NovelToon NovelToon
ISTRIKU TERNYATA SULTAN

ISTRIKU TERNYATA SULTAN

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:48.4k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Kata orang, cinta itu buta. Buat Kara Anindita, cinta itu bukan cuma buta, tapi juga bikin miskin mendadak.
​Demi menikah dengan Rio Pratama—cowok biasa yang dia pikir tulus mencintainya apa adanya—Kara rela melakukan "prank" terbesar dalam hidupnya. Dia menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal Anindita Group, raksasa properti nomor satu di negeri ini. Kara menukar kartu kredit unlimited-nya dengan uang belanja recehan, menukar penthouse mewahnya dengan kontrakan petak yang atapnya bocor, dan menukar gaun desainernya dengan daster diskonan di pasar kaget.
​Kara pikir, hidup sederhana asal penuh cinta itu indah.
​Tapi ternyata, "tulus" itu ada masa kedaluwarsanya.
​Tiga tahun menikah, setelah karier Rio menanjak (yang Rio nggak tahu, itu berkat koneksi "orang dalam" Kara), sikap suaminya berubah 180 derajat. Rio mulai sombong, gila hormat, dan menganggap pengorbanan Kara sebagai kewajiban istri yang tidak berpenghasilan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11: Skakmat di Ruang Mediasi

​Ruang mediasi berukuran 4x4 meter itu terasa sesak. Padahal AC menyala penuh, tapi Rio merasa seperti sedang dipanggang di atas bara api.

​Di seberang meja kayu oval, Kara duduk dengan postur sempurna. Dia tidak lagi menunduk seperti istri takut suami. Dia duduk dengan kaki disilang anggun, kedua tangan bertumpu di pangkuan, dan wajah tanpa ekspresi. Di sebelahnya, Pak Hadi, pengacara senior itu, sedang menyusun berkas dengan tenang. Suara kertas yang dibalik—kresek, kresek—terdengar sangat mengintimidasi di telinga Rio.

​"Baik," suara Hakim Mediator memecah keheningan. Pria paruh baya itu memandang Rio dan Kara bergantian. "Sesuai prosedur, kita upayakan perdamaian dulu. Saudara Rio, Saudari Kara, pernikahan kalian baru berjalan tiga tahun. Masih seumur jagung. Apakah tidak bisa dibicarakan baik-baik?"

​Rio menegakkan punggungnya. Dia ingat pesan ibunya tadi di luar: "Serang duluan, Yo! Jangan mau kalah! Bilang dia yang salah!"

​"Saya sih mau aja damai, Pak Hakim," kata Rio dengan nada yang dibuat-buat seolah dia korban yang tersakiti. "Tapi istri saya ini yang sudah keterlaluan."

​Rio menunjuk Kara dengan telunjuknya. "Dia kabur dari rumah, Pak. Nggak pulang tiga hari. Tiba-tiba datang bawa pengacara, naik mobil mewah, dikawal bodyguard. Bapak pikir logis nggak? Istri saya ini cuma ibu rumah tangga biasa, asalnya dari panti asuhan. Tiba-tiba kaya mendadak? Pasti ada apa-apanya, kan?"

​Rio melirik Kara sinis. "Saya curiga dia punya... hubungan gelap. Dia punya 'Om Senang' yang biayain gaya hidup barunya ini. Makanya dia minta cerai, karena udah nemu yang lebih tajir!"

​Hakim Mediator menoleh ke arah Kara. "Saudari Kara? Bagaimana tanggapan Anda?"

​Kara tidak langsung menjawab. Dia menghela napas pelan, seolah bosan mendengar dongeng sebelum tidur yang buruk.

​"Sudah bicaranya, Mas?" tanya Kara datar.

​"Tuh kan! Dia ngeremehin saya, Pak!" seru Rio.

​Kara menoleh ke Pak Hadi dan mengangguk kecil. "Silakan, Pak Hadi."

​Pak Hadi tersenyum tipis—senyum hiu yang melihat mangsa. Dia membuka map tebal berwarna merah yang sejak tadi tergeletak di meja.

​"Saudara Rio menuduh klien saya berselingkuh berdasarkan asumsi kekayaan," kata Pak Hadi tenang namun tegas. "Tapi, mari kita bicara berdasarkan data. Bukan asumsi."

​Pak Hadi mengeluarkan lima lembar foto berukuran besar dan meletakkannya di tengah meja.

​Wajah Rio yang tadi merah penuh amarah, seketika berubah menjadi seputih kertas.

​Foto 1: Rio sedang menyuapi seorang wanita (Siska) di restoran Jepang.

Foto 2: Rio dan Siska berjalan bergandengan tangan di mal saat jam kantor.

Foto 3: Rio mencium kening Siska di dalam mobil Agya-nya.

Foto 4: Tangkapan layar chat WhatsApp dengan nama kontak "My Future ❤️". Isinya: "Sabar ya sayang, nanti kalau bonus turun aku beliin tas itu. Si babu di rumah nggak usah dikasih duit belanja dulu."

​"I-ini..." Mulut Rio gagap. Keringat dingin sebesar biji jagung meluncur di pelipisnya. "Ini... editan! Ini rekayasa!"

​"Rekayasa?" potong Kara. Suaranya tajam. "Foto itu diambil tanggal 15, 18, dan 20 bulan lalu. Di tanggal 20, kamu bilang ke aku kalau kamu lembur sampai pagi karena audit kantor. Ternyata 'audit' di apartemen Siska?"

