NovelToon NovelToon
Polaris

Polaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Alana Kanaya

Arunika Gantari, seorang perempuan ceria yang tiba-tiba saja menghilang selama 4 tahun.

Asoka Danubrata, putra bungsu pemilik perusahaan yang menyembunyikan identitasnya sebagai putra pemilik perusahaan dan bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan miliknya sendiri.

4 tahun Asoka menunggu kepulangan Arunika, menepati janjinya untuk memantaskan diri. Namun ketika gadis itu kembali, sosoknya berubah. Tak ada lagi Arunika yang ceria, yang ada hanya Arunika yang tertutup.

Apa yang menjadi rahasia kepergian Arunika 4 tahun lalu? Akan kah Asoka berhasil mengembalikan kecerian perempuan yang dia cintai? Atau kan posisi Arunika sudah digantikan oleh perempuan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Smooth Revenge

Tanggal 28 setiap bulannya merupakan tanggal keramat bagi seluruh karyawan BUMI. Yap, hari dimana sebulan sekali Oka dan kawan-kawannya akan makan apapun yang mereka mau selain paket hemat karyawan, atau nongkrong cantik di coffee shop lantai 1 yang harga pergelasnya bisa untuk biaya makan sehari.

“Aaah!” Hendra menyeruput mocha praline dengan senyum lebar. “Kalau sudah gajian gini, berasa deh jadi mas-mas SCBD-nya.”

“Hahaha.”

Saat ini Oka, Kemal, Hendra, Doni dan Angga sedang duduk di coffee shop yang berada di PP, memanjakan diri mereka setelah gaji bulan ini masuk ke rekening masing-masing.

“Dikiranya yang kerja di SCBD itu eksmud (eksekutif muda) semua apa, atau gajinya selangit? Sampai ada istilah mas–mbak SCBD segala.”

“Padahal pakaian mentereng, pakai jas, dasi, nenteng laptop belum tentu eksmud kan? atau gajinya di atas UMP. Bisa saja dia hanya kacung seperti kita-kita ini.”

“Benar tuh, malah bisa jadi orang yang pakaiannya terlihat sederhana, ke kantor pakai motor, makan di kantin, bisa jadi malah dia pemilik perusahaannya.”

“Setuju!” seru Kemal sambil membuang abu rokoknya di atas asbak.

“Iya, karena orang kaya yang sebenarnya itu justru yang hidupnya terlihat sederhana,”

“Bill Gates, Mark Zuckerberg, atau kalau mau dalam negri sebut saja Jusuf Hamka, Bambang Hartono, Bob Sadino, dan jangan lupakan big boss kita, Andi Santoso. Penampilan mereka biasa saja, mereka suka makan di warteg atau kaki lima, dan gue juga yakin kalau di luar negeri ada warteg, tuh Bill Gates sama Mark Zuckerberg bakan makan di warteg juga.”

“Hahaha, kebayang mereka makan sama orek tempe sambil ngobrolin saham mereka yang terus naik, dan bingung cara menghabiskan uang mereka.”

“Hahaha.”

“Dari mereka kita tahu, yang banyak gaya itu sebenarnya kacung seperti kita ini nih.”

“Hahaha, iya, benar. Baru dapat gaji langsung nongkrong di coffee shop yang harga secangkirnya kalau kita beli kopi di Mak Item bisa buat ngopi seminggu.”

Mak Item adalah tukang kopi yang punya lapak untuk mangkal di dekat parkiran motor karyawan E-World, mereka yang memesan kopi biasanya akan berteriak “Mak, item 1!” yang artinya mak, kopi hitam satu, alhasil jadilah si emak yang punya nama asli mirip artis zaman dulu itu dipanggil dengan sebutan mak item.

“Hei, kalian di sini juga?”

Semua menatap ke arah si pemilik suara yang kini tersenyum lebar.

“Halo, Tania.”

Seperti biasa Angga, Hendra dan Doni langsung menyapa Tania dengan senyum lebar. Berbeda dengan Kemal yang wajahnya langsung berubah, menunjukan ketidak sukaannya, sedangkan Oka hanya tersenyum seperti biasanya.

“Sekali-sekali, biar kelihatan seperti eksmud," ucap Hendra sambil terkekeh.

“Sama siapa, Ta?” tanya Oka setelah melihat Tania hanya sendiri.

“Janjian sama teman, tapi sepertinya mereka belum datang.”

“Gabung sama kita dulu saja sambil nunggu temannya.”

“Mending jangan deh!” seru Kemal tak setuju dengan Oka yang menawari Tania bergabung di meja mereka. “Kita lagi merokok, takut bikin lo gak nyaman.”

