Arjuna Sebastian Wijaya seorang pengusaha muda yang tidak sengaja hampir menabrak seorang anak kecil yang wajahnya sangat mirip dengan dirinya.
Siapakah anak itu? apakah dia memiliki hubungan dengan seorang Arjun?
Dan diwaktu dan tempat ia bertemu dengan gadis yang menjadi cinta pertamanya.
Lalu apa hubungan antara gadis dan bocah kecil itu?
Simak kisah mereka dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 11
"Ka.. Kak Arjun" Nabila sedikit gugup karena terkejut melihat Arjun berkunjung di tokonya
"Kakak ngapain disini?" tanya Nabila
"Aku membeli kue disini, memang mau membeli apa lagi?" jawabnya dengan tersenyum
"Aku dengar kue disini enak, jadi aku memutuskan untuk membeli kue disini, untuk acara dirumah ku nanti malam" imbuhnya
Nabila yang masih sedikit terkejut hanya bisa diam tanpa menjawab
Tak lama seorang karyawan mendatangi mereka
"Maaf tuan, persediaan kue kami hanya berjumlah sepuluh, jika anda berkenan anda bisa menunggu untuk dibuatkan tambahan, tapi kami membutuhkan waktu sekitar dua jam, apa tidak masalah?" tanya karyawan itu dengan sopan
"Sangat tidak masalah, aku akan menunggu disini" jawabnya dengan tersenyum
Karyawan itu mengiyakan dan berlalu untuk segera menyiapkan kue pesanan Arjun
"Em kak, disini kami memiliki layanan jasa antar, jika kakak mau nanti bisa kami kirim ke rumah kak Arjun, jadi kamu gak perlu nunggu lama disini" tutur Nabila
"Gue gak mau lo lama-lama disini, bisa bahaya" gumamnya dalam hati
"Aku tidak masalah jika harus menunggu, lagi pula ada kamu yang pasti bakal nemenin aku" ucap Arjun
"Aku masih banyak kerjaan kak, maaf" jelas Nabila
"Bukankah disini sudah banyak karyawan, lalu untuk apa owner masih harus bekerja?" ucap Arjun dengan mengangkat salah satu sudut bibirnya
Nabila benar-benar tidak ingin membalas ucapan dari orang yang duduk disampingnya itu
"Eh ada om ganteng" tiba-tiba Kharris dan Geriyo menghampiri mereka
Arjun yang melihat mereka pun tersenyum senang.
"Tidak sia-sia hari ini aku kemari" gumamnya dalam hati
"Hey twins, kalian masih ingat om?" sambutnya dengan senang hati
Mereka mengangguk sebagai jawaban
"Gimana kabar kalian hem?" tanya Arjun
"Baik om" jawab mereka serempak
"Hey, apa kalian sibuk?" tanya Arjun dengan sedikit melirik pada ibu dari anak kecil didepannya
Geriyo menggeleng
"Bagaimana jika kalian menemani om untuk jalan-jalan di taman yang ada disana? Om merasa bosan harus menunggu kue pesanan om" pintanya dengan wajah sedikit memelas
"nanti om belikan es krim deh" imbuhnya
Nabila melirik pada laki-laki disampingnya ini
"Apa sih maksudnya ngajak anak gue" gumamnya dalam hati
"Ayo om, aku juga pengen kesana" antusiasme dari dua anak kembar ini membuat Arjun tersenyum senang
"ayo bunda kita kesana" rengek Kharris
"Kan udah sama om" jawab Nabila
"Kan tadi bunda udah janji mau main baleng ditaman" Kharris berucap dengan memanyunkan bibirnya
"Gimana sih bunda, kok ingkal janji" imbuhnya
"Kan bunda harus ngawasin toko" Nabila memberi pengertian pada Kharris
Sebenarnya Nabila tidak rela jika anaknya harus keluar dengan orang lain, apa lagi dengan lelaki disebelahnya ini, tapi mau bagaimana lagi, dia malas jika harus keluar bersama mantan pujaan hatinya ini
