bagaimana jika seorang wanita mendapat kesempatan untuk berada dekat dengan seorang taipan berwajah tampan? mengasuh seorang CEO tampan yang pikirannya kembali ke masa anak umur 8 tahun? punya kepribadian aneh? dan kadang wajah tampan itu bertranformasi menjadi imut dan selalu meluluhlan hati seorang karin..... sampai sampai bisa menembus jiwa kejombloan karin, lalu bagaimana jika pria itu kembali ke pemikiran dewasanya? bagaimana kehidupan duo sejoli itu nantinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak_na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KECEWA
-Devan Antonio
🤧🤧🤧(so cute)
.
.
.
“nona..... saya mohon”
“tidak! Bukankah ini sudah sesuai dengan kontraknya?” aku menatap tajam pak fet yang tengah duduk di seberang meja, berhadapan denganku. Ini menyebalkan, bukankah aku sudah bisa keluar dari istana ini jika ingatan Devan sudah kembali?! Dan sialnya pria itu mempermainkanku!!!
5 bulan!!! Aku merawatnya seperti orang idiot yang menganggap seorang pria malang yang terperangkap dalam masa kecilnya, dan selalu berdoa pada tuhan dengan keyakinan yang sangat agar pria itu cepat sembuh....nyatanya, ingatannya sudah kembali ketika bulan ke-3 aku merawatnya.
Aku kesal!!! Devan mempermainkanku selama 2 bulan. Dia membuatku seperti orang gila. Dan sekarang aku mengerti tingkahnya yang selama 2 bulan terakhir ini yang selalu menggoda dan mendekatiku seperti pria dewasa. Walaupun aku tidak bisa membedakan sifat Devan ketika besar maupun kecil. Namun ini sangatlah memalukan dan di sini harga diriku sudah terluka sebagai seorang perempuan aku kecewa. Marah dan ingin segera pergi dari kandang emas ini.
“nona, jika anda pergi sekarang bagaimana jika tuan Devan bangun dan mencari anda? apa yang harus saya katakan pada dia? Tolong nona, kali ini saja pertimbangkan lagi kontraknya.....” aku memicingkan mata sembari menyilangkan kaki dan melipat kedua tanganku. Ada apa dengan pak fet yang selalu kukenal sebagai orang yang tenang dan penuh perhitungan? Dan apa-apaan ini? Apa dia tidak mempunyai harga diri sebagai lelaki untuk memohon pada wanita muda biasa sepertiku?
Jika diliat dari logat dan sikap pak fet, beliau sekarang sedang mencondongkan tubuhnya ke arahku, ekspresinya masih tidak terbaca namun jika dilihat dari keringat deras yang mengucur di dahinya.... apa dia takut?
Pria tua di depanku ini seperti ketakutan akan sesuatu tapi apa itu? Aku bahkan tak mengerti lagi, bukankah perjanjian kami sudah selesai di sini? Harusnya aku bisa pergi dengan tenang untuk menjumpai Lea di apartemen yang sudah di beli perusahaan Devan. Kemudian melamar pekerjaan di sebuah Cafe dengan tenang. Dan melanjutkan hidupku seperti biasanya.....
“bilang saja pada tuamu itu pak fet jika aku tidak akan mau menemui pria brengsek sepertinya” aku mengalihkan wajahku dari pak fet. Seharusnya siakapku ini sudah menunjukkan kekecewaan yang mendalam terhadap Devan Antonio. Dan tidak ada alasan lain bagiku lagi untuk menetap di sini... walaupun.....
Beberapa jam yang lalu.....
“jadi bagaimana dokter?” sekarang aku sedang menunggu hasil pemeriksaan kesehatan Devan oleh dokter Jhon. Seharusnya ini akan membaik mengingat jika dia sudah mendapatkan ingatan dewasanya kembali... dan aku akan segera berpisah dengan Devan tentunya.
“menurut survei yang kulakukan, kondisi kesehatan tuan Devan sangat baik. Dia sudah bisa menghadapi beberapa rasa takutnya berkat anda nona....” aku menanti kelanjutan perkataan dokter Jhon dengan jantung yang berdebar.
Dokter Jhon adalah dokter yang cukup berkompeten dari Rusia. Dia memiliki darah campuran dengan ayahnya berasal dari Jerman dan ibunya dari Indonesia. Tapi sangat dii sayangkan setelah studinya untuk menjadi sukarelawan di Indonesia 6 bulan yang lalu beliau harus ke Rusia memenuhi tugas medisnya.
Dan kata pak fet, dokter Jhon adalah kenalan jauh dari Devan. Jadi bisa di bilang Jhon adalah orang ke sekian yang akan merawat Devan.
“tapi nona Karin? Apa anda yakin jika ingatan tuan Devan baru saja kembali?”
“eh, apa mungkin ingatan Devan belum kembali dok?” aku menggigit bibirku gugup, apa mungkin jika ingatannya belum kembali lagi? Tapi anehnya, jauh dalam lubuk hatiku terdalam... aku senang?
