Apakah yang harus Risya lakukan ketika dia mengetahui suaminya telah bertunangan dengan wanita yang di jodohkan oleh kedua orang tua sang suami? Sementara dirinya sedang mengandung benih alvin, atasannya di kantor sekaligus lelaki yang dia nikahi atas fitnah sang ayah tiri yang hampir saja merenggut kehormatannya pada saat Ibunya meninggal di desa kelahirannya.
Pada saat Risya memutuskan untuk meninggalkan suaminya, demia bakti sang suami pada kedua orang tuanya. Ternyata Risya mengetahui kalau tunangan suaminya itu bekerja sama dengan musuh suaminya untuk menghancurkan hidup suaminya.
Dilema cinta di hadapi oleh Risya saat itu. Apakah dia akan mengalah ataukah memperjuangkan kebahagiaannya sendiri bersama anak dan suami yang telah membuat dirinya kembali merasakan cinta setelah patah hati gara-gara Abid, sang mantan kekasih di masa lalu.
Yuk baca selengkapnya dan jangan lupa favorit, like, vote, gift nya ya, thanks you. Love sekebon tetangga buat kalian semua para reader tercinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Rahmat terlihat begitu geram saat Risya dan Alvin meninggalkan desa. Dia tidak terima melihat Risya yang telah menjadi istri Alvin gara-gara perbuatan cerobohnya waktu itu.
" Sialan!! Aku harus menyusul mereka ke Jakarta dan mencari keberadaan mereka. Aku tidak rela kalau Risya benar-benar menjadi istri laki-laki b******* itu!" Rahmat yang benar-benar telah dibutakan oleh nafsunya sendiri sehingga tidak bisa melihat mana yang benar dan salah lagi.
Saat ini di dalam hati Rahmat hanya menginginkan untuk mendapatkan Risya sebagai miliknya. Apalagi sekarang istrinya sudah meninggal tidak ada lagi yang dalat menghentikan semua yang ingin dia lakukan.
Rahmat malam itu juga segera membereskan barang-barangnya dan segera melajukan kendaraannya ke Jakarta untuk mengejar Alvin dan Risya.
Alvin dan Risya yang sudah pergi dari kampung halaman ibunya Risya, mereka sekarang sudah bisa bernafas lega karena tidak ada lagi orang yang akan menghina Risa sebagai perempuan tidak benar.
" Maafkan aku Risya. Gara-gara Aku yang sudab ceroboh saat menolong kamu, nama kamu sekarang jadi tercoreng di desa." Alvin terlihat begitu merasa bersalah kepada Risya yang langsung menggeleng tidak setuju dengan apa yang dia.
" Tidak Tuan Alvin. Justru Andalah yang sudah menolong saya dari musibah yang begitu besar dalam hidup saya. Sejak dulu, ayah tiri saya memang selalu berusaha untuk menodai saya. Kalau pada malam itu Tuan Alvin tidak menolong saya entah bagaimana nasib saya saat ini. Saya pasti akan hancur, sehancur-hancurnya. Hiks hiks!" Risya terlihat meneteskan air matanya dengan penuh rasa kesedihan.
Alvin menggenggam telapak tangan Risya yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya karena keributan yang dibuat oleh Rahmat di hotel tempat mereka menginap sewaktu berada di kampung halaman ibunya Risya yang telah meninggal.
" Kau akan tinggal di mana sekarang?" tanya Alvin ketika mereka sudah mulai memasuki Kota Jakarta.
Risya terdiam beberapa saat lamanya mendengar pertanyaan dari Alvin.
" Tolong antarkan saya ke apartemen saya." Alvin cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan Risya.
Alvin sebenarnya menginginkan Risya untuk tinggal bersamanya. Tetapi dia pun tidak bisa untuk memaksakan kehendaknya kalau Risya tidak menginginkannya.
" Walaupun kita sudah menikah tetapi kedua orang tuamu tidak mengetahui pernikahan kita berdua. Apalagi mereka sudah menjodohkanmu dengan wanita lain. Aku tidak akan mengganggu kehidupan pribadimu selama kita berada di Jakarta." Alvin hanya bisa membeku mendengar semua yang dikatakan oleh Risya.
" Secara perlahan aku akan menyampaikan kepada kedua orang tuaku tentang pernikahan kita. Kamu harus bersabar ya. Aku janji sebisa mungkin akan membatalkan perjodohan itu." Risya terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Alvin.
" Tidak Tuan Alvin! Tolong jangan lakukan itu Aku tidak mau kalau sampai nanti ayah anda jadi marah kepadaku selama ini beliau sudah sangat baik padaku!" Risya benar-benar merasakan Dilema saat ini.
" Kenapa memangnya Risya? Bukankah itu adalah fakta. Kalau kau memang adalah istriku saat ini?" tanya Alvin mengerutkan keningnya.
