Karin Emira Brisia adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang ceria. Namun di malam itu, hidupnya hancur seketika saat bertemu dengan CEO yang dingin.
CEO itu menyeretnya ke sebuah kamar dan mengambil sesuatu yang paling berharga darinya. Akhirnya, Karin di usir dari rumahnya sendiri dan melakukan kawin kontrak.
Ig : @reinata_r
Untuk readers tersayang
Jangan lupa boom like dan vote nya yah, dan masukkan ke list favorite kalian. Selalu beri dukungan buat author yah...
Gomawo chingu 💞💞💞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Balas dendam
•••~Happy Reading~•••
" Han, kita langsung berangkat. Aku sudah tidak berselera "
Marcel bangkit dari duduknya dengan wajah kesal. Sedang Karin masih berkutat dengan makanan di piringnya, membuat pak Li memaksa Karin untuk menyudahi kegiatannya.
" Nona, anda harus mengantar tuan di pintu depan " Perintah pak Li.
" Pak Li saja ya... " Rengek Karin.
" Maaf nona, anda harus cepat ke pintu depan sebelum tuan semakin marah... "
Karin mengangguk tanda setuju, kemudian beranjak dari duduknya dengan enggan. Sesampainya di pintu depan, pak Li dan Karin segera melepas kepergian Marcel dengan membungkukkan badannya serentak.
" Hah, seperti itu saja? Merepotkan sekali, siapa dia membuat semua orang kewalahan seperti ini ... " Gerutu Karin dalam hatinya.
Setelah rituan pelepasan Marcel usai, Karin yang masih kesal langsung berlalu kembali ke kamarnya.
Kring....
Ponsel Karin berbunyi tanda pesan masuk.
" Rin, apa kabar lu. Seminggu lagi udah ngampus aja nih, males gue " Tulis Sinta dibubuhi emoticon sedih.
" Gue kok lupa sih Sin kalau udah mau masuk. Libur dua bulan masih kurang nih " Balas Karin.
" Dasar lu, sekalian aja lu jadi rektor nya terus lu liburin setahun biar puas .... " Tulis Sinta menambahkan emoticon tertawa terbahak-bahak.
" Bener juga yah, besok gue daftar deh jadi rektor, hahaha..." Balas Karin
" Kalau lu daftar jadi rektor, nggak usah di tes nama lu langsung di coret otomatis Rin, wkwkwk... " Ejek Sinta.
"Dasar lu, awas aja kalau gue jadi rektor, gue keluarin lu dari kampus gue... " Karin yang di ejek langsung memberikan serangan mematikannya.
" Ampun bu rektor '' Balas Sinta tak berdaya.
Karin pun melanjutkan percakapannya dengan Sinta. Seharian ia berbalas pesan dengan Sinta sambil cekikikan membahas sesuatu yang sebenarnya tidak penting. Hatinya mulai merasakan ketenangan, seolah telah melupakan permasalahan yang silih berganti terus merengkuhnya.
🍁🍁🍁
Jarum jam sudah menunjukkan hampir tengah malam, Karin yang hendak tidur selepas mencuci wajahnya dikegetkan dengan suara ketukan pintu.
Tok tok tok...
Karin segera membuka pintu kamarnya yang tertutup rapat. Terlihat pak Li yang sudah berdiri mematung didepan kamarnya.
" Ada apa pak Li... " Tanya Karin.
" Nona, tuan akan segera pulang, sebaiknya nona bersiap untuk menyambut tuan..."
Bukankah ini jam 11 malam? Apa dia tega membuat orang menunggu hanya untuk menyambutnya?
" Bukankah ini sudah larut? Biarkan dia masuk sendiri pak..." Ucap Karin kesal.
" Maaf nona, sebaiknya nona bersegera... "
Karin pun turun dengan menahan kantuk, seharian ia belum tidur karena sibuk memainkan ponselnya. Hanya keluar dari kamarnya untuk makan siang dan makan malamnya.