“bukan... ingatannya memang kembali, tapi sepertinya tuan Devan adalah pria yang cukup licik di sini”
“maaf jika menyela dokter Jhon, apa maksud anda?” dan begitulah pak fet, dia mengajukan pertanyaan yang hampir sama dengan yang ingin aku tanyakan. Kulihat jika dokter Jhon sedikit memperbaiki posisi duduknya di depanku, dengan bersandar ke belakang, dan melonggarkan dasinya, seolah-olah dasi itu sudah mencekik lehernya hanya untuk mengatakan kata-kata yang akan keluar langsung dari pikirannya.
“sepertinya selama 2 bulan terakhir ini kita sudah dibohongi oleh tuan Devan, dengan memalsukan kondisi ingatannya... setelah aku meninjau dan mewawancarainya, awalnya dia mengatakan jika baru saja mendapatkan ingatannya... tapi aku sudah mencurigai tuan Devan sejak awal dua bulan yang lalu, dan akhirnya aku mencoba untuk memberikan beberapa pertanyaan mendesak yang secara tidak langsung akan menjawab kapan ia sudah kembali normal.... dan dalam kasus tuan Devan, aku menyimpulkan jika ingatannya sudah kembali sekitar 2 bulan lalu, aku tidak tahu untuk apa dia menyembunyikan ini semua namun... kurasa ini ada kaitannya degammu nona Karin... aku tahu mungkin kau akan merasa kecewa dan marah karena di permainkan seperti ini, tapi untuk sekarang, cobalah untuk tidak menampilkan emosi, dimana kau sudah tahu kondisinya yang sebenarnya.... jika kau melakukan sesuatu yang ceroboh dan tuan Devan tahu kau marah padanya... maka aku tidak akan menjamin sesuatu yang aman akan terjadi, benarkan pak fet?”
“terima kasih atas kontribusi-....”
Telingaku berdengung, kakiku kaku, dan tanganku gemetar... jadi selama ini? Aku akhirnya tak menghiraukan ketika dokter Jhon meminta izin padaku akan kepergiannya. Untuk pak fet sendiri aku mendiamkannya. Dunia ku kosong. Ternyata selama ini? Apa artinya aku baginya? Mainan yang akan mengisi panggung sandiwaranya?
Aku sudah memberikan semua yang kubisa berikan pada Devan. Dengan sabar dan rasa kasihanku.... aku hanya menjadi mainannya selama 2 bulan ini!!!
Beberapa jam kemudian...
“nona... saya tahu apa yang anda rasakan, dan saya mohon maaf atas itu semua. Tuan Devan memang kadang terlihat kekanakan. Dia hanya memerlukan sosok orang yang mau merawatnya-“
“pak fet berhenti membela monster itu, Anda juga merasakan apa yang saya rasakan bukan? Berarti kita hanya harus berhenti dan keluar dari rumah terkutuk ini.” Aku bingung dengan kelakuan pak fet... aku tahu jika Devan orang yang kejam, tapi itu sampai membuat pak fet ketakutan? Sebenarnya apa yang disembunyikan Devan lagi dariku?! Apa ini tidak cukup baginya untuk membuatku kecewa?
Aku sudah berhasil mengatasi Devan tadi. Seperti yang di sarankan dokter Jhon, aku harus menekan rasa kecewaku dalam-dalam dan bersikap baik padanya dulu. Dan sekarang lelaki brengsek itu sedang tertidur di ruangan pangerannya. Dan seharusnya aku datang pada pak fet untuk udur diri dengan segera. Dialnya... pak fet mallah menahanku untuk bersabar sedikit lagi di sini.
Tentu saja ini melanggar kontrak. Seharusnya ini akan berakhir ketika Devan dengan ingatan ‘dewasanya’ itu kembali bukan? Dan untuk apa lagi aku di sini sekarang? Menjadi orang bodoh lagi? Seperti wanita-wanita diluaran sana yang akan rela menyerahkan hidupnya demi Devan Antonio?
Aku bukan wanita seperti itu, dia sudah membuatku kecewa. Kupikir Devan bukan seperti pria-pria di luar sana. Kupikir Devan akan berbeda dengan Bram. Tapi sekarang aku tahu jika dia lebih buruk dari pada buaya darat itu!!
“nona-“
“Apa yang akan terjadi jika aku akhirnya kabur dari rumah ini tanpa persetujuannya?”
“Saya berani bersujud di depan nona jika nona menginginkannya, asalkan jangan tinggalkan rumah ini”
“Apa mak-“
“NONA! SAYA MOHON, SAYA AKAN MELAYANI ANDA DENGAN BAIK ASALKAN ANDA TIDAK MEMBIAT TUAN DEVAN MARAH! INI ADALAH JANJI DARI SEORANG ALFRED!” dan sekarang bertambah satu orang aneh lagi yang ingin aku tetap tinggal di kandang berlapis emas ini, sebenarnya apa yang terjadi?
hrsnya diceritakan jg gmn Karin diselamatkan, ungkapan cinta Devan, permintaan ma'af Karin, gmn bucinnya Devan..
lha ini tiba2 sdh punya anak usia 5 th..😢😥
ternyata tokohnya semya menyukai Karin kecuali Arthur..
akhirnya Jerry mampus jg, pasti de. Jhon atau suruhannya yg membunuhnya..
kasihan Devan, dia sdh berusaha berubah malah Karinnya salah paham & akhirnya pergi drnya..
yg sabar ya Devan..