Apa jadinya jika tetangga samping rumahmu adalah jodoh yang di utus Tuhan untukmu?
Awal pertemuan Tasya dengan Aldo di sebuah gang sempit tempat di mana sebuah kejadian yang menimpa Tasya. Namun untungnya seorang pria yang bernama Aldo datang menolongnya, dan disanalah awal pertemuan dan kisah cinta mereka akan di mulai.
Akan tetapi disaat Tasya sudah menjalani kasih dengan Aldo, disana pihak orang tua dari Tasya malah tidak merestui dan menentang hubungan mereka berdua.
Lalu akankah hubungan mereka berdua berjalan dengan baik? Apakah mereka bisa melewati cobaan dan lika-liku kisah cinta Mereka?
Penuh masalah dan pertentangan, ikuti kisah romantis dari kedua insan ini dalam cerita jodohku tetanggaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi indra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
010
Keesokan harinya Tasya bangun pagi-pagi sekali untuk bersiap-siap pergi ke taman bersama dengan Dodo.
Tasya menggunakan setelan baju olahraga yang berwarna putih hitam. Tidak lupa Tasya memakai handset bluetooth yang terpasang pada telinganya dan memasukan hpnya di dalam kantung celana.
Hari ini Tasya mengikat rambutnya ala kuncir kuda.
"Ah, akhirnya aku sudah selesai." Ucap Tasya seraya mengehela nafas panjang.
Tasya berjalan keluar kamar menuju kamar adik laki-lakinya yang bernama Dodo.
tok...tok..tok..
"Do, udah selesai blum?" Teriakan Tasya dari luar kamar Dodo
"Udah, tunggu aku di gerbang aja kak."
"Oke." Ucap Tasya singkat
Tasya berjalan keluar menuju gerbang rumahnya itu.
Selang beberapa menit Dodo sudah keluar dengan baju santai, meskipun Dodo masih berumur 12 Tahun tapi jangan salah, selera berpakaian Dodo memang tidak boleh di anggap remeh, Dodo bagaikan model bagiamana tidak, wajah Dodo tampan dan postur tubuh juga tinggi berbeda sekali dengan anak seusianya maka banyak orang yang menganggap Dodo adalah anak SMP bukan SD.
"Yuk kak, aku udah selesai." Ucap Dodo santai
"Do, kamu ngak ajak kak Aurora ikut juga?"
"Ngak usah kak Aurora hari ini bakal kerja pagi, ayok jangan kelamaan." Ucap Dodo sambil menarik tangan Tasya
Tasya ikut berlari mengikuti langkah kaki adiknya itu.
"Do, kok kamu pake baju santai kenapa ngak kasih tau kakak, kalau tau kamu bakalan pakai baju begitu, lebih baik kakak juga pake baju yang sama kaya kamu."
"Udahlah kakak yang penting udah pake baju." Jawab asal Dodo.
"Uhh, menyebalkan." Grutu Tasya
Mereka berdua berjalan berdampingan menuju taman.
"Dah sampe." Ucap Dodo lega.
"Terus kita mau ngapin di sini? kamu jadi kan traktir kakak?" Tanya Tasya.
"Jadi dong, tapi aku mau ambil uang dulu aku lupa, kakak lebih baik tunggu aku di bangku taman itu ya." Ucap Dodo sambil menunjuk ke arah bangku kosong.
"Kenapa bisa lupa Do, awas aja kamu ya kalau bohongin kakak."
"Ngak, sana gih duduk aku pulang bentar." Ucap Dodo
"Baiklah."
Tasya berjalan ke arah bangku taman yang di tunjukkan Dodo tadi.
"Mudahan aja Dodo ngak bohong." Ucap Tasya
Tasya mendaratkan bokongnya di atas kursi taman itu.
Setelah itu Tasya mendengarkan musik melalui handset bluetooth nya.
Di lain tempat Dodo dan Aldo sedang berbincang di dekat pohon beringin.
"Kak kenapa ketemu di pohon beringin? kakak mau jadi gundoruwo ya." Ucap Dodo sambil terkekeh
"Dasar bocah enak aja kalau ngomong." Ucap Aldo kesal
"Udah, kak Tasya ada di bangku taman tuh dekat permainan anak-anak, kakak ke sana aja."
"Oke bagus, kamu memang bisa di andalkan." Ucap Aldo
"Etsss, kak ingat janji ya!! transfer ke rekening aku." Ucap Dodo sambil tersenyum
"Memang kamu punya rekening, masih bocah kok udah ada rekening."
"Banyak tanya, aku pergi dulu." Ucap Dodo sambil melambaikan tangannya.
"Dasar bocah sialan, orang besar lagi ngomong malah di tinggalin uhh." Gumam Aldo kesal
Aldo berjalan masuk ke dalam taman untuk mencari Tasya.
Aldo melihat Tasya yang sedang duduk sendiri sambil menutup kedua matanya itu.
"Itu Tasya." Ucap Aldo senang
Aldo begitu bersemangat, ia mendekat ke arah Tasya lalu duduk di samping Tasya.
"Tasya aku mau ngomong sesuatu." Ucap Aldo gugup
Hening!!!
Aldo melirik ke arah Tasya, tapi yang dia lihat Tasya hanya diam sambil menutup mata sama seperti yang ia lihat tadi.
"Kok Tasya diam aja sih, apa dia ngak denger aku ngomong ya." Ucap Aldo.
