NovelToon NovelToon
Dinikahi Konglomerat Sejagat

Dinikahi Konglomerat Sejagat

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Rhiy Navya

Sudah direvisi lebih bagus, silakan dibaca dari awal. Terima kasih!

Tidak kenal, tapi menikah. Nadin menyetujui surat perjanjian karena ditolong oleh tuan muda, saat hendak dijual dengan temannya sendiri. Nadin tidak menyia-yiakan kesempatan, dia berusaha membuat Argan jatuh cinta padanya. Akankah dia berhasil mencapai tujuannya, disaat banyak rintangan yang menghalangi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran Kerjasama

Nadin mengedipkan matanya berkali-kali, memicingkan mata karena silau terkena sinar lampu. Nadin merasakan ada yang memegangi telapak tangannya, ternyata Argan sedang menunggunya hingga tertidur pulas.

”Tuan Argan menungguku di sini. Apa mungkin, dia mulai suka padaku. Ah sudahlah, jangan terlalu berharap pada manusia.” batin Nadin.

Nadin perlahan mengangkat telapak tangannya, berusaha menjauhkannya dari Argan.

Argan terbangun dari tidurnya. "Kamu sudah sadar sayang?"

"Tuan muda memanggil aku apa?" Nadin ingin mendengarnya sekali lagi. Takut telinganya salah mendengar.

"Tidak, tidak, lupakan saja." jawab Argan.

Dasar gengsi masih saja dia bersikap cuek, padahal saat Nadin celaka dialah yang paling panik.

"Siapa yang membawaku ke sini tuan?"

"Tentu saja aku dan kedua asisten pribadiku, lalu siapa lagi." jawab Argan datar.

"Terima kasih, karena tuan muda sudah menolongku." ucap Nadin.

"Kamu jangan percaya diri dulu. Aku menolong atas dasar kemanusiaan, bukan berarti aku menyukaimu." jawab Argan spontan. "Aku mau memanggil dokter dulu." Argan segera meninggalkan ruangan tersebut.

Sementara di sisi lain.

"Aku kesal! Aku kesal!" Niken berteriak di taman belakang.

Tiba-tiba saja ada yang menyahut. "Aku tahu, siapa yang membuatmu kesal."

Niken menoleh ke belakang, terkejut mendapati Hadi papanya Argan yang berbicara seperti itu.

”'Aduh, jangan-jangan dia marah padaku.” batin Niken, dia merasa cemas.

Hadi menangkap raut wajah kecemasan itu. "Santai saja, kamu tidak perlu takut denganku. Satu hal yang harus kamu tahu, aku tidak menyukai Nadin." ujarnya.

Niken terperangah, tidak percaya dengan hal yang barusan dia dengar. "Kenapa tuan besar tidak menyukai nona muda?" tanyanya penasaran.

"Karena dia tidak berkualitas. Dia bukan menantu idamanku." Hadi mengingat kekasih Argan yang dulu. Dia lebih setuju bila Argan menikah dengannya, namun sekarang malah hilang tidak tahu ke mana.

"Lalu, seperti apa menantu idaman tuan?" Niken sengaja mencari tahu.

"Argan dulu mempunyai kekasih. Mereka juga belum putus, hanya saja pacarnya Argan hilang ntah ke mana. Aku yakin saat dia kembali, Argan akan meninggalkan Nadin."

Niken tersenyum. "Pasti tuan muda akan meninggalkan nona Nadin." jawabnya, dengan semangat.

"Dari mana kamu bisa memiliki keyakinan seperti itu?"

"Coba saja tuan cari dia, apa perlu telusuri seluruh penjuru negeri." Niken mengusulkan idenya.

"Kamu benar. Aku ingin menawarkan sesuatu padamu?"

"Apa tuan?" tanya Niken.

"Aku ingin, kamu membuat Nadin tidak betah di rumah ini. Aku ingin dia pergi dengan sendirinya, tanpa harus aku yang mengusirnya. Kamu tenang saja bila rencana ini berhasil, aku akan membayar lima ratus juta." ujar Hadi.

