NovelToon NovelToon
Dikejar Om Seksi

Dikejar Om Seksi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:695.3k
Nilai: 5
Nama Author: Erin FY

Mutia, Gadis Manis itu merasa Tuhan begitu menyayanginya, selain sang mama, kini ia juga di hadapkan dengan seorang Om-om mesum yang tidak lain adalah bosnya sendiri. Kedua orang tersebut bagaikan bayangan diri sendirinya, apapun yang ia lakukan pasti tidak pernah terlepaa dari pantauan mereka.

Namun semua berubah saat ia bertemu dengan Raga, pegawai baru yang tidak diragukan lagi ketampanannya.

Lantas bagaimana kisah Mutia selanjutnya? Akankah si Bos membiarkan ia dekat dengan lelaki lain?

Akan ada banyak kejahilan serta kisah seru lainnya, jangan ketinggalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erin FY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Sesuai permintaan sang mama, Denis dan Mutia pun makan siang bersama dirumahnya. Mutia yang sedari tadi tak nyaman ingin sekali pergi dari tempat itu. Sedangkan Denis malah bersikap santai. Beberapa kali Mutia memberi tatapan tajam padanya, tapi Denis justru acuh dan tak peduli.

Seperti tujuan sebelumnya, Denis mengajak Mutia ke gudang untuk mengambil baju-baju baru yang akan di bawah ke toko. Sebenarnya ini hanya alasan Denis agar Mutia mau diajak kerumah dan bertemu mamanya. Kalau diajak secara langsung jelas gadis itu tidak akan mau.

Biasanya Denis tak pernah mengambil baju-baju itu sendiri. Dia akan menyuruh sopir toko untuk mengambil. Namun dia tak ingin melewatkan kesempatan ini begitu saja. Lewaf sinilah dia bisa lebih dekat dengan Mutia.

"Ambil bajunya sepuluh menit, terkurungnya setengah hari, dasar nyebelin!" geruttu Mutia sembari mengangkat sekarung baju menuju mobil.

Sebenarnya Denis mendengar itu, hanya saja ia berusaha acuh. Ia tak mau Mutia semakin kesal padanya.

Diperjalan kembali ke toko, mereka sama-sama terdiam. Denis menikmati setiap kebersamaannya dengan Mutia, sedangkan Mutia menggeretu sendiri tak jelas dari tadi.

Sesampainya di toko, Mutia disambut Rani dan Bagas. Mata mereka menatap penuh selidik. Mutia yang sedari tadi sudah kesal makin kesal saja diperlakukan seperti itu.

"Ngapain lihat-lihat? Seneng lihat orang di hukum? Dasar bos nyebelin! Semena-mena. Untung ganteng, kalau gak udah aku libas dari tadi!" Mutia mengomel-ngomel sendirian.

Bagas dan Rani saling pandang. Merasa aneh dengan kelakuan Mutia. Sebenarnya mereka tak pernah tau apa yang barusan terjadi pada Mutia. Hanya saja, karena omelannya sendiri, Mutia membuka masalahnya sendiri.

"Emang kamu diapain sama Si bos?" tanya Bagas memulai percakapan. Mutia masih bungkam.

"Kalau emang udah keterlaluan, kita demo aja. Biar dia tau rasa, ntar aku ya--." belum selesai Bagas melanjutkan ucapannya, Mutia sudah menggeleng dan melambai-lambaikan tangannya.

"Tidak ... tidak, jangan di demo. Gak ada maslaah apa-apa kok, aku aja yang berlebihan. Aku cuma kecapekan aja mangkanya ngomel sendiri," jelas Mutia lagi.

"Emang kamu habis disuruh ngapain sih?"

"Cuma ambil barang aja kerumahnya, angkat-angkat sendiri, kan berat," gerutu Mutia lagi.

"Hah? Kok tumben? Biasanya dia nyuruh Pak Salim."

"Mana aku tau, tanya sendiri noh ma orangnya, pake dikenalin ke mamanya calon mantu lagi, ooppss." Mutia seketika menutup mulut dengan tangannya. Dia keceplosan, salah persepsi bisa jadi gosip hangat di toko.

"What? Seriusan?" tanya Rani terkejut.

"Enggak, Mbak. Aku cuma bercanda. Lagian mana mau Pak Denis sama aku," ucap Mutia sembari nyengir. Ia pun menyingkir ke toilet sebelum berbagai pertanyaan ditujukan padanya.

Di toilet, Mutia merutuki kebodohannya. Bisa-bisanya dia keceplosan seperti itu. Semua gara-gara Denis.

"Mbak Mut, bisa keruangan saya? Saya butuh catatan stok barang-barang di toko. Sepertinya sudah waktunya saya mendatangkan barang lagi." Tanpa sengaja, saat kembali ke gudang, Mutia bertemu dengan Denis di depan musholla.

"Apa gak sebaiknya saya panggilkan Mbak Rani atau Bagas saja, Pak? Mereka lebih hafal stok-stok barang di sini," jawab Mutia yang justru mendapat gelengan dari Denis.

"Saya nyuruhnya kamu, Mbak. Biar sekalian hafalan dan belajar, kalai kamu mengandalkan mereka terus, kapan majunya?"

"Bukannya gitu, Pak. Tapi saya kan baru, belum paham sepenuhnya, nanti kalau salah gimana?"

" Lima menit lagi saya tunggu di ruangan saya," ucap Denis sembari berlalu begitu saja.

Mutia mencak-mencak tak karuan. Kalau bukan lantaran butuh uang, ia tak mungkin bertahan lama di sini.

Dasar bos menyebalkan!

1
Ana Akhwat
ckckckck ...kocak bingits😂
Ana Akhwat
😂😂😂CEO yang lagi menyamar... sedang jatuh cinta
Mul Iani
Lumayan
Asih Dyas rahman
baru sadar ini novel 2021 kenapa gw baca, akhirnya nyesel bacanya nanggung ga dikelarin sampe sethn🤦
Kirana Ayla
kok cpt amat udh tamat aj...kannikahnya blm
Sus Susyla
huhhhhh
Sus Susyla
halalin dlu denis
Sus Susyla
zakki mana y
Sus Susyla
pinter denis
Sus Susyla
klo aku sih..di lamar org ganteng kaya lg..ah g oke mikir lgsg ok aja ...ha..ha
Nora♡~
Yaa..Ampun thor... mana yang lain..
tolong sambung... best nie..tak sabar nak baca...
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
ayulia lestary
kocak
ayulia lestary
denis kocak juga
ayulia lestary
kyanya menarikk nih. aku mampir ya
Tara
Aduch jadi pengen dikejar om s3xy Nan mapan🤭😉😱🥰🤗🌹🙏
Ita Nuraini
ws tamat kah
Choirul Anna Soenarso
kok gak dilanjutkan Thor,padahal bagus lho
Ita Nuraini
duda damar itu judulx ap y ??
Ciekgu Lhawo
author kmna ni disambung donk crtanya seru ni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!