NovelToon NovelToon
Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.

Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.

Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Tanpa disadari Jason dan yang lain, Micheal berdiri di luar kamar pasien dan mendengar seluruh percakapan mereka.

Wajahnya tetap tenang, tanpa reaksi berarti.

Sesaat kemudian, ia berbalik dan melangkah pergi, mengabaikan tunangannya.

***

Tempat tinggal Colly

Wilbert berdiri di dalam ruangan dengan tatapan dalam. Pikirannya masih dipenuhi kejadian di kafe tadi, terutama saat Micheal menghentikan serangan dari belakang dan ketika Colly hampir terjatuh.

“Colly, apakah kau mengenal pria itu? Siapa dia?” tanya Wilbert serius.

Colly duduk santai sambil menyantap makanannya dengan lahap, seolah kejadian tadi hanyalah hal biasa baginya.

“Micheal Xie, sang juara petarung,” jawabnya ringan.

Wilbert sedikit mengernyit.

“Kau mengenalnya?” tanyanya lagi, menatap Colly lebih tajam.

Colly mengangkat bahu tanpa peduli.

“Wilbert, namanya sudah terkenal, masa kau tidak mengenalnya,” jawabnya santai.

Wilbert terdiam sejenak, lalu melangkah mendekat. “Dia telah menyelamatkanmu dua kali,” ujarnya dengan nada serius.

Colly yang sedang makan langsung berhenti. Tangannya menggantung di udara.

“Dua kali?” tanyanya, menoleh.

Wilbert menatapnya dalam.

“Di saat dia menyerangmu, aku melihat dengan jelas ada anak buah Josep yang ingin menikammu dari belakang,” jelasnya perlahan. “Aku tidak percaya seorang sang juara tidak melihat itu. Kalau dia tidak bergerak, kau pasti sudah terluka parah.”

Colly terdiam, matanya sedikit menyempit.

Wilbert melanjutkan, suaranya makin pelan.

“Dan selama pertarungan kalian, aku juga menyadari dia hanya ingin menghentikanmu, bukan menyakitimu.”

Ia mengingat kembali setiap gerakan Micheal.

“Di saat kau melukai Amy Long, dia malah diam saja. Tidak ada emosi, tidak ada kebencian, dan tidak ada dendam sama sekali,” ungkap Wilbert.

“Apakah artinya aku berhutang budi dua kali dengannya?” tanya Colly sambil menatap kosong ke depan.

Wilbert menghela napas pelan.

“Colly, ke depannya kau harus lebih berhati-hati,” ujarnya serius. “Hari ini Amy Long terluka. Aku yakin Jason Long tidak akan diam. Mungkin dia akan mendatangimu.”

Colly menyandarkan tubuhnya ke kursi, ekspresinya mulai kesal.

“Kalau bukan karena tidak ingin ada yang tahu siapa aku, sejak awal aku sudah ke markasnya,” ucapnya dingin.“Tapi mereka malah berkali-kali mencari masalah. Apa aku harus terus bersabar?”

Wilbert menatapnya dalam.

“Selama masih bisa, tahan dirimu. Kalau tidak bisa… kau boleh melawan,” jawabnya.“Amy dan Jason pasti akan semakin mempersulitmu.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. “Aku akan menambah pengawal untuk melindungimu.”

Colly langsung menggeleng.

“Tidak perlu. Aku tidak ingin menarik perhatian. Semakin banyak pengawal, semakin mudah orang curiga,” tolaknya tegas.

“Ini demi keselamatanmu,” ujar Wilbert tanpa mengalah.

Dua hari kemudian

Universitas tempat Colly belajar

Pagi itu suasana kampus cukup ramai.

Di lapangan, Roby sedang bermain baseball bersama teman-temannya. Suara sorakan dan tawa terdengar jelas.

Colly dan Tannia datang bersama. Keduanya berdiri di pinggir lapangan, memperhatikan perhatikan.

Tannia terlihat santai, sementara Colly memasukkan tangan ke saku, matanya mengikuti bola yang melayang di udara.

“Colly, Jim sejak kemarin mencarimu. Dia heboh sekali saat tidak melihatmu,” ujar Tannia sambil menatap lapangan.

Colly menyipitkan mata, jelas tidak tertarik. “Aku justru berharap tidak melihatnya,” jawabnya datar.

Tannia tersenyum kecil.

“Kau juga tahu dia tertarik padamu sejak pertama kali melihatmu. Walau kau sudah menolaknya, dia tidak menyerah. Malah terus membanggakan keluarganya yang kaya dan bilang bisa membiayai hidupmu,” ucapnya.

Colly mendengus pelan.

“Bocah itu hanya memamerkan kekayaan keluarganya, bukan benar-benar menyukaiku,” katanya santai. “Cepat atau lambat, aku akan menendangnya ke gawang sepak bola."

Matanya kembali fokus ke lapangan.

Beberapa mahasiswa sedang bermain baseball dengan seru.

Tiba-tiba...

“Roby, aku ingin ikut main!” seru Colly sambil melangkah maju dengan semangat.

Seketika suasana berubah.

Semua yang sedang bermain langsung berhenti.

Mata mereka membulat, menatap Colly dengan ekspresi terkejut.

Beberapa bahkan saling pandang.

