NovelToon NovelToon
Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Single Mom / Mafia / Anak Genius / Tamat
Popularitas:41.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Malam itu hidup Alena hancur setelah tanpa sengaja menumpahkan minuman ke tubuh Kael Ardion, mafia paling kejam di kota. Satu malam kelam merenggut segalanya, lalu pria itu membuangnya tanpa belas kasih saat Alena datang membawa kabar kehamilan.

Delapan tahun berlalu.

Alena hidup susah membesarkan putranya seorang diri hingga takdir mempertemukannya kembali dengan Kael. Namun pria yang dulu menghancurkannya itu kini justru terobsesi mendekati putra kecil Alena, tanpa tahu bahwa anak tersebut adalah darah dagingnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Layang-layang dan Masalalu yang kembali

PRIIIIITTTT!!

Suara peluit panjang akhirnya menggema keras di seluruh area festival, membuat suasana yang tadi ramai berubah semakin menegangkan.

“Seluruh peserta harap bersiap di area masing-masing!”

Seketika para peserta mulai bergerak menuju garis pantai sambil membawa layang-layang mereka masing-masing. Angin laut pagi itu bertiup cukup kuat hingga beberapa ekor layangan sudah bergerak liar bahkan sebelum diterbangkan.

Kai langsung menggenggam gulungan benangnya erat, jantung kecilnya mulai berdetak lebih cepat. Dan entah kenapa… sekarang rasa gugup itu datang lagi. Bukan karena takut kalah tapi takut mengecewakan keempat ibunya.

“Kai.” Suara Alena mengalihkan perhatian anak itu dari kerumunan peserta lain yang sejak tadi ia perhatikan.

Wanita itu tersenyum lembut sambil merapikan sedikit rambut anaknya yang berantakan diterpa angin laut.

"Kalau terus melihat layang-layang orang lain, kamu tidak akan sempat melihat betapa istimewanya milikmu sendiri.”

Tatapan Alena jatuh pada layang-layang biru di tangan Kai yang dibuat dengan penuh perjuangan.

Kalimat itu sekaligus membuat anak itu sedikit percaya diri. Kai menunduk pelan menatap hasil karyanya itu. Rembulan putih besar di tengah layang-layang tampak begitu indah diterpa cahaya matahari pagi, sementara gambar empat wanita di bawahnya terlihat sederhana namun hangat.

Untuk pertama kali sejak datang ke festival…Kai mulai tersenyum kecil.

“Iya Ma,” jawabnya lirih.

“NAH GITU DONG!” seru Senna paling heboh sendiri. “Pokoknya anakku harus paling keren hari ini!” imbuhnya dengan suara yang begitu lantang hingga beberapa mata tertuju padanya.

“Bu Senna…” Anne langsung menahan malu sambil menarik tangan sahabatnya itu.

Sementara Rina tertawa kecil melihat tingkah mereka. Namun di tengah suasana hangat itu… tatapan Kael masih belum berpindah dari arah Kai.

Pria itu berdiri di area VIP sambil memperhatikan anak kecil tersebut dari kejauhan.

Entah kenapa semakin lama memperhatikan anak itu, ada kegelisahan aneh yang tumbuh di dalam dadanya. Cara Kai berdiri, menggenggam benang, bahkan sorot matanya terasa begitu akrab. Seolah ada bagian dari masa lalu yang sedang berdiri tepat di hadapannya.

Melihat sosok kecil itu, Kael seolah melihat bayangannya di masa kecil.

“Tuan?” Suara Edgar membuat Kael sedikit menoleh.

“Acara akan segera dimulai.”

Kael hanya mengangguk singkat tanpa benar-benar mendengar. Karena fokusnya masih tertahan pada satu anak kecil di tengah pantai itu.

PRIIITTT!!

Peluit kedua terdengar.

“SEMUA PESERTA MULAI!”

Brusshhh!

Puluhan layang-layang langsung naik bersamaan memenuhi langit pesisir. Sorak sorai penonton mulai terdengar dari berbagai arah.

Kai menarik napas panjang. Lalu mulai berlari kecil.

