NovelToon NovelToon
Always Loving U

Always Loving U

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Ketos / Perjodohan / Nikahmuda / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Net Profit

📢📢WELCOME DI ZONA BUCIN NGGAK ADA OBAT😛😛

Memiliki segalanya tak membuat Lengkara Ayudia merasa hidupnya sempurna. Paras cantik, otak cerdas, orang tua kaya raya namun jodoh yang sudah ia dapatkan sejak lahir tak pernah melihatnya sebagai wanita. Bukan karena lelaki itu tak menyukainya, tapi di mata Dirga dia seperti adik yang harus selalu dilindungi. Naas bukan? saat lelaki lain mati-matian mengejarnya dia malah repot-repot menggapai cinta tetangga depan rumah.

"Dirga, My Dirgantara.... udah cinta belum sama Kara?"

"Seperti arti nama lo, Kara. Jatuh cinta sama lo tuh Lengkara banget. Mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Auto Sembuh

“Lo masih ngambek, Ra?”

“Maaf karena nggak nemenin lo di UKS, gue kira udah lo udah ditemenin Dila sama Selvi.”

“Lagian lo tuh jadi adik nggak bisa banget dibilangin. Udah jangan ngambek, harusnya gue yang ngambek. Kan gue udah bilang balik sama gue! Ngapain lo balik sama orang lain? Ck!! Punya adik nggak bisa banget diatur. Inget Kara, lo tuh udah kayak adik gue harusnya lo nurut sama gue! Nih liat sekarang lo balik sama orang lain perut lo masih sakit kan? Nggak ada yang lebih ngertiin lo dari pada gue, Ra. Makanya jadi adik nurut sama kakak. Ngerti?” Dirga mengusap pelan punggung Kara dari balik selimut.

“Udahan yah ngambeknya dedek Lengkara kesayangannya gue. Sini-sini perutnya masih sakit kan? Gue bawain obatnya nih.”

Merasakan usapan pelan di punggungnya membuat Kara membuka mata, suara-suara yang ia anggap hanya halusinasi karena terlalu kesal pada Dirga justru kian terdengar jelas. Perlahan ia menurunkan selimut dan berbalik.

“Dirga?” ucapnya lirih.

“My Dirgantara?” Kara bahkan berulang kali mengucek matanya, memastikan jika lelaki yang duduk di dekatnya ada Dirga.

Kara mengeluarkan tangan kanannya dari selimut, mengusap pelan punggung tangan Dirga seraya menatapnya.

“Ini beneran My Dirgantara?”

Ck!

Dirga berdecak kesal kemudian menjauhkan tangannya dari jangkauan Kara.

“Iya ini gue, lo kira siapa hah? Hantu!”

“Ya ampun serius lo, Dirga? Kesambet apa lo tumben sampe kesini.” Kara buru-buru bangun dan mencoba duduk.

“Udah sih tiduran aja.” Ucap Dirga. Dia membantu Kara kembali berbaring dan menyelimutinya.

“Tapi kan ada lo, Ga. Masa calon suami ngapel gue malah tiduran. Mana ini wajah kucel banget lagi, jan ilfeel yah jerawat emang suka nongol kalo lagi ada tamu bulanan.” Kara menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.

“Apaan sih! Nggak usah ane-aneh.” Dirga menyingkirkan kedua tangan Kara.

“Gue udah hapal kali tiap lo datang bulan juga selalu kayak gitu.” Lanjutnya.

“Jangan bilang lo lupa kalo selama ini gue yang selalu nemenin lo di UKS tiap tamu lo datang.”

“Baru juga jalan sama cowok lain sekali udah langsung amnesia lo!”

Kara justru tersenyum mendengar ocehan Dirga.

“My Dirgantara lagi cemburu yah?” ledeknya dengan senyum yang kian mengembang.

“Gue cemburu?” Dirga menunjuk dirinya sendiri yang dibalas anggukan oleh Kara.

“Nggak usah mikir kejauhan Lengkara!” ucapnya.

“Tapi itu buktinya marah-marah, sampe nyusul kesini juga. Padahal udah lama banget lo nggak kesini. Kangen yah sama calon istri.”

“Nggak yah! Enak aja gue cemburu sama lo, nggak mungkin lah. Lagian gue kesini juga gara-gara Sasa tuh ngerengek mulu minta dianterin ke rumah lo. Mau ngitung kacang ijo bareng si Ridwan buat kegiatan MPLS besok.” Dirga dengan jelas menepis tuduhan Kara.

“Sekali lagi gue bilangin, Ra. Gue nggak cemburu! gue cuma kesel aja kalo lo jalan sama orang yang nggak jelas kayak dia!”

“Siapa?”

“Yang tadi nganterin lo pulang lah.”

“Oh, Tama. Dia murid baru katanya. Cakep yah, Ga? Mana baik lagi. Nggak kaya calon suami gue yang sukanya marah-marah nggak jelas.”

