Sri Rahayu seorang gadis kampung yang terpaksa harus pergi kekota dan tinggal disana bersama dengan Tantenya yang bernama Halima.
Namun siapa sangka Halima meminta dirinya untuk menikah dengan pria yang tidak ia kenal hanya karena tidak ingin mengecewakan Halima dan sebagai bentuk dari rasa terima kasihnya karena Halima sudah menerima dirinya selama ini mau tidak mau ia pun mengikuti keinginan dari Halima.
Bahkan ia tidak pernah bertemu dengan pria tersebut dan sampai pada hari pernikahan itu tiba Sri belum juga melihat wajah yang akan menjadi suaminya tersebut.
Didetik-detik acara Akat nikah barulah ia bertemu langsung dengan pria yang bertubuh tinggi tegap yang merupakan calon suaminya itu.
Akankah Sri mendapat kebahagian didalam pernikahannya?
Yuk saksikan kelanjutan dari ceritanya Cinta didalam Perjodohan!!
Akankah Sri bertahan dengan kehidupannya yang baru atau malah menjadikan hidupnya semakin tersiksa?
Yuk saksikan kel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deby ria sitopu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11.
Prov Rey Atmaja
Nama ku Rey Atmaja, diusia ku yang memasuki 27 tahun anggota keluarga ku meminta ku agar secepatnya untuk menikah. Namun aku belum tertarik kearah pernikahan yang membuat ku terikat dan tak bisa berbuat semau ku.
Berulang kali mama menjodohkan ku dengan para wanita yang merupakan anak dari temannya tetapi tidak satu pun dari mereka yang membuat ku tertarik karna mereka semua palsu.
Para wanita itu hanya memikirkan kemewahan yang akan mereka dapat jika bersanding dengan diri ku.
Sebenarnya aku sudah mempunyai seorang kekasih tapi mama dan papa tidak menyetujui hubungan kami karna menurut mereka dia bukan wanita baik-baik.
Dua tahun kami menjalin hubungan namun selama itu juga tidak ada restu dari keluarga ku.
Hari ini mana meminta ku kembali kerumah pada hal aku baru saja berangkat, dengan tergesa-gesa aku memutar balik tapi begitu tiba dirumah ternyata mama ingin memberitahu jika ia sudah menemukan wanita yang akan dijodohkan dengan ku.
Ck, aku pikir apa? tau begi aku tidak akan kembali sampai-sampai tadi aku hampir menabrak orang dijalan.
Kali ini aku sudah malas untuk berdebat karna pada akhirnya aku harus menuruti semua perintah dari mama. Entah apa yang mama takuti jika aku tidak segera menikah?
Aku lelah harus selalu berdebat dan kali ini aku putuskan untuk menurut saja.
Mama memberitahu ku nama calon istri ku "Sri Rahayu " Sungguh nama yang kampungan dari namanya saja aku sudah bisa menebak wanita semacam apa dia.
Paling dia itu orang kampung yang bermimpi menjadi sinderella dikeluarga Atmaja. Setiap kali mama meminta ku untuk menemui Sri, aku selalu beralasan jika aku sedang sibuk dikantor bahkan ketika mama meminta ku untuk datang kesalah satu butik ternama yang dipercayakan oleh mama untuk membuatkan pakaian pengantin kami aku tidak menampakkan batang hidung ku karna tidak ingin bertemu dengan wanita itu.
Aku hendak menemui Sri ditempat biasa ia bekerja bersama tante Halima yang merupakan sahabat mama dan dari tante Halima jugalah mama mengenal sosok Sri tapi pada saat itu wanita itu tidak berada ditempat. Meskipun tante Halima sudah meminta ku untuk menunggu sebentar aku tetap pergi dari sana. Belum jauh aku berjalan keluar dari salon kecantikan milik tante Halima, tiba-tiba seseorang menabrak ku tapi sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya.
Setelah ku ingat-ingat ternyata dia wanita yang sama yang hampir saja aku tabrak waktu itu. Untungnya dia tidak mengenali ku, baguslah kalau begitu kalau saja dia mengenali ku bisa-bisa panjang urusannya nanti.
Sampai tiba hari pernikahan yang ditentukan barulah aku melihat calon istri pilihan mama untuk ku.
Diam-diam aku melihatnya dari jendela kamar ku.Tapi tunggu dulu, yang aku lihat ada dua orang wanita muda disana beserta keluarganya. Ku lihat mereka satu per satu mencoba menebak yang mana diantara mereka yang akan menjadi calon istri ku.
