"Gue langsung pada intinya saja!"
Rama membuka suara
"Setelah malam ini jangan pura-pura sok Deket sama gue disekolah, kita anggap kalau kita sama sekali gak kenal,jangan pernah kasih tau siapapun tentang pertunangan kita disekolah!"Ucapnya tanpa jeda sedikitpun.
Akh apa yang Rara harapkan ? Rama akan langsung menyukainya?.
Rara hanya bisa tersenyum kecut.
"Tenang aja kak,gua gak bakal kasih tau tentang pertunangan kita kok,gue juga mau cari aman aja."Ucap Rara santai ,ia tak ingin menampakkan raut wajah kekecewaan,yah sebenarnya ia pun tak menerima 100% perjodohan ini.
_____*****_____*****_____*****_____*****_____*****
Semua berawal dari kakek Rara yang ingin tapi persahabatan dengan teman baiknya tak terputus hingga membuat perjodohan dengan cucu temannya
Tapi kenapa harus terjadi kepada Rara??Anak perempuan yang baru beranjak remaja tapi sudah punya calon suami..
Bahkan pacaran Rara belum pernah merasakan nya tapi ia malah langsung punya suami??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merlindea Ananta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Sekitar satu jam setengah film di putar dan sekarang sudah selesai ,mereka keluar dari gedung bioskop,sepanjang di putar film tadi,Rara sama sekali tak fokus di buat dua pria yang duduk di samping kanan dan kirinya.
"Makan yuk,"ajak Amel.
"Boleh ,Ra.Lo ikut juga kan?masih jam sepuluh kok,belum terlalu malam nih,apa Lo mau makan berduaan sama Dirga?"ucap Caca ,gadis itu selalu saja menggoda Rara,ingin sekali rasanya ia menyumpal bibirnya yang suka asal bicara itu.
"Bareng juga gak apa apa kok,lain kali kami bisa dinner berduaan ,yakan Ra?"tanya Dirga dan Dirga pula yang menjawab ajakan mereka,sedangkan Rara sudah merasa kehabisan oksigen rasanya,walaupun Rama terlihat acuh tak acuh ,tapi entah kenapa tiba tiba pria itu mengeluarkan suara.
"Pulang!"ucap Rama dan ada penekanan di suara Rama,seperti amarah yang dipendam ,jantung Rara rasanya mau copot,kenapa tiba tiba dia berkata begitu,gadis itu harap Rama tak mengajaknya untuk pulang sekarang,apa kata mereka jika Rama tiba tiba mengajak ia pulang,padahal selama ini mereka tak saling sapa.
"Kak Rama mau pulang?" tanya Caca dengan santainya,sambil melirik ke arah Rama.
Sedangkan yang di tanya hanya setia menatap Rara,sepertu hewan yang siap menerkam mangsanya,melihat Rama seperti itu membuat yang lain juga ikut keheranan dengan perilaku yang agak lain dari Rama.
"Woi sob,kenapa Lo?"tanya Hito sambil merangkul pundak Rama,Hito jadi sangat heran dengan perilaku Rama yang tiba tiba seperti marah ini.
"Gue sama Rara pulang,gak ikut makan,"ucap Rama dan pria itu langsung menarik pergelangan tangan Rara,tapi di saat yang bersamaan Dirga juga menahan pergelangan tangan Rara.
"Maap,bro Tadi Rara pergi sama gue,jadi sudah kewajiban gue untuk antar di balik"ucap Dirga ,menarik Rara ke sisinya.
Gadis itu seperti terombang ambing ,sedangkan Caca ,Amel dan Hito hanya kebingungan melihat kejadian yang ada di depan mata mereka,tanpa ada yang mau ikut campur.
"Gak perlu!dia sama gue sekarang!"ucap Rama tegas.
"Emang lo siapanya? Ngatur ngatur dia?" tanya Dirga sambil melangkah maju ke depan,memajukan dirinya agar lebih dekat dengan Rama.
"Oh ,jadi Lo mau tau?"ucap Rama dan kini Rama juga sudah mau selangkah ke arah Dirga ,posisi mereka sudah siap kalaupun untuk ribut.
"Bisa gawat nih,kalau kan Rama bongkar semuanya!"batin Rara dalam hati ,ia jadi kebingungan buka masalah Dirga akan benci kepadanya,dia hanya takut dengan pandangan orang orang apalagi teman nya kalau dirinya yang masih kelas dua SMA ini sudah menikah.
