NovelToon NovelToon
Baret Biru

Baret Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:179.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jia.P

Kirana hanyalah sebatas gadis muda yang baru mengenal mimpi dan cinta. Dia sedang bahagia merangkai satu demi satu kuncup cintanya bersama seorang pemuda bernama Keenan.

Namun, bunga yang baru akan mekar itu segera layu karena satu kejadian naas yang merenggut hampir seluruh akal sehatnya hingga keluarganya menerima lamaran Raihan begitu saja. Lalu, bagaimana kisah cinta Kirana dan Keenan? Haruskah dia merelakan egonya dan menatap masa depannya dengan laki-laki lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jia.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Kehancuran

Maaf chapter ini akan berisi konten yang agak sensitif buat yang nggak kuat silahkan skip yaa 🙏🙏🙏

...🌱Ji🌱...

Seperti hari-hari biasanya, Kirana akan sibuk di cafe selama seharian penuh. Apalagi Ningrum absen hari ini jadi pekerjaan dia harus dibackup oleh yang lainnya. Lucy berada di dapur dibantu oleh Silma sedangkan di kasir tetap ada Kirana dan Seno lalu Dimas menjadi pelayannya dibantu Seno sesekali.

Sudah seharian dia tidak mendapatkan kabar dari tunangannya. Tadi sih Keenan bilang dia akan sibuk meliput sebuah kasus besar yang terjadi di Solo. Keenan ikut bersama seniornya yang Kirana tahu tidak pernah membiarkan Keenan buka handphone walau hanya sekedar untuk chatting. Namanya kerja dengan orang pasti akan berat di tahun-tahun awal jadi Kirana coba memahami itu.

“Keenan, jadi jemput kan?” tanya Kirana melalui telepon.

“Kayaknya nggak Ki, maaf ya. Capek banget aku,” katanya yang memang sudah terdengar begitu kelelahan.

“Tapi kamu sudah pulang kan?”

“Belum, kayaknya aku pulang pun bakal malem banget juga. Maaf ya Ki, aku nggak bisa telepon kelamaan. Nanti kalau sudah sampai di rumah kabari ya,” kata Keenan.

“Ok hati-hati ya,” kata Kirana.

“Hmm, kamu juga,” jawab Keenan yang lebih dulu mematikan telepon.

Kirana melanjutkan pekerjaannya. Dia sendiri bingung sebenarnya mau minta dijemput sama siapa. Papa kan sedang tidak enak badan, berangkat kerja saja hanya setengah hari tadi sedangkan Bang Adnan setahu Kirana sedang dinas dan tidak bisa diganggu. Lebih tepatnya Kirana yang tidak berani mengganggu. Abangnya itu pekerjaannya berat apalagi kan sedang adaptasi tempat baru.

Kirana akhirnya pulang dengan taksi malam itu. Malam-malam begini dia pulang naik taksi seorang diri mungkin sudah sering dia lakukan, tapi malam ini Kirana sedang bernasib buruk sepertinya. Sesaat setelah menyebutkan di mana alamat tujuannya, dia mulai mengantuk dan tidak tertahan. Papa sering bilang, kalau sedang naik kendaraan umum apalagi sendirian jangan pernah tidur tapi kali ini Kirana tidak sanggup melawn kantuk yang datang secara tiba-tiba.

Kirana terbangun di tempat yang begitu asing, itupun karena dia merasa seperti ada yang mencoba membuka pakaiannya. Kirana langsung tersentak begitu melihat ada orang yang berusaha menyentuhnya. Dia merobek pakaian Kirana, membuka celananya dan memaksa Kirana memuaskan nafsu bejatnya.

Tidak peduli sekuat apa Kirana berontak, dia tetap tidak sanggup meloloskan diri. Kedua tangannya diikat naik sedang kakinya diikat pada sisi lain tempat dia dibaringkan. Kirana hanya bisa berteriak ketika tangan laki-laki itu mulai menyusur dari dada menuju ke perut dan berakhir pada area pribadinya.

Satu laki-laki bermain dengan bibirnya, satu meremas buah dadanya dan satu lagi berusaha melebarkan kaki Kirana agar dia bisa menyelesaikan ambisinya. Tidak jarang mereka memukuli Kirana agar dia diam. Kirana sudah tidak sanggup melakukan apapun, dia hanya bisa berteriak dan menangis mencoba memanggil siapapun yang mungkin bisa membantunya.

Entah bisa dibilang beruntung atau tidak, Kirana mendengar mobil polisi saat ini. Kirana langsung berteriak sekencang yang dia bisa membuat mobil patroli itu berhenti di depan tempatnya di sekap. Begitu mendengar sirine itu, ketiga laki-laki tadi tunggang langgang melarikan diri dari kejaran sedang Kirana ditinggalkan begitu saja dalam kondisi yang begitu menyakitkan.

Kirana sepertinya sudah tidak sadarkan diri, dia sudah tidak mampu lagi membedakan mana orang yang akan menyelamatkannya dan mana yang akan menyakitinya. Dia terus berontak ketika seorang polisi mendekatinya dan mencoba membuka ikatan di kedua tangan dan kakinya.

