NovelToon NovelToon
Keila

Keila

Status: tamat
Genre:Komedi / Nikahmuda / Spiritual / Romansa / Tamat
Popularitas:193.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aidahlia

[Trailer sudah tersedia di you tube author]

Mereka sama-sama mencintai, sama-sama tidak mengetahui, merasa kalau mereka hanya mencintai sepihak tanpa balasan.

Berani melanggar aturan Allah hingga akhirnya ditikam harap yang menyesakkan. Perpisahan, pertemuan, semua itu menyatu dalam sebuah kisah cinta mereka yang selalu mereka harapkan berakhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aidahlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter | 10

Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim, terhenti sempurna di akhir hayat 

__________

Di pukul setengah dua belas malam mereka baru bisa tertidur dengan nyenyak. Kenyenyakan itu terganggu karena Seira terus-terusan menggoyah-goyahkan tubuh Keila dan Gita bergantian.

"Kei, anter ke kamar mandi yuk .... Kei, ayo dong bangun."

"Ish .... Git, bangun dong anter aku, duh ... aku ngompol di sini ya," ucap Seira dengan sedikit berteriak.

"Jangan!" ucap Gita dan Keila berbarengan.

Seira melongo.

Keila dan Gita langsung menampakkan cengiran kuda khas mereka masing-masing.

"Ih ... tadi aku bangunin susah, ayo anterin aku," gerutu Seira.

Akhirnya mereka ke kamar mandi bertiga, masuk tiga-tiganya, karena di antara mereka sama-sama penakut.

"Lagi kamu jam dua belas teng kayak gini ngajak ke kamar mandi, serem," ucap Gita saat mereka sudah merebahkan tubuhnya kembali.

"Bodo," ucap Seira merajuk.

"Istri tua merajuk, balik ke rumah istri muda, kalau dua-duanya merajuk, ana kawin tiga."

Gita dan Seira langsung menatap Keila yang tiba-tiba menyanyikan lagu Ahmad Dhani. Detik pertama sampai ketiga mereka terdiam tidak percaya, di detik keempat pukulan maut Seira mengenai bahu Gita, mereka terbahak sampai terpingkal-pingkal, Keila malah terbengong-bengong melihat reaksi mereka.

Keila langsung menempelkan jari telunjungnya di bibir. "Nanti kamar kita digedor-gedor pak Mukhlas tau rasa deh."

Seira dan Gita langsung menghentikan tawanya. Seira sampai menangis karena saking terbahaknya.

"Lanjut bocan," ucap Keila sambil merebahkan tubuhnya di kasur dan langsung memeluk guling.

Gita dan Seira ikutan merebahkan tubuhnya, mereka harus tidur, besok akan diadakan out bon, kalau ngantukkan tidak lucu.

***

Di pukul tiga mereka sudah terbangun, mereka melaksanakan salat Tahajud bersama. Setelah itu mereka mengobrol tidak jelas sampai tidak terasa azan Subuh sudah berkumandang.

Mereka langsung melaksanakan salat Subuh berjamaah. Gita yang menjadi imam. Selesai mengerjakan salat Subuh mereka langsung bersiap memakai baju kaos seragam satu sekolah untuk melaksanalan out bon.

Sebenarnya diperintahkan untuk memakai celana, karena Keila dan kedua temannya sudah menghindari celana, tidak terbiasa memakai celana dan memang menurut pandangan Islam itu perempuan tidak boleh mengenakan celana, sama saja dia menyerupai laki-laki, Allah benci itu. Mereka lebih memilih memakai rok, guru pasti paham akan hal itu.

"Yaudah yuk langsung ke bawah, nanti takutnya ketinggalan beritakan bahaya."

Sambil berjalan beriringan mereka turun ke bawah untuk bergabung dengan teman-teman yang lainnya.

"Kalian masuk ke dalam bis lagi sesuai tempat kalian sebelumnya."

Keila menghentakkan kakinya ke tanah, patah tulang lagi deh.

"Kamu kenapa, Kei?"

"Masak aku bareng Al lagi sih," gerutu Keila.

"Enggak papa sih, ea," goda Gita.

"Bukan maham tau!"

"Tapi kan ini enggak ada unsur khalwat, Kei, dan ini juga terpaksa karena kapasitas bisnya juga enggak banyak-banyak amat, dan mungkin itu juga takdir," ucap Seira sok serius.

"Bodo ah," ucap Keila ketus sambil berjalan meninggalkan Gita dan Seira yang asik menertawakannya.