Niken melompat tiba-tiba. "Nah, ini dia masalahnya. Aku mau melakukan, tapi takut dikurung di gudang lagi. Beruntung cepat dikeluarkan, tidak tahu kedepannya." jawabnya.

"Tidak aku sangka, kamu hanya berani memakinya di belakang." Hadi sengaja memprovokasi.

Niken menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung harus membuat keputusan apa. "Baiklah, aku terima perintah tuan besar." Akhirnya menyepakati juga, setelah banyak pertimbangan.

Argan menyuapi makanan ke mulut Nadin. Awalnya dia menolak, tapi setelah dipaksa berulang kali Nadin akhirnya menurut saja. Nadin tidak ingin melihat Argan murka dengan yang dia lakukan.

"Tuan, mau yang itu!" Nadin menunjuk ekor ikan, dengan suara yang manja.

Argan meraih makanan yang Nadin inginkan. "Apa hebatnya sirip ekor ikan, lebih enak dagingnya."

"Aku sangat suka, tolong suapi." Nadin melirik Dera, yang mengacungkan dua jempol.

Argan menyuapi makanan ke mulut Nadin. "Iya, selama kamu sakit bebas."

Nadin makan dengan lahap. "Kalau tuan mau, silakan makan juga."

"Tidak, aku sudah kenyang." jawab Argan.

Krukuk!

Tiba-tiba perutnya berbunyi, membuat Nadin tertawa terpingkal-pingkal. Dia segera minum, saat mulai terdesak.

Heru berbisik. "Dera, kamu mau tidak makan malam bersama? Aku akan menyuapi kamu juga, seperti tuan muda dan nona muda." seru Heru.

Dera menginjak kaki Heru dengan kuat, lalu menyilang kan tangannya di dada. "Berisik!"

"Aduh." teriak Heru.

"Kamu kenapa Heru?" tanya Argan.

"Tidak tuan, kakiku sedikit terluka." Heru sedikit mengangkat kakinya, yang kesakitan.

"Memangnya kamu barusan pergi ke mana, hingga kakimu terluka?"

"Ini tuan muda, sebenarnya ada seorang wanita yang menginjak kakiku dengan kuat." jawab Heru.

"Harusnya kamu marah, jangan diam saja." Argan melihat Dera.

"Wajahnya saja lebih seram dari hantu tuan." Heru tersenyum menyebalkan.

Dera meninju lengan Heru dengan sikutnya, merasa kesal karena telah dihina.

”Kamu sama saja mengajakku perang dingin Heru. Kamu sengaja memancing ikan, di air yang keruh.” batin Dera.

Dera pergi ke kantin yang ada di rumah sakit. Dia memesan mie instan goreng.

"Ini Mbak mienya." ucap pelayan, yang mengantarkan pesanannya itu.

"Terima kasih." jawab Dera.

"Mbak, saya pesan satu mangkuk mie kuah soto iya." ujar Heru.

"Iya Mas, tunggu sebentar iya. Ini lagi dibuatkan terlebih dulu." jawab pelayan.

”Cih, kenapa ikut-ikutan makan di sini. Setiap ada dia, membuat selera makan berkurang.” batin Dera.

Dia melahap dengan perlahan mie yang ada di depannya. Bentuknya yang panjang seperti cacing gelang, tidak dipotong terlebih dulu membuat Dera geli.

"Kalau tidak karena di rumah sakit, aku lebih memilih makan nasi saja. Tapi di sini hanya tersedia makanan, yang praktis siap saji." Dera bergumam pelan.

Heru duduk di sebelah Dera. Dia memberikan kotak yang berisi nasi dan ayam semur. "Kamu makan ini saja, aku kasian melihatmu yang makan dengan terpaksa." ujar Heru.

"Siapa yang terpaksa, ini bahkan enak." jawab Dera.