Begitu juga dengan Roby dan Tannia.

“Kenapa kalian diam saja?” tanya Colly bingung, “Aku cuma ingin belajar. Tolong ajari aku.”

Tidak ada yang menjawab.

Hening beberapa detik...

lalu… mereka semua langsung berpencar.

Ada yang lari ke kiri, ada yang ke kanan, bahkan ada yang pura-pura sibuk mengambil bola.

Dalam sekejap, lapangan yang tadinya ramai menjadi kacau.

Hanya tersisa Roby di sana.

Ia berdiri kaku, menatap teman-temannya yang kabur begitu saja.

“Kenapa mereka lari?” tanya Colly heran sambil menoleh ke arah Roby.

Roby menghela napas panjang, wajahnya langsung berubah serius.

“Colly… siapa yang berani bermain denganmu?” ujarnya. “Apa kau lupa terakhir kali kau ikut main sepak bola?”

Colly mengernyit, mencoba mengingat.

Roby melanjutkan dengan nada pasrah.

“Akibat tendanganmu, kiper langsung masuk rumah sakit. Bola tendanganmu saja sudah cukup membuat orang terbaring di ranjang. Jadi… siapa yang berani bermain denganmu sekarang?”

Colly terdiam sejenak.

Lalu mengangguk pelan.

“Iya juga… aku lupa,” ucapnya santai. “Aku memang tidak bisa mengendalikan tendanganku. Aku hanya ingin memasukkan bola ke gawang.”

Tannia yang berdiri di samping langsung menyahut dengan wajah datar.

“Dan yang masuk ke gawang bukan cuma bolanya… kipernya juga sekalian.”

Di sisi lain, beberapa mahasiswa yang tadi kabur masih mengintip dari jauh...memastikan jarak aman dari Colly.

“Colly… Colly…” seru seorang gadis sambil berlari tergesa-gesa.

Colly, Tannia, dan Roby langsung menoleh.

“Itu Wenny,” gumam Tannia.

“Ada apa, Wenny? Kenapa kau terlihat cemas?” tanya Tannia.

Wenny berhenti di depan mereka, napasnya terengah. “Di luar… ada yang mencari Colly,” ucapnya cepat.

“Mereka orang yang kemarin datang. Kali ini jumlahnya lebih banyak.”

Suasana langsung berubah tegang.

Roby mengernyit.

“Colly, apa itu Josep lagi? Mereka masih belum puas dipukul olehmu?” tanyanya.

Tannia menatap ke arah gerbang kampus dengan cemas. “Amy adalah putri keluarga Long. Masalah ini tidak akan berakhir begitu saja,” ujarnya pelan.

Colly justru terlihat tenang.

Ia meregangkan kedua tangannya, bahunya sedikit diputar seolah sedang pemanasan.

“Aku akan berhadapan dengan mereka,” ucapnya santai.

Ia melangkah maju tanpa ragu.

“Roby, bawa baseball-mu. Aku akan memintanya saat aku butuh.”

Langkah Colly ringan— namun penuh percaya diri.

Sementara Tannia dan Roby hanya bisa saling pandang.

"Kalau sampai Colly menendang bola, apa yang akan terjadi pada mereka?" gumam Roby.

1
Maria Mariati
kaya nyaaaa colly mank jodoh nya Michelle, bukan wilbert, mungkin wilbert harus ngalah demi colly
Tiara Bella
Colly dilawan....
Kinara Widya
hebat kolli
Maria Mariati
kapok sudahlah 👍👍👍
Dame Manalu
mantaf colly
Tiara Bella
hemmm cuma pura-pura ternyata....
Fortu
wkwkwk lucu🤣🤣🤣 pura pura mati ntar almarhum benaran kamu Jason
Fortu
😂😂😂😂😂
Fortu
hahhahaa🤣🤣🤣
Kinara Widya
aduh ternyata pura2 mati...di kabulkan kan sama Colly pak jasson...😂😂😂
Fortu
ah pura pura meninggal s Jason
mau gunakan cara licik
Fortu
Michael telepon sama Little Tiger😃😃
walaupun jauh abangnya pasti tetap pantau siapa lagi kalau bukan Michael yang pantau
Tiara Bella
wah siapa tuh yg tlpnan sm Michael....
Fortu
Diposisi ini saya cuma mau komentar kalau sebenarnya colly agak sombong juga sih.
sudah dibully dapat serangan bertubi-tubi
tapi ga mau kasih info ke keluarganya.
Dia punya kaka yang hebat orang tua juga hebat, tapi soknya kebangetan juga, 🙄🙄seharusnya kasih tau gitu setidaknya ada pengawal bayangan.
punya tunangan juga ga guna cuma bisa melarang doankk, bantuin calon tunangan mu kek, masa berjuang sendiri🙄🙄🙄
Maria Mariati
kaka nya kemana katanya kalo ada apa2 sama colly dia selalu tahu
Tiara Bella
ceritanya bagus...keren pkoknya
Tiara Bella
gk ada yg bantuin Colly apa ya....lehernya udh kegores pisau...
Kustri
☕ngopi sik thor... semangat UP💪
Kustri
yg terakhir, kemeja putih koq ky densu🤭yaa
Tiara Bella
wow visualnya ganteng² semua...😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!