NovelToon NovelToon
Dinda Dan Mas Komandan

Dinda Dan Mas Komandan

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Spiritual / Sistem / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cintapertama / Tamat
Popularitas:66.4k
Nilai: 5
Nama Author: Marwiyah Ningsih

ini adalah kelanjutan cerita dari Dinda dan sistem,,dimana ini tentang kehidupan akhir bahagia wanita yang bernama Dinda Kirana,,setelah banyak rintangan dalam hidupnya,, akhirnya dia menemukan cinta yang benar-benar dia harapkan.
jangan lupa mampir ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertemuan gara dengan Nathan

.

Kembali di sisi lain. Dinda dan Gara saat ini berada di dalam ruang rawat khusus untuk tentara. Dinda menatap Nathan yang masih memejamkan matanya, sedangkan Gara? Dia menatap wajah Nathan sejak tadi. Dia merasa pemuda itu jauh di luar ekspektasinya.

"Ternyata benar apa yang diucapkan Kakak. Dia tampan sekali. Baru kali ini aku melihat pemuda setampan dia. Otot-ototnya juga kekar. Aku jadi tidak berani menegurnya," gumamnya dalam hati.

"Kenapa kamu selalu terluka? Kalau aku tidak datang, mungkin kamu sudah dibawa pergi oleh orang-orang serakah itu," gumam Dinda sambil menggenggam tangan Mas Komandannya erat.

Tiba-tiba kening sang komandan berkerut. Perlahan dia membuka matanya. Yang pertama dia lihat adalah wanita yang dicintainya, dan yang kedua adalah seorang pemuda yang terus menatapnya.

Dinda yang melihat Nathan membuka mata sontak tersenyum lembut.

"Kamu butuh sesuatu? Atau kamu lapar?" tanya Dinda dengan nada lembut.

Nathan menatap Dinda, tersenyum tipis, lalu mengangguk.

"Aku haus," ucapnya singkat. Dinda mengambil gelas air di atas meja, lalu membantu Nathan minum dengan telaten. Keduanya saling melempar senyum lembut.

Gara hanya diam melihat keduanya yang sibuk bertatapan.

"Aku seperti nyamuk di sini. Sepertinya pemuda itu benar-benar mencintai Kakakku. Aku saja sebagai laki-laki bisa melihat tatapan cinta di matanya," gumam Gara dalam hati.

"Ehem... Sebaiknya kita pulang, Kak. Aku lelah," ucap Gara serius.

Dinda menatap adiknya kesal, lalu menoleh ke wajah sang komandan yang terlihat datar.

"Baiklah kita pulang, tapi aku ke kamar mandi dulu sebentar," ucap Dinda. Gara mengangguk. Setelah itu Dinda meninggalkan keduanya di ruangan.

Ruangan menjadi sunyi. Gara menatap pemuda itu dengan tajam.

"Apa kamu benar-benar mencintai Kakakku? Apa kamu serius dengannya?" tanya Gara pada Nathan yang balas menatapnya.

Nathan mengangguk, lalu menoleh ke arah jendela.

"Aku benar-benar mencintainya," ucapnya dingin.

Gara mengernyit heran mendengar nada dingin pemuda di hadapannya.

"Apa kamu tidak bisa bicara lebih lembut denganku? Kamu tahu aku akan jadi calon adik iparmu kalau kalian menikah nanti," ucap Gara sambil mendengus dingin.

Sang komandan hanya berdehem. Melihat itu Gara semakin geram. Dia berdiri dan menatap Nathan tajam.

"Kalau kamu memang serius dengan Kakakku, ikutlah besok ke Indonesia! Temui Ayah dan kedua kakakku! Itu pun kalau kamu benar-benar mencintainya!" ucap Gara, lalu pergi meninggalkan Nathan di sana.

Mendengar itu Nathan tertegun. Dia menatap kepergian calon adik iparnya.

"Apa memang sudah waktunya aku bertemu dengan keluarganya? Tapi tidak mungkin aku bisa pergi karena masih banyak pekerjaan yang belum selesai," gumamnya dengan tangan mengepal.

Dia melihat Dinda yang baru saja keluar dari kamar mandi. Sedangkan Dinda yang tidak melihat adiknya merasa heran. Dia menatap Nathan yang sedang memandangnya.

"Di mana adikku? Kenapa dia tidak ada di sini?" tanya Dinda sambil berjalan menuju ranjang sang komandan.

