NovelToon NovelToon
Dijual Ibu Tiri Dibeli Mafia Kejam

Dijual Ibu Tiri Dibeli Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Angst / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:338.7k
Nilai: 4.3
Nama Author: Anjana

Dibeli Lelaki kejam yang tidak mempunyai hati nurani, siapa orangnya yang bisa bertahan kalau bukan terikatan perjanjian antara ibu tiri yang sudah tega menjualnya kepada lelaki kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendadak seperti dokter

Dengan perasaan takut, Anaya sebisa mungkin untuk melakukannya. Meski ada rasa takut, Anaya sama sekali tidak bisa menolaknya.

Anaya yang tengah membersihkan lukanya terlebih dahulu, rasanya benar-benar takut. Seumur hidupnya baru kali ini membantu orang mengobati luka yang cukup mengerikan.

Bagaimana tidak mengerikan, luka tembak yang mengenai lengannya cukup ngeri untuk dilihat. Belum lagi luka yang ada di kaki, yakni masih menyisakan peluru didalamnya.

Dengan penuh hati-hati dan pelan-pelan saat mengobati lukanya. Albert yang sudah tidak sabar, pun ikut membantunya saat memasang perbannya.

Sekilas saat Anaya memasang perban, Albert memperhatikan Anaya yang begitu telaten. Awalnya memang ketakutan, namun dengan keterpaksaannya, Anaya berhasil mengobati luka yang ada di lengannya Albert.

Setelah itu, Albert menunjukkan luka yang ada di kaki sebelah kiri.

"Lepas pengikat kainnya, ambil pelurunya yang masih tertinggal di dalam. Kemudian, kamu bersihkan darahnya, lalu kamu obati." Perintah Albert kepada Anaya.

Lagi-lagi Anaya melotot ketika mendengar perintah dari Albert, yakni soal mengambil peluru yang masih tertinggal di bagian kakinya.

"A-a-aku tidak berani, jaj-jaj-jangan aku. Sekali lagi aku mohon, jangan aku yang mengambil pelurunya, cukup hanya mengobati saja." Jawab Anaya dengan tubuh yang gemetaran saat mendapat perintah dari Albert.

Albert yang lagi-lagi mendapat penolakan dari Anaya, langsung menatapnya dengan tajam layaknya musuh hendak menerkam. Kemudian, Albert langsung meraih dagunya, dan mendongakkan.

Dengan perasaan kesalnya yang tengah mengeras bagian rahangnya saat mendapat penolakan dari Anaya, Albert langsung menekan kuat bagian rahang miliknya Anaya.

"Kau bilang apa tadi? ha! tidak mau kau bilang? apa perlu aku melakukan kekerasan padamu, jawab."

Albert kembali menekan kuat hingga membuat Anaya meringis kesakitan.

"Bab-bab-baik, aku akan melakukannya." Jawab Anaya terbata-bata karena takut, juga tidak ada pilihan lain selain patuh dan nurut pada lelaki yang ada di hadapannya.

Albert yang mendengar jawaban dari Anaya, pun menyeringai. Kemudian, ia mendorong Anaya hingga terjungkal ke belakang. Sungguh, Albert begitu hina memperlakukan Anaya dengan kasar. Bahkan, rasa belas kasihan saja tak nampak pada diri Albert.

Yusan dan Arsen yang melihat Anaya yang diperlakukan buruk oleh bosnya, ada perasaan kasihan.

"Ini gara-gara dokter Auno tidak datang, Nona Anaya yang harus menjadi sasarannya." Gumam Arsen merasa tidak tega melihat Anaya yang tengah diperlukan dengan kasar oleh bosnya.

"Sudahlah, ayo kita pergi. Percaya saja denganku, Nona Anaya akan baik-baik saja." Sahut Yusan yang tengah mendengarnya, meski tidak begitu jelas.

Arsen dan Yusan yang tidak tega melihat Anaya yang mendapatkan sikap buruk dari bosnya, hanya bisa mendoakannya saja.

Anaya yang tengah kesulitan karena baru pertama kalinya harus mendadak seperti layaknya dokter bedah, dirinya hanya bisa pasrah dan melakukan apa yang sudah diperintahkan oleh Albert.

"Tuan, bagaimana ini? apakah Tuan tidak sakit?" tanya Anaya ketika hendak mengambil peluru yang bercampur darah segar.

"Lebih sakit dijadikan budak oleh orang tua sendiri daripada dengan luka ini, kau paham? cepat selesaikan tugas kamu."

Anaya yang mendengarnya, pun merasa tersindir, lantaran dirinya telah dijual oleh ibu tirinya. Entah apa yang menjadi tujuannya, hingga tega menjual anak tiri kepada orang lain demi uang, pikir Anaya sambil mengambil peluru yang bercampur dengan darah segar.

Albert yang tengah menahan sakit, sebisa mungkin untuk tidak meringis kesakitan, dan tetap menunjukkan sikap tenangnya yang seolah-olah bahwa dirinya baik-baik saja di hadapan siapapun.

Setelah berhasil mengambil pelurunya, Anaya bernapas lega. Namun, tetap saja terasa ngilu ketika melihat lukanya yang cukup ngeri. Mau bagaimana lagi, Anaya harus mengobatinya meski dengan perasaan takut.

1
sedayu
pic karakternya GK ada. Thor
AnysMentari
mula baca
Isayanti Hernanur
good ceritanya terbaik
Joni Pasaribu
Kecewa
Joni Pasaribu
Buruk
Andi fandi Sofian
Maunya endingnya mereka punya anak jgn sampai situ aja /Sob/
Elena Sirregar
ini ceritanya di mana sih kok bisa main seludup senjata
Nara
Diobati salah, gak diobati pun salah 😒
Nara
semoga ketangkep polisi 🤣🤣🤣
Ihda Rozi
ceritanya bagus tp ending nya seperti terburu2 JD bacanya kurang klimaks, 💪💪💪 Thor untuk karya2 barunya
Usi Lestari
Luar biasa
Tita Sri yuliani
ceritanya sangat bagus,menarik
🌸archie🌸
bagusd
AnysMentari
tamat
AnysMentari
bertahan Antara! kebahagiaan menanti mu......
4U2C
𝘁𝘂𝗵 𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗸𝘂 𝘀𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗱𝗶𝗴𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀..
de~javu. {° ~ °}
tor kalo bisa up nya jangan lama",cerita nya bagus
Eutik Rukmini
ah hilang lagi
Intan Malasari
skian lama mehilng muncul padahal bagus ceritanya
tulisanblueskyy
mafia maybe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!