Aldo bangkit dari duduknya dan berdiri menghadap ke arah Tasya.
"Tasya." Panggil Aldo sambil memegang ke dua pundak Tasya.
Tasya membuka ke dua matanya saat merasakan ada yang menyentuh kedua pundaknya itu.
Tasya kaget saat yang ia lihat di hadapannya sekarang ini adalah Aldo, Tasya pikir itu adalah adiknya Dodo.
Tasya melepaskan handset bluetoothnya dan menaruh di dalam kantung celannya.
"Aldo, kenapa kamu ada di sini?" Tanya Tasya
"Aku tadi lagi lari pagi, terus aku ngak sengaja lihat kamu duduk sendirian disini jadi aku samperin kamu deh." Ucap Aldo sambil menggaruk kepalanya.
"Oh." Ucap Tasya singkat
Tasya begitu canggung saat berada di dekat Aldo, ia malas sekali rasanya bertemu dengan Aldo, ia takut jika dia nanti terus mengobrol dengan Aldo maka perasaannya pasti akan terus tumbuh.
"Ya udah aku mau cari adik ku dulu ya." Ucap Tasya lalu beranjak dari duduknya.
"Tunggu dulu, kenapa kamu selalu menghindar dari aku Tasya." Ucap Aldo
Tasya yang mendengar itu langsung diam di tempat, hatinya sekarang begitu sakit kejadian yang lalu kembali terngiang di pikiran Tasya, kalau terus begini bagaimana bisa Tasya menahan air matanya lagi.
"Ah, kamu ngomong apa sih." Ucap Tasya pura-pura tersenyum
Tasya mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Aldo, tapi suara Aldo kembali menghentikan langkah kaki Tasya.
"Tasya aku tau kamu sedang menghindar dari aku, beberapa hari ini kami jarang keluar rumah bahkan saat aku ingin bertemu dengan mu kamu malah menjaga jarak, sebenarnya aku ada salah apa?" Ucap Aldo
Tasya mengehela nafas berat, hatinya kembali berdenyut terasa ada yang menyayat hatinya.
"Kamu tidak ada salah apa-apa Aldo, kamu bicara apa aku sama sekali tidak mengerti." Ucap Tasya
Aldo berjalan mendekat ke arah Tasya, dia berdiri tepat di hadapan Tasya, Tasya hanya diam memandang ke arah samping ia benar-benar tidak ingin mentap mata Aldo.
"Kalau aku ngak ada salah sama kamu, sekarang coba tatap mata aku, aku mau lihat kamu jujur apa ngak."
Tasya benar-benar gugup sekarang, bagaimana mungkin dia bisa menatap mata Aldo. Bila ia tidak melakukan itu pasti Aldo akan mengira yang tidak-tidak, tapi jika Tasya melakukan apa yang di katakan Aldo pasti ia tidak bisa lagi menahan emosi dan air matanya sekarang.
"Ayo Tasya tatap aku, aku pengen lihat kamu jujur apa ngak." Ucap Aldo.
Tasya mulai menatap mata Aldo, sekarang ia benar-benar tidak mampu untuk membendung air matanya lagi.
"Hiks... hiks.." Tanggisan Tasya.
Tasya tak mampu berkata-kata lagi bibirnya Kelu, sekarang ia begitu malu karena perasaannya yang tidak terbalaskan ini.
Aldo menghapus air mata Tasya, lalu mengangkat dagu Tasya agar tatapan mereka bertemu.
"Tasya kamu kenapa menangis, jika aku ada salah tolong maafkan aku." Ucap Aldo lembut
"Aku... aku maaf aku ingin pergi." Ucap Tasya
"Tolong Tasya jangan seperti ini." Ucap Aldo lalu memeluk tubuh Tasya
Tasya terkejut dengan apa yang di lakukan Aldo.
"Tasya aku hari ini akan berkata jujur, sebenarnya aku cinta sama kamu tapi aku ngak berani ngungkapin ke kamu, aku selama ini tungguin kamu terus, perhatiin kamu dari jarak jauh terus tapi kamu malah menghindar dari aku." Ucap Aldo lemah
Tasya tidak menjawab ia begitu terkejut dengan pernyataan yang diucapkan dari bibir Aldo.
"Tasya jangan menghindar lagi, aku mau kamu ada di samping ku, aku ngak tau perasaan ini datang dengan sendirinya. Aku benar-benar ngak bisa menahan perasaan ku ini bahkan semakin hari semakin besar rasa cintaku kepadamu Tasya." Ucap Aldo memeluk erat tubuh Tasya seakan Tasya adalah barang berharga miliknya.
"Aku...aku." Ucap Tasya gugup
Tasya benar-benar tidak menyangka jika Aldo mencintai dirinya, ia pikir Aldo tidak mempunyai perasaan kepadanya, Tasya berpikir bahwa cintanya akan bertepuk sebelah tangan tapi ia salah besar ternyata Aldo juga memiliki perasaan yang sama.
"Tasya maukah kamu menjadi pacarku." Ucap Aldo
salam -Kay and Say-
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
maafkan telat"yh. tp, pasti aku mampir kok.
semangat dan sehat selalu kak.
salam kangen dari Amera..
mengintip Jodohku sudah up loh 😍
Salam –Belong to Esme–
salam hangat Mengintip Jodohku kak
selalu like dan support 🥰
yuk mampir lagi kak.
sudah up loh
salam hangat dari 🌺 IMPIAN GADIS MANIS
mampir K&S dah uppppp