NovelToon NovelToon
The Heires

The Heires

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Bad Boy / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di lorong-lorong megah Université Paris-Sorbonne, Xienna Elizabeth Mapelli Mozzi dikenal karena dua hal, kecantikannya yang ningrat dan cintanya yang mencekik terhadap Brandon Alton Everett.
Namun, ketika cinta itu hancur secara publik, Xienna justru terperangkap dalam radar pria paling berbahaya di Paris, Denzzel Lambert Riccardo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Sang Mapelli Mozzi

Berita tentang insiden di ruang ganti menyebar seperti api yang disiram bensin. Namun, sebelum Denzzel sempat melancarkan serangan pamungkasnya, Vittorio Mapelli Mozzi sudah lebih dulu bergerak.

Jika Denzzel adalah badai yang menghancurkan, Vittorio adalah gempa bumi yang meruntuhkan segalanya hingga ke akar.

​Bagi Vittorio, serangan terhadap Xienna bukan sekadar kenakalan remaja atau persaingan antar wanita, itu adalah upaya pembunuhan terhadap pewaris tunggal Mapelli Mozzi.

​Malam itu, kediaman keluarga Reinhard yang megah di pinggiran kota Paris dikepung oleh deretan mobil hitam. Bukan polisi, melainkan armada keamanan pribadi keluarga Mapelli Mozzi.

​Vittorio melangkah masuk ke dalam rumah tersebut tanpa mengetuk pintu. Di ruang tamu, Arthur Reinhard, ayah Daisy, berdiri dengan wajah pucat pasi.

Di sampingnya, Daisy duduk meringkuk sambil terisak, menyadari bahwa ia baru saja membangunkan monster yang salah.

​"Vittorio, ini hanya kesalahpahaman antara anak muda..." Arthur mencoba memulai dengan suara gemetar.

​BRAK!

​Vittorio menghantamkan tongkat kayu ebony-nya ke meja kaca hingga retak seribu. Ia tidak berteriak, namun suaranya yang rendah jauh lebih mengerikan.

​"Kesalahpahaman?" Vittorio mendekat ke arah Daisy. "Putrimu menyabotase ruangan, mencelakai putriku hingga kepalanya robek, dan kau menyebut ini kesalahpahaman?"

​"Kami akan membayar semua biaya pengobatan, kami akan meminta maaf secara terbuka..."

​"Kau pikir aku butuh uangmu, Arthur?" Vittorio mencengkeram kerah baju Arthur Reinhard.

"Mulai detik ini, kontrak real estate yang kita bangun di Berlin batal. Aku sudah menarik semua sahamku dari perusahaan otomotifmu. Besok pagi, bank akan mulai menanyakan utang-utangmu yang menumpuk."

​Arthur jatuh terduduk. Itu adalah hukuman mati bagi bisnisnya.

​Vittorio kemudian menatap Daisy dengan pandangan yang membuat gadis itu merasa nyawanya sedang dicabut. "Dengar baik-baik, anak nakal. Jika bukan karena putriku masih ingin kau melihat kehancuran keluargamu, kau sudah berada di dasar sungai Seine malam ini. Pergi dari Paris dalam dua puluh empat jam, atau aku akan memastikan namamu tidak akan pernah bisa digunakan lagi di seluruh Eropa."

​Sementara itu, di rumah sakit privat milik keluarga Mapelli Mozzi, Xienna berbaring dengan perban di kepalanya. Ayahnya telah menempatkan sepuluh pengawal di depan pintunya, melarang siapa pun masuk termasuk Denzzel Riccardo.

​Namun, bagi seorang Denzzel, dinding setinggi apa pun tidak akan bisa menghalanginya.

​Xienna terbangun tengah malam karena merasakan sentuhan dingin di tangannya. Ia membuka mata dan menemukan Denzzel duduk di kursi samping tempat tidurnya, tampak gelap dan berbahaya di bawah sinar bulan yang masuk melalui jendela.

​"Bagaimana kau bisa masuk?" bisik Xienna, suaranya masih lemah.

​"Pengawal ayahmu perlu belajar bahwa uang tidak bisa membeli kesetiaan saat nyawa mereka dipertaruhkan," jawab Denzzel dingin.

Ia mengusap pipi Xienna dengan jemarinya. "Ayahmu baru saja menghancurkan ekonomi keluarga Reinhard. Tapi itu tidak cukup bagiku, Xienna."

​"Denzzel, hentikan. Ayahku sudah menanganinya."

​Denzzel mengecup perban di dahi Xienna dengan lembut, namun matanya berkilat penuh kegilaan.

"Ayahmu menghancurkan harta mereka. Tapi aku... aku akan memastikan Daisy Reinhard tidak akan pernah berani memejamkan mata tanpa melihat bayanganku yang mengejarnya."

​Xienna menatap Denzzel, menyadari bahwa pria di depannya ini jauh lebih posesif dan gila daripada dirinya terhadap Brandon dulu. Denzzel bukan mencintainya dengan cara yang normal, Denzzel mencintainya seperti seorang kolektor yang siap membakar seluruh museum hanya agar tidak ada orang lain yang bisa melihat lukisan favoritnya.

​"Kau musuhku, Denzzel," gumam Xienna, meski ia tidak menarik tangannya dari genggaman Denzzel.

​"Aku adalah musuh yang akan menjagamu dari setiap luka, Xienna," Denzzel berbisik tepat di depan bibirnya. "Dan setelah ini, kau akan sadar bahwa tidak ada tempat yang lebih aman bagimu selain di sisiku. Bahkan ayahmu tidak bisa melindungi mu dariku."

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

happy reading 🥰

1
Laila Wahda
Bagus ceritanya
simple tapi penuh makna
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
endingnya ngak bikin kecewa meskipun di awal mereka musuh🙂
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Genshin Impact
bagus bgtt
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🥰🙏
total 1 replies
Sulati Cus
sumpeh singkat padat tp ngena baru nemu ak, bagus baik cerita maupun penulisannya g ada typo
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
jeje
banyak karya sudah aku baca thor..tapi anda kerennnnnn👍👍👍tidak bertele2 tp adrenalin cerita2 mu good👍👍👍
Rosdianah 🌷: Ma'aciww Kak😍🥰
total 1 replies
Triana Oktafiani
kereeen
Rosdianah 🌷: ma'aciww selalu atas Jejak nya kak🥰🙏
total 1 replies
Endang Sulistia
terima kasih karyanya ...keren
Rosdianah 🌷: Terimakasih Atas dukungan nya kak🙏🏼
total 1 replies
Endang Sulistia
hayo xiena..
Rosdianah 🌷: hallo kak ma'aciww Jejak nya🥰
total 1 replies
Endang Sulistia
mampir
Rosdianah 🌷: ma'aciww selalu mampir kak🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!