NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Tuan Mafia

Dikejar Cinta Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:167.9k
Nilai: 4.5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Bagaimana perasaan kita saat orang yang kita cintai pergi untuk selama nya dalam waktu yang bersama pula.Tentu saja,rasa kehilangan akan menyelimuti kita.

Itulah yang di rasakan Maura Victoria Alaska.Ibu kandung nya meninggal secara tiba-tiba,setelah satu jam berada di rumah sakit,dokter memvonis jika ibu Maura mengalami gagal jantung.

Dan setelah tiga hari kepergian sang ibu,Maura mendapat kabar,kalau kekasih yang akan menikahi nya mengalami kecelakaan pesawat,dan di nyatakan meninggal,tapi Maura tidak pernah melihat jasad sang kekasih.

Bagaimana kehidupan Maura setelah peristiwa itu?yuk simak kisah nya di Mafia Bucin,One Night Stand.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan Bisnis

Steven baru saja keluar dari mansion nya,lalu ia melihat Mike dan Mattew yang berdiri di pintu mobil.

"Pergi dan lihat kondisi wanita itu,jangan biarkan Wanita itu lepas dari genggaman kalian.Cukup Mattew saja yang ikut aku,karena akan ada Alex di sana yang aman menyusul!"

"Baik Tuan!"Mike membuka pintu mobil untuk Steven,setelah mobil Steven pergi meninggalkan mansion.Mike pun ikut pergi dengan membawa dua orang pengawal untuk ikut bersama dengan nya.

"Bagaimana keadaan markas Utara setelah terjadi penyerangan?"

"Semua nya sudah di bereskan oleh Alex Tuan,dan hari ini di perjamuan di gedung markas Tuan Sean,di Negara E tentu saja mengundang banyak bisnis kalangan atas.Seperti nya Morgan berhasil mendapatkan kepercayaan dari Tuan Sean!"Pungkas Mattew yang sedang menyetir.

"Tidak perlu takut dengan kepercayaan yang Morgan dapat dari Tuan Sean.Karena Tuan Sean,bukan orang bodoh yang mau rugi untuk manusia sampah seperti Morgan!"Steven menatap layar iPad yang ada di tangan nya,ia mulai memeriksa pekerjaan yang akan ia tinggal beberapa hari ke depan.

Drrt..Drrt...Drrt..

Ponsel Mattew bergetar,saat ia melihat panggilan itu dari Sonia.

"Tuan,Nona Sonia menelpon?"Mattew menoleh ke belakang.

"Abaikan saja,tadi dia juga menghubungi ku,aku sengaja tidak mengangkat nya!"

"Baik Tuan"Mattew langsung melakukan mobil nya ke arah bandar udara untuk terbang ke Negara E.

Di tempat lain. . .

Maura baru saja keluar apartemen,dia berencana untuk mencari makan malam di luar,setelah menunggu Kinara seharian yang tak kunjung pulang.Maura tahu,saat ini Kinara sedang bersama dengan Tara.

"Nona Maura,ijin 'kan saya membantu anda?"tawar Mike,Maura langsung melihat nya dengan tajam.

"Tidak perlu,aku bisa sendiri!"Maura pun mempercepat 'kan langkah kaki nya berjalan masuk ke lobi apartemen.

Mike dan dua orang pengawal masih setia berjaga di depan apartemen,dan mereka tidak ingin kehilangan jejak Muara jika perempuan itu pergi.

Blam!

Maura membanting pintu apartemen,ia kesal seharian di buntuti oleh orang suruhan Steven.Sehingga Maura merasa hidup nya sangat tertekan dan tidak bebas seperti biasa nya.

Maura meletakkan kotak makanan di atas meja,lalu melahap nya dengan begitu semangat,ia telah mengambil cuti dua hari sama Tara,dan merasa besok harus kembali bekerja.

Ceklek !

Pintu apartemen terbuka,Maura menoleh dan benar saja Kinara baru pulang.

"Kamu sudah pulang?"

"Iya,kamu lagi makan? aku membawakan mu makanan dari luar,tadi aku minta Tara untuk singgah di toko seafood langganan kamu!"tukas Kinara,meletakan makanan bawaan nya di atas meja.

"Tidak apa-apa aku bisa memakan nya nanti,terimaksih !"Maura tersenyum bahagia,kalau soal makan ia pun tidak bisa menolak.

"Awas nanti gendutan!"cibir Kinara,Maura hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan sahabat nya itu.Kinara langsung masuk kamar dan membersihkan dirinya di kamar mandi.

Tak lama kemudian,Kinara keluar dengan handuk masih di kepala nya ia memakai piyama celana selutut,lalu duduk di depan Maura yang sedang menikmati makanan yang di bawa pulang oleh Kinara tadi.Benar-benar perut karet Maura,bisa menghabiskan makanan begitu banyak.

"Bagaimana pekerjaan di kantor?"

"Aman,hanya saja ada masalah!"

"Masalah? "

"Iya Pak Jay,meminta kamu menjadi asisten nya!"

"Asisten?"netra Maura membulat.

"Eehhmm"Kinara menuangkan minuman ke dalam gelas.

"Lo tau,Gue enggak mau jadi Asisten siapapun selama kerja disana,apalagi bandot tua itu!"pungkas Maura yang memindahkan kotak makanan nya ke tong sampah.

Glek ! glek !

Kinara menghabiskan minuman dalam sekejap,lalu menatap Maura yang berjalan ke arah nya.

"Kenyang!"gumam Maura,sembari mengelus perut nya.

"Jadi,Lo mau nya gimana? aku juga membawa surat pernyataan kamu akan jadi Asisten nya,kamu di minta tanda tangan di kertas itu oleh pak Jay!"

