Hanna merupakan wanita dari kalangan biasa,ia harus bekerja giat mencari uang untuk menyembuhkan ibunya dari penyakit yang menyerangnya yaitu kangker darah.Karena keteledorannya Hanna di pecat dan kehilangan pekerjaannya.Hanna diharuskan menikah dengan seorang pria yang memiliki istri tiga dan menjadi istri ke empat.Bagaimana bisa Hanna menerima dirinya menjadi istri ke empat?dan alasan apa Gardapati menikahi Hanna sebagai istri ke empat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Riskiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lapar
"Lala...."Ucap Anisa yang tiba-tiba datang menghampiri Lala bersama Hanna.Lala langsung memeluk Anisa.
"Mama,datang dari mana saja mulai tadi?Lala lapar ma?"Ucap Lala kepada Anisa.Anisa sempat tersenyum kepada Hanna.Hanya Anisa yang sejak pertama tidak banyak bicara.Hanya Anisa istri Gardapati yang tidak angkuh seperti istri yang lainnya.Terlihat kelembutan yang berada di wajahnya.Hanna juga merasa terpukau dengan kecantikan Anisa.Anisa yang hampir sama umurnya dengan Gardapati nampak terlihat awet muda.
"Maafkan mama sayang,ada kepentingan yang tidak bisa di tinggalkan.Lala mau makan apa?"Ucap Anisa.
"Udang goreng buatan mama."Ucap Lala yang terlihat sangat menyayangi ibunya.
Anisapun membawa Lala pergi.Sedangkan Hanna mulai bosan kembali.
***
Hanna yang tengah lapar di tengah malam harus bangun dan mengendap-ngendap menuju dapur untuk mencari makanan.Rasa lapar di perutnya tidak bisa di ajak kompromi.Hanna mencari sesuatu di dalam kulkas.
Disisi lain Gardapati turun ke bawah untuk mengambil win,rasanya malam ini Gardapati tidak dapat tidur setelah menemani istri keduanya Didy.
Gardapati mendengar suara aneh di dalam dapur,sehingga Gardapati sangat penasaran dan mencari tau apa yang berada di dapur.
Ternyata Hanna sedang makan di depan kulkas.Gardapati terkejut bukan main,Gardapati menyangka Hanna adalah maling atau hantu.
"Kau sedang apa malam-malam begini?"Ucap Gardapati yang syok karena sangat terkejut.
"Hehe maaf tuan,saya sangat lapar!"Ucap Hanna tertawa renyah memasang tampang tidak bersalahnya.
"Lapar?bukankah kau tadi makan malam bersamaku?"Ucap Gardapati merasa heran kepada Hanna karena saat ini Hanna merasa lapar lagi.Padahal Hanna sudah makan banyak waktu makan malam tadi.
"Benar tuan.Tapi perutku lapar lagi."Ucap Hanna dengan mulut yang penuh dengan cake.
"Uhuk...Uhuk..Uhuk..."Hanna tersedak karena Hanna makan dengan rakus.Sedangkan Gardapati menggeleng kepalanya melihat Hanna yang apa adanya.Gardapati menuangkan air ke gelas dan di sodorkan kepada Hanna yang terbatuk-batuk.
"Mangkanya makan pelan-pelan!"Ucap Gardapati dingin.
"Kau tidak perlu cemas,stok makanan disini banyak.Tidak akan ada yang mengambilnya darimu."Ucap Gardapati melihat cara makan Hanna yang takut makanannya akan di rampas orang.Hanna pun,mulai malu dan pelan-pelan makan.Mencoba mendengar nasehat Gardapati.
"Tuan sedang apa malam-malam begini ke dapur?Tuan lapar juga ya?"Ucap Hanna dengan tampang polosnya.
"Aku tidak bisa tidur!"Singkat Gardapati menoleh ke Hanna sebentar lalu menatap sebotol winnya.
"Kenapa tidak bisa tidur,kan ada para istrimu."Gumam Hanna menatap Gardapati.
"Benar kata orang,tuan Gardapati ternyata tampan."Gumam Hanna masih menatap Gardapati dan memuji wajahnya yang tampan.
"Ada apa kau melihatku seperti itu?"Tanya Gardapati yang merasa di perhatikan.
"Eh..ti..dak.."Gugup Hanna lalu melahap rotinya kembali.
Tiba-tiba Hanna merasa terkejut ketika Gardapati mengalap ujung bibirnya yang kecil.
"Ada sisa makanan di bibirmu!"Singkat Gardapati yang berhasil membuat Hanna terdiam menatap Gardapati.
Lalu Gardapati berdiri dari tempat duduknya dan bergegas pergi meninggalkan Hanna.Hanna masih tak berhenti menatap pria dingin tersebut.
"Tidak terlalu buruk."Gumam Hanna lalu menatap tisue yang di berikan oleh Gardapati.
Sebelumnya Hanna menganggap Gardapati adalah pria dingin,namun berbeda untuk malam ini.Terlihat sosok Gardapati yang berbeda.Awalnya Hanna sangat tidak menyukai sikapnya yang dingin,namun berbeda untuk malam ini.Terdapat perhatian kecil yang berhasil merubah pendapat Hanna terhadap Gardapati.
nasiib... nasiib
😆
kupikir Bapak²
kalo keysa bener keponakan adipati
kupikir gardapati sama dokternya aja
😅
kupikir baru selisih beberapa hari aja..
yg Hanna jemur sprei trus, ngobrol sama mb nisa, ulet ketemu ulet trus alergi...
berati saya kurang mendalami kl loncat beberapa waktu
😁