"udah udah,jangan ribut dong,gue pulang aja deh,sama kak Rama,lain kali kita hangout bareng lagi ya,"ucap Rara melerai pertengkaran dan mengundurkan posisi Rama agar menjauh dari Dirga.
"Tapi Ra ,Lo sama gue tadi dan Masi ada yang mau gue jelasin ke Lo,"ucap Dirga menggenggam kedua tangan Rara,tapi langsung disingkirkan oleh Rama.
Kembali Rama menarik pergelangan tangan Rara dan langsung membawanya pergi dadi tempat itu,Rara tak mau memperkeruh suasana.Ia melambaikan tangannya dan memberi aba aba mohon maaf,terutama untuk Dirga,Rara akan menjelaskan situasinya nanti ,entah alasan apa nanti yang bakal gadis itu pakai untuk menjawab pertanyaan pertanyaan dari mereka nanti.
Rama langsung membawa Rara ke parkiran san sesampainya di parkiran ia langsung masuk mobil tanpa membukakan pintu untuk gadis yang dia bawa.
"Lagi datang bukan ,mungkin"batin Rara dalam hati.Kemudian gadis itu juga ikut masuk dan duduk di jok samping kemudi.
"Maap,"ucap Rara,hanya itu yang bisa Rara ucapkan,karna Rara tau posisinya di sini ia salah,Rara melanggar larangannya,dan Rara juga tau pria itu sangat murka sekarang.
"Cuma minta maaf gak cukup Ra,hebat banget Lo ya,Lo izin aja tadi sama temen temen Lo gak gue bolehin,eh Lo malah seenaknya aja pergi sama cowok,misalnya kalau Lo ,dia apa apa in sama dia gimana? Kalau Lo jumpa mama atau papa gue gimana? Atau Lo jumpa sepupu sepupu gue misalnya? Make baju juga seperti itu,lipatan perut Lo itu kemana mana!"oceh Rama tak ada henti.
Pria itu masih belum menghidupkan mobilnya mereka masih berada di parkiran mal,mungkin Rama mau melampiaskan amarahnya dulu di sini,sebelum menuju ke apartemen.karna mengemudi dalam ke adaan emosi itu sangat berbahaya.
"Lagian kita impas dong kakak juga ngumpul kan?juga ada disitu,kalau gue tadi gak datang,gimana?gue gak bakal tau kan kalau kakak pergi nonton,bilangnya mau kumpul sama anak anak lah.Anak anak apaan? Anak onta?" ucap Rara juga tak mau kalah,memang kenyataannya seperti itu,kalau saja ia tak keluar malam ini,gadis itu juga tak tau kalo Rama akan ikut bersama Hito malam ini.
"Gue terima ajakan Hito,karna udah curiga sama Lo,dan apa? Kenyataan! Hal yang gue curiga in itu beneran,pantesan gue mau keluar kok Lo semangat banget," oleh Rama sambil membuka Hoodie yang ia kenakan .
"Pakek !"ucap Rama dan melempar Hoodie nya kepada gadis yang ada disampingnya itu.
"Alasan,"ucap rara ,gadis itu hanya berkata singkat saat mendengar alasan Rama.
"Untuk apa make ginian ?gue kepanasan ,"ucap Rara sambil mengembalikan Hoodie yang ada di pangkuannya kepada sang pemilik.
"pakek atau gue robek baju Lo!"ucap rama.
Mau tak mau Rara memakai Hoodie yang diberikan Rama,sungguh sangat hancur berantakan rencananya malam ini,yang aturannya senang senang ,malah jadi hancur lebur.
"Capek ngomong sama Lo ra,.Ngeselin tau gak!kita bahas lagi nanti,belum puas gue kalo belum ngasih Lo pelajaran!"ucap Rama dan menghidupkan mesin kendaraanya,ia melajukan mobilnya membela malam yang penuh bintang.
"Makan dulu dong,kak.Gue laper nih,tadi Jan belum sempat makan,udah main tarik aja,ngajak pulang"ucap Rara,memang perutnya sudah terasa keroncongan,Rama masih diam dan tak memberi jawaban ,ia masih fokus melajukan kendaraannya.
"Halo,,denge gak sih?"ucap Rara merasa kesal,ia sambil mengibaskan tangannya ke depan wajah Rama.
"Iya ,mau makan dimana?"tanya Rama akhirnya.
"Pecel lele,di gang depan itu aja deh,kak.Lagi pengen makan itu gue,"ucap Rara karna beberapa hari ini ,ia lagi ingin sekali,makan pecel lele,tapi belum sampai keturutan.