"Dia keluar," ucapnya kaku. Dinda hanya mengangguk, lalu menatap wajah Nathan lekat.

"Besok aku akan pulang ke Indonesia. Apa kamu mau ikut denganku?" tanyanya serius.

"Aku tidak bisa karena masih banyak pekerjaan dan aku juga belum siap bertemu dengan keluargamu," ucapnya jujur.

Dinda terdiam, lalu menyeringai licik. Dengan langkah anggun dia berjalan ke arah pintu dan berhenti. Tanpa berbalik badan dia berbicara.

"Baiklah kalau memang kamu tidak mau ikut, aku tidak akan memaksa. Tapi aku yakin hari ini mungkin jadi hari terakhir kita bertemu. Karena di sana ada seorang pemuda yang menungguku, dan dari ucapan Ayahku tadi pagi, dia akan melamarku dan menikahiku secepatnya. Ya sudahlah, aku pergi dulu. Semoga hari-harimu menyenangkan," ucap Dinda, lalu membuka pintu dengan wajah datar. Dia meninggalkan Nathan yang mematung.

Deg.

Mendengar ucapan wanita yang dicintainya, jantung Nathan berdebar kencang. Tangannya mengepal kuat. Dia menatap kepergian Dinda dengan sorot mata tajam.

"Dilamar seorang pemuda? Dan dia bilang hari ini akan menjadi hari terakhir kami bertemu? Haaah... Sialan. Dia pikir aku akan membiarkannya begitu saja? Tidak! Aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun menikahinya karena dia hanya milikku!" ucapnya dingin.

Dia berdiri dan berjalan ke arah jendela. Matanya menatap mobil Dinda yang mulai menjauh dari gerbang.

"Apa pun yang terjadi, besok aku akan ikut ke Indonesia! Aku tidak peduli dengan pekerjaanku lagi!" ucapnya yakin. Dia meraih ponsel dan menelepon Hensel, menyuruhnya menyiapkan semua barang-barangnya. Setelah itu Nathan kembali ke ranjang sambil menatap langit-langit ruangan.

"Apa pun yang terjadi, dia harus menikah denganku! Karena dia sudah berani mengusik kehidupanku!" ucapnya dingin.

*_*_*

Di Indonesia.

Terlihat kediaman Erlangga sudah didekorasi dengan indah. Papan bunga berjejer rapi di halaman rumah yang luas.

Di dalam ruang tamu, Verick sedang bermain dengan cucunya. Di sana juga ada Morgan dan keluarga Erlangga yang lain. Mereka melihat ayah mereka yang sangat antusias bermain dengan cucunya.

"Aduh... Kenapa cucu Kakek ini cantik sekali? Kakek jadi ingin terus bermain dengan cucu Kakek yang menggemaskan ini," ucapnya sambil menciumi seluruh wajah cucunya.

"Hahaha, Kakek geli. Jangan lagi ya, Kek," ucap anak kecil yang meronta-ronta di pelukan kakeknya.

Ternyata anak itu adalah putri Dev dan Wiwi yang sudah berumur 2 tahun. Putri mereka sangat mirip dengan ayahnya dan sifatnya mirip sekali dengan ibunya.

"Tapi Kakek masih ingin bermain denganmu, Sayang. Kamu tidak sayang Kakek?" ucap Verick dengan cemberut.

Anak kecil bernama Vania itu menggeleng, lalu mencium pipi kakeknya dengan sayang.

"Tentu saja Vania sayang Kakek... Hmm, Kek, apa Bibi akan pulang juga? Apa Paman Gala akan membawa Bibi yang cantik itu pulang?" tanyanya dengan mata berbinar.

Dia memang tahu Gara, pamannya, pergi ke luar negeri menemui bibinya. Bahkan dia sempat ingin ikut, tapi Gara menolak mentah-mentah karena tidak mau kerepotan di sana.

"Iya, Sayang. Bibimu besok datang bersama Pamanmu. Apa kamu senang?" tanya Verick sambil tersenyum.

Vania mengangguk antusias dan menoleh ke ibunya yang tersenyum lembut.

"Tentu saja, Kek. Karena Vania kan belum pernah bertemu dengan Bibi yang cantik itu," ucapnya dengan nada sedih.

Morgan yang dari tadi diam menatap ayahnya serius.

"Vania sayang, besok kan kamu akan bertemu dengan Bibimu. Jangan sedih lagi. Paman yakin Bibimu pasti pulang. Hmm, Vania sayang, pergi bermain sebentar. Paman ingin bicara dengan Kakek," ucap Morgan dengan lembut.

