NovelToon NovelToon
Legenda Dari Masa Lalu

Legenda Dari Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / TimeTravel / Fantasi Timur
Popularitas:57.8k
Nilai: 5
Nama Author: Raffa Alief

Seorang pemuda yang baru saja mengakhiri perang abadi antara dewa dan manusia kini sudah mati bersama dengan lenyapnya dewa, di atas ruangan kematiannya sendiri kini dia hanya diberi satu pilihan yakni harus menyelamatkan dunia yang baru saja ia selamatkan.

"Tidak ada cara menolaknya, bila ada? Mungkin sudah ku tolak dari dulu"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raffa Alief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 11 - Guru Yang Sadis

Tampak seorang tengah santai menikmati suasana yang sejuk saat ini, kicauan burung bersautan tampak terdengar di seluruh hutan, air mengalir deras dari atas menuju kebawah membuatnya terlihat megah karena kabut sudah menghilang sedari tadi.

Qing Chen nampak tertidur di atas pohon dengan santai tanpa takut terjatuh, dia sudah berada di sana setidaknya lebih dari 1 jam menunggu gurunya yang mungkin akan segera sampai tapi kenyataan berkata lain, dia sebenarnya tidak tidur sama sekali melainkan sedang mengawasi keadaan sekitar dengan sensor cahayanya.

Tapi sampai saat ini ia masih tidak mendeteksi adanya guru yang mendatanginya, sejujurnya dia sudah tahu dimana gurunya tinggal tetapi dia sangat malas untuk mendatangi tempat tinggal gurunya tersebut.

Qing Chen memang pernah tidak bisa mendeteksi keberadaan gurunya waktu pertama kali bertemu dari awal sampai akhir dia tidak bisa merasakan keberadaan gurunya sama sekali, tapi dia sudah tahu akan kenapa tidak bisa merasakan hal itu, itu dikarenakan gurunya menggunakan ilmu ilusi angin, itu adalah ilmu angin yang tertinggi yang Qing Chen ketahui saat ini dengan buku lusuh itu sebagai sumbernya

Seseorang yang menggunakan ilmu tersebut tidak bisa diserang dalam waktu yang sudah ditentukan oleh penggunanya itulah kenapa tidak bisa dideteksi oleh Qing Chen itu dikarenakan sensor cahaya milik Qing Chen adalah teknik bertipe serangan tapi serangan nya itu tidak bisa melukai orang dan orang itu juga tidak akan merasakannya.

Inilah yang dimanfaatkan oleh Qing Chen untuk menjadikannya dan merubahnya namanya menjadi teknik bertipe pencarian karena dengan teknik ini dia bisa mendeteksi dan merasakan adanya musuh dengan dia juga bisa melihat gambaran di kepalanya apa yang sedang dilakukan oleh musuhnya saat ini dari jarak jauh.

“Memikirkan hal itu adalah hal yang sangat membosankan, yah karena itu semua ada unsur Sains nya yang membuat ku malas untuk menciptakannya tapi pada akhirnya tetep tercipta juga, hahahaha!” Xing Shen sedikit menyesal karena menciptakan teknik tersebut bila pada akhir nya manusia menciptakan teknik yang lebih simpel dan sederhana dari teknik yang sudah susah payah dibuatnya.

“Jadi sudah kuputuskan untuk tidak menggunakan teknik itu lagi, karena teknik itu sangat menyusahkan dan bila ketahuan aku akan mendapat masalah nantinya” Gumamnya pelan.

Meskipun memang tidak bisa dirasakan tapi tetap saja ada kemungkinan teknik ini akan bocor bila digunakan terus menerus kedepannya , dan bila ia ketahuan sebagai seorang cultivator cahaya maka sudah di pastikan kehidupannya akan terganggu dan tidak akan bisa tenang seperti yang ia lalui saat. Meskipun begitu dia juga akan menggunakan teknik ini lagi bila dalam keadaan genting, atau terpaksa.