"Ayo dong bunda, kita main ditaman sama om ini" Kharris masih kekeh untuk mengajak bundanya
"Ok ok, bunda ikut, tapi jangan lama-lama ya"
"bunda nemuin aunty Sinta dulu ya"
Nabila berdiri, berjalan ke arah ruangannya
"Sin" panggil Nabila dengan malas
"Apaan?" tanya Sinta yang masih sibuk dengan laptop yang ada didepannya
"Sin, liat itu"
Nabila mencolek lengan Sinta lalu mengarahkan telunjuknya ke arah dimana anak-anaknya sedang berinteraksi dengan Arjun, merasa untuk minta diperhatikan akhirnya Sinta mengalah memperhatikan raut wajah sahabatnya lalu mengikuti telunjuk Nabila
Sesaat Sinta terdiam dengan mulut menganga, tak percaya dengan apa yang ia lihat
"I.. I.. Itu, kak Arjun" pertanyaan yang seharusnya tidak ditanyakan keluar dari mulutnya
Nabila hanya mengangguk malas, raut wajah sedih dapat Sinta tangkap dari sahabatnya ini
"Ngapain dia disini?" tanyanya lagi
"Katanya tadi dia pesen kue, jumlahnya dua puluh, tapi kita kan cuma sedia sepuluh aja, jadi sekarang dia lagi nungguin pesenan dia yang masih dibuat dibelakang" tutur Nabila dengan masih memandang wajah tampan pemuda yang pernah menjadi pujaan hatinya
"Kenapa jadi kebetulan gini sih" Sinta menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Terus sekarang lo mau ngapain disini? Ngehindar?"
"Ngehindar apanya, dia ngajak anak gue ke taman" ucap Nabila kesal
"Astaga, kayaknya ni ya, dia emang sengaja kesini buat nyari anak lo deh bil" prasangka Sinta
"Tapi gimana dia bisa tau coba kalo ini toko gue"
Sinta hanya mengangkat bahunya
"Iss, terus gimana dong" Nabila benar-benar dibuat frustasi dengan keadannya sekarang
"Ya biarin ajalah bil dia main sama anak lo, kasian juga mereka gak pernah ngerasain deket sama bapaknya" tutur Sinta
"Tapi gue masih males Sin kalo harus ngobrol sama dia, pasti dia bakal nanya-nanya deh" sungut Nabila
"Ya kan lo bisa disini, biar anak lo aja yang ikut sama dia" usul Sinta
"Percuma tau gak lo ngomong kek gitu, anak gue tu maunya gue ikut, karena gue tadi udah janji sama mereka bakal nemenin mereka ke taman" jelas Nabila dengan sedikit emosi
"Tenang bil tenang, ya udah lah yakin aja kalo dia gak bakal aneh-aneh, mungkin dia emang bosen disini" Sinta berusaha untuk menenangkan Nabila yang sudah mulai emosi
"Bunda ayo.... " Geriyo yang sedari tadi menunggu Nabila akhirnya mencarinya
Reflek Nabila menoleh pada putranya yang tampan
"Iya sayang, kita berangkat" senyum mengembang diwajah Nabila tatkala melihat putra kesayangannya, emosinya meluap begitu saja jika melihat mereka berdua
*****
Epilog
"target hari ini keluar dari rumahnya bersama anak-anaknya tuan" ucap seseorang melalui sambungan telepon
"bagus, tetap ikuti dia, beri tahu aku dimana lokasi yang dia tuju" balas Arjun
"baik tuan"
Arjun mematikan sambungan telpon secara sepihak
30 menit kemudian
"hallo tuan, target sekarang berada di toko kue Twins Cake, setelah ini saya akan mengirim lokasinya pada anda"
Ting
Satu pesan masuk ke ponsel Arjun
Arjun tersenyum bahagia setelah melihat lokasi dimana Nabila berada sekarang
"kerja bagus"
"akhirnya kita akan bertemu lagi twins" gumamnya dalam hati