Dia terus menggulung mie pada sendok garpu. Dia memakannya dengan lahap di depan Heru. Yang melihatnya menjadi tersenyum, karena tahu kepura-puraan yang dilakukannya.

Heru membuka kotak nasi, dia sengaja menyendok nasi dan lauk.

"Ini enak loh Dera." Memamerkannya di depan Dera, menggoyangkan sendok itu.

"Sudahlah, kalau kamu mau makan. Lebih baik makanlah sendiri, jangan menggangguku."

Seorang pelayan mengantar pesanan mie kuah tadi. Heru dengan senang hati melahapnya, berterima kasih pada pelayan yang mengantarnya.

"Kalau kamu mau, kita bisa berbagi bersama." Heru menawarkan lagi.

"Aku sudah kenyang hanya dengan makan mie." alibi Dera.

Tiba-tiba saja perutnya berbunyi, tidak bisa diajak bekerjasama setidaknya untuk tidak membuatnya malu kali ini.

"Tuh 'kan perutnya saja jujur, masa orangnya tidak bisa lebih jujur." ledek Heru.

"Apaan sih kamu, mengganggu saja." celetuk Dera.

"Iya sudah, aku sekarang mau ke toilet dulu. Bila kamu berubah pikiran, makanlah nasi dalam kotak ini. Setidaknya, jangan siksa dirimu dengan rasa perih menahan lapar." Heru mengingatkan, setelah itu dia melengos pergi.

Dera merasa tertarik untuk mencobanya, dia memakan nasi dan ayam semur itu. Lidahnya tidak bisa berkata apapun, selain dua kata yaitu sangat lezat. Heru yang memperhatikan dari kejauhan, hanya tersenyum.

1
Hj Hasmiati
Biasa
Rahma Inayah
gila ja rumh sdh spt hotel bintg 5 aja ..es jagung lgi viral.skrg ..ya..
Rhiy: Lebih dari fasilitas bintang lima hhh
total 1 replies
Yuniati Widya Amastuti
thor perbaiki kosa kt dlm penulusan ..contohnya..oermisi dl ya..bkn permisi dulu iya..🙏🙏🙏
maaf krn sukak dg ceritax,semiga makin sukses..💪💪💪
Rhiy: Terima kasih
total 1 replies
Rhiy
Jangan lihat komentar masa lalu, namun baca isi novelnya sekarang. 👍
Meity Manoppo
Lantai berlian, dinding emas, stap kristal...seribu kamar, seribu toilet, seribu pelayan, yg tinggal di situ hanya tuan muda...halu nya tingkat dewa..thor, tp lanjut baca aja deh namanya jg novel 😆😆😆
Lisma Wati
jangan kebanyakan ngmng dlm batin Thor ,cerita nya jd ga seru ,udah serius baca ujung2 nya batin yg ngomong ,jd ky di prank .
Besse sumarniekarani Ekarani
knp banyak bahasa dlm hati si nadin
Besse sumarniekarani Ekarani
aku suka crt ceo
yg jahat tp nanti bucin
walau crt sama tp beda nama doang
tp aku suka crt ceo
tiya amelia
suara nada ponselnya itu loh
mbek mbek mbek 😂😂😂
achie puspita
seru
Rhiy: Terima kasih
total 1 replies
Amanah Amanah
kucing dn tikus
Amanah Amanah
suka dh dg kejailn Sahara dn argan
Amanah Amanah
👍👍🥰🥰👍
Amanah Amanah
katanya nadin sudh tidur thooor koq Sling pndng SMA dera
Amanah Amanah
ga ada insyapnya ya vahisa dn niken
Amanah Amanah
tooobbat vahisa ,,,nikeen
Amanah Amanah
semoga happy smuanya
Amanah Amanah
semoga g ada lgi yg mengganggu nadin dn argan
Amanah Amanah
suka thooor
Amanah Amanah
syukur dh argan waspada thdp minuman itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!