“Ah aku menyerah! Lebih baik aku tidur saja dari pada menunggunya”

Qing Chen kemudian mengatur posisinya senyaman mungkin karena bersiap untuk menjalani tidur paginya, setelah mendapatkan posisinya dia kemudian fokus pada satu titik dan menuju ke alam mimpi tapi sayangnya seperti halnya tidur pagi seminggu yang lalu dia kembali berbalik arah menuju kenyataan karena hal sadis menimpanya kembali.

<__>

“Silahkan duduk kemudian mari kita mulai permainannya!” Perempuan itu tersenyum memandang kearah dirinya sambil mempersilahkan dirinya untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya.

Xing Shen hanya bisa menatapnya datar kemudian dengan santai ia duduk di kursi yang sudah siapkan oleh perempuan tersebut, setelah dirinya sepenuhnya duduk dalam kursi yang penuh dengan kenyamanan itu muncul lah bidak bidak catur beserta papan caturnya, dengan Xing Shen memegang bidak catur berwarna putih itu sedangkan perempuan yang ada di depannya memegang bidak catur yang berwarna hitam.

“Baiklah aku akan menemani mu bermain, tapi! Aku akan sedikit membuat pertaruhan disini” Xing Shen menatap lawannya dengan tajam.

Disini Xing Shen sudah tahu akan hasilnya yang akan mendapat kekalahan mutlak, tapi apa salahnya sedikit membuat pertaruhan lagi pula hasil permainan yang sebenarnya masih belum diketahui.

Xing Shen bukannya tidak memiliki peluang untuk menang akan tetapi peluang untuknya menang hanyalah sangat kecil ditambah mungkin mentalnya akan terkuras habis karena rencananya yang membutuhkan waktu sangat lama.

Tapi lagi lagi apa salahnya untuk dicoba mungkin saja kemenangan akan menantinya didepan sana, tapi itu untuk lain waktu, untuk saat ini Xing Shen hanya mengincar seri atau sama sama menang.

‘Yah untuk saat ini aku hanya bisa memanfaatkan keuntunganku sebagai pemegang bidak putih dan berharap bahwa dia tidak bermain curang dengan membaca pikiranku’

Xing Shen hanya bisa berharap bahwa musuhnya tidak mencurangi dirinya dengan membaca pikirannya, dan untuk keuntungan nya sebagai pemegang bidak putih hanyalah sebuah keuntungan kecil untuk memimpin jalannya permainan dengan menjalankan langkah pertamanya yang mungkin masih tidak bisa menguasai jalannya permainan saat sudah ditengah tengah permainan.

Dengan ini Xing Shen hanya bisa mengerahkan seluruh prediksinya untuk menguasai jalannya permainan, yang mungkin inilah penyebab permainan akan menjadi sangat lama kerena Xing Shen harus fokus untuk menebak jalan pikir dan strategi musuhnya terlebih dahulu baru ia bisa memprediksikan cara mengakhiri langkahnya dengan tepat.

‘Baiklah mari kita mulai permainannya’

<__>

“Guru! Bukankah itu sangat jahat?” Xing Shen hanya bisa merengek pada gurunya karena tidur paginya diganggu olehnya lagi.

Xing Shen hanya bisa kesal kepada gurunya tersebut karena telah menggangu tidurnya, dia tidak percaya bahwa gurunya akan membangunkan nya dengan cara yang sadis dan ekstrem yakni menebang pohon yang ia tempati untuk tidur yang membuatnya terjatuh ketanah dengan perlahan.

Tidak sampai disitu gurunya bahkan menebang pohon yang ada disekitar Xing Shen terjatuh, kemudian pohon tersebut diarahkan kepadanya dengan... sudah sangat jelas gurunya sengaja akan hal itu, dan berakhir oleh Xing Shen yang tertimpa satu pohon bekas tebangan gurunya sendiri.

