NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:976.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: An Nisa

Arjuna Sebastian Wijaya seorang pengusaha muda yang tidak sengaja hampir menabrak seorang anak kecil yang wajahnya sangat mirip dengan dirinya.
Siapakah anak itu? apakah dia memiliki hubungan dengan seorang Arjun?

Dan diwaktu dan tempat ia bertemu dengan gadis yang menjadi cinta pertamanya.

Lalu apa hubungan antara gadis dan bocah kecil itu?

Simak kisah mereka dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11

"Ka.. Kak Arjun" Nabila sedikit gugup karena terkejut melihat Arjun berkunjung di tokonya

"Kakak ngapain disini?" tanya Nabila

"Aku membeli kue disini, memang mau membeli apa lagi?" jawabnya dengan tersenyum

"Aku dengar kue disini enak, jadi aku memutuskan untuk membeli kue disini, untuk acara dirumah ku nanti malam" imbuhnya

Nabila yang masih sedikit terkejut hanya bisa diam tanpa menjawab

Tak lama seorang karyawan mendatangi mereka

"Maaf tuan, persediaan kue kami hanya berjumlah sepuluh, jika anda berkenan anda bisa menunggu untuk dibuatkan tambahan, tapi kami membutuhkan waktu sekitar dua jam, apa tidak masalah?" tanya karyawan itu dengan sopan

"Sangat tidak masalah, aku akan menunggu disini" jawabnya dengan tersenyum

Karyawan itu mengiyakan dan berlalu untuk segera menyiapkan kue pesanan Arjun

"Em kak, disini kami memiliki layanan jasa antar, jika kakak mau nanti bisa kami kirim ke rumah kak Arjun, jadi kamu gak perlu nunggu lama disini" tutur Nabila

"Gue gak mau lo lama-lama disini, bisa bahaya" gumamnya dalam hati

"Aku tidak masalah jika harus menunggu, lagi pula ada kamu yang pasti bakal nemenin aku" ucap Arjun

"Aku masih banyak kerjaan kak, maaf" jelas Nabila

"Bukankah disini sudah banyak karyawan, lalu untuk apa owner masih harus bekerja?" ucap Arjun dengan mengangkat salah satu sudut bibirnya

Nabila benar-benar tidak ingin membalas ucapan dari orang yang duduk disampingnya itu

"Eh ada om ganteng" tiba-tiba Kharris dan Geriyo menghampiri mereka

Arjun yang melihat mereka pun tersenyum senang.

"Tidak sia-sia hari ini aku kemari" gumamnya dalam hati

"Hey twins, kalian masih ingat om?" sambutnya dengan senang hati

Mereka mengangguk sebagai jawaban

"Gimana kabar kalian hem?" tanya Arjun

"Baik om" jawab mereka serempak

"Hey, apa kalian sibuk?" tanya Arjun dengan sedikit melirik pada ibu dari anak kecil didepannya

Geriyo menggeleng

"Bagaimana jika kalian menemani om untuk jalan-jalan di taman yang ada disana? Om merasa bosan harus menunggu kue pesanan om" pintanya dengan wajah sedikit memelas

"nanti om belikan es krim deh" imbuhnya

Nabila melirik pada laki-laki disampingnya ini

"Apa sih maksudnya ngajak anak gue" gumamnya dalam hati

"Ayo om, aku juga pengen kesana" antusiasme dari dua anak kembar ini membuat Arjun tersenyum senang

"ayo bunda kita kesana" rengek Kharris

"Kan udah sama om" jawab Nabila

"Kan tadi bunda udah janji mau main baleng ditaman" Kharris berucap dengan memanyunkan bibirnya

"Gimana sih bunda, kok ingkal janji" imbuhnya

"Kan bunda harus ngawasin toko" Nabila memberi pengertian pada Kharris

Sebenarnya Nabila tidak rela jika anaknya harus keluar dengan orang lain, apa lagi dengan lelaki disebelahnya ini, tapi mau bagaimana lagi, dia malas jika harus keluar bersama mantan pujaan hatinya ini

"Ayo dong bunda, kita main ditaman sama om ini" Kharris masih kekeh untuk mengajak bundanya

"Ok ok, bunda ikut, tapi jangan lama-lama ya"

"bunda nemuin aunty Sinta dulu ya"

Nabila berdiri, berjalan ke arah ruangannya

"Sin" panggil Nabila dengan malas

"Apaan?" tanya Sinta yang masih sibuk dengan laptop yang ada didepannya

"Sin, liat itu"

Nabila mencolek lengan Sinta lalu mengarahkan telunjuknya ke arah dimana anak-anaknya sedang berinteraksi dengan Arjun, merasa untuk minta diperhatikan akhirnya Sinta mengalah memperhatikan raut wajah sahabatnya lalu mengikuti telunjuk Nabila

Sesaat Sinta terdiam dengan mulut menganga, tak percaya dengan apa yang ia lihat

"I.. I.. Itu, kak Arjun" pertanyaan yang seharusnya tidak ditanyakan keluar dari mulutnya

Nabila hanya mengangguk malas, raut wajah sedih dapat Sinta tangkap dari sahabatnya ini

"Ngapain dia disini?" tanyanya lagi

"Katanya tadi dia pesen kue, jumlahnya dua puluh, tapi kita kan cuma sedia sepuluh aja, jadi sekarang dia lagi nungguin pesenan dia yang masih dibuat dibelakang" tutur Nabila dengan masih memandang wajah tampan pemuda yang pernah menjadi pujaan hatinya

"Kenapa jadi kebetulan gini sih" Sinta menggaruk kepalanya yang tidak gatal

"Terus sekarang lo mau ngapain disini? Ngehindar?"

