Beverly seorang gadis terpelajar yang terpaksa harus menerima sebuah perjodohan yang di adakan oleh orang tua angkatnya .Tapi laki laki yang menikahinya itu malah mempersunting wanita lain setelah beberapa bulan pernikahanannya. Entah nasib apa yang dia alami saat itu?? Niat baiknya membalas budi kedua orang tuanya justru malah menghancurkan masa depannya sendiri.
Dia mengajukan kesepakatan bercerai saat satu tahun pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan nasib Beverly selanjutnya???
Akankah dia menemukan seseorang yang bisa menerima status jandanya saat itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Warsiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(Bercerai) Memberi penjelasan kepada keluarga
Kini keduanya pun tengah berada di ruang persidangan.
Terlihat raut kegelisahan di wajah Indra saat ini, namun tidak di wajah Beverly yang sedari tadi terus melemparkan senyumanya ke arah Indra.
"apa dia seyakin itu untuk bercerai dariku, kenapa dia terus tersenyum seperti itu?? apa segitu bahagianya perceraian ini untuknya??"gumam Indra saat melihat raut wajah sumringah dari Beverly.
"kenapa denganku ini??dulu aku begitu tidak peduli dengannya,tapi kenapa saat kami benar benar akan bercerai hatiku merasakan sesak"gumam Indra lagi dengan segala kegelisahannya saat ini.
"Bismillah"kata itu terus Beverly ucapkan tat kala dia merasa tegang. Dia terus berusaha menguatkan hatinya dan memantapkan keputusannya untuk melangkah ke depan.
"ingat Ndra,semua sudah akan berakhir.. bukannya ini yang kamu inginkan, dengan bercerai dengannya maka kamu sudah bisa menjadikan Bianca sebagai satu satunya ratu di hidupmu"gumamnya menyemangati dirinya sendiri.
Tapi entah kenapa semangat itu masih tidak bisa menghentikan kegelisahannya saat ini, mulutnya bisa berkata iya tapi entah ada apa dengan hatinya yang malah bertolak belakang dengan keinginannya itu.
**
Sidang perceraian keduanya pun telah di kabulkan oleh pengadilan.
Beverly kini telah resmi menyandang status sebagai janda muda.
Nampak raut wajah kecewa dari wajah Indra seakan tidak rela melepaskan Beverly.
Entah perasaan apa itu, saat ini dia merasa sudah kehilangan sesuatu dalam hidupnya.
Keduanya pun berjabat tangan dan saling melemparkan pandangan satu sama lain.
Beverly mengembangkan senyumanya kepada Indra. Indra nampak menggenggam erat tangan Beverly yang saat ini dia jabat itu.
"mas..."kata Beverly saat Indra tak kunjung melepaskan jabatan tangannya.
"ahh maaf"kata Indra segera melepaskan tangan milik Beverly.
Beverly hanya tersenyum menanggapi perkataan Indra.
"benar benar sudah berakhir" gumam keduanya secara tidak sengaja mengatakan kata kata yang sama.
**
Setelah resmi bercerai Beverly segera keluar dari rumah indra yang kini sudah menjadi mantan suaminya itu.
Beverly pergi ke rumah orang tuanya dan menceritakan mengenai perceraian nya dengan Indra yang kini sudah resmi menjadi mantan suaminya itu.
Beverly tidak mengatakan kepada orang tuanya soal Indra yang sudah berpoligami terhadapnya. Dia hanya bercerita alasan perceraian keduanya karena sudah tidak ada kecocokan antar keduanya.
Orang tua Beverly nampak sedikit kecewa dengan keputusan perceraian keduanya, namun walau bagaimanapun mereka tetap menghargai keputusan keduanya. Mereka mendukung setiap keputusan anaknya itu dan tidak ingin terlalu memaksakan kehendaknya sebagai orang tua.
"kalau itu memang keputusan kalian...kami hanya bisa mendukungmu nak"kata jovanka yang merupakan ayah angkat Beverly,Di elusnya pelan pucuk kepala anaknya itu sebagai tanda menyemangtinya agar tetap kuat dalam menghadapi permasalahannya.
"trimakasih ayah..ibu"kata Beverly dengan seutas senyum di bibirnya, kemudian dia berjalan mendekat dan memeluk ke dua orang tuanya itu.
Meskipun hanya orang tua angkat namun kedua orang tua Beverly sangat menyayangi Beverly layaknya darah dagingnya sendiri.
Begitu pula dengan Beverly yang begitu sangat menyayangi keduanya.
"lalu... bagaiaman rencanmu saat ini?"tanya ayah Beverly.
"aku belum memikirkannya yah...sementara aku akan lanjut bekerja dulu"kata Beverly pada kedua orang tuanya.
"ok kalau itu memang sudah menjadi keputusanmu...ayah akan selalu mendukung pergerakanmu...."kata ayah Beverly dengan senyum mengembang di bibirnya.
"terimakasih ayah...ibu"kata Beverly memberikan pelukan hangat untuk ke dua orang tuanya itu.
Beverly begitu beruntung karena memiliki kedua orang tua yang begitu perhatian serta begitu menyayanginya.
Kedua orang tuanya selalu mendukung setiap pergerakan Beverly.
"ngomong ngomong memang kamu sudah bekerja nak?"tanya ayah Beverly.
"iya yah...aku sudah bekerja sejak 8 bulan yang lalu"kata Beverly.
"syukurlah kalau begitu...dimana kamu bekerja?"tanya ayah Beverly.
"Di CS company yah"jawab Beverly.
"hebat sekali kamu nak...bisa masuk ke perusahaan sebesar itu"kata ayah Beverly dengan seutas senyum bangganya pada anak yang ada di hadapannya itu.