Keila langsung gugup, Al-Kahf sudah datang lebih dulu. Mau bilang permisi malu, mau langsung nyelonong ya tidak mungkin, masak dia harus nerobos kaki Al-Kahf.

"Kok berdiri aja, Kei? Bilang dong kalau mau lewat aku 'kan bisa minggir."

Keila terkejut, ia mengerjapkan matanya dua kali.

"Eh, i ... iya permisi."

Sama seperti sebelumnya, sepanjang perjalanan Keila asyik menatap pemandangan melalui jendela bis sambil berzikir dan Al-Kahf, terkadang dia bersalawat dan tadarus dengan suara sangat pelan, terdengar hanya ngiung-ngiungnya saja, bahkan kalau kecapean dia tidur.

***

Keila mengerjapkan matanya, tepat sekali pas dia bangun bis berhenti. Ternyata dia bisa ngelenyep. Baru saja hendak melangkah untuk bergabung dengan yang lainnya jalannya malah tertutup dengan kaki Al-Kahf.

"Al, bangun udah sampe!"

"Al!"

"Idih!"

"Ih bangun kek, Al, udah pada keluar tuh!"

Keila mulai kesal rupanya.

"Al!" teriak Keila tepat di dekat telinga Al-Kahf. Kalau tidak diginiin kapan bangunnya.

"Iya ... iya .... Astaghfirullah," desis Al-Kahf sambil mengelus-ngelus dadanya karena terkejut.

"Cepet ah, aku mau keluar, tuh liat udah sepi."

Keila mulai rileks.

Dengan mata yang masih sayup-sayup dan keadaan masih lelungu Al-Kahf berdiri mempersilahkan Keila untuk berjalan lebih dulu.

"Kahf!" Teriakan itu berasal dari mulut Ahyar dan Ahnas pas saat Al-Kahf dan Keila mau turun dari bis. Jalan mereka tertutupi oleh dua anak kembar ini.

"Astaghfirullah, ada apa sih?"

"Kita tuh nyariin kamu tau enggak, ilang-ilangan mulu nih!" ucap Ahyar ketus.

"Tau tuh," ucap Ahnas ikut-ikutan.

"Oh, jadi Kahf mulai membuka hati, ya, sekarang." Tampang ketus Ahyar langsung pudar saat ia melihat Keila ada di samping Al-Kahf.

"Apaan sih, enggak baik su'udzon!"

"Terus ini kalian lagi ngapain coba bukannya gabung," sambar Ahnas.

"Tadi tuh di bis kita kebagian kursi yang berdekatan, jadi wajar aja 'kan kalau turun dari bis bareng," ucap Al-Kahf dengan raut wajah yang sudah terlihat tidak enak.

"Cie ... duduk deketan," goda Ahnas.

"Udah, ya, jangan aneh-aneh deh."

"Kei, mau aku anter ke Gita?" ucap Ahyar.

"Eh, Yar!" tegur Al-Kahf saat matanya menangkap raut tidak suka di wajah Keila.

"Cie cemburu."

Ahyar dan Ahnas sudah terbahak melihat ekspresi Al-Kahf yang tidak biasanya.

"Terserah kalian mau ngomong apa." Al-Kahf langsung pergi begitu saja.

"Yah, Kahf, jangan marah dong," ucap Ahyar.

"Yah ... si ustaz marah," celetuk Ahnas.

"Lagi sih kamu, Nas," ucap Ahyar menyalahkan.

"Lho kok aku, kan kamu yang mulai!"

"Kamu sih!"

 "Kamu!!"

Keila baru tersadar, Al-Kahf sudah hilang, dan kini hanya tersisa suara perdebatan saudara kembar. Keila memutar bola matanya malas, dia langsung pergi meninggalkan saudara kembar yang masih beradu mulut itu.

***

Semua sudah kumpul di tengah tanah kosong. Guru pembimbing mulai mengetes microfon.

"Tes, bagus, oke, langsung."

"Baik anak-anak kita mulai, ya, kalian pilih kelompok masing-masing, satu kelompok enam orang, setelah itu berdiri saling berhadapan menjadi dua baris."

Keila, Gita, dan Seira spontan langsung saling berpelukan sebagai tanda mereka tidak mau dipisahkan.

"Berhitung!" titah Gita si ketua regu pramuka.

"Satu," Seira.

"Dua," Keila.

"Tiga, yah ..., kurang tiga lagi dong," heboh Gita.

"Ih, udah pada dapet kelompok, kita gimana?" Seira tidak kalah hebohnya.

"Si kembar, mana dia tuh, bar!?" Gita langsung berlarian menuju kerumunan laki-laki.

