NovelToon NovelToon
Penjara Cinta

Penjara Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Badboy / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:129.2k
Nilai: 5
Nama Author: Balqish Humairaa

Perkenalkan. Namaku Naya.

Aku adalah seorang Anak Perempuan satu-satunya di keluargaku.
Ayahku adalah seorang Tokoh Agama Terkemuka dan Ibuku adalah salah satu orang penting di Kampungku.

Sekilas tidak ada yang kurang dalam hidupku.
Namun, Ya... aku telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku.

Kesucianku. Kehormatanku.

Aku terjebak dalam suatu hubungan yang membuatku terpenjara,
dan katanya, itu atas dasar cinta.

Lalu, Saat nilai wanita dibebankan pada keperawanannya, Lalu adakah cinta yg tidak hanya memandang sebatas selaput dara?

Sanggupkah aku mengerahkan seluruh kekuatanku agar mampu bebas dari penjara ini?
Atau justru selamanya terkurung dan meratapi kebodohan diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Balqish Humairaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi Lain Hengky

#11

Hampir lima bulan berlalu. Lima bulan juga aku dan Hengky resmi menjalin hubungan.

Tidak terasa, waktu sangat cepat berlalu.

Jangan tanya betapa keras nya Shinta menolak kehadiran Hengky. Bahkan ia sempat mendiamkanku selama seminggu.

Seminggu yang terasa seperti setahun untukku.

Bagaimana tidak?

Aku terbisa melewati segala hal bersama dirinya lalu tiba-tiba dianggap seperti orang asing untuknya.

Seminggu yang sangat menyiksa.

Hingga akhirnya aku mengalah, mendatangi rumahnya sambil menangis sesegukan, berkata aku akan mengakhiri hubunganku dengan Hengky kalau itu-lah sebab yang membuatnya menjauhi diriku.

Tanpa ku duga, ia ikut menangis bersamaku, memelukku erat sekali sambil bertanya, apa aku benar-benar menyukai Hengky.

Saat melihatku mengangguk, ia menghapus air mataku lalu berusaha tersenyum,

“Aku cuman khawatir, Naya. Tapi semoga saja feeling ku selama ini salah. Kalau mendengar cerita kamu sebelumnya, sepertinya tidak ada salahnya mencoba hal baru bersamanya...”

Aku terharu.

Baru kali ini aku mempunyai sahabat yang benar-benar perduli kepadaku.

Aku yang terbiasa di kekang dirumah, keluar rumah hanya untuk sekolah atau pengajian saja, nyaris tidak mempunyai teman dekat.

Selama enam tahun di Pondok Pesantren Pulau Jawa makin membuat list pertemanan ku mengerucut ke atas.

Lulus dari Pondok, teman-temanku yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia pulang ke tempat masing-masing.

Aku yang juga kembali ke tempat kelahiranku merasa sangat terasing.

Jauh dari sahabat selama di Pondok, sesekali bertukar kabar lewat telfon dan pesan pendek hingga akhirnya hilang kabar.

Hari pertama di tempat kuliah pun terasa sangat menyiksa.

Aku yang introvert terasa sangat terganggu manakala tertampar realita bahwa aku harus ikut membaur bersama yang lainnya.

Hingga tiba-tiba Shinta duduk disebelahku, tersenyum lalu pandangannya menuntunku ke kerumunan mahasiswa baru,

“Kamu sendirian?” Tanyanya waktu itu.

“Kamu sendirian?” Aku balik tanya ke arahnya.

Tiba-tiba kami tertawa berbarengan.

Menyadari bahwa kami sama, sama-sama belum mempunyai teman, sama sama sendirian.

Sejak saat itu kami tidak terpisahkan.

Dimana ada aku, disitu ada Shinta.

Seperti yang sudah ku ceritakan sebelumnya, kami layaknya Kakak Beradik.

Jika aku harus jujur, terkadang teman bisa lebih baik mengerti diri kita dibanding keluarga. Teman ada di saat kita membutuhkan pelukan, bukannya bentakan. Teman ada disaat kita membutuhkan uluran tangan, bukannya tepisan yang membuat kita terjengkang.

Ironis.

Tapi beberapa realita memang tidak semanis harapan.

Bahkan, jika keluargaku tahu tentang apa yang telah terjadi padaku, apakah mereka akan mengulurkan tangan padaku, atau bahkan mendorongku semakin dalam, menuju lubang gelap yang tidak pernah ku fikirkan?