" Selamat malam tuan " pak Li menyambut Marcel ramah, sedang Karin hanya membisu di samping pak Li dengan mengikuti gerakannya.
Tak menggubris, Marcel segera melaju ke dalam mansionnya, sedangkan Reihan langsung undur diri setelah berhasil mengantar Marcel dengan selamat.
Karin dan pak Li membuntuti Marcel dari belakang dengan langkah pelan, berniat kembali ke kamar mereka masing masing untuk menyapa sang mimpi.
Tiba-tiba Marcel menghentikan langkahnya, membuat Karin yang tepat dibelakangnya menabrak punggung kekarnya.
" Auuuu " Karin mendengus kesakitan, sambil mengusap jidatnya yang sakit.
Itu punggung atau apa? Keras banget sampai jidatku sesakit ini...
" Gunakan matamu, apa kamu tidak lihat kalau aku berhenti? " Gerutu Marcel kesal.
" Bukannya salah tuan yang berhenti tiba-tiba?" Karin menimpali dengan nada yang juga mulai kesal.
" Ikut aku... " Marcel melanjutkan langkahnya menuju lift.
" Kemana?"
Marcel menghentikan langkahnya lagi, membalikkan badannya dan menatap Karin yang masih berdiri mematung
" Kamarku... " Jawab Marcel.
Karin mulai curiga dengan tatapan Marcel, membuatnya langsung menatap dada miliknya dan sontak menutupnya dengan kedua tangan yang ia silangkan.
" Apa yang kamu lihat!!! " Ancam Karin.
" Cih,,, aku tidak akan tertarik dengan tubuh jelek mu. Cepat atau mau ku seret... " Ucap Marcel menekan suaranya, membuat Karin hanya bisa menuruti semua perkataannya.
Karin membulatkan matanya takjub begitu mendapati kamar pribadi Marcel yang begitu mewah.
Sebuah ranjang size king ditempatkan di tengah ruangan, di samping kirinya terdapat sofa panjang untuk sekedar bersantai, sedangkan didepannya terdapat Sebuah TV LCD berukuran besar. Di sudut kanan ruangan itu, terdapat pintu yang menyembunyikan ruangan pakaian seluas kamar Karin di lantai 2.
" Siapkan air mandi untukku " Perintah Marcel sembari membuka jasnya.
" Suruh saja pak Li, aku mau tidur... "
Karin membalikkan badannya berniat kembali ke kamarnya, namun langkahnya terhenti saat sebuah jas mendarat di atas kepalanya dengan kasar.
" Apa yang kamu lakukan " Karin mendengus kesal, mengambil jas yang bertengger dikepalanya agar tak menutupi pandangannya.
" Apa kamu tidak ingat dengan bisnis ayahmu? " Marcel mulai mengeluarkan kartu as nya.
Seketika Karin terdiam membisu, langsung menuju ke kamar mandi tanpa sepatah kata pun. Ia mulai mengisi bathub dengan air hangat, dan memasukkan beberapa tetes aroma terapi kedalamnya.
" Sudah kusiapkan tuan... "
Seketika Karin berubah menjadi penurut, raut wajahnya mulai berubah beku tanpa ekspresi.
Ada apa dengannya, tiba-tiba berubah menjadi anjing penurut. Apakah dia begitu mencintai ayahnya yang bodoh itu, cih....
~ Marcel
" Tunggu aku selesai mandi, dan siapkan pakaianku. Kalau kamu berani keluar, lihat saja akibatnya... '' Ancam Marcel.
" Baik tuan... " Ucap Karin.
Lihat saja, aku akan memberimu hukuman karena sudah memakiku pagi tadi.
~ Marcel
____________
Hi readers tersayangku🤗...
Selalu dukung author ya, dengan like, rate, vote dam masukkan ke list favorite kalian semua....
Makasih atas semua dukungan readers
Love you all💞💞💞
tapi cba penulisan nya jangan kbnyakan nya 🙏🙏🙏