“Sadar Kirana ini Abang,” kata polisi yang tidak lain dan tidak bukan adalah Bang Raihan.

“Komandan kenal?” tanya seorang rekannya.

“Astagfirullah, bukankah gadis ini yang pernah kamu bilang adiknya Adnan?!” kaget teman satu letting Bang Raihan yang mengetahui perihal perasaan Bang Raihan pada salah satu adik rekan mereka itu.

“Lo yang bawa mobilnya. Kita bawa dia ke rumah sakit sekarang. Keluarganya nanti biar gue yang kabarin,” kata Bang Raihan.

Kirana sudah kehilangan kesadarannya, jadi Raihan tidak kesulitan mengangkatnya. Dia berusaha membuat jaketnya tetap menutupi tubuh Kirana yang sudah tidak berpakaian dengan layak. Beberapa personil ada yang melakukan pengejaran pada pelaku, ada pula yang menyisir tempat untuk mencari barang bukti.

Begitu Kirana ditangani oleh tim dokter, Raihan dengan amat sangat terpaksa menelepon Adnan untuk datang. Sudah jelas Adnan mengamuk melihat kondisi adiknya seperti itu. Dia belum paham duduk perkaranya dan dia langsung menelepon Keenan untuk memintanya datang ke rumah sakit juga.

Kirana belum sadar namun dia sudah dipindahkan ke bangsal. Keenan datang dengan wajah yang teramat lelah dan pakaian yang lusuh dia datang melihat sendiri kondisi tunangannya. Adnan langsung murka begitu melihat Keenan datang. Hampir saja satu pukulan mentah mendarat di atas pipi Keenan jika bukan karena Papa yang mengembalikan kesadaran Adnan yang sudah seperti orang kesetanan.

“Kirana kaya gini karena aku Bang,” gumam Keenan membuat kaget semua yang ada di sana.

“Kirana jadi kaya gini karena aku Bang. Aku salah Bang. Aku bodoh banget. Aku nggak becus jagain Kirana. Aku pantes mati Bang, aku pantes mati!” Bukannya meminta maaf atau apa Keenan malah meracau.

Papa dan Mama menenangkan Keenan, mereka membawa Keenan pulang dan mengatakan semuanya pada Ayah dan Bunda yang jelas sangat syok. Keenan bahkan langsung berlari masuk ke dalam kamar, berusaha menyakiti dirinya sendiri dengan membenturkan kepalanya ke tembok, dia juga hampir saja meraih cutter di atas meja dan menggores nadinya.

Papa dan Mama segera undur diri begitu Keenan bisa ditenangkan. Tidak tenang sih lebih tepatnya dia dipukul oleh Ayahnya hingga pingsan. Papa dan Mama segera kembali ke rumah sakit untuk mengatakan apa yang terjadi pada Adnan putranya yang masih terus diselubungi oleh api emosi.

“Abang, kamu fokus saja jagain Adek. Sudah jangan marahi Keenan,” kata Mama menenangkan.

“Gimana nggak marah si Ma? Dia yang janji akan jagain Kirana, dia yang janji akan kasih semua yang terbaik buat Kirana. Tapi apa? Mama bisa lihat sendiri kan apa yang terjadi sama adek? Dia harus tanggung jawab Mama. Dia pengecut. Dia brengsek,” kata Adnan.

“Adnan Dzaki Pratama dengerin Papa!” teriak Papa membuat Adnan sempat terdiam.

“Keenan saat ini juga sama syoknya. Dia terus menyalahkan dirinya sendiri. Dia berusaha menyakiti dirinya sendiri bahkan tanpa sadar hampir menggores nadinya. Dia juga sama syoknya sama adekmu. Dia nggak salah Adnan Papa sudah tahu apa yang terjadi sebenarnya.”

“Tim Raihan menemukan tas Kirana tidak jauh dari lokasi dan dari sana kita melihat riwayat chat Kirana dan Keenan. Hari ini Keenan di luar kota dan sudah minta Kirana untuk hubungi kamu minta jemput tapi Kirana nggak menghubungi kamu hari ini. Dia nekat naik taksi. Keenan nggak salah Bang,” kata Papa.

“Terus maksud Papa Kirana yang salah? Atau malah Adnan yang salah karena nggak jemput adek?!” kata Adnan.

“Abang sudah…, bukan begitu maksud Papamu nak. Sudah Adnan, tenangkan dirimu. Ini musibah, nggak ada yang salah nggak ada yang bener di sini. Sudah jangan marah,” kata Mama yang sudah menangis terus berusaha menenangkan emosi putra sulungnya.

“Mama…,” ketika itu Kirana memanggil Mamanya walau dengan suara yang lirih tapi masih sanggup terdengar dengan jelas.

Mama langsung berjalan mendekat. Beliau langsung menggenggam tangan putrinya dan mengelus kepala Kirana. Tadinya Kirana masih tenang, tapi begitu Papa dan Bang Adnan mendekatinya, dia kembali meracau. Dia kembali berteriak dan memberontak seperti orang yang begitu ketakutan.

