NovelToon NovelToon
Possessive CEO: Sweet Obsession

Possessive CEO: Sweet Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Tania Santoso adalah gadis polos yang hidupnya sederhana—hingga ia masuk ke dunia yang tak pernah ia bayangkan. Dunia milik Hans Lesmana.
Di mata publik, Hans dikenal sebagai “Dewa Es” Jakarta—pria dingin, kejam, dan tak tersentuh. Tidak ada yang berani mendekat, apalagi melawan.
Namun bagi Tania, ia adalah badai yang memenjarakannya—lembut sekaligus berbahaya, dingin namun membakar.
“Dek… tarik napas dulu,” bisiknya rendah di telinga Tania, suaranya serak menahan sesuatu yang lebih gelap.
“Kamu terlalu manis… sampai aku tidak bisa berhenti.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Menyelinap ke Dalam Hidupnya

​Tania memegangi kotak beledu itu, permukaannya terasa sejuk namun mantap dalam genggamannya. Kotak itu diikat dengan pita satin biru tua yang membentuk simpul kupu-kupu yang sempurna. Di mana ujung jarinya bersentuhan dengan kotak itu, suhu tubuhnya seolah naik beberapa derajat. Jantungnya berdesir hebat, namun ia tidak bisa menahan diri untuk tidak menarik sudut bibirnya ke atas.

​"Terima kasih, Pak Hans." Suaranya membawa keceriaan yang bahkan tidak ia sadari sendiri.

​"Pak Hans?" Alis Hans Lesmana mengernyit tipis. Panggilan itu terasa seperti penghalang tak kasat mata yang memisahkan mereka. Ia sama sekali tidak menyukai jarak ini.

​"Panggil namaku." Suaranya tidak keras, namun mengandung nada perintah yang tak terbantahkan.

​"Hah?" Tania mendongak, binar kebingungan terpancar di matanya. "Memangnya... boleh?" Mereka baru bertemu beberapa kali.

​"Hans Lesmana." Pria itu mengulang namanya sendiri. Nada bicaranya tetap tegas, namun tatapan yang ia berikan pada Tania sangat fokus, bahkan membawa jejak kelembutan yang menyamarkan kesan dingin pada wajahnya.

​Tania menggigit bibir bawahnya, ujung jarinya tanpa sadar mengutak-atik pinggiran kotak hadiah tersebut. Memanggil nama lengkap seorang pria yang praktis masih asing baginya membutuhkan keberanian besar.

​Namun pada akhirnya, rasa berdebar yang tak terjelaskan itu mengalahkan rasa malunya. Ia mendongak dan membalas tatapan pria itu, suaranya begitu lembut hingga nyaris tertiup angin saat ia mencoba memanggil:

​"Hans... Lesmana?"

​"Mm." Hans memberikan respons rendah. Suaranya merambat melalui indra pendengarannya dengan setitik getaran listrik. Sudut bibir pria itu terangkat nyaris tak terlihat, dan binar jenaka terpancar di matanya.

​Ia suka mendengar Tania memanggil namanya dengan suara semanis dan selembut itu, seolah-olah nama lengkapnya pun kini telah terlapisi manisnya madu.

​Keduanya mengobrol santai selama beberapa menit di bawah asrama. Hans lebih banyak mencari topik ringan untuk ditanyakan, sementara Tania menunduk dan menjawab dengan suara kecil. Tatapan Hans terasa nyata, terus terkunci pada wajah Tania sepanjang waktu. Fokus yang terang-terangan itu membuat Tania seolah tidak punya tempat untuk bersembunyi.

​Tania mulai merasa salah tingkah di bawah tatapan itu, rona merah mulai menjalar hingga ke lehernya yang putih.

​"Aku... aku naik dulu ya." Ia bicara dengan terburu-buru; jika ia tinggal lebih lama lagi, ia takut pipinya akan benar-benar meledak karena panas.

​Jakun Hans bergerak naik-turun. Ada kilat keengganan di matanya untuk berpisah, namun ia cukup peka merasakan rasa malu gadis itu dan akhirnya mengangguk. Tatapannya terus mengikuti sosok Tania hingga punggung ramping itu benar-benar menghilang di balik pintu asrama.

​Begitu ia berbalik, jejak kelembutan yang langka di wajahnya langsung lenyap, digantikan oleh ekspresi dinginnya yang biasa. Ia masuk ke dalam mobil dengan langkah kakinya yang jenjang.

​Asisten Lian menyalakan mesin mobil dalam diam, sambil membatin bahwa definisi "searah" bagi Tuan Hans sepertinya sudah mencakup seluruh wilayah Jakarta.

​Di dalam asrama, Tania meletakkan kotak beledu itu di atas meja, dengan cekatan melepas pita dan mengangkat tutupnya. Aroma manis seketika memenuhi ruangan. Di dalamnya terdapat kue-kue kecil dan mousse dengan bentuk yang sangat cantik dan menggemaskan.