...---------------------------------------------------------...

Panas matahari siang ini sangat menyengat. Aku dan Shinta yang sedang ada di dalam Coffee Shop saja masih tetap merasa kegerahan.

Musim kemarau yang sangat panjang.

Sepertinya penjelasan Shinta tadi cukup masuk akal, saat musim kemarau, jumlah air dalam tanah berkurang, hal ini membuat permukaan bumi saat musim kemarau lebih kering dan kandungan air dalam tanah menipis sehingga jumlah uap air di udara sangat sedikit.

Nah, kurangnya jumlah uap air di permukaan bumi itu yang membuat udara terasa sangat kering sehingga menyebabkan siang hari yang begitu panas dan malam hari yang terasa lebih dingin dari biasanya.

Aku mengangguk sok mengerti saat Shinta menjelaskan mekanisme cuaca seperti itu. Jelas kelihatan sekali ia mendengarkan dengan baik perkataan guru saat di sekolah dulu.

Beberapa kali handphone ku bergetar namun tidak ku hiraukan.

Shinta mengernyitkan dahi sambil bertanya siapa yang mengirimkan pesan, aku menjawab singkat, “Hengky”

“Kenapa gak dibales?”

Aku meluruskan kaki sambil menghela nafas,

“Bosen, Ta. Tiap jam aku harus ngasih tau aku ada dimana, sama siapa. Sedangkan dia tau banget loh aku ini gak bakalan ada di tempat yang aneh-aneh, dan dia juga tau temen aku ya cuman kamu....”

“Ehm... apakah sifat aslinya mulai kelihataaan...?” Shinta berdehem sambil pura-pura batuk, aku tahu ia menyindirku.

“Hati orang kan kita gak tau, Taa....”

"Karena kamu gak tau makanya aku kasih tau waktu itu!”

Aku terdiam sambil memajukan mulutku, berpura-pura asyik meminum kopi.

“Trus kamu ngerasa bosen sekarang? Setelah lima bulan pacaran?”

“Bukan bosen, tapi jenuh...”

“Itu artinya samaaa, Nayaaa!” Shinta melempar tissue ke arahku, “geregetan yaaa gue sama lu!”

“Yaa.... aku kan gak bisa kayak kamuu yang bisa langgeng bertahun-tahun dengan Fahri...” Aku memelankan suaraku.

Shinta terdiam.

Aku tahu, Shinta paling tidak suka jika aku membahas tentang pacarnya. Selama hampir tiga tahun kami bersahabat, bisa dihitung jari berapa kali aku melihatnya bertemu dengan pacarnya.

Ia menjalani hubungan jarak jauh dan tidak direstui oleh orang tuanya.

“Sebenernya Hengky ngelakuin itu bukan karena apa-apa sii... maybe dia cuman kahwatir sama kamu. Kamu inget gak waktu dia ngomong keras-keras di kelas waktu itu? Dia bilang, kamu pacar pertamanya?”

Shinta sudah menguasai percakapan kembali.

Aku mengangguk meng-iyakan, “Walau rada gak percaya sii, dengan sifatnya yang seperti itu dia belum pernah pacaran...”

“Dia bilang kamu wanita pertama yang berhasil menarik hatinya. Wih gila siih dia ngomongin itu keras bangettt di depan kelas kan yaa...”

Lagi-lagi aku mengangguk.

Awalnya aku merasa terpesona melihatnya sangat memuja dan menyukai diriku.

Tapi makin lama entah mengapa aku merasa ia menarik banyak garis batas dalam hidupku, memaksaku mendahulukan dirinya lebih dari apapun.

“Tapi dia mematuhi peraturan yang kamu buat kan?”

"Banget! Megang tangan aku aja bisa dihitung jari”

“Yea... setidaknya dia lebih baik dari Andy..”

Kali ini handphone Shinta yang bergetar di atas meja, kami melirik bersamaan, nama Hengky muncul di layar.

Aku mengernyitkan dahi, mataku berputar mencari jawaban.

“Jangan bilang dia nelfon kamu buat nyariin aku...”

Shinta mengangkat bahunya tanda tidak tahu, ia mengangkat telfonnya, berbicara beberapa patah kata lalu menyerahkan handphone padaku,

“Dia mau ngomong sama kamu”

Aku meraih handphone nya ragu, entah kenapa terbersit rasa takut di hati,

“H-Halo...”