"Gue tolak mentah-mentah!"tegas Maura,lalu berjalan ke arah kamar,dan keluar lagi dalam lima menit dengan laptop di tangan nya.

Setelah meletakkan laptop di atas meja,lalu Maura berjalan ke arah balkon,dan melihat ke bawah.

Maura hanya memastikan jika pengawal yang di kirim oleh Steven telah pergi.

"Huuf,akhirnya!"gumam Maura,berjalan masuk kembali.

"Ada apa? kau terlihat seperti orang khawatir?"

"Enggak ada apa-apa!"

Maura masih belum bercerita tentang Steven kepada Kinara,karena ia tidak ingin sahabat nya itu khawatir akan kondisi nya.

Drrt..Drrt...Drrt..

Ponsel Maura bergetar,ia males melihat layar ponsel saat melihat nama yang muncul.

"Siapa?"Kinara ikut penasaran saat melihat raut wajah Maura yang begitu masam.

"Papa!"sahut nya pelan,lalu meletakkan kembali ponsel di atas meja.

"Angkat!"titah Kinara,Maura menggelengkan pelan kepala nya,lalu kembali menatap layar laptop.

Drrt ... Drrt... Drrt...

Ponsel Maura kembali bergetar,ia tidak ingin mengangkat nya,dan bahkan ia mengabaikan panggilan ke sepuluh dari Marriot,dan panggilan ke dua dari Yura,sang adik tiri nya.

Drrt...Drrt...

"Mau,berisik! angkat gih!"Kinara pun menyuruh Maura untuk mengangkat,karena tidak ingin menganggu waktu Kinara yang sedang kerja,Maura pun mengangkat panggilan itu tanpa melihat siapa yang menelpon.

"Ada apa lagi Kau menelpon ku? apa kau belum puas dengan apa yang telah terjadi.Haah? berhenti menganggu hidup Ku!"teriak Maura dengan keras di akhir ucapan nya,membuat Kinara melirik ke arah Maura.

"Aku menganggu hidup mu? aku baru datang sekali menemui mu dan baru menelpon mu sekali,apa itu menganggu mu?"suara berat seseorang disana membuat Maura terkejut,dan membulatkan mata nya,lalu ia kembali melihat layar ponsel,tidak ada nama yang tertera disana,dan itu nomer baru.

'Siapa ini?'sembari melihat layar ponsel nya,karena merasa tidak kenal,Maura pun memutuskan panggilan tersebut.

Setelah ia memutuskan panggilan itu,nomer Marriot kembali menelpon nya.

Drrt ...Drrtt...

Kali ini Maura lebih dulu melihat layar ponsel nya.

"Papa"gumam nya.Lalu,ia mengangkat segera,karena merasa telah di ganggu sejak tadi.

[Kenapa susah sekali menghubungi mu anak sialan!]maki orang di seberang sana,terdengar suara ibu tiri Maura yang sedang memaki nya.

"Kau menelpon ku hanya untuk mengatakan itu?"

[Diam.Datang lah ke rumah sakit,Papa mu sedang sekarat disini,apa kau tidak mau datang kemari untuk melihat nya?]

"Tidak!"

[Benar memang Kau anak durhaka,anak sialan tidak tahu diri.Jangan lupa Kau Papa mu telah membesarkan mu,apa salah nya datang untuk melihat nya.Dia memanggil mu sejak tadi]

"Aku sibuk!"

Maura langsung memutuskan panggilan itu,Kinara sedang menatap nya sejak tadi.

"Merry?"tanya Kinara,Maura mengangguk nya.

"Apa yang dia katakan!"

"Papa masuk rumah sakit,meminta ku untuk datang!"

"Pergi lah,bagaimana pun dia masih Papa mu,jangan menyimpan dendam kepada nya!"

"Tapi..."

"Datang lah,besok pulang kerja aku akan menemani kamu!"

"Eeemmmm"

Maura mengiyakan,lalu ia melanjut membuat file yang tertinggal selama dua hari enggak masuk kerja.

1
Sephica Fernanda
bab nya gantung
Aisyah Alfatih: skip kak nggak sah kasih bintang 1 nggak etis🙏
total 1 replies
fatin Rahman
mantap👍
tory
kapan up lagi
Melani Sunardi
Maura terlalu polos atau bodoh dengan yang namanya keselamatan ya Thor.....??? kan dia sudah tau tentang binatang piaraan suaminya....
ayu cantik
gantung
Ana Akhwat
tidak jelas
Margareth Wakano
Ceritanya bagus 😍🥰 wajib baca 👏👏👏
Aisyah Alfatih: terima kasih kak
total 1 replies
SR.Yuni
Maaf ya Thor seingatku Maura sudah tahu tentang Steven dan Tara, di bab mereka menikah, dan bahkan sebelumnya mereka pernah ketemu dan saling kenalan di apartemen Kinara.
Aisyah Alfatih: apa iya 😵 author nya lupa kebanyakan novel. tetapi hanya sekedar kenalan dan tak tahu jika itu paman Tara
total 1 replies
Tania Tantri
up dong kakak kangen nih Ama kelanjutan nya
Tania Tantri
jangan kelamaan Thor up nya
Ronauli
ceritanya bagus tapi up nya knp lamanya thor...?????
Ronauli
up thor jgn lama2
Ella Fatur Rohman
sehat thor
Komisah Izza
lama sekali thor baru up
Heryta Herman
cerita nya tdk hbs...menggantung....
Yuyun Arianti
haduh gimn ini thor
Yuyun Arianti
Pepet trus stiven
Yuyun Arianti
blm wktuny brtme hihi aku suk critnya.bner sih klu crtny lurus trus GK d tntgnya kurg seru .
Yuyun Arianti
bgus crtnya
sri wahyuni
lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!