"Parkirnya bisa gak?ini aja udah macet parag ,Lo kalau cari tempat makan lihat dulu ,jangan asal di pinggir jalan,"omel Rama terlihat kesal.
"Siapa suruh make mobil?gue kan tadi juga mintai pakai motor sama Dirga,biar bisa makan di pedagang kaki lima ,seru tau Jak.Makan di pinggir jalan,"ucap Rara memang rasa makanan kaki lima itu ,top markotop banget sih menurut Rara,walaupun ia orang berada,tapi ia tak pernah malu makan di warung kaku lima .
"Gak masalah kaki limanya atau duduk pinggirannya,masalahnya itu susah parkirnya,apa mau gue anterin lagi Lo ke Dirga?biar bisa makan di kaki lima Lo," ucap Rama mulai emosi,mendengar nama Dirga di sebut sebut oleh Rara emosinya seketika memuncak kembali.
Memang nih anak lagi PMS kali ya? Jadi sensian muli"batin Rara.
"Santai bos,gak usah ngegas,muda mudahan ada tempat parkir deh di depan ,kalau kakak antar gue balik ke sana ,yang ada gue pingsan duluan,karna kelaparan."ucap Rara di selingi lelucon,agar sedikit mencairkan suasana yang sedari tadi tegang mencekam.
"Terserah Lo"ucap Rama acuh.Sesampainya di tempat yang di tuju ,ternyata sudah tidak terlalu ramai pembeli.dan ada tempat parkir untuk mobil,ketika mobil sudah terparkir,Rara langsung turun tanpa menunggu Rama,karna lambungnya sudah meronta ronta minta untuk di isi.
"Bu lele satu ya,terus Ayam,paha satu,yang dady satu dan jeroan satu ,nasinya tiga aja bu,oh ya.Nasi lemaknya bu dan jangan lupa minumnya es jeruk dua,"ucap Rara memesan banyak makanan,Rara memang banyak makan,tapi entah kenapa timbangan badannya tak pernah naik,mungkin daging Rara menolah untuk ditambah.
"Siap neng,silahkan duduk dulu neng."ucap wanita paruh baya itu,dan langsung siap siaga membuat pesanan mereka.Rama berjalan ke arah Rara,ia duduk tepat di samping istrinya itu.
"Udah di pesan?"tanyanya sambil melirik ke arah Rara.
"Udah kak,aman deh kak,gue udah pesen empat macam silahkan pilih kakak yang mana aja yang kakak suka,gue Jan kurang tau kesukaan kakak,"ucap Rara memang mereka belum terlalu lama mengenal,jadi belum tau hoby dan kesukaan masing masing.
"Alasan,bilang aja kalau memang Lo lagi laper,Ra"ucap Rama sambil melihat ke arah sekeliling,ada beberapa pemuda yang menatap istrinya dengan tatapan takjub,padahal ia sudah memakaikan Hoodie yang menurutnya akan mengurangi tatapan tatapan pria pria nakal tapi memang dasar istrinya cantik.Mau pakai apapun akan membuat takjub para pria,Rama memandang dengan tajam pada pria pria itu,agar mereka tak memandangi istrinya terus.
"Tuh kakak tau ,yang penting kakak tenang aja deh,gak bakalan mubazir entar makanan yang gue pesan."ucap Rara sambil tertawa,tanpa melihat tingkah laku Rama yang sedang mengintimidasi pria pria yang sedang menatap ke arah nya.
"Iya terselah la,awas aja kalau nanti sampe gak abis,entar Lo di cariin tuh sama sisa sisa makanan Lo di akhirat ,dikejar kejar!"ucap Rama kemudian.
"Emang gue anak kecil,kak? Yang bisa Lo takut takut,"Rara terkekeh mendengar cara bicara Rama bisa bisanya Rama berbicara hal seperti itu,dengan tampang yang serius.
Terkadang Rara merasa suaminya ini ngeselin,dan terkadang bisa sangat terasa nyaman saat bersamanya,gadis itu,belum tau sampai kapan hubungan mereka ini akan berlanjut.Apa mereka ini akan berlanjut.apa mereka akan berlanjut sampai sama sama tua dan menjadi sepasang suami istri yang saling mencintai satu sama lain atau jadi janda dan duda di usia mereka yang masih sangat muda.
buat nama nya jangan salah2 trus donk Skali lgi maaf ya
sebenarnya niat gk sih bikin novel,,, orang aneh bikin kesel aja