“Kara! Gue nggak lagi bercanda yah.” Ucap Dirga.

“Pokonya gue nggak suka kalo lo jalan sama orang tanpa ijin gue. Apalagi orang baru kayak dia.”

“Ra,lo dengerin gue ngomong nggak sih?”

“Iya-iya gue denger kok.” Jawab Kara lirih, dia kian meringkuk memegangi perutnya. Sepertinya ucapan Dirga justru membuat perutnya semakin sakit.

“Masih sakit perutnya hm?” tanya Dirga.

“Banget.”

“Kalo gitu minum jamunya yah. Tadi gue udah mau balik, tapi mami malah nyuruh bujukin lo buat minum jamu.”

“Makan siang lo juga masih utuh. Gue suapin yah?” Dirga beranjak mengambil piring berisi makan siang Kara dan kembali duduk di sampingnya.

“Sini bangun dulu.” Dirga membantu Kara untuk bersandar di kepala ranjang.

“Makan yah...”

“Nggak mau!”

“Ra, jangan kayak anak kecil. Lo udah kelas 12 loh harusnya makin dewasa. Biasanya aja lo selalu minta suapin kalo sarapan di rumah gue, nih mumpung gue mau nyuapin lo, buruan buka mulutnya.” Dirga menyodorkan sendok ke depan mulut Kara.

“Nah gitu dong, pinter banget adek gue.” Puji Dirga saat Kara menerima suapannya.

Baru beberapa suapan Kara sudah tak mau melanjutkan makan siangnya.

“Udah kenyang.” Ucapnya lirih.

“Kalo gitu minum jamunya yah? Mau yang buatan mami Jesi atau yang gue bawa?”

“Yang biasanya aja. Buatan mami pait.” Balas Jesi.

“Siap tuan putri.” Dirga beranjak dan mengambil kantong kresek yang ia bawa tadi. Begitu kembali ia lantas membuka tutup minuman kemasan dan memberikannya pada Kara.

“Makasih.”

“Sama-sama. Udah tiduran lagi aja.” ucap Dirga.

“Kalo masih sakit perutnya di kompres aja yah pake air anget?” lanjutnya setelah melihat Kara yang masih terus meringis menahan sakit.

“Bentar yah gue ke mami dulu nanyain kompresan.” Sebelum Kara menjawab Dirga sudah berlalu meninggalkan kamar. Dia bahkan menuruni tangga dengan setengah berlari, tak dipungkiri ia sangat khawatir melihat kondisi Kara. Sekian lama berada di sisinya saat mengalami sakit perut karena datang bulan, baru kali ini Kara terlihat sangat kesakitan.

“Tuh kan kalo sama kamu dia nurut.” Ucap mami Jesi sambil mengisi kantung kompres dengan air panas dari dispenser.

“Kalo kepanasan kompresannya jangan langsung ditempelin di perut yah, Ga.” Ujar Jesi.

“Iya mi, aku tau kok. Kalo gitu aku balik ke kamar Kara yah?” pamit Dirga.

“Iya sayang. Mami titip Kara yah. Nggak salah emang mami milih mantu kayak kamu.”

Dirga hanya tersenyum lalu kembali ke kamar Kara.

“Sini gue kompresin.” Dirga menempelkan kantung kompresan di perut Kara.

“Kepanasan nggak? Kalo kepanasan selimutnya mau gue tilep double.”

“Nggak, segini udah pas. Makasih, Ga.” Balas Kara. Setelah itu hening, keduanya hanya saling diam. Dirga yang masih mengompres perut Kara sambil sesekali menggesernya supaya semua terkompres rata.

“Lo sakit aja cantik, Ra.” Batin Dirga.

“Cie yang berduaan aja!” suara Sasa langsung memenuhi kamar Kara.

“Kaleng udah dijenguk sama kak Dirga masa masih sakit aja sih?” Sasa langsung naik ke ranjang Kara dan duduk bersila di samping Kara.

“Elah kakak di kompres gitu mah nggak ngaruh. Peluk dong Kaleng nya kak! Dijamin langsung sembuh.” Cerocos Sasa.

“Ya kan, Kaleng?” lanjutnya.

“Sasa jangan berisik, Kara lagi sakit. Turun sana main sama yang lain aja.” Usir Dirga.

“Sasa diusir biar kak Dirga bisa meluk Kaleng yah?” ledeknya seraya menautkan alis.

“Nih yah Kak, Sasa kasih tau. Dimana-mana cowok tuh kalo nengokin ceweknya yang lagi sakit mesti disayang-sayang biar cepet sembuh. Jangan cuma kompres-kompresan kayak gitu! Itu mah formalitas doang.” Celoteh Sasa yang masih terus saja nyerocos meskipun Dirga sudah melotot padanya.

“Nih harusnya kayak gini.” Sasa mengambil tangan kanan Kara yang menggenggamnya,sementara tangan satunya menyentuh wajah Kara dan membelainya dengan penuh dramatisir.

