Aira Cantika Putri seorang perempuan cantik , pintar dan rendah hati. Mahasiswa kedokteran yang banyak di sukai pria kampus karna kecantikan dan kerendahan hati nya. Terlahir dari keluarga yang sederhana dan penuh kehangatan.
Kendra Aditya Nugraha seorang dokter muda yang tampan tapi sikapnya begitu dingin dan kaku namun di dalam hati nya begitu hangat dan rapuh. Anak pemilik rumah sakit ternama di jakarta juga satu satu nya pewaris rumah sakit.
Reyhan Adi Utama seorang calon dokter sekaligus anak pebisnis sukses. Sikapnya yang begitu ramah dan hangat terlebih terhadap Aira wanita yang dia suka sejak kuliah. Dia pun teman seangkatan dengan Kendra.
Aira terjebak di antara dua hati pria tampan itu.
Manakah yang mampu meluluhkan hati Aira?
Kendra yang dingin dan kaku atau Reyhan yang hangat dan lembut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deti apriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu
Waktu sudah bergulir , ayah Aira pun sudah pulang dari rumah sakit dan kembali ke rumah dan harus check up sebulan sekali
"Pak Irwan minum obat nya harus teratur dan banyak istirahat ya tidak boleh kecapean apalagi sampai strees" pesan Dokter Siska
"Baik dok. Terima kasih dokter" jawab Pak Irwan
"Tuh ayah denger kan kata dokter jangan kecapean" ucap Rara penuh penekanan
"Iya sayang" jawab Pak Irwan
"Yasudah kalau begitu saya permisi ya" pamit Dokter Siska
"Silahkan dok. Terima kasih dokter" ucap Rara dan Bunda nya
Mereka pun pulang bersama di jemput Bayu dan Dinda yang menunggu di parkiran
***
Di Rumah Keluarga Adi Utama
"Ada apa pah manggil Rey" yang langsung duduk di depan papa nya
"Rey kamu harus makin sering belajar perkembangan bisnis , papa mau kamu secepatnya mengambil alih jabatan papa" perintah Papa Rey
Rey malah terdiam teringat ucapan Tante Siska di rumah sakit waktu itu
"Tapi pah Rey gak bisa Rey mau nerusin pendidikan Rey yang tertunda" jawab Rey
"Ngapain sih kamu masih mau ngelanjutin cita-cita gak penting kamu itu" ucap Papa Rey yang suaranya mulai meninggi
"Tapi pah itu cita-cita Rey dari kecil dan papa kan masih punya Radit yang bisa warisin bisnis Papa" jawab Rey mulai kesal
"Tapi kamu itu anak tertua keluarga ini" teriak Papa Rey
"Tapi pah sama aja kan Radit juga anak papa sebentar lagi dia lulus sekolah papa suruh aja dia nurutin kemauan Papa" jawab Rey yang suaranya mulai meninggi
"Baik kalo kamu emang mau meneruskan pendidikan kamu itu tapi dengan satu syarat" ucap Papa Rey
"Syarat?" ucap Rey mengerenyit kan dahi nya
"Kamu harus mau bertunangan sama anak om Wibowo partner bisnis Papa" ucap Papa Rey
"Ellen?" tanya Rey
"Iya" jawab Papa Rey
"Rey gak mau pa , emang nya Rey barang yang bisa di jadiin alat tukar keuntungan bisnis Papa dan lagi Rey juga punya kekasih" jawab Rey dengan penuh kekesalan
"Siapa? Perempuan itu yang cuma anak seorang PNS?" ucap Papa Rey dengan nada merendahkan
"Nama nya Aira pah dia anak keluarga baik-baik dan Rey cinta sama dia" ucap Rey berlalu pergi
"Pikirkan baik-baik pilihan Yang Papa kasih. Kamu itu bukan siapa-siapa kalau bukan karna Papa dan kamu gak akan bisa membawa perempuan itu masuk keluarga ini" teriak Papa Rey penuh marah
Rey masuk ke kamarnya dengan penuh marah dan langsung membanting pintu kamarnya dengan keras membuat adik nya di kamar sebelah loncat karna kaget
***
Di Rumah Sakit Harapan
Ken yang selalu kesal dengan sikap Lyra yang selalu mencari cara mendekati nya pergi ke atap rumah sakit untuk menenangkan diri seperti biasanya
Dia yang setiap bertemu Lyra selalu saja teringat kejadian yang beberapa tahun lalu terjadi
Flash Back
Ken saat itu berpacaran dengan Lyra , hubungan mereka yang terjalin sejak kelas 1 SMA hingga akhirnya memutuskan kuliah dengan jurusan yang sama agar selalu bisa bersama
Hari itu Ken seperti biasa membawa kamera nya kemana-mana memotre kesana kemari bahkan hal-hal kecil sekalipun
Ya karna cita-cita Ken sebenarnya jadi seorang Fotografer profesional tapi karna almarhumah mamah nya ingin dia menjadi seorang dokter dia pun melanjutkan pendidikan nya di kedokteran demi mengikuti wasiat almarhumah mama nya
Ken mencari-cari Lyra seharian di kampus , sudah bertanya kesana kemari tapi tidak ada yang melihat Lyra
"Hey liat Lyra gak?" tanya Ken pada salah satu mahasiswa
"Engga liat" jawab mahasiswa itu
"Oh yaudha maskasih ya" ucap Ken
"Kemana sih dia?" gumam Ken
Ken dengan iseng nya masuk ke ruang Aula kampus yang biasa di pakai tempat seminar itu sambil memotret motret benda-benda di sana
Langkahnya pelan semakin masuk ke dalam entah apa yang membuat Ken semakin masuk kedalam sambil terus memotret
Langkahnya terhenti dan terfokus pada dua orang yaitu wanita dan laki laki yang sedang duduk di kursi itu sambil saling memeluk seperti sedang berpacaran
"Wahh jackpot lu" Ken tersenyum jail sambil memotret dua orang itu
Dia semakin menzoom kamera nya agar terlihat wajah kedua orang itu
Setelah pasangan itu melepaskan pelukannya lelaki itu mencium bibir si wanita dan mereka pun berciuman layaknya pasangan di mabuk cinta
"Wah parah nih harus gue ambil gambar" Ken dengan jailnya terus memotret mereka
Semakin lama Ken semakin sadar sepertinya dia kenal pada wanita yang sedang berciuman itu. Dia terus melihat kearah kameranya dan
Jleeeebbbb...
