti adalah orang iseng yang mengacak nomor untuk mengajak kenalan, atau mungkin mau menipu.
Khadijah pun kembali meletakan handphone nya di atas nakas sambil di charge, setelah itu ia merebahkan dan menutupi tubuh nya dengan selimut. Mata nya sudah sangat berat sekali, ingin segera terpejam, masuk ke alam mimpi.
...****************...
Siang ini, Rafa cukup mencuri perhatian banyak orang. Laki-laki itu duduk di atas motor menunggu Khadijah yang seperti nya belum juga keluar dari kampus.
"Bang Rafa?" Bilal pun berlari menghampiri Rafa yang ada di bawah pohon beringin
"Bilal? kemana Khadijah?"
"Ada, mungkin sebentar lagi keluar, bang"
"kamu kok duluan?"
"Beda kelas, bang. Ya sudah, aku buru-buru. Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Bilal berlari meninggalkan Rafa, seperti nya ia benar-benar terburu-buru.
Tak lama gadis yang di tunggu-tunggu oleh Rafa berjalan dengan tersenyum ke arah nya. Dengan hati bahagia, Rafa juga tersenyum.
"Kita belajar di mana?"
"Di rumah saja, kalau di luar nanti menimbulkan fitnah"
Khadijah tersenyum.
"Ayo naik"
"Ini motor siapa sih, bang. Gede orang nya dari pada motor nya"
"Entah, tadi abang asal bawa saja, hehehe"
Siang ini, mereka sudah janjian. Khadijah ingin bertanya tentang pelajaran kepada Rafa yang sudah di pastikan Rafa mengerti. Biasanya Khadijah akan bertanya kepada Usman, namun sudah dua bulan ini Usman sangat sibuk dan jarang sekali di rumah. Saat pulang pun Khadijah tidak tega untuk bertanya, karena jelas Usman pasti lelah.
"Kalian dari mana? kok boncengan?" seru safeyaa yang sedang menyiram tanaman di halaman.
BERSAMBUNG...
Penasaran ......
ko gak up
lama lohh nunggu nya...