"Kembar? !" teriaknya tepat di telinga Ahyar dan Ahnas.

Tanpa aba-aba dan basa-basi lagi Gita langsung menyeret paksa lengan kaos Ahnas dan Ahyar.

 "Apa sih, Gitong!"

"Satu lagi siapa, ya," ucap Gita sambil jelalatan melihat ke seluruh sudut tanpa merasa bersalah kalau tadi sudah menyeret saudaranya sendiri seperti menyeret anak kambing.

"Tinggal bilang kek, enggak usah betot-betot, kan sakit wei sakit, etdah, Pok!" gerutu Ahyar menggunakan bahasa Betawi andalannya.

"I'm sorry, Brother." Gita malah cengengesan tidak jelas.

"Satu lagi Al-Kahf aja, tapi mana ya tuh bocah, lagi ngambek dia, terus ngilang enggak tau kemana, ketelen tanah kali."

"Kembar! Cari!" titah Gita.

Ahyar dan Ahnas malah menutup telinga dan langsung pergi. Gita tersenyum bangga saat Ahyar dan Ahnas dengan mudahnya ia titah.

Tidak lama kemudian, setelah hilang entah kemana, tiga laki-laki yang sedang ditunggu-tunggu pun terlihat di indera penglihatan. Bukannya langsung menghampiri mereka malah main tarik-tarikan.

"AYO KAHF AYO!"

"BUSYET NARIK ANAK MANUSIA KAYAK NARIK ANAK BADAK!"

"NGENDOT BENER!"

"AYO, KAHF!"

"ENGGAK MAU"

Keila, Seira, dan Gita langsung menghampiri tiga laki-laki itu.

"Kenapa jadi main tarik-tarikan sih?" ucap Seira.

"Nih si Al-Kahf enggak mau, katanya malu," ucap Ahyar sambil mengelap keringat di keningnya yang bercucuran akibat mengajak si Al-Kahf manusia pala batu.

"Udah, Kahf, kan cuma sebentar, kalo kamu enggak ikut ya kamu enggak dapet nilai," ucap Gita.

"Yaudah-yaudah," ucap Al-Kahf pasrah.

Setelah terbentuk satu kelompok yang sah, mereka pun langsung membuat barisan sesuai dengan prosedur yang ada.

"Ini yang aku enggak suka," gumam Al-Kahf sambil mengusap wajahnya pelan.

"Apanya, Kahf?" tanya Ahnas.

"Ah? Eng ... engga."

"Lho kok belum bikin barisan, kelompok kalian mau dihukum?" ucap guru pembimbing yang tiba-tiba datang

"Bingung bikin barisannya  Pak," ucap Ahyar jujur.

"Kenapa bingung? Tinggal buat aja kok ribet."

"Masalahnya, kan, ada ikhwan dan akhwat, Pak," sambar Gita. "Biar Bapak aja deh yang atur," ucapnya lagi.

"Kamu Ahyar di sini karena kamu paling tinggi."

"Dan Seira kamu berhadapan dengan Ahyar, ya, karena tinggimu hampir sama."

"Dan Al-Kahf di samping Ahyar, karena kamu ibaratnya tinggi kedua."

"Dan Gita sama Keila coba kalian berdiri berdampingan."

Keila dan Gita pun menurut.

"Pak, Kei aja ya, saya maunya sama Ahnas soalnya Ahnas 'kan sepupu saya, jadi saya enggak kaku, Pak, kalo Kei kan udah kenal deket tuh sama Kahf jadi lebih baik dia sama Kahf," ucap Gita sambil tersenyum meledek ke arah Keila.

Mata Keila langsung melotot."Tapi Pak ...."

"Bapak ke depan dulu ya, cepet diselesain soalnya sebentar lagi mulai."

Gita cengengesan, dia malah megangin baju kaos Ahnas supaya tidak pergi. Giliran Keila, dia cuma bisa ngegerutu di dalam hati.

"SIAPKAN BARISAN!"

Keila dan teman-temannya langsung tegap. Mereka saling berhadapan. Seira dengan Ahyar, Keila dengan Al-Kahf dan Gita dengan Ahnas. Seira dan Keila malah jadi pendiam mendadak, begitu juga Al-Kahf dan Ahyar. Gita dan Ahnas puas menertawakan mereka.

"Tes, oke. Mari kita mulai game-nya, siap ya?"

"Siap!"

"Baik anak-anak, kelompok kalian ini akan menjadi kelompok inti game kali ini. Game pertama lomba balap karung, kedua tarik tambang, ketiga tom and jerry, keempat main karet, ke lima manjat pohon belimbing, yang keenam ini tarkhir, ya, kalian akan bermain di danau, naik getek berenam dan harus balap-balapan sama kelompok lainnya, paham semua?"