​Rio terdiam. Lidahnya kelu. Dia merasa telanjang. Bagaimana Kara bisa tahu? Kapan Kara mengambil foto ini?

​"Dan soal uang..." Kara mengambil selembar kertas lagi. Rekening koran Rio.

​"Kamu menuduh aku punya 'Om Senang'? Rio, Rio..." Kara tertawa miris. "Gajimu bulan lalu 8 juta. Kamu transfer ke Siska 2 juta buat beli kosmetik. Cicilan mobil 3,5 juta. Bayar hutang judi online 1 juta. Sisa buat aku? 500 ribu. Buat makan sebulan berdua."

​Kara mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap mata Rio dalam-dalam.

​"Selama ini aku diam bukan karena aku bodoh. Aku diam karena aku masih berharap kamu berubah. Aku top-up token listrik pakai uang tabunganku sendiri. Aku beli beras pakai uangku sendiri. Kamu pikir 500 ribu cukup buat hidup di Jakarta?"

​"Jadi, siapa yang sebenernya punya hubungan gelap? Siapa yang menelantarkan siapa?"

​Rio tidak bisa menjawab. Fakta-fakta itu menghantamnya bertubi-tubi. Rasa malunya bukan main. Di depan Hakim, dia telanjang bulat sebagai suami yang gagal, peselingkuh, dan pelit.

​"Ta-tapi..." Rio mencoba mencari celah. "Tapi mobil itu! Rolls-Royce itu! Kamu dapet dari mana kalau bukan jual diri?!"

​Pak Hadi menutup mapnya dengan suara gebrak pelan namun final.

​"Saudara Rio, asal usul harta klien saya tidak relevan dengan persidangan ini karena klien saya tidak menuntut harta gono-gini sepeser pun dari Anda. Klien saya hanya menuntut cerai."

​Kara berdiri. Dia merapikan blazer-nya.

​"Pak Hakim," Kara menatap Mediator. "Saya rasa mediasi ini tidak perlu dilanjutkan. Saya tidak akan pernah kembali pada laki-laki yang menyebut istrinya 'babu' di chat selingkuhannya."

​"Saya menolak damai. Silakan lanjut ke litigasi."

​Tanpa menunggu persetujuan Rio, Kara berbalik dan berjalan menuju pintu.

​"Kara! Tunggu!" Rio setengah berdiri, panik. Bayangan hidup sengsara tanpa Kara (dan tanpa uang Kara yang ternyata selama ini menopangnya) mulai menghantuinya. "Ra, dengerin dulu! Itu Siska cuma temen! Chat itu cuma bercanda!"

​Kara berhenti di ambang pintu, tapi tidak menoleh.

​"Simpan penjelasanmu buat Siska nanti, pas dia tau kalau kamu digugat cerai dan bakal miskin. Kita liat, dia masih mau nempel apa nggak."

​Blam.

​Pintu tertutup.

​Rio terduduk lemas di kursinya. Kakinya gemetar.

Di luar ruangan, sayup-sayup terdengar suara Bu Ratna yang masih mengomel pada satpam, tidak tahu bahwa di dalam sini, anak kesayangannya baru saja kalah telak.

...****************...

...Bersambung......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share ❣️...

...****************...

1
Roynaldi Ananda
dan dia kan punya mobil kreditan sama motor matic? trus disimpan dimana thor? dalam saku kecilnya kayak cerita sistem?
Hartini Tin
bahasamu atlas kyk mbh gogle
Hartini Tin
atlas jenius
Hartini Tin
selamat kara dah jd ibu
Hartini Tin
damian manis sekali...kara jd baper
Hartini Tin
bagus ceritanya thor
Leni Martina
penasaran ya Thor,KLO perempuan nya masih gobl*k bin tol*l aku skip,ngk lanjut
Simba Berry
gimana kabarnya rio dan ibunya?seharusnya ada cerita nasib mereka.🙏
Simba Berry
kasihan juga ya rio.melihat kondisi rio sekaranh membuay aku dilema antata sedih dan senang.senang karena dia pantas mendapat seperti itu karena hasil dari perbuatannya.sedih karena karena dia hidupnya benar2 jadi gembel tak punya apa2.mau makan susah.serba susah.cuma kenapa dia belum juga bertobat.
Lesmana
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Himna Mohamad
yesss👍👍👍👍👍 lanjut
Himna Mohamad
kk thoor,kata2 untuk rio lucu n good ceritanya👍👍👍👍👍
Himna Mohamad
lanjut thoor
Himna Mohamad
lanjut kk👍👍👍👍👍
ms. S
mmg janda selalu di depan🤭
Lesmana
clarissa boneng 😄😄 rio dibuang setlh kara sukses ?? yg bnr aja.. kebalik x , rio yg lupa diri br jd manager.. kara mah udah jd anak sultan pas brojol😄😄
Lesmana
lahh balik lah ke rmh ibu nya , pulkam sono yg jauh😁😁
Lesmana
laahh oon bnr si siska , itu mah bukan nyelamatin reputasi , tp malah ngancurin reputasi sndr😄😄
Lesmana
aku suka kara manggil rio dgn nama nya aja tnp embel2 mas lg.. ora pantes panggil mas , laki sableng gitu😄😄
Lesmana
anda lagi ?? emang kpn rio prnh dtng ke rmh kara ?? 😁😁 yg dtng kmrn kan ibu rio , beda atuh✌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!