Axillia Pramitha, seorang gadis cantik berusia 23 tahun yang berprofesi sebagai seorang sekretaris di sebuah perusahaan property terbesar di ibu kota. Sifatnya yang tenang nyaris tak tersentuh membuatnya dikenal sebagai sekretaris dingin. Sementara Skylar Wijaya, seorang CEO sekaligus boss besar Axillia, dikenal dengan sosok yang ramah, mudah bergaul, dan suka tebar pesona dengan parasnya yang sangat tampan, banyak wanita dari semua kalangan tergila gila kepadanya. Tak heran predikat playboy kelas kakap jatuh kepadanya. Namun bagi Skylar hanya satu wanita yang bisa menarik perhatiannya yang tak lain adalah sekretarisnya sendiri. Gimana kelanjutan kisahnya? Yuk kepoin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
"I lay my love on you, is all I wanna do, everytime I breathe I feel brand new..." Skylar menyanyikan lagu dari boyband lawas Westlife, terlihat mood nya sangat bagus hari ini.
"Seneng bgt kayanya bang?" Tanya Arsyilla
"Iya dong, sebentar lagi my baby putus dari tunangannya, sepertinya jalan gue bakal mulus lus lus. " ujar Skylar dengan PD nya.
" Lah belum tentu, justru lebih susah ngeyakininnya pas udah putus, tipe cewek kaya kak Axill itu kalo udah dikhianatin bakal susah lagi percaya sama cowok" jawab aArsyilla.
Skylar menghentikan nyanyiannya, raut wajahnya seketika berubah
"Ah lu jangan nakutin dek"
"Dih dibilangin gk percaya, tanya aja tante noh" jawab Arsyilla
"Emang bener, justru tugas kamu bakal lebih susah Sky, tapi semangat ya" ujar mommy nya.
"Haduh ini karma Kali ya kebanyakan nolak cewek, gk tau doa fans yang mana yang dikabul Allah, sekalinya jatuh cinta dapetnya spek kutub utara" keluh Skylar.
Arsyilla dan mommy nya hanya bisa tertawa mendengar keluhan Skylar. Ditempat lain Rei menimbang sesuatu apa dia harus memberitahukan informasi yang ia dapat kepada Axillia. Sempat ragu karena takut kakaknya itu akan lebuh sakit hati, tapi kakaknya kan emang udah sakit hati jadi gak apa apalah sekalian aja, fikir Rei.
Pemuda itu melangkah menuju kamar kakaknya.
Tok..tok..tok..
Rei mengetuk pintu kamar Axillia. Terdengar jawaban dari dalam agar Rei masuk. Kakaknya terlihat sedikit termenung.
"Are you okay sist?" Tanya Rei.
"No I'm not, I thought he would be the one to spent my life with. He would be the one who would take me out of this house" ujar Axillia dengan air mata yang sudah mengalir.
Rei langsung memeluk kakaknya.
"It's okay kak, nangis aja tapi ini untuk yang terakhir kalinya you cry for that jerk" ujar Rei. Axillia memeluk Rei dengan erat, ia menumpahkan tangisnya kepada pemuda tersebut.
"jangan berfikir untuk pergi dari rumah ini kak, ini rumah kakak, perusahaan punya almarhumah ibu kakak, jangan biarkan mereka mengambil alihnya. Aku ada di sini buat kakak" lanjut Rei lagi sambil menahan air matanya.
Axillia hanya mengangguk dalam tangisannya. Setelah beberapa saat akhirnya gadis itu berhasil menenangkan dirinya.
"Makasih ya Rei cuma kamu dan para pekerja di rumah ini yang baik sama kakak" kata Axillia.
"Kakak Tau kenapa para pekerja Masih bekerja di sini? Mereka bertahan karena kakak, mereka tidak ingin meninggalkan kakak sendirian Karena takut kakak kenapa kenapa. Banyak yang sayang sama kakak" ujar Rei lagi.
Beberapa waktu yang lalu, Rei mendapati obrolan para pekerja di rumahnya, dari situlah dia Tau fakta bahwa semua pekerja disini berada dibawah kekuasaan keluarga almarhumah ibu Axillia, baik Heru maupun istrinya tidak dapat memecat mereka kecuali mereka yang mengundurkan diri sendiri. Dan alasan mereka bertahan untuk melindungi Axillia agar ibu tirinya itu tidak dapat mencelakainya. Mendengar itu Rei sangat terharu dan yakin kalau almarhumah ibu kakaknya tersebut adalah wanita hebat yang bisa berfikir jauh kedepan. Bukan rahasia umum lagi kalau Heru berusaha merebut semua harta kekayaan mantan istrinya tersebut.
"Aku Tau kakak lagi sedih, mungkin aku kejam harus menunjukan sesuatu kepada kakak pas kakak down kaya sekarang. Biar kakak sekalian aja nangisnya malam ini. Hehehe.." ujar Rei sedikit menggoda kakaknya.