"Bilang sama aku kalau kamu gak mungkin ninggalin HP kamu di Kosan” suara Hengky terdengar kesal.

“Sorry... aku gak megang HP dari tadi...”

“Kamu bahkan gak nanya, apa aku sudah sampe dengan selamat ke rumahku”

“Ya Tuhan... Jarak kampus sama rumah kamu itu cuman sepuluh menit, Ky...!” Aku menjawab ucapannya sedikit kesal.

Dia selalu saja berlebihan. Menganggap hal yang sepele menjadi sangat berat untuknya.

"Tetep ajaa... harusnya kamu chat aku, bales pesan aku. Jangan diemin aku gini dong...”

“Kamu kebiasaan deh. Setengah jam yang lalu kan kita baru aja telfonan, Ky. Baru setengah jam loh aku gak ngehubungin kamu...”

“Aku gak mau tau. Kamu harus bales pesan aku segera mungkin tanpa nanti-nanti. Okey?”

“Aku gak janji ya” jawabku ogah-ogahan.

“Kamu lagi dimana sekarang?”

“Di Cafe Queen”

“Aku kesana!”

“Eh, apa-apaan...gak u....”

Panggilan telefon dimatikan.

Aku masih bengong tidak percaya. Mataku menatap Shinta seolah berkata,

Apa-apaan sih anak ini?!

Shinta mengangkat bahunya tanda tidak perduli lalu menyeruput kopinya dengan nikmat, ia melirikku seolah berkata,

I TOLD YOU BEFORE, BUT YOU DON’T LISTEN TO ME!

Aku menghela nafas.

Ah, sialan! Aku terjebak lagi.

...------------------------------------------------------------...

1
Deva Adrianto
emosi pembaca dibuat hanyut dalam cerita. sungguh cerita yang bagus
Jamilatul Fauziah
thor di tunggu nih season 2 nya ♥️♥️♥️
Jamilatul Fauziah
😭😭😭 aku jadi ter mehek"
semoga mereka berjodoh 🤲
Jamilatul Fauziah
aku kasih vote nih biar tambah semangat 😘
Jamilatul Fauziah
ceritamu bagus thor 👏
aku suka 😘
Iren Nursathi
mana thor season 2 nya aku tunggu² padahal ceritanya bagus sayang kan
rista fadila
kapan up lagi kakk? aku masih nunggu lhoo
Trie_Yannie
nyesek banget thor hidup Naya..
Trie_Yannie
sediihh... ceritanya bagus ,, TPI npa yg baca dikit ya..
Winda
MasyaAllah so sweet
Winda
wow keren banget hengki ... semoga hengki dan naya bersatu
Winda
cerita nya kurang bisa d pahami nih thor
Winda
jgn nayya sampai hamil thor kasihan
rista fadila
kakak,aku udah lama lho menunggu novel season 2 ini,ceritanya bagus dan menarik
aku penasaran dengan season 2 nya moga di buat yaaa
FiKiBiMi
akak.. selanjutnya apa nih.. masih nunggu loh akunya.. 🥰🥰🥰
Rina Wardani
sudah bisa ketebak cerita seasion ke 2 nya,perjalanan rumah tangga naya dan hengky tidak lepas dari kehadiran andy,cintanya ma naya membuat andy trs melindungi naya,dan membuat naya merasa nyaman bahkan naya lbh dekat ma andy daripada suaminya sendiri,dan membuat cintanya kembali bersemi lagi utk andy,dan akhirnya mereka melakukan hubungan terlarang dibelakang ady ntar gimna ceritanya pada akhirnya naya menikah kembali dengan andy
biasanya klu ada sesion ke 2nya pasti pemeran perempuan akan menikah kembali dgn mantan,biar adil 🤭😁✌️
Elvi Sofiah Simatupang
ceritanya baguss.. tetap semangat berkarya kk.. terimakasih..
FiKiBiMi
kapan yg terbarunya up akak.. ditungguin lo.. 🥰
Dfe
Sama-sama kak❤️❤️
ikut senang akhirnya novel kakak bisa di titik ini. klimaks nya keren banget kak. Terus semangat buat berkarya ya kak❤️
Naila Yumna Kania A.
henky kena gejala psikosomatis ini ihya 🤣🤣
Naila Yumna Kania A.: hahaha.. gamau sendirian ahaha
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!