NovelToon NovelToon
Sumpah! Arwah

Sumpah! Arwah

Status: tamat
Genre:Hantu / Horor / Kutukan / Tamat
Popularitas:220.9k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Kematian Tragis Aning membuat desa Kalung Ganu di teror. satu persatu pemuda di temukan mati mengenaskan. ketakutan mulai menyelubungi penduduk desa..

Namun, yang menjadi anda tanya besar siapa pemerkosa dan pembunuh Aning?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seno yang mendadak aneh

"Pergi! Pergi kamu!" Teriak Seno salah satu pemuda yang ada di desa.

Sudah hampir seminggu dia seperti itu. Tiba-tiba saja langsung berteriak seperti orang gila.

"Tolong anak saya pak Ustadz. Sudah seminggu ini dia seperti tidak mengenal siapapun." Ujar Ibunya Seno, kekhawatiran jelas tergambar di wajahnya.

"Dia juga tidak mau keluar kamar, tidak mau makan." Jelas Ranti ibunya Seno.

Pak Ustadz memandang pintu kamar Seno yang tertutup rapat. Di balik pintu kayu itu tak dengar apapun

"Seno... buka pintunya, Le. Ini Pak Ustadz datang mau liat kamu," kata Ranti mengetuk-ngetuk ringan pintu kamar yang tertutup rapat itu.

"PERGI! JANGAN DEKATI AKU!" teriak Seno dari dalam.

Bunyi benda berat dilempar ke arah pintu membuat Bu Ranti, tersentak kaget.

"Ustadz, begitulah dia setiap harinya." Ujar Bu Ranti.

"Sabar, Bu Ranti. Kita coba ajak bicara baik-baik dulu," ujar Pak Ustadz.

"Seno, boleh buka pintunya, saya mau bicara." Kata Ustadz Sakari mencoba untuk membujuk agar Seno mau membuka pintu kamarnya.

"Di dalam kamar, Seno duduk meringkuk memeluk lututnya.l penuh ketakutan. Karena setiap kali dia mengangkat wajahnya dan melihat, sosok menyeramkan itu selalu muncul menakutinya.

"Jangan.... A...aku tidak salah.." ucapnya berulang-ulang kali.

Di dalam kamar yang pengap dan gelap gulita, Seno terus meringkuk di pojok ruangan yang paling sempit. Tubuhnya gemetar hebat, saking kuatnya hingga terdengar bunyi gigi yang beradu. Ia menyembunyikan wajahnya di antara kedua lutut, tak berani sedikit pun melirik ke arah jendela atau kolong tempat tidur.

"Seno, Buka pintunya. Ceritakan apa yang mengganjal di hatimu," suara Pak Ustadz terdengar lembut dari balik kayu pintu.

Namun, di dalam kamar suara Ustadz Sakari sama sekali tak terdengar di telinga Seno. Karena yang terdengar hanyalah suara nyanyian yang ngeri. Dan, setiap kali Seno mencoba menarik napas, aroma melati yang menusuk seolah menyumbat tenggorokannya.

"Ma...maafkan aku..." isak Seno pecah.

Ma...maafkan aku.." ucapnya berkali-kali.

Kini sosok itu muncul tepat di depan mata Seno.

Seno mengangkat wajahnya dengan berat. Matanya pun beradu dengan mata sosok itu.

Dari mata sosok itu keluar air mata darah.

Di luar kamar, Pak Ustadz Sakari mulai merasakan getaran yang tidak wajar dari daun pintu. Beliau meletakkan telapak tangannya di permukaan kayu dan mulai melantunkan ayat-ayat perlindungan dengan nada yang semakin tinggi. Suasana rumah Bu Ranti mendadak berubah mencekam, lampu di ruang tamu berkedip-kedip lalu mati total, menyisakan kegelapan yang pekat.

"Keluar! Jangan ganggu hamba Allah ini!" seru Pak Ustadz Sakari dengan suara menggelegar.

"A...argh....!!!" Tiba-tiba, dari dalam kamar terdengar suara jeritan Seno yang sangat ketakutan.