"Ngehindar apanya, dia ngajak anak gue ke taman" ucap Nabila kesal

"Astaga, kayaknya ni ya, dia emang sengaja kesini buat nyari anak lo deh bil" prasangka Sinta

"Tapi gimana dia bisa tau coba kalo ini toko gue"

Sinta hanya mengangkat bahunya

"Iss, terus gimana dong" Nabila benar-benar dibuat frustasi dengan keadannya sekarang

"Ya biarin ajalah bil dia main sama anak lo, kasian juga mereka gak pernah ngerasain deket sama bapaknya" tutur Sinta

"Tapi gue masih males Sin kalo harus ngobrol sama dia, pasti dia bakal nanya-nanya deh" sungut Nabila

"Ya kan lo bisa disini, biar anak lo aja yang ikut sama dia" usul Sinta

"Percuma tau gak lo ngomong kek gitu, anak gue tu maunya gue ikut, karena gue tadi udah janji sama mereka bakal nemenin mereka ke taman" jelas Nabila dengan sedikit emosi

"Tenang bil tenang, ya udah lah yakin aja kalo dia gak bakal aneh-aneh, mungkin dia emang bosen disini" Sinta berusaha untuk menenangkan Nabila yang sudah mulai emosi

"Bunda ayo.... " Geriyo yang sedari tadi menunggu Nabila akhirnya mencarinya

Reflek Nabila menoleh pada putranya yang tampan

"Iya sayang, kita berangkat" senyum mengembang diwajah Nabila tatkala melihat putra kesayangannya, emosinya meluap begitu saja jika melihat mereka berdua

*****

Epilog

"target hari ini keluar dari rumahnya bersama anak-anaknya tuan" ucap seseorang melalui sambungan telepon

"bagus, tetap ikuti dia, beri tahu aku dimana lokasi yang dia tuju" balas Arjun

"baik tuan"

Arjun mematikan sambungan telpon secara sepihak

30 menit kemudian

"hallo tuan, target sekarang berada di toko kue Twins Cake, setelah ini saya akan mengirim lokasinya pada anda"

Ting

Satu pesan masuk ke ponsel Arjun

Arjun tersenyum bahagia setelah melihat lokasi dimana Nabila berada sekarang

"kerja bagus"

"akhirnya kita akan bertemu lagi twins" gumamnya dalam hati

1
G** Bp
mam**s kamu fela...
G** Bp
mamamu pasti ga tau klu Nabila anak dari sahabatnya waktu SMA dulu..
G** Bp
ya jelas tulus donk mi,lah itu mmg anaknya😅😅
G** Bp
kira² mamanya Arjuna tau ga ya klu geriyo punya saudara kembar🤔🤔
G** Bp
hhhh siapa tersangkanya
G** Bp
Pasti Arjuna...
G** Bp
biang keroknya si fela..
G** Bp
whattt awas jantungan tuh Davin 😄😄
G** Bp
kok bisa Arjun berfikiran klu itu anaknya??emang pernah ada kejadian shgga menghadirkan si twins 🤔🤔🤔
Ray Aza
arjuna mah lelet ..udah sadar situasi tp actionnya lambat. ga sat set. tipe2 kek gini gampang ditipu n dikerjai. br pre konflik aja responnya selambat ini. gmn kl udah msk ke konflik utama.. kdg org sesekali butuh egois ga selamanya bersikap baik dan ramah hslnya jg baik mlh lbh srg dimanfaatkan. smart n tegas dikit dong jun..cari tau alasan si emak berubah sikap stlh menerima foto. selidiki... jgn cm bs ngeluh aja. level ceo gitu looohh
fhittriya nurunaja
Luar biasa
💟노르 아스마💟
ahh...mak arjun baik banget terxta
💟노르 아스마💟
semoga gk slh faham
💟노르 아스마💟
pingin liat akhirx fela dan mak arjun
💟노르 아스마💟
fela itu yg ngejar hartamu
💟노르 아스마💟
Luar biasa
sherly
kamu cantik HR ini Nabila.. hahahha pagi2 dah gombal
sherly
OMG cepat ya tes DNA nya
sherly
kurang gesit kamu Jun, hrsnya kan dr awal ku dah tes DNA
sherly
kalo dia cinta pertamamu kenapa kamu tolak wkt SMA.. buat mumet diri sendirikan jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!