Diana Aginanda yang kehilangan ingatan saat usia 4 tahun dan diasuh di tengah kemiskinan oleh orang yang telah menculiknya.
Di saat usianya akan menginjak 17 tahun, Diana mengalami banyak permasalahan yang menimpa hidupnya sampai dia bertemu dengan kakak, sahabat, dan cinta sejatinya.
Hari-hari biasa di tengah kemiskinan yang dilalui diana akan berubah saat dia telah menemukan kembali ingatannya yang hilang menjadi hari hari penuh tantangan dan mengancam nyawanya, namun Diana tidak sendiri.
Diana akan mengungkap dalang di balik semua permasalahan dan percobaan pembunuhan yang menimpanya dan seorang teman pertamanya selama ini, namun siapa sangka bahwa tersangka itu adalah orang terdekatnya!?
Cover by : Pinterest.
Note: semoga cerita ini menghibur walau banyak ngasalnya, semoga mata kalian tetap sehat melihat tebaran typo yang amazing, dan semoga kalian tetap bertahan dengan segala ketidakberdayaan author menampung keluhan dan emosi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Kp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu tunanganku?!
Setelah melihat grisan berlari menjauh dariku, akupun melanjutkan perjalanan ku kembali ke asrama
"hei din!!"seru nadia yang tiba tiba mengagetkan ku
"hei"jawabku
"lo dari mana aja sih?"tanya nadia
"dari belakang sekolah"
"ngapain lo disana?"
"kepo amat sih lu"
"ya gimana enggak kepo, setelah selesai ngobrol dengan kak dion gue segera nyusul lo ke klub musik tapi udah gak ada,gue tanya sama azila yangs diruang bunkasai juga gak ngeliat lo keluar,gue cari dikelas dan ruang komite juga udah kosong,akhirnya gue kembali ke asrama namun lo juga gak datang datang"
"eh masa selama itu sih?padahal obrolan gue sama grisan singkat banget loh"
"sama grisan?maksud lo grisan anak kepsek?"
"ha?!grisan anak kepsek?!jadi grisan itu anaknya pak azra?!"
"haaaa?!jadi lo gak tau?!"
"iya baru denger,soalnya sebelum nya kakak gue bilang grisan itu anak dari temen perusahaannya"
"kepsek kita juga direktur dari perusahaan Aefir Jaya loh,masa lo gak tau?!makanya semua program banyak dikendalikan oleh wakil kepsek dan mama azila"
"oh gitu yaaa"
"kok lo kayak bingung gitu sih din?"
"oh gak apa kok"
Setelah menyelesaikan obrolan dengan nadia akupun segera mengganti seragamku dengan baju santai biasa
***
esoknya di depan gerbang asrama ada kejadian tiba tiba yang tak pernah kubayangkan
"kamu tunanganku?!"tanya cowok tampan itu dengan hentakan nafas yang ngos ngosan
"si...siapa ya?"tanyaku bingung
"kamu Diana Aginanda?"tanya cowok itu
"iya"
"apakah kamu tidak mengenaliku lagi?"
"maaf...anda siapa?"
"aku Fairel Quora Andrawan tunanganmu"
"maafff....."
"apakah Abelio tidak memberitahumu?"
"kakak saya tidak memberitahukan apapun"
"kamupun tidak mengingatku?"
"hmmm,maaf saya tidak mengingat anda"
"bukankah dulu kamu pernah berjanji tidak akan melupakanku?"
"kapan?"
"dulu ortu kita adalah teman baik,saat mengandungku anak pertama mereka dan mengandung mu putri pertama mereka,merekapun memutuskan akan menjodohkan kita setelah besar nanti,kita sering bermain bersama,lalu saat kita berusia 4 tahun dan kamu sedang berada ditaman bersama kakakmu,akupun menghampiri kalian dan bermain bersama kalian, setelah itu kakakmu dipanggil oleh papamu dan kita melanjutkan bermain berdua lalu tiba tiba kamu melihat seekor kucing berada diatas pohon sambil mengeong seakan meminta tolong agar ia diturunkan setelah kita menolong kucing itu, kucing itu lalu pergi dibawa pemiliknya yang dari tadi mencarinya,lalu kamu mengatakan kepadaku "aku tidak akan melupakanmu dan tidak akan pernah meninggalkanmu" aku kaget mendengar perkataan mu dan menanyakan maksud dari perkataanmu itu kamu bilang bahwa "apapun yang terjadi aku tak akan pernah melupakanmu karna kamu telah menemaniku bermain dari dulu dan tidak pernah membiarkan dan meninggalkanku sendirian" aku mengatakan bahwa itu adalah kewajibanku untuk menjagamu karna orang tua kita akan menjodohkan kita saat berusia 20 tahun dan sudah menjadi tanggungjawabku sebagai laki laki untuk menjagamu"
setelah mendengar kata kata cowok itu entah kenapa kepalaku pusing dan muncul ingatan ingatan aneh yang tak pernah kurasakan sebelumnya,memori ingatan saat aku masih berusia sekitar 3 tahun dan aku sedang bermain bersama seorang anak cowok yang mirip seperti fairel dan kakak,lalu muncul ingatan saat aku bermain bersamas seorang gadis cilik,serta ingatan yang kabur kabur tentang seorang om om yang membawa pisau berlumuran di tempat yang kelihatan banyak binatang
"di...din... diana!"seru nadia yang mengejutkanku tiba tiba
"eh nad,kita dimana?"tanyaku dengan kepala yang masih terasa berat
"dikamar lo!!lo gak apa apakan?"tanya nadia dengan ekspresi cemas yang terlihat jelas diwajahnya dengan pandangan kaburku ini
"kenapa kita disini?"
