NovelToon NovelToon
ROMANSA CINTA DIT AND KAI

ROMANSA CINTA DIT AND KAI

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:154.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: NinLugas

Cerita ini hanya fiktif belaka, cerita menggandung adegan +18



Lika-liku kehidupan Dita yang masih trauma akan perceraian orang tuanya, tanpa sengaja di jodohkan dengan Kai yang merupakan anak teman ibunya, ada perasaan berbeda ketika Dita dekat denga Kai.
Perasaan yang kuat antara Dita dan Kai membuat Celine begitu cemburu, dia bahkan tak yakin Kai dapat mencintai gadis yang baru beberapa hari di temui nya. Trauma yang masih melekat di ingatan Dita membuatnya bimbang dan takut dalam memutuskan jalan hidupnya, dia hanya tak ingin kejadian itu terulang kembali.
walau banyak kekurangan Kai begitu gigih menyakinkan Dita untuk menikah dengannya, Kai yang bersedia menutup semua kekurangan Dita, restu sudah pasti mereka dapat, entah apa yang selalu saja rasa tidak percaya diri menghampiri Dita.

Akankah Dita dapat meyakinkan hatinya untuk Kai dan dapatkah Dita dapat memaafkan ayahnya?


yuk mampir di karya ku, semoga bisa jadi daftar favorit kalian untuk membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Perjalanan

Mencintai seseorang kadang menyesakkan dada, resiko dari percintaan itu sendiri, menyukai seseorang memang adalah hak setiap orang namun tidak membalas perasaan mu juga termasuk hak individual.

Ayo Dit...

Enggak perlu panik kalau memang dia di jodohkan Tuhan untuk mu, bagaimanapun pasti akan bersama.

Pikiran ku yang menyemangati hati ini, hati yang mulai terisi oleh Kai.

trrrdddnnntt....

Ponsel Ku yang berdering, kulihat ibu menelpon.

“Halo bu...”

kata ku yang duduk didalam mobil taksi.

“Kamu dimana Dit?"

tanya ibunda, yang ternyata pulang dari shopping bersama ibunda Kai.

“Arah Pulang bu”

jawab ku datar.

“Kamu sendiri?”

tanya lagi ibu dan ibunda Kai malah menguping dari sisi sebelah ibunda Dita.

“Sendiri bu, kan besok berangkat pagi”

sahut ku lagi.

“Ya udah kamu hati-hati, by sayang”

kata ibunda Dita menutup telpon.

“Ya udah jeng, aku balik dulu, besok kan masih panjang”

seru ibunda Kai, yang membawa beberapa tas belanja.

“Besok saya jadi gak sabar”

tambah ibunda Kai.

“Hati-hati ya jeng”

kata ibunda Dita yang cipika cipiki, seraya masuk kedalam mobil yang dibawa oleh asisten rumah tangga Kai, ibunda kai melambaikan tangan nya kepada ibunda Dita.

Sedari jam 4 pagi ibu tengah sibuk menyiapkan beberapa barang bawaan, padahal cuma 2 hari kami akan berada di yogjakarta, perdana juga buat ku bepergian menggunakan kereta.

Seperti biasa aku mengenakan hoodie abu dan jeans panjang lengkap dengan sneakers dan topi yang jadi aksesoris favorit ku.

Namun ibu begitu men cereweti ku, bahkan ibu membelikan beberapa dress lucu untuk ku agar terlihat feminim, Flora fill mini dress berwarna peach sangat pas di tubuh ku yang hanya berbobot 45kg.

Ok lah...gak apa-apa aku pakai dress, tapi sneakers adalah sepatu wajib dan blazer abu yang padukan terkesan feminim sekali pada diriku.

Dan tanpa aba-aba kami pun bergegas menuju stasiun kereta, Kai telah memesankan tiket eksekutif melalui online, kebiasaan ibu tidak suka ditunggu karena itu kami berangkat duluan ke stasiun walau keberangkatan pukul 8 pagi. Biasalah ibu-ibu takut nantinya macet.

