Apa jadinya jika kita diberi kesempatan untuk kembali hidup untuk membalaskan dendam kepada orang yang berkhianat kepadanya.
Ia adalah Luciana, seorang wanita yang rela meninggalkan suami dan anak tirinya, demi seorang pria yang berkhianat kepadanya. Dan saat Luciana sudah sepenuhnya percaya dengan pacarnya yang bernama Dayton. Ia malah di lemparkan ke dalam jurang, oleh Dayton dan adik tirinya. Tepat saat itu juga, Luciana meninggal dunia. Karena ia sudah terlahir kembali, ia akan membalaskan semua dendamnya dan memberikan cinta kepada suami dan anaknya yang ia tinggalkan.
“Mampukah Luciana membangun keluarganya yang dulunya hancur, menjadi keluarga yang penuh dengan cinta”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lovers_canva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11: Kembali Ke Rumah
Saat di dalam rumah, tiba tiba saja ada yang memanggilnya, dan ia adalah pelayan di rumah Leonathan. Sontak Luciana langsung berbalik badan.
"Permisi non." Panggil pelayan tersebut.
"Iya. Ada apa ya, sampai memanggil saya?." Tanya Luciana dengan lembut.
"Begini non. Tadi, ada yang datang ke rumah, dan katanya mereka ada keluarga non Luciana. Saya lupa menanyakan nama mereka, pokoknya tadi ada yang mencari non Luciana. Katanya, ada yang mau dibicarakan oleh mereka." Jawab pelayan tersebut.
"Apa mungkin itu ayah dan keluarga barunya itu." Ucap batin Luciana.
"Berapa orang yang datang kemari bi?." Tanya Luciana kembali.
"4 orang non Luciana." Jawab pelayan kembali.
"Benar, itu pasti ayah dan keluarga barunya itu." Ucap batinnya.
"Terima kasih bi, sudah memberitahukannya kepada saya. Kalau begitu, saya mau ke kamar dulu ya bi." Ucap Luciana tersenyum, dan langsung naik ke lantai atas, untuk ke kamarnya.
Sesampai kamarnya, Luciana langsung duduk di ranjangnya. "Ada apa mereka datang kemari. Apa mereka sudah tahu, kalau aku dilamar oleh Leonathan. Jadi, mereka mau meminta uang kepadaku. Memang keluarga matre." Ucap batin Luciana, sambil melipat kedua tangannya.
"Apa kau harus kesana. Tapi, sudahlah, aku mau kesana saja. Sekalian, mempertanyakannya, kenapa mereka datang ke kediaman Leonathan." Ucapnya kembali turun kebawah, dan menuju rumahnya.
Sesampainya. Luciana langsung turun dari mobilnya, dan langsung membuka pintu rumahnya. "Aku kembali." Ucapnya dengan santai.
Sontak yang ada di rumah, langsung menatap ke arahnya, termasuk keluarga baru ayahnya.
"Luciana. Kebetulan sekali kamu pulang, baru saja kami membicarakanmu." Ucap ibu tirinya yang bernama Abilene.
"Berani beraninya kalian membicarakanku, saat aku tidak ada. Apa mulut kalian, masih tidak cukup, untuk menyimpan sampah." Ucap Luciana langsung menghampiri mereka semua.
"Kamu." Marah Abilene, dan mau menampar Luciana. Tapi tiba tiba.
"Diam. Jangan beraninya kamu menampar Luciana, sekarang dia sudah menjadi orang ya Leonathan. Jangan sampai, kamu melukai dia, atau kerja sama yang aku lakukan dengan perusahaan Leonathan, akan bangkrut." Ucap ayah kandung Luciana, yang bernama Henry.
"Tumben banget ayah baik. Lagi kesambet apa emangnya?." Tanya Luciana langsung duduk di sofa.
"Ayah kan memang baik nak. Mau bagaimana lagi, kamu ini kan sebentar lagi akan menikah dengan keluarga yang kaya raya. Tentu kamu tidak akan melupakan ayah kan?." Tanya balik ayahnya, langsung mengelus tangan Luciana.
"Tentu saja ayah. Aku akan memberikan hadiah yang tidak akan bisa ayah lupakan, sampai akhir hayat ayah." Jawab Luciana tersenyum tipis, memiliki rencana.
Disisi lain. "Enak saja dia dimanja oleh Henry. Tidak akan aku biarkan, dan seharusnya, anakku lah yang menikah dengan tuan Leonathan. Tidak akan ku biarkan dia bahagia." Ucap batin Abilene mengepalkan kedua tangannya.
"Kalau begitu, aku mau istirahat disini untuk satu hari, apa boleh ayah?." Tanya Luciana kembali, meminta izin.
"Tentu saja boleh sayang. Kamu ini kan anak ayah yang paling tersayang, nama mungkin ayah tidak mengizinkannya untuk mu." Jawab ayahnya dengan bahagia, dan berakting, sok baik.
"Lihat saja kau Abilene. Aku tidak akan membiarkanmu bahagia di atas kekayaanku. Aku akan membuatmu, membayar semuanya, dimasa lalu. Kau yang sudah membuat ibuku hancur, sampai meninggal. Aku tidak akan membiarkanmu, menghabisiku." Ucap batin Luciana menatapnya dengan tatapan tajam.
"Omong omong, dimana Gita?." Tanya Luciana, sambil menyilangkan kakinya.
"Kenapa kamu mencari Gita. Apa kamu
kan jadi penasaran thorrr
di gantung kan