“Sayang cepet sembuh yah, aku nggak bisa kalo liat kamu sakit kayak gini.” Sasa bahkan mencium punggung tangan Kara persis seperti di Drama Korea yang ia tonton. Kara jadi tertawa melihat tingkah Sasa.

“Tuh kan Kaleng jadi senyum.” Ucap Sasa.

“Masa gitu aja kakak mesti aku yang ngajarin sih.” Cibir Sasa.

“Tadi aja buru-buru langsung kesini sampe nggak makan siang. Eh disini cuma pada diem-diem aja.”

“Sasa!” gertak Dirga.

“Apa-apa? Nggak takut aku.” Sasa malah menjulurkan lidahnya mengejek Dirga.

“Jadi Dirga kesini sengaja buat gue, Sa?” tanya Kara.

“Katanya lo yang minta anterin kesini.” Lanjutnya.

“Alesan aja itu mah. Lagian ngapain aku main ke depan rumah minta anter segala, biasanya juga go cus sendiri.” Jelas Sasa.

"Beneran?" Kara bahkan langsung duduk dan tersenyum senang mendengar ucapan Sasa, semua rasa sakitnya seolah hilang menguap begitu saja. Entah benar-benar hilang atau hanya tertutup oleh kesenangan hingga dia tak lagi merasakan nyeri.

"Beneran lah Kaleng."

Senyum di wajah Kara kian mengembang berbanding terbalik dengan Dirga yang tersenyum masam.

"My Dirgantara makasih yah."

"Hm" jawab Dirga.

"Kali aja kak Dirga mau praktek yang Sasa ajarin barusan, silahkan. Sasa mau ke bawah lagi." ucap Sasa.

"Kaleng nanti kasih tau Sasa yah, gimana rasanya dipeluk Kak Dirga." Sasa langsung kabur setelah mengucapkannya.

.

.

.

Hari senin nih, bisa dong bagi vote sama hadiahnya buat Kara.

jangan lupa tinggalin jejaknya like sama komen!!

yang nyuruh Kara buat mundur, ini itu bla bla bla...sabar yah para kasayangan, semua ada waktunya😛

1
Cen
Di 0FF SCRIP LOVE kok gaya tulisan kak net kok beda bangat sama cerita yang sebelum sebelumnya. aku suda baca hampir semua cerita net profit dan cerita sasa tama itu beda bangat gaya bahasanya. saya kurang suka jadinya padahal cerita yang lalu sampe saya ulang2 bacanya
Net Profit: kak😭😭😭
semoga di cinta tanpa merek kakak suka yahhh
total 1 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tetep ajh g boleh ya,,,, bikin baper berjamaah soalnya
Teti Hayati
Ka nama Tama ganti yaa..?? pantesan pas baca Raydan Aksa Pratama, ko kaya ada yg janggal. .
Terus aku iseng2 buka lapaknya Dirga, nemu part " ter Arhan Arhan.. (dalam hati siapa Arhan, mulai lupa kan ceritanya.. 🤭), dan disinilah aku temukan jawabanya.. 😄
Boleh ngasih sarannya ka..?? kalo boleh, mending sama kayak ini aja namanya, nama yg baru bagus ( gabungan nama mama-papanya yaa kalo gak salah tebak 🤭), tapi ini mh lebih ke-menjaga konsistensi aja. Kalo ada reader yg baca ulang lapak ini, biar gak keder gitu..
Makasih ya ka.. udah sempetin baca secuil komentar aku.. 🤭
Teti Hayati: Ohh.. oke oke... ngikut aku lah... 👍
total 3 replies
Rita
😜😂😂😂😂😂😂
Rita
jleb😁
Rita
jiahhh
Rita
😂😂😂😂😂😂
Rita
diingetin 😜
Rita
😂😂😂😂😂😂
Rita
wahhh 😁
Rita
😂😂😂😂ulang baca
Inna Sholikah
Aku 2025 yang mencari lengkara anaknya mami jesi🥹
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
udah tamat aja.🤭
karya²nya kak othor bagus dan menarik trs ceritanya ga bertele² singkat tp ga trburu² sesuai alurnya, the best kak othor trs berkarya.👍
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
ceritanya seru kalau bisa tentang sasa di buatkan keknya menarik ku tunggu cerita tentang simicinnya 😁
ratu qingyi 😌: semangat berkarya kak, ditunggu kisah ABG Tamarin nya
total 2 replies
Alfi Alfi
Luar biasa
Naya
ora mudeng
Rita
👍
Fina Fitriani
serruuuuu bgt ceritanya,,dr awal baca kisah ibunya sekrg anak nya si santen kara... lucu dan gemesin semua bacanya...lanjut ah .. next bacanya nya. ditunggu kelanjutan cerita anaknya santen kara ya Thor💪💪👏😍
Muliana
Luar biasa
rosesarered
hahahahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!