Clara adalah seorang gadis yang memiliki beberapa karakter, sehingga membuat nya mudah bergaul dengan siapa saja, meskipun dia berasal dari keluarga yang berada, tak lantas membuat nya memilih siapa saja yang pantas bergaul dengan nya.
Penasaran maka nya baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYU APRIYANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjodohan
Siang kini berganti malam, di mana semua aktifitas akan berakhir, meskipun tidak untuk semua orang.
Clara sudah berada di kostan nya, yaa karna Angga pulang lebih awal kali ini.
"Assalamu alaikum.. nek.. nenek Aida, pada kemana nih penghuni apa belum pada balik ya" gumam Clara
Clara menuju dapur untuk mengambil minum, Clara meminum air yang di ambil nya dari kulkas, tiba tiba dia di kejutkan dengan kedatangan Abi dan Rendi yang datang bersamaan.
buk... braak... aah Abi ngapain sih kamu masuk selalu saja terburu buru" kesal Rendi.
"hey yang kempentok itu kepalaku, kenapa jadi kamu yang kesal, aduh wajah tampan ku" ringis Abi dengan meraba raba jidat nya yang ke pentok
"yaa karna kamu ke pentok aku jadi ngikut ke jedot tau" balas Rendi
"ha ha ha, kalian lucu ha ha" kata Clara
"wah emang ya kamu, tidak punya solidaritas banget" kata Abi
"iya nih temen kejedot juga malah di ketawain" kata Rendi
"wih solidaritas maksudnya aku harus kepentok juga gitu, haha kalian lucu tau" kata Clara
nenek pun datang dengan membawa beberapa bahan dapur,
"Assalamu alaikum" kata nenek
"Wa alaikum salam nek" jawab mereka bertiga
"ada apa ini kok pada megang tuh jidat, kepentok lagi" kata nenek
"iya nek habis nya mereka kaya jerapah, haha" kata Clara
"yey pintu nya kali kerendahan, sini biar aku bantu bawa ke dapur, kata Rendi
"kalian saja yang kurang hati hati, lagian nih pintu sudah berumur dan bahan nya ini sangat langkah dari kayu hitam, almarhum suami nenek harus membuat surat izin untuk penggunaan kayu ini, meskipun sudah lama kami gunakan, masih saja harus pake surat izin jadi tidak mudah untuk merubah pintu ini, pintu ini banyak sejarah nya," jelas nenek panjang kali lebar
"iya sejarah nya banyak termasuk kepala ku yang sering ke pentok nek" kata Abi
"Asalamu alaikum, Cindi pulang" kata Cindi riang karna hari ini si pembeli usil tidak datang
"wa alaikum salam" jawab nenek dan yang lain
"udah tau kali kalau kamu sudah pulang, tapi tumben pulang nya ceria biasanya bete" kata Rendi yang kembali dari dapur
"tau nih lagi dapat jack pot yaa dari bos" kata Abi
"ih kalian kepo deh, lagian bagus kan kalau Cindi pulang nya ceria tidak bete kaya biasa nya," kata Clara
"haiis terserah deh aku mau mandi dulu" kata Abi
"yey, sewot aja dasar Abi" kata Cindi
"sudah kalian kembali ke kamar kalian bersih bersih sana nenek mau masak dulu," kata nenek
"oh ya nek habis mandi Clara bantu masak ya" kata nya
"iya iya, sana pergi mandi gih" kata nenek
"Cindi juga ya nek"
"iya"
"Assalamu alaikum,"
"wa alaikum salam, eh Desi kok baru pulang" kata nenek
"iya nek lagi urus berkas buat magang besok, aku keterima magang di CPH GROUP nek," kata Desi riang
"wah bagus dong, jadi kamu punya kerjaan dong mulai besok" kata nenek
"iya, aku mandi dulu, nenek mau masak ya" kata Desi
"iya"
"kalau gitu aku mandi terus bantuin nenek masak yaa" kata Desi
"iya sana naik takut nya kamu antri lagi mandi, hehe" kata nenek tersenyum
"hah ngantri, emang Clara sama Cindi sudah pulang nek" kata Desi sambil melangkah ke lantai dua
"sudah semua" kata nenek sedikit berteriak
dan yaa mereka lagi pada Antri, soalnya si Abi kalau mandi pasti lama, begitu juga dengan Clara, Cindi sedang menunggu salah satu nya selesai mandi, tak lama Desi pun datang, dan jangan di tanya sih Rendi dia kan ada kamar mandi sendiri di kamar kost nya.