“Tidak apa-apa, aku juga kadang merokok kalau lagi banyak pikiran,” ucap Tania sambil menarik kursi dan duduk di samping Oka yang sudah menggeser kursinya setelah dia menyikut Kemal untuk bergeser juga.

“Lagi ngobrolin apa?” tanya Tania berusaha ikut dalam pembicaraan para pria di meja itu. “Bukan ngobrolin cewek, kan?”

“Bukan, eh tapi kalau lo mau ngenalin teman cewek, boleh deh,” jawab Angga dengan senyum lebar

“Seriusan mau dikenalin?”

“Ya, kalau ada sih kita tidak bakalan nolak kan, Ke.” Angga menaik turunkan alisnya.

“Asal ceweknya tidak bermuka dua,” ujar Kemal santai sambil menghembuskan asap rokoknya.

“Bingung modalinnya ya, Ke?” Oka bertanya dengan tersenyum iseng. “Budget buat beli bedak sama lipstik jadi double kalau mukanya dua.”

“Gak gitu juga konsepnya, Kampret!”

“Hahaha.”

“Atau lo bingung nentuin mau cium muka yang mana?”

“Itu sih gampang tinggal dua-duanya saja lo cium, Ke, biar adil.”

Kemal berdecak mendengar teman-tamannya yang malah tertawa menggodanya.

“Seriusan nih, mau aku kenalin sama temanku tidak? Kebetulan minggu besok salah satu temanku nikah, jadi … kami perlu pasangan.”

"Kamu sendiri belum punya pasangan, Ta?"

Tania meringis sambil menggelengkan kepala.

“Tuh, Ka, Tania belum ada pasangannya. Masa cantik-cantik datang ke nikahan sendirian.”

“Iya, tuh, Ka.”

Oka terdiam, matanya memerhatikan Tania yang kini tersipu.

“Memang acaranya jam berapa?” Oka bertanya membuat mata Tania seketika berbinar tak percaya.

“Jam 11 sampai jam 2, di daerah Tebet.”

Oka kembali terdiam sesaat kemudian mengangguk membuat Tania tak lagi bisa menyembunyikan senyum bahagianya.

“Kita janjian di sana atau kamu mau aku jemput?” tanya Oka yang membuat mata Tania semakin membulat bahagia.

“Jemput saja, biar kita tidak saling tunggu.”

“Oke!”

“Ehm! Roman-romannya sebentar lagi ada yang bakal jadian nih!”

“Hahaha.”

Semua orang kini menggoda Oka dan Tania, berbeda dengan Kemal yang menatap Oka tak percaya kalau Oka akan menerima Tania setelah apa yang dia dengar kemarin.

***

Hari minggu seperti yang sudah dijanjikan jam 10 Oka telah siap, terlihat tampan juga wangi, mengenakan kemeja biru muda lengkap dengan jas dan celana hitam.

“Mau kemana, Ka?” tanya Bentari yang kemarin datang dari Surabaya untuk memersiapkan acara siraman Jingga yang akan dilaksanakan pada hari kamis nanti.

“Urusan anak muda,” jawab Oka dengan senyum lebar.

Sambil bersiul Oka berjalan ke arah luar. Di luar senyum Oka semakin lebar ketika matanya melihat kendaraan kesayangannya telah terparkir dengan tampannya. Tangannya dengan lembut mengelus sahabat sejati yang selalu menemaninya sedari dulu.

“Lakukan keahlianmu, Merah!”

Dengan senyum lebar Oka mulai melaju meninggalkan rumahnya untuk menjemput Tania yang sudah menunggunya.

***

“HAHAHAHA!!!!”

Kemal, Mantir, dan Wempi tertawa terbahak-bahak mendengarkan Oka yang tengah menceritakan kejadian tadi siang ketika mengantar Tania ke pernikahan temannya.

“Hahaha, gue tidak bisa bayangkan wajah Tania ketika melihat lo jemput dia pakai si merah.”

“Kalian bisa bayangkan dia sudah dandan maksimal, memakai gaun bagus lengkap dengan sepatu hak tinggi yang ujungnya runcing ngalahinn bambu runcing harus naik si merah, dan membuatnya menjadi tontonan sepanjang jalan. Tapi puncaknya adalah ketika si merah melakukan keahliannya …”

“Mogok! Hahahaha!” seru ketiganya sambil kembali terbahak.

“Yap! Si merah memang tak pernah membuat kecewa.”

“Terus-terus?”

“Mau tidak mau dia turun dan nemenin gue dorong si merah. Gue sudah tawarin biar dia naik taxi saja, tapi tidak mungkin kan dia meninggalkan gue secara gue sudah jadi target dia." Ketiga temannya mengangguk dengan tawa di wajah masing-masing. “Dari yang awalnya jalan bak putri Indonesia, sampai akhirnya jalan terpincang dengan keringat bercucuran.”

