NovelToon NovelToon
Penjara Hasrat Kakak Tiri Kejam

Penjara Hasrat Kakak Tiri Kejam

Status: tamat
Genre:Angst / Beda Usia / One Night Stand / Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat / Saudara palsu / Tamat
Popularitas:244.9k
Nilai: 5
Nama Author: Madumanis

Nara harus sedia menjadi pemuas hasrat Kakak tirinya, mewujudkan semua keinginan jahat serta menyiksa dari Noah. Kehidupan Nara yang sempit serta tidak berdaya sangat Noah andalkan untuk membuat Nara menjadi miliknya.

"Hentikan, Kak.. hentikan semua ini!" teriak Nara disaat tubuh Noah terus berpacu menikmati setiap adegan panas yang terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Madumanis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Bahkan genggaman tangan Noah terasa sakit sebenarnya, kuku-kuku Noah seakan menusuk telapak tangan Nara yang ia genggam erat. Sampai Nara meringis kesakitan, tapi ia tidak bisa menjerit kesakitan karena ada kedua orang tuanya dilantai bawah yang sedang menunggu.

"Sebaiknya kau diam saja menerima segala peraturan yang aku berikan, semakin kau banyak bicara maka aku semakin suka menyiksamu, Nara. Itulah intinya.." Noah mencoba menyadarkan Nara yang mengangguk mengerti.

"Kalian sedang bicara apa si?" Tanya Clara hingga membuat keduanya tersadar, langsung Nara melepaskan genggaman tangan Noah yang menyakiti dirinya itu.

Nara berlari menuju Sang Mama, tapi tidak membuat Clara dan Jack merasa curiga. Susah payah untuk tetap biasa saja, untungnya Jack tidak banyak bertanya kali ini.

"Nanti di Villa bakal ada teman seusia kamu, pasti kalian akan akrab nanti.." Ucap Clara, ia meraih tangan Nara untuk pergi menuju mobil.

Jack melirik tajam kearah Noah yang terus saja memperhatikan kepergian Nara. "Apa kau menindas adikmu, Noah?" Tanya Jack akan kecurigaannya selama ini.

Noah berdecak sebal mendapati tuduhan seperti itu dari sang Ayah, kalaupun ia menindas Nara memangnya kenapa? itulah yang Noah pikirkan. Tapi segala kekuasaannya kali ini sangat tergantung pada kepercayaan Jack. Susah payah Noah tersenyum manis kepada Jack yang menatapnya penuh curiga.

"Apa Ayah mencurigai aku sekarang?" Tanya Noah dengan ekspresi terbaiknya, yaitu tetap tenang dan santai.

Jack mengangguk mantap. "Dulu Nara adalah gadis yang ceria tapi kali ini Ayah merasa ada sedikit perbedaan pada Nara." Ujar Jack, ia masih menatap Putra satu-satunya itu dengan sangat serius. "Apa kau menindas dia selama ini?"

"Sekali lagi aku katakan padamu, Ayah. Nara sudah dewasa sekarang, sifat seseorang bisa berubah kapanpun." Noah membela diri, ia terlihat santai menikmati tatapan tajam dari sang Ayah. "Aku tidak mungkin berani menindas adikku itu, kalau kau masih ragu.. kenapa tidak tanyakan pada putri angkatmu itu?" Setelah mengatakan ucapan yang tidak bisa dijawab oleh Jack maka Noah langsung melangkah pergi.

Jack hanya terdiam memikirkan semua perkataan putranya itu, apa ia saja yang terlalu berpikir jauh selama ini. Mungkin saja Noah mengatakan hal yang sebenarnya jika memperlakukan Nara dengan sangat baik. Hanya saja feeling Jack disaat melihat Nara saling tatap dan bahkan matanya seperti ada ketakutan yang tidak bisa diungkapkan.

"Mungkin yang dikatakan istriku benar, aku terlalu tidak mempercayai putraku sendiri." Gumam Jack di dalam hati lalu melangkah menyusul orang-orang tersayang yang sudah menunggu.

~

Perjalanan kali ini dengan Noah yang menyetir, Nara duduk dibangku belakang bersama dengan Clara. Sepanjang perjalanan Nara hanya diam menunduk, terkadang juga melihat kearah kaca spion yang menunjukkan wajah tampan Noah. Wajah itu menatapnya penuh ancaman, seolah memberi peringatan agar Nara tetap diam.

"Nara, kenapa diam saja, sayang? Kamu lapar ya?" Tanya Clara sembari menggenggam erat tangan Nara yang dingin.

Jack menoleh kearah bangku belakang. "Iya, kenapa Nara diam aja nih.. Katakan jika ada yang kau inginkan, Sayang." Jack menimpali.

Sementara Noah hanya diam menikmati perjalanan yang dilewati, ia merasa sudah sangat puas bisa membuat Nara bungkam seperti itu.

"Nara tidak lapar, Ma, Yah. Hanya sedikit pusing saja mungkin akibat terlalu banyak bermain ponsel kemarin." Nara terpaksa berbohong agar tidak memicu kecurigaan dari kedua orang tua angkatnya.

Clara percaya saja, ia mendekati Noah yang tengah menyetir. "Noah, berhenti di Minimarket sebentar ya. Mama mau beli roti untuk makanan adikmu, sepertinya dia lapar.." Ucap Clara yang Noah respon dengan deheman saja.