“Abang sama Papa keluar dulu coba,” kata Mama terus berusaha kuat.

Begitu Bang Adnan dan Papa keluar, Kirana kembali tenang tapi tidak langsung menghentikan tangisannya, “Mama takut…,” katanya.

“Mama di sini sayang, kamu nggak usah takut ya.”

“Mama takut…,” katanya lagi.

“Jangan takut Kirana, Mama di sini temani Kirana. Mama nggak akan tinggalin Kirana sendirian. Sudah ya jangan nangis,” kata Mama.

“Mama badanku sakit semua, Kirana takut Ma,” katanya kembali menangis dengan keras.

Runtuh sudah benteng pertahanan Adnan. Dia langsung lemas dan berakhir jatuh pingsan melihat kondisi adiknya begitu menyedihkan. Di satu sisi dia juga mendengar kabar kalau Keenan ada dalam kondisi yang tidak jauh berbeda. Begitu nama Kirana disebut, dia akan kembali berontak dan berusaha menyakiti dirinya lagi.

1
Berbieliza
semngat thor udah mmpir, klau berkenan mmpir
Jia.P: Pasti aku akan meluangkan waktu untuk mampir kak, makasih ya atas apresiasinya
total 1 replies
lutfia
😭😭 nangis kejer aku, ga sanggup aku, 😭😭
Anita Qarry
masih gak pham,kno Keenan melepas Kirana. ap krn gk virgin, atw ap seh ?? klo mental down tp bisa masuk Akpol...lh kan gak ngerti aq ny
Jia.P: yahh namanya udah nggak jodoh kak 😅
total 2 replies
Elsa Devika
dri awal baca novel ini udh bagus bnget siih, menceritakan tentang seorang gadis tangguh yg penuh perjuangan cinta dan hidup smpe akhir nya happy ending😊
semangat buat karya² baru nya kak💪
jngan marah yaa klo ada saran dan kritik dri readers mu😁
Jia.P: iya kakak terima kasih atas masukannya semangat juga untuk kakak, hehe aku nggak akan marah kok justru aku seneng banget kalau ada yang mau saran dan kritik untuk karyaku karena untuk pengembangan diriku juga
total 1 replies
Elsa Devika
menangis aku baca part ini mlem²😭🤧
Elsa Devika: siaaap😁
total 2 replies
Recm82
yaaach koq END thor padahal bagus loh ceritanya..okay dech ditunggu karya berikutnya
Jia.P: ditunggu karyaku berikutnya ya kakak, as soon as posibble
total 1 replies
Maya Puspita
ditunggu karya berikutnya thor
Jia.P: yupyup doakan lancar kerjaanku biar bisa segera nulis lagi yaa kak
total 1 replies
Suci Fazira
Thor up lagi dong,tunggu ya
Jia.P: siap..., diusahakan segera up kok.
maaf ya lama soalnya author lagi sedikit sibuk berhubung mau 17an juga
total 2 replies
lamps 2
baguss thor❤❤lanjutkan ❤❤
Jia.P: shap ndan 👍😊
total 1 replies
Anonim
Jujur blom samp pada kenyataan klo bukan sama kenan
Jia.P: kqta Kirana rencana Tuhan buat dia jauh lebih baik, nggak papa 😌
total 1 replies
Anonim
Jujur gelo tp mau gimana
Jia.P: yang aabar ya kak 🤭
total 1 replies
Kaisar Tampan
kak aku udah mampir ni.
bantu dukung karyaku juga iya
simpanan brondong tampan
Jia.P: siap nanti kalau ada waktu aku pasti mampir 👍👍👍
total 1 replies
Mika Saja
semoga skripsi lancar,tanpa ada koreksi LG,mendapatkan hasil yg memuaskan dan semoga ilmunya bermanfaat,amin💪
Jia.P: aamiin... 🙏
total 1 replies
Mika Saja
akhirnya up jg,jgn lama2 thour😘😘
Mika Saja: amin..,yra,,tetap semangat👍
total 4 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭 jangan pelit² up ceritanya Thor 😭😭🙏🙏🥺🥺
Jia.P: pasti kakak diusahakan yaa 🙏
semoga kakak nggak bosen sama ceritaku hehehe
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭😭
lebih banyak upnya thor
Jia.P: makasih kakak atas semangatnya hehe semoga kakak nggak bosen ya 🤗
total 3 replies
Windy Miller
Jadi pengen sungkem ke author! *ampun bang jago! ceritanya keren banget!
Jia.P: makasih kakak semoga kakak suka yaa 🤗
dukung juga karyaku yang lain ya kakak, novelku yang di sebelah juga nggak kalah bagusnya lhoo 🤭
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭
Jia.P: aduh baret biru sudah tamat kakak 😅
sebagai gantinya aku sudah bawa novel baru lho semoga kakak juga suka
total 3 replies
flower bean
Sumpah! Sampai lupa waktu bacanya!
Jia.P: seneng deh kalau kakak bisa enjoy bacanya 🌹
support terus baret biru ya kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!