“Sekarang Kai!” teriak Anne.

Rina membantu mengangkat bagian bawah layang-layangnya.

“Satu…”

“Dua…”

“Tiga!”

Brusshhh!

Layang-layang biru itu akhirnya lepas ke udara.

Awalnya naik perlahan, lalu sedikit oleng ke kiri. Namun beberapa detik kemudian angin laut tiba-tiba berubah jauh lebih besar dari sebelumnya.

“ASTAGA!” teriak beberapa penonton panik.

Benang di tangan Kai langsung tertarik kuat. Tubuh kecilnya hampir ikut terseret ke depan, karena angin yang begitu kencang.

Layang-layang biru itu berputar liar diterjang angin. Ekor panjangnya meliuk tak beraturan di udara. Benangnya menegang keras sementara tubuh layangan itu miring tajam ke samping seolah siap jatuh kapan saja.

“KAI!” Alena langsung refleks maju panik.

“Tarik pelan Nak!” seru Anne.

“Jangan dilawan anginnya!” teriak Rina.

Sementara Senna bahkan sudah hampir ikut lari ke arena. Namun Kai masih mencoba bertahan. Kedua tangannya memegang gulungan benang itu sekuat tenaga meski telapak tangannya mulai terasa panas.

Tatapannya terus mengikuti layang-layang di langit. Ketakutan perlahan memenuhi dadanya, tetapi ia menolak menyerah. Layang-layang itu bukan sekadar permainan. Di dalamnya ada mimpi, tabungan yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit, dan pengorbanan empat wanita yang selalu berdiri di belakangnya.

Dan entah kenapa di tengah kepanikan itu Kael justru terus memperhatikan Kai tanpa berkedip.Tatapan pria itu perlahan berubah.

Bukan lagi sekadar penasaran.

Seperti seseorang yang terlalu khawatir, bahkan ia sendiri saja tidak pernah memiliki perasaan ini sebelumnya.

Kael mengernyit tipis.

Kenapa ia begitu peduli?

Seharusnya itu hanya seorang anak yang tidak ia kenal. Namun saat tubuh kecil itu hampir terseret angin, ada dorongan kuat dalam dirinya untuk bergerak dan menolong. Perasaan asing yang bahkan tidak pernah muncul ketika menghadapi ancaman paling berbahaya sekalipun.

Sementara di tengah arena—

Brussshh!!

Layang-layang Kai kembali tersapu angin besar hingga nyaris jatuh menghantam pasir. Beberapa penonton bahkan mulai menggeleng.

“Sayang sekali…”

“Padahal tadi bagus.”

Namun tepat di saat itu— suara keempat wanita itu kembali terdengar bersamaan.

“KAI BISA!”

“JANGAN TAKUT!”

“KAMI DI SINI!”

“KAI PASTI BISA!”

Seketika mata Kai membesar kecil. Tangannya yang tadi gemetar perlahan mulai tenang. Tatapannya kembali fokus.

Tarik. Lepas sedikit. Tarik lagi. Dan beberapa detik kemudian Layang-layang biru itu kembali stabil. Bahkan kali ini naik jauh lebih tinggi membelah langit pesisir, anak kecil itu berhasil mengendalikan layang-layang itu.

Rembulan putihnya terlihat begitu besar di atas sana. Empat sosok wanita di bawahnya terlihat jelas seolah ikut terbang bersama angin.

“WAAAAHHHH!!”

Tepuk tangan langsung pecah di seluruh area pantai. “Itu keren banget!”

“Anak kecil itu berhasil!”

Senna sampai melompat histeris sambil memeluk Anne.

“ANAKKU HEBAT!!”

Rina ikut tertawa sambil menyeka sudut matanya sendiri. Sementara Alena… wanita itu hanya berdiri diam dengan mata berkaca-kaca menatap Kai yang sedang tersenyum bahagia di tengah arena.

Dan tepat di saat itulah— tatapan Kael yang sejak tadi tertuju pada Kai, perlahan bergeser. Menuju seorang wanita di belakang anak itu. Rambutnya bergerak pelan diterpa angin laut.