"aku hanya beruntung yah...saat aku iseng iseng melamar pekerjaan dan aku malah mendapatkan panggilan kerja dari perusahaan itu...dan lebih beruntungnya lagi tiga bulan bekerja aku sudah di angkat menjadi karyawan tetap di sana"jelas Beverly pada ayahnya.
"bukannya perusahaan itu jauh dari tempatmu dan indra tinggal dulu"Sahut ibu Beverly.
"iya lumayan jauh sih bu... hampir satu setengah jam jarak yang aku tempuh dari rumah hingga perusahaan"kata Beverly yang kini sudah menidurkan kepalanya di pangkuan ibunya itu.
Di elusnya lembut pucuk kepala Beverly oleh ibunya dan di sibakkannya anak rambut yang menutupi wajah putri cantiknya itu.
"lalu bagaimana kamu datang ke sana??apa Indra mengantarmu??"tanya ibu Beverly.
"ahh itu...aku berangkat sendiri bu...mas Indra kan juga sibuk bekerja jadi dia tidak bisa setiap hari mengantar jemputku, sesekali saja kalau dia tidak sibuk dia yang mengantarku"kata Beverly yang nampak sedikit beralasan menyembunyikan sikap dan perilaku indra yang sebenarnya.
Dia tidak berani bilang bahwa selam ini sebenarnya Indra selalu mengabaikannya.
"kenapa kamu tidak bekerja di kantor Indra saja sayang... bukannya perusahaan indra juga cukup besar"tanya ibu Indra.
"mmm....ituu...aku yang tidak ingin satu kantor dengan mas Indra bu...lagian aku ingin memanfaatkan kemampuanku sendiri tanpa campur tangan orang lain...aku ingin berjuang sendiri dalam urusan karirku"jelas Beverly pada ibunya.
"apa selama ini kamu bahagia??"tanya ibu Beverly dengan mata yang sedikit berkaca kaca.
Entah kenapa melihat Beverly saat ini hatinya tiba tiba merasa sedih.
Dia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oelh Beverly darinya.
"mmm..iya bu...selama ini aku cukup bahagia...kami bercerai memang karena sudah tidak satu pemikiran lagi...ibu tenang saja aku bercerai secara baik baik dengan mas Indra kok...besok atau lusa aku akan pergi ke rumah orang tua mas Indra...aku akan mengatakan tentang perpisahan kami...walau bagaimanapun aku datang secara baik baik,aku juga harus pergi secara baik baik juga"kata Beverly dengan seutas senyum di bibirnya.
Entah kenapa mendengar apa yang Beverly katakan membuat ibunya meneteskan air matanya.
Kata kata Beverly yang begitu dewasa dan terlihat begitu tegar itu justru menyakiti hatinya sebagai seorang ibu.
Hatinya terluka karena keputusannya dulu malah membuat anaknya yang masih muda ini menyandang status sebagai janda.
"maafkan ayah dan ibu nak"kata ibu Beverly.
"ibu ini kenapa??sudah jangan menangis... sungguh aku tidak apa apa buu... percayalah!!"kata Beverly yang kini sudah mendudukkan tubuhnya dan mengenggam kedua tangan ibunya untuk menenangkannya.
"ayah... lihatlah ibu...kenapa dia malah menangis seperti ini??"kata Beverly yang kink melirik ke arah ayahnya.
"apa aku melakukan kesalahan ibu...apa ibu kecewa padaku??kalau iya ku mohon maafkan aku"kata Beverly yang kini mulai tertunduk dan menciumi punggung tangan milik ibunya itu.
"tidak nak...kamu sama sekali tidak bersalah...ini kesalahan kami"kata ibu Beverly sambil mengusap lembut kepala Beverly.
"ibu ini bicara apa sih... berhenti menyalahkan diri sendiri seperti itu...ini memang sudah takdir... ibu tidak usah merasa bersalah padaku"kata Beverly meyakinkan ibunya.
"sudahlah bu...jangan membuat Beverly semakin terluka dengan melihatmu menangis seperti itu"kata ayah Beverly.
Ketiganya pun akhirnya saling berpelukan guna menguatkan satu sama lain.
"apa ibu dan ayah besok mau mwngantarkanku bertemu dengan orang tua mas Indra?"tanya Beverly pada ayah dan ibunya.
"tentu saja...kami akan mengantarkanmu"jawab ayah Beverly.
"terimakasih ayah ..ibu"kata Beverly kembali memeluk ayah dan ibunya secara bergantian.
Setelah pembicaraan itu Beverly dan orang tuanya memutuskan untuk beristirahat.
Ke esokan harinya, Seperti yang Beverly minta kedua orang tuanya mengantarkannya ke rumah mantan besannya itu.
Sesampainya di sana mereka menjelaskan tentang perpisahan keduanya.
Kedua orang tua Indra sangat kecewa dengan keputusan Indra dan Beverly.
Tapi karena perceraian itu sudah mereka sepakati dengan baik maka sebagai orang tua mereka hanya bisa mendukung keputusan anak anaknya.
Kedua oang tua Indra menerima keputusan itu dengan lapang dada.
Bahkan mereka juga menawarkan menjadi orang tua angkat Beverly juga.
Meskipun sudah bercerai mereka akan tetap menganggp Beverly sebagai anaknya. Mereka berkata pada Beverly agar tidak perlu sungkan dengan keduanya.
Sewaktu waktu Beverly memerlukan bantuan, Beverly bisa mengatakannya pada kedua orang tua Indra dan mereka pasti akan selalu memberikan bantuannya untuk Beverly.
semangat
ku memilihmu karena adikku