NovelToon NovelToon
Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Beda Usia / Anak Kembar
Popularitas:168.9k
Nilai: 5
Nama Author: anggi (@ngie_an)

Alicia Delmora adalah wanita mandiri sejak kecil, dia menjadi tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal dunia dan hanya tinggal bersama ibu dan kakak tirinya yang hanya bisa mengandalkan Alicia untuk membayar hutang-hutang mereka.

Kehidupan Alicia berbanding terbalik dengan saudara kembarnya yang bernama Alice, kembarannya itu hidup bergelimang harta bersama kedua orangtuanya dan memiliki seorang kekasih yang sangat terkenal di kota tersebut bernama Nicholas.

Alicia yang tidak tahu bila dia memiliki saudara kembar begitu juga sebaliknya, kehidupannya berubah setelah orang asing masuk dalam kehidupannya dan menjadikan dia sebagai wanita tawanan dari Pria asing tersebut yang menganggap dirinya sebagai Alice.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggi (@ngie_an), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pengantin pelunas hutang

Terima kasih, Tuan, sudah mau mengantar saya!" Alicia turun membawa barang-barang yang begitu banyak di tangannya.

Ya, Dominic membelanjakan segala keperluan Alicia untuk menghadiri makan malam esok lusa bersama anaknya, semua dia lakukan semata-mata hanya ingin mengambil hati Alicia agar wanita itu kelak akan mau menerima Grey sebagai suaminya.

"Sama-sama, sampai jumpa dua hari lagi!" ucap Dominic yang begitu senang seraya melambaikan tangan kepada Alicia saat mobil itu perlahan mulai maju meninggalkan rumah tersebut.

Alicia masih setia menatap kepergian mobil itu, sampai dia pun kembali melangkahkan kakinya masuk membuka gerbang. Langkahnya terhenti ketika telinganya mendengar sebuah kegaduhan dari dalam rumah.

"Saya mohon jangan bawa anak, saya!" Susan menang si serius ketika anak kesayangannya, Pricilia akan dibawa oleh beberapa orang dengan penampilan seperti preman.

"Mah, Pricilia tidak mau dibawa mah! Tolong, Priscillia tidak mau!" rengek Pricilia saat tubuhnya tetap bertahan agar tidak dibawa oleh ketiga preman tersebut.

"Jangan banyak bacot kamu! Cepetan ikut!" Ancam bang Tarno ketika dia menarik tangan Pricilia dengan kasar.

Pricilia pun melihat kearah depan ketika Alicia pulang dengan bawa belanjaan yang begitu banyak, pikirannya pun tercetus ke arah adik tirinya itu untuk menggantikan posisi dia menjadi pengantin penebus hutang.

"Mah, itu ada Alicia, dia saja mah Pricilia tidak mau!" Pricilia terus memberontak agar preman itu tidak membawa dirinya.

Sontak saja Alicia yang baru datang tiba-tiba menjadi kambing hitam dari kegaduhan tersebut, dia menjatuhkan semua barang-barang belanjaannya dari tangannya dan langsung segera berlari membuka pagar.

Akan tetapi, Susan lebih dulu menangkapnya agar anak tirinya tersebut tidak berhasil meloloskan diri. Dia pun menumbalkan anak tirinya itu untuk menjadi penebus hutang yang melilit keluarganya.

"Dia saja! Bawa dia saja, dia lebih cantik dari kakaknya! Lihatlah wajahnya begitu mudah dan masih fresh dijamin masih original!" Susan menarik tangan Alicia agar mendekat ke arah dua preman tersebut.

"Ampun Mah, jangan Alicia tidak mau! Please jangan paksa Alicia mah, Alicia akan menggantinya!" Ujar Alicia yang mengeluarkan amplop warna coklat yang berisikan uang begitu banyak.

Susan pun merubah pandangannya kali ini sorot matanya begitu hijau saat melihat setumpukkan uang di depan mata, tetapi para preman itu mendapatkan perintah pada atasannya bila sang Bos menginginkan seorang wanita sehingga Susan kembali melihat anaknya yang diseret oleh kedua.

"Tunggu dulu, kalian boleh ambil dia saja yang masih gres dan lebih muda! saya jamin Bos kalian pasti akan sangat senang kalau kalian membawa yang lebih muda!" Susan dengan tersenyum semeringah dia pun menyodorkan Alicia kepada kedua preman itu.