"Tunjukin aja kakak siap kok" jawab Axillia sambil tersenyum dan mengusap air matanya.
Rei segera memutar sesuatu dari handphonenya. Terlihat Rosaline mendatangi apartment Devan. Kecurigaan Rei berlanjut sampai ia meretas ponsel kakaknya. Di sana lah terlihat video tidak senonoh antara Devan dan Rosaline. Axillia tidak berkata apapun. Hatinya terasa mati melihat semua semua adegan itu. Ia tertawa miris, menertawakan kebodohannya sendiri.
"Kakak bodoh banget ya Rei? Bisa ditipu mentah mentah kaya Gini?"
"Kakak gk bodoh, sampah itu memang harus sama sampah lagi kak, makanya Allah tunjukin semuanya, kakak gk pantes sama si laki laki bajingan itu. untung sekarang ketauannya sebelum kakak nikah, coba kalo keburu nikah atau punya anak kan lebih repot kak, malam ini kakak boleh nangis, curhat sama Allah semuanya. Tenang aja Masih ada bang Skylar yang segalanya lebih baik dari pada si manusia bejat itu" ujar Rei menggoda Axillia.
"Ngomong apa sih kamu, kok tiba tiba nyebut nama boss kakak?" Tanya Axillia.
"Aku sebagai laki laki tau kak. Percaya deh bang Sky itu bisa ngebahagiain kakak"
"Kamu tuh ya, kakak lagi patah hati lho ini masa disodorin lagi cowok" protes Axillia
"Justru obat patah hati itu ya hati yang baru lagi, gimana sih kak, dah sekarang ikutin rencana aku ya kak, nanti kalo si Devan mau naninu kita pergokin aja biar ada bukti buat batalin pernikahan kakak. Makin cepet makin baik, nanti aku cek lagi jadwal dia naninu. Haduh udah kaya asisten pribadi aja aku ngecek jadwal." gerutu Rei
Axillia tertawa kecil mendengar Rei menggerutu.
"Nah gitu kak, Kakak tuh cantik paripurna Tau gk, udah ngalahin artis artis deh pokoknya, kalau kakak daftar miss universe, udah yakin langsung juara aja ini mah" ujar Rei lagi.
"Kamu bilang gitu mau ngehibur kakak kan Rei?"
"Dih emang kakak gk sadar, tiap kakak jalan semua mata para pria langsung liatin kakak, gk peduli lagi bawa gandengan juga. Makanya kakak tuh harus dapetin yg lebih dari pada si Devano itu. Jangan sampe mau maafin atau lebih parah balikan, gak ya aku gk setuju" kata Rei menggebu.
"Emang siapa yang mau balikan, ogah banget pake bekas orang" jawab Axillia lagi
"Bagus, itu baru kakak nya Reinaldy, dah lah kak, aku mau tidur ya, inget galaunya malam ini aja ya" ucap Rei seraya memeluk dan mengecup kening kakanya itu. Axillia tersenyum dan mengangguk, ia Tau adiknya itu sangat sayang kepadanya. Salah satu alasan ia Masih bisa bertahan di rumah yang terasa bagai neraka ini.
Rasa kecewa yang dialami Axillia lebih besar daripada rasa sakit hatinya. Dia sadar terlalu menggantungkan harapannya kepada Devan. Pria itu bahkan tidak pantas untuk ditangisi.
Di apartmentnya Devan fikirannya tiba tiba melayang kepada tunangannya itu. Setelah adegan panas yang ia lakukan dengan Rosaline, pria itu merasa akan ada badai besar yang akan datang. Tapi Devan berharap itu hanya firasatnya saja. Ia mengambil gawainya dan mencoba menghubungi Axillia, namun tidak aktif, Devan Masih berfikir Axillia tidak tahu kebejatannya. Bagaimana pun ia mencintai gadis itu. Hanya Axillia yang pantas menjadi ibu dari anak anaknya kelak. Bukan wanita murahan yang bersedia menyerahkan kehormatannya tanpa adanya ikatan pernikahan. Egois memang tapi begitu lah rata rata sikap kaum laki laki.
Ponsel Devan berbunyi menandakan sebuah pesan masuk. Ia bergegas membukanya, berharap Axillia menghubunginya kembali. Tapi ternyata itu pesan dari Rosaline. Adik tiri Axillia itu memintanya bertemu di sebuah hotel.
"Cih dasar jalang murahan" ejeknya. Namun tak pelak juga dia pergi memenuhi permintaan Rosaline. Memang pada dasarnya Devan hyper, ditambah tiba tiba perasaan khawatir muncul membuatnya butuh pelampiasan.
"Kau yang memulainya Rosaline, jangan salahkan aku untuk yang terjadi kedepannya" gumamnya dan langsung mengambil kunci mobilnya.
jebloskan aja k penjara biar kapok tuch & tidak gangguan Sky & Axill lagii... 😡😡🤦♀️🤦🏻♀️🤦♀️