"Paham, Pak!"

Saat lomba balap karung dari kelompok Keila yang bermain Ahnas, karena dari segi lemak, lemak dialah yang paling dikit, agar mudah dalam tahap lompat-melompatnya, dan alhasil Ahnas menang juara pertama.

Untuk tarik tambang, kelompok mereka kalah karena saat itu Ahyar kepeletot, langsung rubuh ke depan semuanya.

Untuk game tom and jerry, kelompok mereka menang juara kedua. Aturan juara satu, eh pas babak terakhir Keila kaget akhirnya ketangkap.

Untuk main karet, dari kelompok mereka Gita yang ikut serta, karena sejak kecil Gita memang jago main karet. Juara pertama dia.

Untuk manjat pohon belimbing mereka kalah sejak babak awal. Yang ikut serta Al-Kahf. Dia kalah karena saat baru seperempat menaiki pohon, ada semut rang-rang, si Al-Kahf langsung turun karena takut digigit, gatal katanya.

Dan untuk acara terakhir lomba naik getek mereka kalah karena saat di tengah danau getek mereka terbalik gara-gara Seira batuk.

1
Uswatun Khasanah
walupun jadi istri y kaf kan halal sah2 aja pegang atw peluk. sama2 masih canggung dan malu. bner2 suami y kaf ga berani pegang maksa keila istri y 😍😍😍😍😎
Uswatun Khasanah
masya allah baperrrr romantis syahduuuu y. alhmdulilah sah penantian terpajang terpisahkan oleh waktu dan negara. ketemu lg pas kuliah sama lg cinta dlm doa dan diam. minta sama allah langsung
kabuliin doa y sama authoor berjodoh dgn sang pujan hati al kahfi dan keila y. semoga pernikahan y samawa langgeng janah allah amin 🤗🤗🤗😇😍😘😘😘😘
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
amalia
gk jelas bgt keila tu
amalia
psikopat
Almera Al-Farizi
waalaikumsalam ka ai, udah baca dong
Lisa Munzila
kakak author......gita dan seira jodohin Ama kakak nya Al kahf dan farel ya ..😊😊
Rezvi Amalia Rahmah
kak, Gita Sama seira apa kabar? kok di hari pernikahan keila gaada😂 aku nungguin mereka, eh sampai part akhir ga ketemu
istrijongin
mulai baca
Firga
Good novel
dev
udah lama ga dapet notif dari ka ay di nt 🙃
Nara
Bismillahrirrohmanirrohim
jangan lupa mampir dinovel pertamaku judulnya Bidadari Bumi
Lala cantik...
di tunggu ka kelanjutan nya....
semangat kaka....
Nara: Bismillahrirrohmanirrohim
jangan lupa mampir dinovel pertamaku judulnya Bidadari Bumi
total 1 replies
Lala cantik...
ngeri😫
Uswatun Khasanah
nambah ank kei sama Al y kembar. cpt bgt tamat y .S 2 y tunggu bgt. 😘😘😘😘😘😘😘😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Uswatun Khasanah
bisa2 jodoh y fahri dira GA relaaaaa bgtt authooor sumpahhhh. 🤪🤪🤪😡
Walupun udh tobat juga.
knpa ga Sama gita, atw serina sahabat y kie
Uswatun Khasanah
rencana km kerennnn bgt memperjuangakan cinta karna Allah 😘😘😘😘😘😘
Semangatt Al.
Uswatun Khasanah: OK 🤗🤗🤗😍
total 2 replies
Uswatun Khasanah
authooor bikinnnnn nyesekkkkkk bgttt bgtttt 😭😭😭😭😭😭😭
Uswatun Khasanah
emng bisa tivi bioskop d matiin 🤣🤣🤣🤣🤣ngakakkk penakut tapi maksaiin Nonton hsntu 😁😁😁😁🤣🤣🤣
Uswatun Khasanah
ya Allah bner2 gita kurang akhlak bgt shabatan tuh. jahilin keterlaluan km git🤣🤣🤣🤣🤣🤣
nagis2 tw org sadar GA koma
Uswatun Khasanah
ngakak Seru bgt cerita Masya Allah 🤣🤣🤣🤣🤣🤣😅😅
gatek y kebalik masuk air semua tuh🤣🤣🤣🤣bencandan mulu nih
Uswatun Khasanah: 🤣🤣🤣🤗🤗🤗 jdi hot komen. getek perahu kecil. kak halo tmn semua y
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!