Risya tetap menggeleng dan menolak keinginan Alvin untuk memperkenalkan dirinya sebagai istri atasannya sendiri.
" Tolonglah saya Tuan. Saya tidak mau menjadi penyebab kericuhan di dalam keluarga anda. Percayalah!! Saya tidak akan pernah mengatakan kepada siapapun tentang status saya sebagai istri anda. Saya akan tetap menjadi sekretaris anda di kantor." Hati Risya tidak tenang.
Risya memohon kepada Alvin agar tetap merahasiakan pernikahan mereka berdua kepada semua keluarga Alvin maupun kepada orang yang mengenal mereka di Jakarta. Risya tidak mau di hujat oleh Sheilla yang merupakan tunangan Alvin.
Risya selama ini selalu mendengar Pak Jaenal selalu bercerita tentang pernikahan impian yang sudah dia tunggu. Pernikahan putra kebanggannya bersama dengan Sheila yang merupakan anak dari sahabatnya.
Risya tidak mau menjadi orang yang akan menghancurkan kebahagiaan Pak Jaenal.
" Tolong antarkan saya ke apartemen saya." Alvin akhirnya mengikuti apa yang dikatakan oleh Risya dan mengantarkannya ke apartemennya.
Risya mengerutkan keningnya ketika melihat Alvin yang malahan ikut masuk juga ke dalam apartemennya.
" Eh, apa yang Tuan lakukan?" tanya Risya merasa bingung melihat tingkah Alvin.
Alvin menghela nafas berat. Terlihat Kelelahan yang luar biasa dari wajahnya.
" Aku sangat lelah dan juga sangat lapar Risya. Apa kau bisa membuatkan makanan untukku?" tanya Alvin yang langsung masuk ke dalam apartemen Risya begitu Gadis itu membuka apartemennya.
Risya hanya bisa bengong melihat semua yang dilakukan oleh Alvin.
" Tuan Alvin kan tahu, kalau kita baru saja pulang dari kampung halaman almarhum ibuku setelah satu minggu tinggal di sana. Di apartemenku saat ini tidak ada bahan makanan apapun yang bisa aku masak. Mungkin, kalau aku tidak salah ingat, hanya ada mie instan di kitchen set ku." Alvin yang begitu masuk ke apartemen Risya dia langsung membaringkan tubuhnya di sofa.
Risya hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alvin yang menurutnya sangat absurd.
" Tidak apa-apa Risya. Tolong buat mie instan untukku. Aku sangat lapar. Tolong istriku!" ucap Alvin sambil memejamkan matanya.
Jantung Risya berdegup sangat kencang saat mendengar Alvin memanggilnya istriku.
' Ya Tuhan! Apa ini?? Apakah Tuan Alvin benar-benar menganggapku sebagai istrinya? Ya Tuhan!! Sungguh Impossible!' bathin Risya yang malah membeku di depan pintu kamar.
Alvin membuka matanya dan menatap Risya yang masih diam mematung.
" Weh! Kenapa kok malah mematung di situ sih? Ayo cepat buatkan aku mie instan!" Perintah Alvin sambil menatap tajam kepada Risya yang terkejut dan tersadar seketika dari lamunannya.
" Iya Tuan, tunggu sebentar! Saya akan meletakkan dulu koperku ini ke kamarku!" ucap Risya yang terlihat begitu gugup saat melihat mata Alvin yang menatapnya dengan begitu intens.
Alvin kemudian bangkit dan mendekati Risya." Pergilah ke dapur dan buatkan aku makanan biar kopermu aku yang masukkannya ke kamar kamu!" ucap Alvin yang langsung merebut koper dari tangan Risya dan masuk ke dalam kamar gadis itu.
Risya merasakan saat ini jantungnya berdebar sangat kencang. Seperti ada aliran listrik yang mengalir di sekujur tubuhnya. Ketika tanpa sengaja Alvin telah menyentuh telapak tangannya saat merebut koper dari tangannya.
" Cepat! Pergilah ke dapur. Kenapa kau dari tadi melamun terus seperti orang kena sawan aja!" Alvin mengelus kepala Risya yang masih membeku di tempatnya seperti orang bego.
" Oh, ya! Tunggu!" Risya kemudian langsung berlari ke arah dapur.
Risya terus memegang dadanya dengan kedua tangannya yang berdebar sangat kencang saat ini. Semua itu gara-gara perbuatan yang dilakukan oleh Alvin terhadap dirinya sejak mereka masuk ke dalam apartemen miliknya.
Ketika mendengar suara Alvin di dalam kamarnya, Risya pun langsung memanaskan air dan membuatkan 3 bungkus mie instan untuk Alvin dan dirinya yang dia masak dalam satu tempat.