Rendi selesai dari mandi nya dan telah siap dengan pakaian santai nya, saat keluar dia melihat Desi yang sedang menunggu si Abi yang belum selesai juga dengan mandinnya, Clara sudah keluar karna Cindi yang lebih dulu antri makanya Cindi yang masuk lebih dulu.
"Desi si Abi belum selesai mandi" kata Rendi
"iya nih tuh anak mandi apa molor sih, Clara saja sudah selesai mandi nya" keluh Desi
"yaa sudah mandi di kamar mandi ku saja" kata Rendi
"serius tidak apa apa," kata Desi
"iya dari pada kamu jamuran nunggu si Abi" kata Rendi
"okey makasih ya Ren" kata Desi
"iya sana gih" kata Rendi
**⏭⏭
Mansion Dirga**
Angga tiba di mansion keluarga besar nya, karna sang bunda mengajak nya untuk makan malam, yang telah dia ketahui bahwa pertemuan ini adalah sebuah rencana perjodohan yang di atur mama nya.
"selamat datang tuan muda" sambut para pelayan
Angga hanya mengangguk tanda dia memberi salam
Angga langsung menuju ruang makan dan jelas saja di sana sudah ada keluarga nya dan juga keluarga gadis yang akan di jodohkan dengan nya.
Angga hanya menatap dingin pada gadis itu, yaa Jasmin Wijaya nama gadis yang sedari tadi menatap Angga tanpa berkedip.
"ekhem, kita bisa memulai makan malam nya" kata Agung ayah Angga
"ya yaa" kata Harun Wijaya ayah Jasmin
mereka pun menyantap makan malam dengan hikmat, tanpa ada suara hanya bunyi dentingan sendok saja yang terdengar.
makan malam selesai, mereka beranjak menuju ke ruang keluarga untuk melanjutkan obrolan mereka.
"wah sekarang semua sudah berkumpul,
kita sudah bisa memulai nya bukan" kata Saras bersemangat yang tak lain adalah bunda nya Angga
"kak kayak nya kakak akan tamat sekarang hehe" bisik Anggi pada kakak nya Angga
"siapa bilang kita Lihat saja dulu" bisik Angga juga
"wah seperti nya Jasmin sangat tertarik padu Angga" kata Wiwid bunda nya Jasmin
"ekhem, bagaimana Angga apa kau menerima perjodohan ini" kata Agung
"papa ngapain di tanya sih, dia harus setuju dong, iya kan Angga" kata Saras
Angga masih diam di tempat nya
"iih mama apaan sih yang jalanin
itu kak Angga jadi harus dong meminta persetujuan kak Angga" kata Anggi
"kamu anak kecil jangan ikut campur" kata Saras
"ya saya juga ingin tau apakah kau bersedia jika Jasmin putri ku menjadi tunangan mu, jika iya maka kita akan melakukan pertunangan minggu depan" kata Harun
"maaf bisa saya memikirkan nya terlebih dahulu" kata Angga
"apa maksud kamu" kata Wiwid
"begini tante saya sama sekali belum mengenal Jasim, jadi say... (terpotong)
"Jasmin nama saya Jasmin" kata Jasmin yang mulai merasakan penolakan Angga
"ah maaf, nona aku ingin mengenalmu terlebih dahulu sebelum menyetujui perjodohan ini, dan kau juga perlu tau bukan seperti apa sifat ku" kata Angga
"baik lah itu ide yang bagus" kata Harun
"yah terserah deh tapi Angga mama berharap kamu menyetujui perjodohan ini" kata Saras
"cukup ma" biarkan Angga memutuskan nya sendiri" kata Agung
"tapi pa...
"CUKUP, oh iya tuan Harun saya permisi dulu silahkan lanjutkan percakapan kalian.." kata Agung
Agung memang tidak menyukai Harun karna cara kerja nya yang terkenal licik dan culas, tapi dia tidak bisa menolak permintaan istri nya untuk mempertemukan Angga dengan Jasmin, Karana persahabatan nya denga Wiwid.
Angga melihat ayah nya yang terlihat tidak menyukai tuan Harun, dia pun pergi menemui ayah nya.
jangan lupa like yaa vore and komen
mampir juga di novel ku yang lain
TERNYATA CINTA
aku padamu thor
salam "Dady danzel."