Rasanya seperti ada pisau yang menancap ke dalam jantung Ken. Rasanya Ken tidak bisa bernafas mematung di sana dengan muka yang merah meradang
Dia berjalan keluar aula itu menuju parkiran tanpa sadar dia terus menabrak orang di sekeliling nya. Rasanya waktu berhenti berputar bagi Ken
Dia menjalankan mobilnya keluar parkiran dengan ngebut bahkan hampir menabrak seseorang , Rey yang melihat kejadian itu merasa ada yang aneh pada Ken mencoba memanggilnya tapi tidak di hiraukan
Ken terus melajukan mobilnya tanpa sadar dengan ngebut ke sebuah villa keluarga nya di Bogor
Pengurus rumah yang melihat Ken menyapa nya
"Den Ken tumben kesini gak bilang dulu?" tanya Mang Jajang
Ken hanya masuk tanpa menoleh atau memperdulikan ucapan Mang Jajang dan langsung membanting pintu dan menguci nya dari dalam
Mang Jajang yang merasa aneh pun langsung menelfon Ayah Ken memberitahu yang terjadi
***
Sedangkan di kampus Lyra mencari-cari Ken tapi tidak ketemu
"Ly mau kemana?" tanya Rey
"Cari Ken nih lo liat gak?" tanya Lyra
"Tadi gue liat dia bawa mobil ngebut banget keluar parkiran terus sikapnya juga aneh gitu, gue justru mau nanya sama lo dia kenapa?" jelas Rey
"Gue juga gak tau ini gue baru cari dia" jawab Lyra bingung
"Ada apa ya sama Ken?" dalam hati Lyra
Lyra pun mencari Ken ke rumahnya tapi nihil hasilnya para pekerja di rumahnya tidak tahu kemana Ken
***
Sudah seminggu Ken mengurung diri di villa nya , Ayahnya hanya mengawasi lewat Mang Jajang karna dia mau menunggu Ken tenang dan pulang dengan sendirinya
Ken pun akhirnya pulang ke rumahnya dan bersiap untuk pergi ke kampus lagi
Dia sudah sampe di kampus dengan membawa kamera itu di tangannya
Lyra yang sedang berjalan sendiri bingung memikirkan kemana Ken tiba tiba kaget melihat Ken sedang berjalan ke arahnya , dia langsung berlari menghampiri Ken
"Sayang.." teriak Lyra langsung memeluk Ken
Ken langsung melepaskan pelukan Lyra dengan kasar dan berjalan terus penub amarah
"Sayang kamu kenapa? Kamu kemana aja seminggu ini menghilang?" tanya Lyra sambil terus berjalan mengikuti Ken di samping nya
"Sayang kamu kenapa sih?" tanya Lyra merasa aneh pada Ken
Ken terus berjalan dengan tatapan yang menyeramkan membuat orang-orang yang melihatnya merasa takut karna mereka pertama kali melihat Ken begini
"Hey Ken" sapa Laki-laki itu dari arah berlawanan yang jaraknya cukup jauh
Ketika semakin mendekat laki-laki itu melebarkan tangannya hendak memeluk Ken tapi
Bruukkk.. Bruukkk.. Bruukkk..
Ken bekali kali menonjok laki-laki itu tanpa ampun seperti orang kesetanan , laki-laki itu merasa diri nya terancampun membalas tinjuan Ken demi melindungi diri
ibaratnya ga praktis panjang lebar
mau nikah aja sama orang asing
ini adalah novel pertama yg aku baca di NT dan pertama kali aku baca novel gara" liat prolognya sw temen haaaa terharu bgt dua th llu ini aku msih blom download apk NT ah perjuangan ngingat judulnya😭😭😅😂