"Mah, itu Alicia sudah bayar, kenapa mesti harus Alicia? Mereka menginginkan kak Pricilia bukan aku!" Alisa terus memberontak melarikan diri tapi tiba-tiba tangannya dicekal oleh kedua preman dengan badan yang sangat menyeramkan, Alicia pun berteriak, "Lepasin! Aku mohon, jangan bawa aku! Itu sudah aku bayar ... jadi lepasin aku!"

"Baiklah sesuai dengan kesepakatan yang ada, kita ambil yang ini!" Ujar salah satu preman tersebut kepada Susan.

"Ka–kalian, tidak mau du–duit ini?" Tanya Susan yang terbata.

"Kita hanya membutuhkan seorang gadis, ambil saja uang itu simpan baik-baik agar tidak mengutang mulu!" Preman itu tidak memperdulikan uang dalam jumlah banyak, mereka hanya menjalankan tugas dari atasan mereka untuk mengambil salah satu anak Susan, karena bosnya itu sudah tidak menginginkan uang melainkan seorang wanita.

"Mah!" Teriak Alicia yang melepaskan dirinya dari preman lalu memeluk kaki Susan agar wanita paruh baya itu yang sudah dia anggap sebagai ibu kandungnya sendiri mau membantunya.

Namun, harapan hanya tinggal harapan saja. Susan sama sekali tidak melihat ke arah Alicia yang sedang meratapi, menangis, merongrong sembari memeluk kakinya, tidakk ada sedikitpun hati nurani seorang ibu yang melihat anaknya menangis di dalam lubuk hati Susan.

Pintu hatinya sudah buta akan uang yang dia pegang di depan matanya, bahkan putrinya sendiri yang bernama Pricilia pun dia tidak menggubris keluhan sang anak kandung.

"Mah, tangan tolong Pricilia, kaki Pricil sakit tidak bisa bangun.

Sungguh kejam seorang wanita yang memiliki hati dan rahim bisa tegas seperti Susan, hanya demi harta yang ada di depan matanya. Sungguh miris dan keji begitulah yang dilihat oleh kedua mata Alicia.

Perlahan tangan Alicia melepaskan kaki Susan ketika kedua preman itu terus menariknya dengan kekuatan yang jauh lebih besar darinya, sorot matanya kini berubah menjadi dingin tidak ada kesedihan sedikitpun ketika melihat Susan benar-benar tega dengan kedua anaknya.

"Cepat masuk ke dalam mobil!" Perintah preman itu ketika membuka mobil yang sudah terparkir sempurna di depan gerbang.

Namun baru saja Alicia ingin melangkahkan kakinya memasuki badan mobil tersebut, seseorang telah memanggil namanya dengan sangat lantang dan jelas.

"Alicia!" panggil Dominic.

Alicia pun menengok ke arah kanan ketika dia melihat pria paruh baya itu kembali datang memanggil dirinya, dia pun langsung meneteskan air matanya kembali dan ingin berlari ke arah Dominic seraya meminta tolong.

Akan tetapi tubuh Alicia kembali dicekal oleh kedua preman dengan berbadan tubuh kekar, dia pun sudah tidak bisa berkata-kata. Rasanya sungguh malu meminta tolong pada orang yang baru dikenalnya itu secara terus-menerus.

"Lepaskan, dia!" teriak Dominic dengan sangat keras seakan ada luapan api amarah yang sudah meletup-letup di dalam dirinya.

"Cih, siapa Anda jangan suka ikut campur dalam urusan orang lain? Urus saja dirimu sendiri tua bangka!" salah satu preman tersebut tertawa terbahak-bahak usai memberikan umpatan pada lelaki tua itu.

"Reno, ambil uang itu!" Perintah Dominic kepada asisten pribadinya. Lalu dia kembali menatap ke arah Alicia yang masih menangis menanti pertolongan darinya.

Reno pun langsung mengambil uang yang diberikan oleh Alicia dari tangan susan. Sorot matanya pun begitu miris melihat Susan yang masih bersikap acuh tidak acuh pada sang anak yang meringis kesakitan ketika kakinya terkilir saat ingin dibawa pergi.

"Siapa yang menyuruh kalian? Johan?" Tanya Dominic sekali lagi ketika langkahnya memajukan satu langkah lebih dekat kepada kedua preman tersebut. "Kalian lepaskan dia atau saya pastikan hidup anda akan menderita!"