Matanya penuh haru, senyuman kecil itu tiba-tiba mengingatkan Kael pada seseorang

yang begitu familiar di hidupnya.

Deg.

Jantung Kael langsung terasa berhenti sesaat. Tatapannya membeku. Napasnya mendadak terasa berat.

Alena..." gumamnya lirih.

Sementara di sisi lain— Alena sama sekali belum sadar. Wanita itu masih terlalu fokus melihat Kai yang akhirnya berhasil menerbangkan mimpinya tinggi ke langit, tanpa tahu jika pria yang selama ini ia hindari sudah dekat. Bahkan terlalu dekat.

Bersambung ...

maaf telat ya ... dari tadi sibuk masak-masak😂😂😂

1
Sugiharti Rusli
semoga karya" mu berikutnya bisa terus menghibur yah dan ada sesuatu yang didapat saat kita membacanya, meski dari hal sederhana,,,
Ayumarhumah: Aamiiin.... makasih ya kak ...
total 1 replies
Sugiharti Rusli
dan yah sekali lagi Kai berhasil membuat mereka semua bisa menyatu tanpa dendam dan saling bersapa layaknya saudara, dan Bianca juga sudah bagian dari mereka,,,
Sugiharti Rusli
semoga saja suatu saat su Rafael menyadari kesalahannya dan tidak memelihara dendamnya,,,
Sugiharti Rusli
dia pasti masih memikirkan Bianca kalo sampai menghabisi saudara satu" nya itu, meski sekarang mereka tidak sejalan
Sugiharti Rusli
bagus deh kalo pada akhirnya Kael membuat keputusan bijak dengan tidak membunuh si Rafael meski ada kesempatannya yah,,,
tia
waduh cepat skli tamat
Ayumarhumah: iya Kak ...

pengin suasana baru...
total 1 replies
Sugiharti Rusli
padahal si Rafael tahu batas kekuatannya di mana, tapi karena egonya yang tinggi maka dia sudah ambil semua resikonya termasuk kalo dia harus hancur
Sugiharti Rusli
entah akan seperti apa pertumpahan yanh akan mereka alami nanti dan siapa yang akhirnya harus kalah,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya hal itu sangat dihayati betul oleh si Rafael saat ini, dia ingin kekuasaan berada di bawah telapak kakinya sendiri
Sugiharti Rusli
kalo dalam dunia mafia siapa kuat dia yang bisa menguasai dunia yah,,,
Sugiharti Rusli
semoga Kael tidak lengah yah, apalagi dia tahu akan mendekati jalur distribusi milik Rafael,,,
Sugiharti Rusli
dan alasan agar adiknya tidak jadi korban karena sikap Kael, hanya jadi alasan saja sih sebenarnya dan sekarang dapat validasi buat konfrontasi sama kelompok Kael,,,
Sugiharti Rusli
dalam egonya si Rafael dia selalu berada di bawah bayang" Kael baik dari segi kekuasaan maupun cinta dari orang" yang mereka sayangi,,,
Sugiharti Rusli
sejak awal tujuan si Rafael memang mengalahkan Kael apapun caranya,,,
Sugiharti Rusli
dan si Rafael sudah jadi pembunuh berdaraj dingin dan baru puas kalo yang dianggap musuh musnah di tangannya,,,
Sugiharti Rusli
tapi sepertinya pemikiran si Rafael hanya penuh dendam semata dan sepertinya adiknya sendiri akan dijadikan musuh
Sugiharti Rusli
apalagi menjadikan seorang sebagai target buat menghantam temannya sendiri yah
Sugiharti Rusli
padshal kan maksud Bianca bukan seperti itu, dia ingin abangnya menghentikan pertumpahan darah yang tidak perlu,,,
Sugiharti Rusli
kalo sudah dasarnya hatinya gelap, apapun yang si Rafael lihat selalu dianggap melukai hatinya,,,
Sugiharti Rusli
kira" di mana tempat persembunyian si Rafael yah, apa si Bianca memiliki petunjuk mungkin karena dia adiknya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!