“Oh! Gurumu ini tidak tahu jika kau sedang tidur di atas pohon dan mari kita” Jawabnya dengan polos seolah tidak mengetahui akan hal itu

Saat ini Xing Shen sudah lolos dari pohon yang menimpanya tersebut dengan memandang danau yang sangat cantik tersebut dia hanya bisa kembali bertanya kepada gurunya tersebut. "Selanjutnya apa yang harus aku pelajari guru?”

Tapi gurunya malah diam dan tidak membalas perkataan muridnya itu, didalam hatinya ia berkata. “Apa apaan murid ku ini dia sudah membentuk Fondasi dasar kultivasi angin hanya dalam waktu satu minggu? Benarkah!? Aku tidak percaya itu, tapi sekarang buktinya ada di depan mataku! Apa apaan anak ini, dia lebih menakutkan dari monster manapun! Bahkan aku saja yang sudah dikenal sebagai monster ini akan sangat malu saat dihadapan dengan anak yang sangat luar biasa ini. Apakah surga mengetahui hal ini? Bila mengetahui hal ini kenapa surga tidak iri sama sekali!?”

Tapi itu hanya didalam hatinya saja diluar nya ia tampak tetap tenang seperti biasanya, Mo Shian kemudian mendekati Qing chen dan bertanya kepadanya.”Apa tujuan hidup mu wahai muridku?”

“Tujuan hidupku? Tujuan ku hanya untuk membunuh seseorang yang menjadi akar dibalik terbentuknya aliran hitam, kemudian mungkin, menikah dan mempunyai anak dan hidup dengan tenang. Itu saja!” Dengan senyuman tipis dan mata penuh tekadnya ia menjawab pertanyaan dari gurunya tersebut.

Tapi pada kenyataannya Xing Shen tidak tahu apakah ia akan bisa memiliki istri dan anak sekaligus memiliki kehidupan yang tenang atau tidak, mungkin saja setelah dia berhasil membunuh dalang dibalik semua ini dia akan ditakdirkan untuk mati dia juga tidak tahu.

‘Benang takdir itu sangat menarik, maka dari itu aku akan menantikannya?’

1
Jabrik
Kaya sinetron, banyak dialog..
ww
update duul
Ahmad Rianto
gak jelas MC nya
Ahmad Rianto
cuma mau ambil pedang aja sampek muter2 kata kata nya kapan tempat kakek jdi males bacanya ini cerita apa penjelasan sih
渡辺恵み
Kak, lanjutanny d tunggu, aku suka. Bagus ogh.
Jade meamoure
ini up tiap hari ya Thor ??
arton
of lagi😔
ancha
jika
MakhlukMengerikan
emang senjata punya mulut ya?
E N V Y { IRI HATI }: autor bilek:

pappalepappalepappalepalepappaleeee
total 2 replies
Blue Twins
apa bedanya energi Qi dan tenaga dalam ?
MakhlukMengerikan: maaf maaf soalnya aku lagi greget waktu itu
total 6 replies
Blue Twins
Guru be like : MURID DURHAKA, BERANINYA MENGHINA GURU SENDIRI
Raff: Xing Shen menjawab:

"Tolong anda di pihak saya saja, jangan di guru saya. "
total 1 replies
CRAZY☆FUCK;GOD
lahkan sekarang namanya udah Qing chen bukan xing chen lagi
Chocholate Andry
jujur ane bingung alur ceritanya...setiap ganti alur cerita tidak ada pembukaan atau penjelasan terdahulu..jd bingung mo nyambungkan alur nya gimana..
Ahmad Mudassir
lanjut thor..... mantap
Ahmad Mudassir
lanjut thor
Պᾰℓℓ!кᾰ89
bocil woy!!! toxic anjing!!!
Պᾰℓℓ!кᾰ89
malaikat toxic!!!
Raff: Xing Shen menjawab:

"Jujur aku tidak mengenalnya."
total 1 replies
Ahmad Mudassir
keren
Ahmad Mudassir
semangat thor
Ahmad Mudassir
ha ha ha... lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!