"Woow, punya nyali juga ya, Tua Bangka ini? Hajar!" Perintah preman tersebut yang menyuruh sebagian anak buahnya menyerang lelaki tua itu.

Mereka sangka dominic hanyalah lelaki tua yang tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, nyatanya Dominic adalah suhu. Lelaki tua bangka itu begitu lehai menggerakkan anggota tubuhnya untuk melawan musuh-musuh yang ada di depan mata.

"Cih! Kita tidak bisa tinggal diam saja melihat pria itu menang!" ucap salah satu preman yang memegang dadanya akibat terkena tendangan dari Dominic.

"Tapi nyatanya, dia sangat ahli dalam membela diri!" ucap sang anak buah yang tidak bisa menerima kekalahan.

"Kita mundur!" Salah satu preman yang akhirnya memilih nyerah dan melepaskan Alicia.

To be continued...

Halo assalamualaikum sobat readers, maaf ya bila terdapat kesalahan dalam penulisan di atas, nanti akan saya perbaiki, terima kasih yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca kisah Alicia bersama Grey.

1
Mira Erlan Sopi Erlan
selingkuh boleh tp jgn smpi gituan ya.takutnya hamil bingung ank siapa
Rere Niae Cie'kecee
kok ga up"tour🙏🙏🙏
Amelia Harianja
thord kenapa belum up
bolak balik ke sini belum up juga
semangat thord
Ning Ning
kok aku kesal sama Alicia ya ga tau diri udah di tolongin sama keluarga nya selingkuh pula dan bibirnya udah di cium sama si Jacob sungguh menjijikan kalo aku jadi grey sih lebih baik cerai dari pada sama wanita murahan itu ga bisa jaga iman lebih baik Alice yang terus bersama sang kekasih
Megabaiq
ini bukn novel tp certa petak umpat,,,bkin crta yg msuk di akal knp torrr...trllu byk yg gk logis....
Ning Ning
aku mampir Kaka
Megabaiq
alahhhh crta novelmu trllu mmbosankn,,jeduluan bosen bca....maaf smpe sni jha...
Megabaiq
terllu byk liku2nya toorr
Megabaiq
cerita novelmu terllu lebay....masak 50 m,ak jg gk trllu suka dgn nma2nya,hmpir smua sma
Ema Sukmawati
👍
༄༅⃟𝐐Vita Shafira𝆯⃟ ଓε💞🌏
apa Dinda gk ada rasa rindu pada Alicia yg telah di tinggalkan bertaun tahun
Fatimah D'Ratu
kok Dinda dingin ke anak kandungnya sendiri
Coretan Kertas
Cemungut 😍
Sedang mengetik...
aduhh typo nya bnyak bgt.... 🤦🤦🤦
HIATUS: iya kak, maklum jumkat 😂 wait di perbaiki
total 1 replies
Sedang mengetik...
kira kira gimna ya reaksi Nicholas nanti ketika dia tau penyebab Alice tertembak karna data yg sudah dipalsukan grey,,,
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
semangat selalu ka'... ini cerita sangat menarik sekali sayang kalo di lewatkan🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sedang mengetik...
gak ada terima kasih nya sama sekali si dinda ,,, padahal udah di tolongin anak kesayangan nya ,,,
mOnd3 ℘ꫀׁׅܻׅ݊꯱ꫀׁׅܻ݊ƙׁׅ🤗ᵇᵃˢᵉ
q bahagia q juga sedih dan juga sakit hati... ini rasa'y nano" sekali, q bahagia kini Alicia tau dia kembaran Alice q terharu sama Nicholas yang mau menjatuhkan harga diri'y untuk Grey, dan q sakit hati karna ma" kandung Alicia dia masih egois bahkan tidak mengucapkan kata makasih pada Alicia yang telah mendonorkan darah buat Alice😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Sedang mengetik...
nah loh lagi keadaan gawat darurat aja Lo ingat sama Alicia kemaren kemaren kemana aja Lo Bu...
ummi_Շɧ𝐞𝐞ՐՏ🍻muneey☪️
ceritanya bagus kak.. cuman agak diperbaiki lagi ya kata2nya.. ada beberapa yang bikin bingung 🙏🙏.. tp aku suka ceritanya..
HIATUS: iya kak... hahah makasih ya jangan bosen ingetin 😂 lagi kejar jumkat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!