Sebenarnya aku tidak pernah suka naik kereta karena perjalanannya lama, 8 jam sampai 11 jam, belum lagi pasti bakal bosen banget selama itu berada di kereta.

Kami tiba lebih dulu, sekitar jam 07.36, suasana stasiun yang ramai banget, entah karena penghujung minggu pengunjungnya lebih banyak dari biasanya.

“Dit...tante”

sapa Kai yang baru tiba, bersalaman dan mencium tangan ibu ku.

“Jeng”

lanjut ibunda Kai cipika cipiki dengan ku dan ibu.

“Kita langsung masuk aja ya”

katanya Kai yang membawakan koper ibunya.

Aku hanya mengangguk kemudian berjalan dibelakang ibuku, Kai itu fashion nabel banget, pakai apa aja cocok hanya mengenakan Kaos celana basic dan kacamata hitam aja keren banget.

“Sini....”

kata Kai yang meminta koper yang kubawa untuk dimasukan bagasi yang berada diatas tempat duduk.

Tanpa berkata apa-apa aku langsung duduk dekat jendela kaca besar karena tempat duduk nya hanya berjejer dua, yang pastinya Kai duduk di sebelah ku, sedangkan ibuku dan ibunda Kai duduk baris ke 3 dari belakang tempat duduk ku.

“Kamu marah?”

tanya Kai yang duduk disebelah ku.

“Enggak kok”

sahut ku sambil tersenyum melirik kearah Kai yang sekarang membuka kacamatanya.

“Liat sini deh”

kata Kai yang hendak memotret ku dengan camera yang dibawanya. Aku menoleh dan tersenyum mulek.

“Jelek....”

sahut Kai yang selesai memotret ku.

“Jelek-jelek gini kamu suka”

kata ku seraya tersenyum.

“Yah aku suka....”

kata Kai lagi memotret kembali diriku.

Lumayan bosen berada didalam kereta, aku bahkan berbagi earphone mendengarkan musik dengan Kai. Untuk makan kami tidak perlu repot, ada gerbong kantin di bagian, semua masakannya juga enak.

Aku juga di ajak Kai menelusuri gerbong lainnya dan melihatnya memotret, yang aku heran dia tidak pernah mengajak ku berselfie.

Lelah berjalan jalan aku pun tertidur pulas bersandar dipundak Kai dan Kai juga tertidur, cukup menggantikan tidur malam ku yang tertunda.

Dan tepat pukul 6 sore kami sampai di Yogyakarta, kami sudah di tunggu supir ceater yang disewa Kai untuk membawa kami ke hotel.

Kai menyewa sebuah hotel daerah gunung kidul, vila dengan arsitektur astetik ini begitu mempesona, dengan view pantai selatan. Kai memesankan kami kamar deluxe dilengkapi 2 balkon dan kolam pribadi.

Kami juga sempat makan di resto langganan Ibunda Kai kalau ke jogja, suasana malam hari di Jogja sangat meriah apalagi ini malam minggu.

Namun karena kami disini ikut Kai kerja jadi enggak bisa kemana-mana, kecuali Kai selesai kerja, sesampainya di hotel Kai mengantar ku kemar yang bersebelahan dengan cottage nya orang tua kami dan Kamarnya Kai.

“Ini kamarnya mami sama tante”

kata Kai membuka pintu kamar hotel bertema panggung.

“Makasih ya sayang, kamar kamu sama Dita?”

kata ibunda Kai yang melirik kearah Kai.

“Ada di depan kamar mami...”

jelas Kai.

“Aku langsung istirahat ya tante”

sambung ku yang keluar kamar bernomer 12 itu.

“Ya udah, besok sarapan tante sma ibu kamu mau ngomong serius”

sahut ibu ku yang tengah merapikan pakaian di didalam koper.