​Ia mengambil strawberry mousse yang paling imut dan menyerahkannya kepada Ghina. "Ghin, ayo coba ini. Cantik banget, kan?"

​Ghina mendekat, mengendus aroma kue itu dengan berlebihan, dan matanya langsung berbinar saat menerima kue tersebut. "Wah, Tania, kamu beli di mana barusan?"

​Pipi Tania merona tipis, matanya melirik ke arah lain sebelum menjelaskan dengan suara pelan: "Bukan aku yang beli. Itu... dari Hans Lesmana. Katanya dia kebetulan lewat dan membawakannya untukku."

​"Tuan Hans? Kebetulan lewat?" Ghina yang baru saja menggigit kue itu hampir tersedak mendengarnya.

​Ia menatap hidangan penutup yang jelas-jelas sangat mahal itu, lalu menatap ekspresi bersalah Tania. Wajahnya seketika dipenuhi ekspresi menggoda khas orang yang sedang menjodoh-jodohkan.

​"Dari Kantor Pusat Lesmana Grup ke asrama kampus kita—lewat sebelah mananya? Google Maps saja bisa pusing cari rute memutar sejauh itu! Itu namanya menyeberangi separuh Jakarta, Tuan Putriku!"

​Ia merangkul bahu Tania dan berbisik misterius, "Jujur saja. Apakah Tuan Hans-mu itu sedang resmi mendekatimu?"

​Tania mengibaskan tangannya dengan panik, pipinya semakin merah. "Bukan, bukan, Ghin, jangan asal tebak! Dia... dia cuma tidak sengaja menabrakku waktu itu dan merasa bersalah, jadi dia... dia cuma mau minta maaf!" Saat mengatakannya, Tania sendiri merasa alasannya terdengar sangat lemah.

​Ghina mengangkat alisnya, bibirnya melengkung membentuk senyum penuh arti sambil menggumamkan suara, "Ooh—" yang panjang. Ia tidak mendesak lebih jauh dan kembali menikmati kuenya, namun tatapan yang ia lemparkan jelas-jelas berkata, "Aku paham, aku sangat paham."

​Tania merasa tidak tenang di bawah tatapan itu, jadi ia ikut menunduk dan mengambil sepotong kecil kue matcha, memakannya sedikit demi sedikit. Rasa manis dan sedikit pahit dari kue itu berpadu di lidahnya lalu perlahan lumer. Rasa yang tertinggal itu meresap ke dalam hatinya dengan cara yang ajaib. Ia tidak bisa tidak berpikir bahwa rasa kue ini persis seperti perasaan yang tak terlukiskan di hatinya saat ini.

​Selama beberapa hari berikutnya, sapaan Hans benar-benar berfungsi seperti jam alarm yang disetel dengan tepat, berbunyi tepat waktu setiap pagi dan malam.

​Isinya tidak lagi sekadar "Selamat pagi" atau "Selamat malam" yang sederhana. Ia mulai mengirimkan pesan-pesan perhatian harian yang begitu mendetail hingga membuat Tania terkejut.

​【Sudah selesai kuliah? Apa dosenmu menahanmu hari ini?】

​【Makan siang apa tadi? Apa makanan kantinnya sesuai seleramu?】

​【Sedang apa sekarang? Membaca buku atau sedang mengobrol dengan teman?】

​Terkadang, ia juga melampirkan beberapa foto yang ia ambil. Sesekali foto hiruk-pikuk Jakarta yang terlihat dari jendela besar kantornya, sesekali pemandangan jalanan dari jendela mobil yang melaju. Beberapa kali, ia mengirim foto dirinya yang sedang makan sendirian—satu set hidangan di atas meja makan besar dengan latar belakang restoran yang sepi, tampak entah kenapa terasa kesepian.

​Pesan-pesan dan foto-foto ini lebih mirip seperti laporan harian tanpa tanda tangan, memaparkan setiap detail hidupnya di hadapan Tania.

​Dari yang awalnya merasa bingung dan sedikit cemas saat menerima pesan-pesan itu, Tania perlahan-lahan mulai terbiasa dengan getaran ponselnya. Bahkan akhirnya, ia tanpa sadar akan tersenyum setiap kali layar ponselnya menyala.

​Kehadiran Hans menyusup ke dalam kesehariannya dengan cara yang dominan namun tetap membawa setitik rasa hati-hati. Tania menyadari bahwa ia tidak membenci perasaan saat ada seseorang yang selalu memikirkannya; kenyataannya... ia merasakan kegembiraan yang tersembunyi.

​Sesekali, ia memberanikan diri untuk membalas dengan beberapa kata singkat atau, mengikuti jejak Hans, membagikan foto sudut perpustakaan atau suasana kampus di kala senja.

1
Mxxx
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!