Di luar kamar tak hentinya ustadz Sakari terus melantunkan ayat-ayat suci. Dan tak lama kemudian pintu kamar itu terbuka dengan sendirinya.

Begitu pintu terbuka dengan suara derit yang panjang, hawa dingin yang luar biasa menyeruak keluar. Di sudut kamar yang gelap, Seno tampak meringkuk seperti janin, tubuhnya gemetar hebat. Matanya terbelalak kosong, menatap ke satu titik di pojok langit-langit seolah-olah maut sedang berjongkok di sana menantinya.

"Seno! Nak!" teriak Bu Ranti histeris melihat keadaan anaknya yang begitu memperihatinkan.

Dipeluknya tubuh Seno yang terasa sedingin es itu dengan erat, mencoba menyalurkan kehangatan seorang ibu yang sedang hancur hatinya.

Seno tidak bereaksi. Bibirnya yang membiru hanya terus bergumam tanpa suara.

"Dia di sana, Mak... Dia ingin membunuhku.." bisiknya dengan suara yang pecah.

Di ambang pintu, Ustadz Sakari berdiri tegak. Tasbih di tangannya berputar cepat, dan lisan beliau tak henti-hentinya melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Suaranya yang berat dan mantap seolah menjadi pagar pelindung.

"Siapa Seno? Siapa yang kamu maksud?" Tanya Bu Ranti tak mengerti dengan apa yang di ucapan oleh putranya itu.

"Dia di sana, Dia ingin membunuhku..." Ulangnya, matanya melotot menatap sudut plafon yang kosong.

"Siapa Seno? Siapa yang kamu maksud? Tidak ada siapa-siapa di sini, Nak!" Sahut Bu Ranti. Ia memeluk kepala putranya, mencoba memberikan perlindungan yang selama ini ia anggap cukup. Namun, sesuatu yang gelap seolah merasuki Seno. Tubuh pemuda itu mendadak kaku sekeras kayu, dan sorot matanya berubah menjadi dingin serta penuh kebencian yang murni. Secara tiba-tiba, ia menyentak pelukan ibunya. Dengan gerakan yang sangat cepat, kedua tangan Seno mencengkeram leher Bu Ranti.

"Aku akan membunuhmu sebelum kau membunuhku! Pergi kau! Jangan dekati aku!" teriak Seno histeris. Suaranya bukan lagi suara terdengar begitu putus asa. Bu Ranti terbatuk-batuk, wajahnya mulai membiru karena pasokan oksigen yang terputus mendadak.

"Astaghfirullah! Seno, lepaskan!" seru Ustadz Sakari. Beliau langsung menghambur maju, mencoba menarik lengan Seno yang mengunci leher ibunya.

Bersamaan dengan kekacauan itu. Pak Sugeng, ayah Seno, baru saja tiba melihat pemandangan Seno mencekik ibunya.

"Seno! Apa yang kamu lakukan?! Ini Ibumu, Nak!" teriak Pak Sugeng sambil sekuat tenaga mencoba memiting lengan putranya.

Pergumulan itu berlangsung hebat di atas lantai yang dingin.

"Seno! Istighfar, Nak! Apa kau sudah gila ingin membunuh ibumu sendiri?!" teriak Pak Sugeng dengan suara menggelegar, urat-urat di lehernya menegang saat ia sekuat tenaga mengunci kedua lengan putranya.

Di lantai yang dingin, Bu Ranti terduduk lemas dengan napas yang tersengal-sengal saat dia terlepas dari cekikan Seno. Wajahnya pucat pasi, nyaris membiru karena pasokan oksigen yang sempat terputus mendadak. Ia memegangi lehernya yang kini menyisakan bekas lebam merah kehitaman, menatap tak percaya pada anak kandung yang baru saja mencoba merenggut nyawanya.

Ustadz Sakari segera merapat, menempelkan telapak tangannya di dahi Seno yang berkeringat dingin dan keras seperti batu. Mulut beliau tak henti-hentinya merapalkan ayat kursi, suaranya mantap mencoba meredam gejolak hitam yang sedang berpesta di dalam raga pemuda itu.