"lo tadi pingsan tau!!"
"oh gitu yaa"
"kok itu aja sih jawaban lo!tadi sebelum berangkat lo bilang mau ketemu sama kepsek dulu makanya berangkat pagi, lalu selisih beberapa menit lo udah pingsan aja dan dibopong sama cowok ganteng!!ada apa sih?"
"dia kemana?"
"cowok ganteng itu udah diusir sama satpam,karna aturan sekolah kita melarang adanya laki laki didalam asrama perempuan begitupun sebaliknya"
"oh gitu ya udah deh,sono lo pergi sekolah telat beberapa jam gak apa apa kok, lagian belum ganti jadwal pelajaran tuh"
"lo gak apa apa ditinggal sendiri?"
"istirahat bentar lagi enakan kok,gue masuk sudah jam istirahat aja deh"
"oke deh,gue berangkat dulu ya"
"iya,btw gak usah lewat gerbang depan, lewat belakang gedung aja biar cepatan dikit!,ini denahnya"seruku pada nadia sambil menyodorkan denah jalur belakang sekolah yang hanya diketahui anggota komite dan beberapa perangkat osis
"syiaapp bosQ"
"jangan bocorin ke siapa siapa ya"
"ok"
*sekedar info
sekolah Adisura Wisuna adalah sekolah terbesar di Indo memiliki 1 gerbang masuk kesekolah dan asrama dari luar dengan tembok yang membatasi memiliki tinggi 10 meter dan luas sekolah 5km×9km untuk bangunan sekolah memakai tanah sekitar 2,5×3,5 km dan asrama 2,5×5,5km semua gedung sekolah dan asrama terhubung satu sama lain dengan jalur melewati gedung gedung dibelakang asrama dan sekolah, tapi sekolah mewajibkan agar semua murid melewati gedung utama ,serta kebanyakan murid tidak mengetahui jalur melewati gedung belakang karna memiliki banyak cabang perbelokan yang dibuat oleh sekolah agar mempersulit muridnya dan tetap melewati gedung depan setiap saat namun sebagian besar dari penghuni sekolah banyak yang mengetahui jalan masuk ke Adisura wisuna tanpa melewati gerbang utama dan beberapa satpam utama namun tetap harus melewati gerbang dalam dan satpam asrama atau satpam sekolah
*dari pada rempong mikirinya di chapter selanjutnya bakal author kirim gambarnya walaupun jelek ya:v
setelah beberapa menit istirahat aku segera kembali ke sekolah dengan melewati jalan belakang yang denahnya sudah ku ingat sebelumnya
BTW disekolah kami tidak mempermasalahkan muridnya terlambat atau membolos jam pelajaran, tapi dengan syarat nilai yang diperoleh setiap murid secara pribadi harus selalu diatas rata rata sekolah dan pengurangan poin untuk anak beasiswa membolos atau terlambat,bagi yang batas poinnya telah mengurangi rata rata maka beasiswa nya akan dicabut dan dia harus membayar sekolah atau berhenti,namun mereka juga bisa menambah poin mereka dengan menang pada perlombaan yang mereka ikuti, pertambahan poin tergantung peringkat yang mereka dapatkan dalam juara itu,namun jika gagal maka tidak akan ada pengurangan serta penambahan poin,dan poin juga bisa mereka peroleh dari kenaikan nilai setiap mata pelajaran,jika poin mereka telah melebihi batas maksimal perolehan maka mereka bisa melakukan pertukaran pelajar ke luar negri tergantung percepatan kenaikan nilainya
sedangkan untuk murid yang masuk ke Adisura wisuna karna harta maka mereka memang tetap harus memiliki nilai dengan batas minimal rata rata nilai mapel serta jika mereka gagal mereka harus membayar uang sekolah 2× lipat dan jika masih sama maka dinaikkan lagi 2× dari kenaikan 2× yang sebelumnya atau diberhentikan paksa dari sekolah.
Hehehehe