“Hahahaha, parah lo, Ka, ngerjain anak orang sampai begitu!”

“Gue kan cuma mengikuti permainannya dia. Kalau dia pura-pura tidak tahu identitas gue, dan menganggap gue bodoh, gue juga bisa pura-pura tidak tahu rencananya dia. Kita lihat saja siapa yang bodoh pada akhirnya.”

“Hahaha, benar, Ka, gue setuju! Kita bermain cantik,” ujar Kemal sambil tertawa.

“Iya, makanya lo biasa saja kalau ketemu dia nanti dia curiga, bisa gagal rencana kita.”

“Ya, harusnya lo cerita dong kalau lo sudah punya rencana seperti ini, jadi gue bisa ikut bagian juga.”

“Lo harusnya percaya saja sama si Kampret, Ke, dia kan diam-diam sering bikin kesal banyak orang. Kalau cuma menghadapi orang macam Tania mah, keciiil, iya kan, Ka?”

“Hahaha.” Oka hanya tertawa sambil mengambil tahu isi kemudian memakannya.

Setelah dia mendengar cerita Kemal tentang Tania, jujur Oka merasa kecewa karena dia hampir saja membuka hatinya kembali untuk gadis itu, tapi untung saja perasaannya belum terlampau jauh sehingga dia bisa menahannya kembali, dan ikut dalam permainan Tania.

Sekitar pukul 10 Oka sampai di rumah Cibubur, di ruang keluarga Bentari duduk dengan kertas berserakan di hadapannya, televisi dinyalakan hanya untuk menemaninya agar tak terlalu sepi. Dan saat itulah Oka mendapat sebuah kabar yang membuat hatinya kembali berdesir.

Perempuan yang dulu dengan setia menemaninya mendorong si merah, kini telah kembali.

*****

1
Nina Mariana
Ga afdol rasanya kalau ga nengokin Abang Oka, setelah kmrn udh nengok Kirana & Bi😍
Reread lagi nih mbak Kanaya di bln Juni 2026, sambil berharap Novel br dari Mbak Kanaya🥰🙏
Yanti Yanti
sekejam apapun ibu, tetap lha seorang ibu, yg akan melakukan apapun buat anak nya... 👍👍👍
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
gak ada bosennya cerita ku ulang berkali kali ❤️❤️❤️❤️❤️
siska nirmala
seperti biasa, kk alana tidak pernah gagal membuat alur cerita yang menarik
Lia Kiftia Usman
selangkah...yg mendebarkan...ketemu kan kan....
Lia Kiftia Usman
kangen oka arunika...baca lagi yg kesekian ..
Sri Wulandari
bu mega sangat luar biasa bisa menenangkan & membujuk ara dg mudah hingga kepercayaan dirinya mulai kembali lagi walaupun blm sepenuhnya
Sri Wulandari
segera cerita sm abang ara sebelum badai dtng menghantam klrg sigit Suwarno karna masa lalu itu telah dtng yaitu ibu kandung mu😔
Sri Wulandari
arunika pasti paham klu abang oka g suka identitasnya d ketahui smua orang jd dia lebih memilih identitasnya yg d ketahui orang lain karna arunika lebih memilih pasang badan utk melindungi privasi abang oka
Sri Wulandari
saling membuka diri itu lebih baik daripada memendam dlm hati yg akan terus berikan luka...
terkadang ego harus d turunkan demi suksesnya sebuah hubungan agar kesalah pahaman yg selama ini terjadi bs terurai sedikit demi sedikit
Sri Wulandari
akhirnya arunika kembali k mode aslinya yg sllu membuat oka merindukannya😂😂😂
lala
pokoknya nih novel kereeen banget, wajib kalian bacaaaa
bunga citra
dar der dor
bunga citra
et daaah
Ria Mersi Akmal
lagu kesukaan aku di up disini, ah senangnya 🤭
Adeeva Haboo
abaaaaang aku rinduuuuuuuuu
ida nurhalimah
karya yg luar biasa bagus ada banyak pelajaran yg d dapat
ummi_Շɧ𝐞𝐞ՐՏ🍻muneey☪️
wkwkwk nggak bilang2..cuman bikin pengumuman aja kok 🤣🤣🤣
Indah Ekawati
huhuhuu...namgis bacanya thor....keren bgt...ini mah keren bgt dijadikan film .../Drool/
Lusyana_njus⋆⃝🌈
balike lagi kesini setelah kmrn singgah di Kirana - Caraka, Bi - Abi skrg bareng Abang Oka - Ara.
btw makasih teh Al krna kisah Abang ini anak ke 3 ku kukasih nama Arunika 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!