"Jika aku tidak membunuhnya, dia yang akan membunuhku!" racau Seno setelah mengulang ucapan itu berulang-ulang kali, akhirnya tubuhnya mendadak lunglai, kehilangan seluruh tenaganya.

Pak Sugeng akhirnya berhasil merebahkan tubuh Seno ke ranjang. Suasana mendadak sunyi, hanya menyisakan isak tangis Bu Ranti yang pecah. Pak Sugeng menatap Ustadz Sakari dengan mata berkaca-kaca.

"Pak Ustadz, tolong... apa yang harus kami lakukan?" rintih Pak Sugeng putus asa.

"Berdoalah. Minta perlindungan sepenuhnya kepada Allah. Hanya Dia sebaik-baiknya penjaga. Saya juga akan mencoba semampu saya dengan izin-Nya," ujar Ustadz Sakari dengan suara rendah namun penuh penekanan.

Pak Sugeng hanya bisa tertunduk lesu.

Sementara Bu Ranti masih terlihat shock dengan kejadian tadi. Jemarinya yang gemetar terus mengusap lehernya yang perih. Ia menatap nanar ke arah Seno yang kini terbaring tak berdaya.

Kebingungan masih bersarang penuh tanya. Tentang apa yang terjadi sebenarnya pada Seno, kenapa dia tiba-tiba berperilaku seperti itu.

1
Irvan Mlnaaa
👍
Yeni Yulita
pantas saja aning jadi brutal dan sadia, pelakunya saja lebih dri binatang, lebih dri 10 ekor💪
Nur Habibah
hrusx ada translatex. g smua pmbaca ngerti bhs jawa
🅶ɪꜱ_❀∂я ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝© §͜¢•🦢🍒
nice
Putri Handayani
sama... kayak ikutan disitu
Erna wati
setuju aning balas dendam mu
falea sezi
binatang
falea sezi
biadap pantas mati😒
syska
ᴋᴇʀᴇᴇᴇᴇᴇᴇɴɴɴ ʙᴀɴɢᴇᴛ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ...
ᴋᴀʏᴀ ᴋɪsᴀʜ ɴʏᴀᴛᴀ ...
ᴋɪsᴀʜ ʏɢ ʙᴇɴᴀʀ ʙᴇɴᴀʀ ᴀᴅᴀ ᴅɪ ᴅᴀᴇʀᴀʜ ᴋɪᴛᴀ..
ʙᴀᴄᴀɴʏᴀ sᴀᴍᴘᴇ ᴀᴅᴀ ᴍᴇʀɪɴᴅɪɴɢɴʏᴀ, ᴛᴇʀᴜᴛᴀᴍᴀ sᴇᴅɪʜɴʏᴀ...
ᴀᴋᴜ ɴᴀɴɢɪs ᴛʜᴏʀ ᴅɪ ᴇᴘɪsᴏᴅᴇ ᴛʀᴀᴋʜɪʀ...
ᴘᴏᴋᴏᴋɴʏᴀ ᴋᴇʀᴇᴇᴇɴɴ ᴀʙɪɪs.....❤️❤️❤️
Sri Mulyati
yg bunuh aning kayanya pak desanya buat nutupin bejad anaknya
Sri Mulyati
otak pemerkosa kayanya anak kepala desa
Sri Mulyati
alurnya sdb bagus cuma kosa katanya v enak di baca pak desa harusnya kepala desa
Maure Nia
keren ceritanya👌
❤️‍🩹
seru bangett ceritanya thorr, endingnya juga memuaskan😍
Nurul Syahriani
harus nya yg bahasa jawa ada translate nya.. apalah aku yang melayu ini gak ngerti
Novia putrirahma Novia
kapann akan ter'ungkapp msa nunggu bu'darsiah matii😭😭😭
Nnada
ceritanya keren,
Nano Karang indah
ya ampun thoor critanya bagus banget walaupun ada ngeri2 sedapnya endingnya bikin nangis💪💪💪
Lis Lis
Su ujon AQ sana Tomo ....
kirain Tomo yg duluan
Lis Lis
lagian heran jga ponis polisi maz g keliatan klo dia belas perkosa rame rame malah perampokan G jls betul polisi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!