Mobil mahal tersebut berhenti di Minimarket, Jack serta Clara berlalu pergi bersama.

"Sayang, kamu tidak ikut kami?" Tanya Clara, mungkin saja Nara bosan terus berada di dalam mobil.

Nara sangat ingin ikut dengan Clara serta Jack, tapi di saat ia menemukan tatapan tajam dari Noah maka langsung menjawab ajakan itu dengan gelengan kepala saja.

"Tidak, Ma.. Nara disini saja menemani Kakak.." Alasan yang cukup bagus.

Clara tersenyum manis, ia menutup pintu lalu pergi bersama Jack yang sudah menunggu. Kepergian kedua orang tua membuat suasana di dalam mobil jadi terasa canggung, hanya terdengar helaan napas saja.

"Pindah duduk disini.." Tangan Noah menunjuk ke arah sampingnya.

Nara bingung. "Ayah duduk disana, Kak. Kalau aku berpindah nanti Ayah akan merasa curig_"

"Kalau dia bertanya nanti kau tinggal mengatakan alasanmu, sekarang duduklah disini." Noah memotong pembicaraan Nara, kali ini perintahnya terdengar lebih tegas.

Sudah pasti Nara takut untuk tidak mematuhi, ia bingung harus apa. Tapi rasanya lebih baik mematuhi saja apa yang Noah inginkan, Nara membuka pintu mobil tapi tidak bisa.

"Dari sini, kau jangan membuang waktu lagi, Nara. Cepatlah!" Bentak Noah, hingga tubuh Nara tersentak kaget.

Padahal tidak mesti Noah berteriak seperti itu kepadanya, jika dikatakan dengan lembut pasti Nara akan tetap mematuhi. Tapi, sepertinya Noah sudah sangat terbiasa membentak dan memaki dirinya. Tidak ada kamus untuk lembut lagi dalam kehidupan Noah memperlakukan Nara.

Meskipun sedikit sulit untung saja Nara memakai rok pendek selutut, jadi ia mudah menyebrangi penghalang. Nara tidak diizinkan lagi oleh Noah untuk memakai celana, katanya sangat menganggu aktivitas dalam menjelajahi tubuh Nara nanti.

"Kau memang lambat sekali!" Noah menarik tangan Nara hingga duduk di pangkuannya, tentu saja Nara terkejut.

Noah terlihat santai, ia mencium pipi serta bibir Nara seakan-akan sudah lama tidak melakukannya. Nara hanya pasrah saja, ia mengikuti kemauan Noah kali ini. Tapi, disaat tangan Noah mau memegang dua bongkahannya secara spontan tangan Nara menghentikan pergerakan sang Kakak.

"Jangan disentuh dulu, Kak. Milikku masih sangat sakit, kalau disentuh terasa sangat sakit." Adu Nara kepada Noah yang terlihat tidak perduli.

"Aku tidak perduli!" Tangan Noah tetap meremas dua bongkahan tersebut, pergerakan tangannya tergesa-gesa dan kasar hingga membuat Nara merintih kesakitan.

"Emm.. pelan, Kak.. Tolong, lakukan secara perlahan.." Pinta Nara, ia menatap sendu Noah yang terlihat asik dengan aktivitasnya sendiri.

Bukannya melakukan tindakan sesuai permintaan Nara malah Noah semakin kasar saja. Meremas terkadang memainkan ujung Nara meskipun masih memakai Bra.

"Jangan menangis, Nara.. Hal yang aku lakukan inilah yang membuat dua gunungmu terlihat besar, kau harus berterimakasih.." Ucap Noah dengan senyuman sinisnya.

Nara hanya bisa mengangguk sambil memegang wajah Noah, tapi pria itu menatapnya sangat tajam hingga Nara menjauhkan tangannya.

"Jangan sentuh aku tanpa izin, Nara! Ingat!" Bentak Noah yang kembali melumat bibir Nara dengan sangat ganas, mengetahui kedua orang tua mereka semakin dekat maka pergerakan tangan Noah semakin brutal meremasnya.

1
nilim
50% masalah hilang kl cntik
nilim
seimbang lah ya 🤣
nilim
gila ngerokokk 😭😭
nilim
knp ga dr lama kabur nya njr 😭
nilim
bahaya si kl Nara dkt sm tu cwo
nilim
ya salah la
nilim
prh bgt gila 😭
nilim
pdhl ad emak bapa nya
nilim
jurjang
liaa
ini kok langsung ditamatin/Sob/
ayu cantik
suka
Silalahi Margakuu_
makin g ngerti sifat Nara,,,, kok malah dia yg kecanduan noah,,,, manja,,, g ada berani2 nya,, jd cewek,,,,
Silalahi Margakuu_
kok,, aku ngerasa Nara itu bodoh,, atau polos atau bagaimana,,, biasanya seorang gadis akan mengambil tindakan klu dia D lecehkan,,, ini malah keenakan,, aku bacanya jd geram,,,
Wayan Sucani
Hamil dah ini
Dwii Afr
Ka up lagi yok
Meli Pahliani
iya aneh banget tiri atw adopsi
Fay
luar biasa
fiyol jelek
gantung
Windy Cintya
jangan lama lama ya up nya.....
Rei Papp
thor kapan update
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!