Vania mengangguk dan turun dari pangkuan Verick. Dia berjalan menuju kamarnya di lantai 2. Melihat itu Wiwi langsung berdiri dan mengikuti putrinya.

Verick menatap putranya heran, lalu menoleh ke Dev yang sedang termenung.

"Ada apa? Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Verick serius.

Morgan menghela napas dan menatap ayahnya.

"Besok aku akan menikah dan Dinda juga pulang besok. Kalau adikku pulang dan menghadiri pesta pernikahanku, maka dia akan bertemu dengan laki-laki bajingan itu! Apa Ayah lupa?" ucap Morgan serius.

Dev yang termenung sontak mendongak dan menatap Morgan, lalu mengangguk.

"Benar, Ayah. Aku juga sedang berpikir bagaimana kalau mereka bertemu kembali setelah 1 tahun? Aku yakin bajingan itu pasti akan terus mengganggu hidup Kakak," ucap Dev marah.

Verick mengangguk. Dia hampir melupakan kejadian itu. Dia memijat pelipisnya karena sedikit pusing.

"Ayah sebenarnya sudah melupakan kejadian itu. Tapi karena kalian mengingatkan lagi, Ayah jadi berpikir seperti kalian. Ayah juga cemas kalau mereka bertemu kembali," ucap Verick sambil bersandar di sofa.

"Apa kita tidak usah mengundang perusahaan mereka, Yah? Apa kita batalkan saja undangannya?" usul Dev serius.

Morgan menggeleng.

"Tidak bisa! Kalau Ayah membatalkan undangan, orang-orang akan menganggap Ayah mempermainkan perusahaan mereka. Dan itu akan menghancurkan nama baik Ayah. Juga status janda Adik akan terbongkar di media. Semua akan kacau kalau kita batalkan undangannya," ucap Morgan serius.

Verick mengangguk mendengar ucapan putranya. Dia menatap keduanya dengan dingin.

"Karena kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi, kalian yang harus bertindak! Ingat ucapan Ayah ini: jangan biarkan Dinda bertemu dengan pemuda itu, apa pun yang terjadi! Kita harus menjauhkan keduanya agar tidak bertatap muka!" ucap Verick tegas.

"Baik, Yah. Kami mengerti," ucap Dev dan Morgan bersamaan. Setelah itu mereka terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.

1
Rickielessta
bagus bangettsss... ditunggu karya yg lainnya
Bunda Cica
syukaa .. selesai dech cerita Dinda.. trimakasih thor😍
Bunda Cica
mantap Thor suka...
Sifa Khalisha Nazlla
assalamualaikum author ketemu lagi nih yang selalu nunggu in update nya,,,🤭🤭🤭🤭
Sifa Khalisha Nazlla: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
AzZai83
MANTAP THOR..TERIMA KASIH🤩
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
jadi bayi, anak indigo, nenek², bahkan jadi ratu vampir juga..
berbagai peran dan kisah di ceritakan menjadi 1 dengan peran yang tegas dan sakti..
suka banget sama ceritanya, recommended deh pokoknya..
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥: sama² akak 🤗
total 2 replies
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
akhirnya happy ending semua untuk keluarga Erlangga 😍
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
ya ampun, si triplets sama konyolnya dengan mama nya 🤣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
berubah jadi ratu vampir yang cantik Dinda
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
menjadi ratu vampir, peran baru lagi dong 😍
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
1 keluarga somplak semua, ada² aja kelakuan absurdnya..
dan aneh nya aku menyukai tingkah mereka 🤣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
btw si kunti merah kemana ini gak nongol-nongol
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kenapa baru sekarang Dinda bertindak nya, setelah kakak nya resmi menikah 😭
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
serius Morgan menikah dengan Yohana?
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
karna kamu siluman duyung sayang, makanya Nathan pingsan 🤣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
mau sedih gak jadikan, random banget sih manusia ajaib 1 ini 🤣
Saya Sayekti
makasih thooor, ceritanya bagus sekali
Maudy: terimakasih kembali kak 😍🙏🏻
total 1 replies
Yuli indriani
keren
Suzana Diro
athor kulitmel ada dimana dah lama tak dengar khabarnya
apa kah dia sudah beranak-pinak
semangat thor
Erni andi arifuddin
astaga harus setiap saat mas komandan senam jantung 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!