Wanita yang satu terlihat lebih modis dalam berpakai jika dia yang akan menikah dengan ku bisa ku pastikan dia sama saja dengan wanita yang sudah-sudah mama kenalkan pada ku sebelumnya. Tetapi wanita yang satu lagi penampilannya sederhana saja atau jangan-jangan dia tidak pintar dalam mengurus dirinya sendiri bagaimana nantinya jika dia mengurus aku.
Lama aku bergumam hingga tersadar jika wanita itu adalah wanita yang sama beberapa waktu yang lalu.
"Astaga, sesempit inikah dunia ini?"
Acara akad nikah akan dimulai namun aku masih gelisah didalam kamar antara bingung harus bagaimana? ditambah lagi kekasih ku baru saja menghubungi ku untuk meminta ku membatalkan pernikahan ini tapinjika aku melakukan itu pasti papa dan mama akan mencoret ku dari daftar Anggota keluarga Atmaja.
Tidak ada pilihan lain, biarlah aku turuti perjodohan ini tapi aku akan tetap berhubungan dengan Kalin.
Selama acara berlangsung tidak sekali pun aku menatap wanita itu bahkan aku tidak perduli siapa yang akan ku nikahi itu.
Pernikahan berlangsung hanya dihadiri beberapa kerabat terdekat saja sesuai dengan permintaan ku. Tentu saja mama dan papa mengabulkan permintaan ku tersebut karna aku mengancam tidak akan mau menikah jika mereka membuat acara besar hanya untuk sebuah pernikahan yang tak ku inginkan ini.
Selesai menyapa orang-orang aku pergi dari mereka semua bahkan wanita yang sudah menjadi istri ku itu aku tinggal begitu saja tanpa mengucapkan apa pun.
Tak lama kemudian ia masuk kedalam kamar ku, sepertinya mama yang mengantarkannya.
Begitu ia masuk dan berbalik badan ia terkejut karna mengira aku tidak ada didalam kamar.
Ini rupanya yang ku nikahi, wanita yang berpenampilan sedarhana tadi. Ku perhatikan dia dari atas sampai kaki, tidak terlalu buruk memang tapi tidak akan ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Kalin kekasih ku. Kalin adalah wanita cantik yang selalu membuatku tergila-gila kepadanya. Tidak seperti yang ada dihadapan ku saat ini. Yang tak lain gadis yang masih begitu muda dan bisa dipastikan jika dia masih seperti anak kecil bagi ku.
Pada saat itu juga aku mengatakan kepadanya jika pernikahan kami hanya untuk sementara dan akan berlangsung hanya selama tiga bulan saja.
Sepertinya dia terkejut dengan apa yang didengarnya.
Aku tersenyum sinis menatap ekspresi wajahnya, pasti wanita itu sudah berhayal jauh tentang pernikahan kami tapi pada kenyataannya dia mendengar kata pahit dari ku tepat di hari yang sama yaitu dihari pernikahan kami bahkan para kerabat kami saja masih berada dilantai bawah.
Ku lontarkan semua tuduhan yang merendahkan dirinya dan keluarganya bahkan aku mengatai mereka semua kampungan. Namun nampaknya Sri tidak mampu membalas semua yang keluar dari mulut ku sehingga bisa ku simpulkan jika pemikiran ku itu ada benarnya.
Ku lihat dia terdiam tak mampu berkata-kata, entah karna takut dengan ku atau apa? tapi dari kedua bola matanya yang berkaca-kaca seolah sedang menahan tangis sepertinya aku sedikit berlebihan kepadanya.
Bagaimana pun juga aku tidak bisa sepenuhnya melimpahkan kesalahan terhadap Sri, kami berdua hanyalah korban dari mama dan papa yang menginginkan aku membina sebuah rumah tangga.
Melihat dia seperti itu aku merasa sedikit kasihan dan memilih untuk meninggalkannya.
Memberi ruang untuknya agar ia tau jika sampai kapan pun aku tidak bisa menjadi miliknya karna hati ku sudah dipenuhi sebuah nama yaitu Kalin.
Malam itu aku putuskan untuk tidak tidur dikamar yang sama dengannya. Dimana biasanya sepasang pengantin baru akan menghabiskan malam panas namun itu tidak berlaku untuk kami. Kami hanyalah dua orang asing yang terjebak didalam sebuah ikatan pernikahan.