“Iya tan...aku anter Dita dulu”

kata Kai sambil membawa koper kecil berisi pakaiannya.

Dipenuhi lampu berwarna dop membuat nya semakin romantis, sayangnya aku begitu kedinginan karena minidress yang kupakai.

Hiacimmmm...

Suara bersin ku yang lumayan keras.

“Kamu enggak apa-apa?”

tanya Kai yang berjalan di sebelahku.

"Enggak apa-apa kok, Hotelnya cantik”

sahut ku sambil memegangi koper.

“Rekomen dari teman juga, kamu cantik hari ini”

kata Kai yang melirik ku yang kedinginan dengan mini dress yang berbahan kain tisu.

“Makasih, sampai besok lagi ya”

kata ku yang telah tiba didepan pintu kamar.

“Iya, kamu istirahat ya”

sahut Kai yang meraih tangan ku saat hendak masuk kedalam kamar.

“Kamu juga harus istirahat”

sahut ku sambil tersenyum.

Tanpa aba-aba dan pemberitahuan Kai mengecup kening ku.

Muccchhh....

“Mimpi indah”

bisik Kai di kuping ku.

Tdak dapat berkata, detak jantung ku berdebar kencang, aku ragu apakah aku dapat tidur malam ini.

Kai pun berlalu menuju kamarnya, karena besok akan menjadi hari panjang baginya.

Tampak Celine terdiam duduk disebuah sofa, yang berada di apartemen Rendi. Kaki nya pun masih berlumur darah yang mengering.

“Kamu habis dari rumah Kai?" tanya Rendi yang membersihkan kaki Celine.

Hmmm...

Balas Celine dengan tatapan kosong.

Rendi yang begitu sabar menghadapi Celine, tetap menahan emosi karena rasa cintanya kepada Celine.

“Terus kenapa mau tunangan sama aku?”

lanjut Rendi yang berhenti membersihkan kaki Celine.

“Aku jadikan kamu pelarian hingga akhirnya aku terikat dan aku enggak bisa lepas”

jelas Celine yang masih dengan wajah tatapan kosong.

“Aku yang enggak bisa melepaskan kamu, aku butuh kamu buat bersandar”

lanjut Celine yang kemudian memeluk Rendi.

Mau tidak mau inilah Celine yang Rendi pilih dari pada persahabatan mereka.

“Besok-besok ajak aku ya”

pinta Rendi yang memeluk erat Celine.

1
nobita
aku mampir kak
Angkasabiru
manis banget kai 😌
Angkasabiru
Dita keren. semangat terus gina 🤗
Angkasabiru
Saling suport ya kak. Aku nyicil dulu bacanya hehe☺
Ika Mbkdyva
😊😊😊
Lestari 23
juan nekat..karena diberi kesempatan
Lestari 23
jablay...janda kurang belaian.
Lestari 23
pengalaman... wwlaupun bertahan ttp aja ibarat kaca retak, kepercayaan itu jd menipis
Lestari 23
aku suka cewe pemberani.. jarang yg meng explor cewe pemberani.
Qiana
Semangat dan sukses selalu
7in1
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Qiana
Mencoba hadir, walaupun jaringan payah
7in1
💕💕💕💕💕💕
Qiana
kami 7in1 hadir
Like 👍👍👍👍👍
Qiana
karena Author sudah hadir di karya Firmo, maka kami akan hadir juga, 7in1

Favorit ♥️♥️♥️♥️♥️
Qiana
Salam 7in1
Rate ⭐⭐⭐⭐
Ayu Arthamobilindo
up thor
Ayu Arthamobilindo
up Thor smgt
Ayu Arthamobilindo
up SMG bs LBH dr 100 episod y Thor smgt 🥰🥰🥰😘😘😘
Ayu Arthamobilindo
Juan THN dikit napa
Ayu Arthamobilindo
duh Dita knp JD bgn ya smgt thor
Ayu Arthamobilindo
autohor nya lucu smgt ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!